NovelToon NovelToon
Terjebak Dendam Suamiku

Terjebak Dendam Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:795.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Kirana

Sang suami adalah kekasih yang telah menjalin cinta dengannya selama 4 tahun, pria yang hangat perhatian dan penuh kasih sayang itu, tiba-tiba berubah dimalam pernikahan mereka. Bara Rahadian, tak ada angin tak ada hujan..dia memperlakukan Maura dengan berbeda. Tak cukup membawa wanita lain naik ke atas ranjang pengantin mereka dan bersenang-senang disana, Bara juga memperlakukan Maura seperti babu setelah pria miskin dan yatim piatu itu mengambil semua harta keluarganya. Hingga fakta lain terungkap atas perlakuan Bara selama ini. Dia memiliki dendam pada ayah Maura.

Dendam apakah yang membuat Bara sangat membenci ayahnya hingga melampiaskan semua dendam itu pada Maura yang tidak bersalah?
Apakah Maura bisa meluluhkan hati suaminya kembali dengan cinta? Apa dia malah memilih menyerah? Ataukah dia akan balik membalas dendam dan mengambil semua yang menjadi miliknya dari Bara?

Jangan lupa like, vote, gift dan komennya ya 😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Pernyataan cinta Bryan

...🍀🍀🍀...

Kenapa dia ada disini? Ah bodoh amat dia ada disini atau tidak, aku tak peduli. Terakhir kali, dia sudah menghinaku.

Maura menatap pria itu dengan tajam, dia menepis tangan Bryan. Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Bryan. Akan tetapi Bryan tidak menyerah begitu saja.

"Woah...nona Maura