NovelToon NovelToon
Gara-gara Nafkah

Gara-gara Nafkah

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:958.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: emmarisma

Bagaimana jadinya jika memiliki suami yang terlampau berbakti pada ibunya?

Vina harus merasakan beratnya menjalani rumahtangganya dengan Prasetyo, lelaki yang dinikahinya 1 tahun yang lalu. Bukannya dinafkahi, Vina justru harus menanggung uang dapur di keluarga suaminya. Akankah Vina sanggup melanjutkannya? atau dia akan memilih menyerah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Enzo

*****

"Enzo, jangan nakal," ujar pria bermata sipit itu dengan tegas.

"Maaf, Pak. Kalau saya lancang. Biar saya temani Enzo sampai ke nininya," kata Vina. Pria bermata sipit itu seperti tersentak kaget mendengar panggilan Vina padanya.

"Pak?" beo pria itu dengan wajah terperangah.

"Iya, Pak. Apa ada yang salah?"

"Apa wajah saya setua itu?" tanya pria itu sambil mengusap rahangnya. Fadil dari kejauhan masih terus mengawasi adik majikannya itu. Dia mengernyit heran melihat Vina bercakap-cakap dengan seorang pria.

"Hmm, gimana ya? saya mau panggil anda, Mas, tapi takutnya ga sopan. Kita kan tidak sedekat itu."

"Kakak cantik, jangan ngobrol sama papa. Katanya tadi mau temani Enzo ke tempat nini," ujar Enzo sambil menarik-narik ujung kaos Vina.

"Enzo...!" Suara pria itu meninggi, namun reflek yang Vina tunjukkan tak terduga. Gadis itu menarik tangan Enzo dan menyembunyikan Enzo di balik badannya.

"Maaf kalau saya ikut campur, tapi tidak sepantasnya anda membentak putra anda sendiri. Apalagi ini di ruang publik."

Setelah berucap demikian pada papanya Enzo, Vina kembali berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Enzo. Dia tersenyum sambil mengusap kepala bocah itu. "Nini Enzo dimana? biar kakak antar."

"Nini Enzo jualan es di sana." Vina menoleh ke arah nenek pedangan es dawet. Dia lalu memandang Enzo dan juga papanya. Vina tahu semua, baju dan sepatu bocah itu saja harganya jutaan rupiah, apalagi outfit yang dikenakan pria yang ada di sampingnya itu. Sudah pasti harganya mencapai puluhan bahkan ratusan juta.

"Ya sudah, ayo kakak antar kamu ke sana." Vina mengandeng tangan Enzo. Enzo sempat menoleh ke belakang dan menjulurkan lidahnya pada papanya. Pria bermata sipit itu tersenyum tipis melihat putranya tersenyum setelah mengandeng wanita itu.

"Lho, Enzo, kok nyusul nini kemari?" tanya nenek penjual es Dawet yang tadi sempat berbincang-bincang dengan Vina sebentar.

"Kata oma, nini suruh pulang. Biar mbak Asih aja yang jualan. Enzo kan ke Jogja karena kangen nini, tapi malah nini ninggalin Enzo jualan," kata Enzo dengan bibir mengerucut ke depan.

"Iya, iya, kalau gitu hari ini mbak Asih saja yang jualan, nini temani Enzo. Eh, tapi ngomong-ngomong ini siapa, Zo?"

"Ini, kakak ...." Enzo tampak berpikir lalu menengadah menatap Vina. "Kakak siapa namanya?"

"Nama kakak, kak Vina."

"Nah, ini kak Vina. Dia temen Enzo, nini."

"Teman Enzo? teman papa kamu, pasti?" nenek itu menatap pria yang sejak tadi tidak bersuara dan mengekor Vina serta Enzo dalam diam.

"Ini teman kamu 'kan, Lang?"

"Galang, ga kenal, Nek," jawab pria itu singkat.

"Lho, jadi bener temannya Enzo?" nenek itu menatap bingung ke arah Vina.

"Iya, Nek. Saya temannya Enzo yang baru saja berkenalan di ujung belokan situ," tutur Vina dengan bahasa yang lemah lembut.

"Oalah, saya kira kamu itu pacar Galang yang mau dikenalin sama nenek." wanita tua itu tersenyum sambil mengerling jahil pada cucunya.

"Bukan, Nek," sahut Vina cepat.

"Enzo, kakak mau lanjut ke sana, ya. Kakak sudah penuhi janji kakak untuk menemani Enzo ketemu nini. Sekarang kakak pamit, ya."

"Kakak ga mau ikut kita main ke rumah nini? rumah nini bagus lho," ujar Enzo sambil menahan ujung kaos Vina lagi.

"Enzo, biarkan kakaknya pergi," ujar pria bernama Galang itu dengan tegas. Enzo mengerucutkan bibirnya dengan mata berkaca-kaca. Vina mendesah dan lalu menggelengkan kepalanya dengan wajah kesal. Namun Vina tersenyum sambil mengusap wajah bocah lucu itu.

"Enzo, kakak sedang buru-buru. Hari ini tidak bisa menemani Enzo." Vina merogoh sesuatu dalam tasnya dan lalu mengambil sesuatu dari sana.

"Boleh kakak minta tangan Enzo?" tanya Vina dengan lembut. Bocah itu pun mengulurkan tangan kanannya yang berkulit putih mulus. Sepertinya nyamuk pun pasti tergelincir kalau hinggap di kulit bocah itu. Vina membuka tutup spidol yang dia bawa lalu menuliskan sederet angka di tangan bocah itu.

"Ini nomor kakak, nanti kalau Enzo sudah sampai di rumah nini, Enzo boleh hubungi kakak, ya." Enzo tersenyum dan lalu mengangguk penuh semangat. Vina ikut tersenyum begitu juga nenek penjual es dawet itu. Vina pun akhirnya berpamitan pada Enzo dan nini-nya. Dia melewati Galang begitu saja setelah sebelumnya mengusap lembut rambut Enzo.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Yuk ah, sambil nunggu aku up lagi, ada baiknya kalian mampir di karya kakak yang satu ini

Judul karya : CEO Dingin Kau Milikku

Penulis : Aveeiiii

1
mama yogi
👍👍👍👍👍
hahhh🫩,
akuhh maaf sebelumnya ya kak, lain kali kalau mau buat karya buatlah yang lebih enak sedikit untuk dibaca, lah ini dikit dikit POV, bukan bermaksud merendahkan tapi jika hal ini terus diulang ulang maka pembaca pada pergi kak, POV nya pun sampai 1 bab full, lain kali kalau mau buat novel, POV nya jangan sampai 1 bab full, kan bisa beberapa kata saja sudah cukup, jangan di biasain kak, soalnya kalau pembaca enggak suka biasanya mereka memberikan 1 bintang saja
POV🗿
Heni Setianingsih
Luar biasa
Saleha Lynn
tak payahlah pov segala bikin bosan baca sebab ulang2
Eka Uderayana
cerita nya keren 👍
sukses selalu
kristi hartati
Luar biasa
aryuu
minyak wajah pindah ke etalase /Facepalm/
ngakak aku sista
Nisma Hdj
Luar biasa
MAR YANI
kalau ada pov2 gini kesannya ceritanya diulang2
Eva Malinda Siregar
Biasa
Eva Malinda Siregar
Buruk
Eka Uderayana: ente bahlul
total 1 replies
nining
luar biasa
arniya
luar biasa kak
arniya
Vina selalu salah Dimata keluarga toxic
Anonim: Iya karena Vina nya aja yg bodoh, diam aja kalo ditindas
total 1 replies
arniya
Enzo....... pintar banget cari perhatian
arniya
ternyata Enzo pintar...
arniya
nenek sihir selalu bikin emosi...
arniya
pras nyebelin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!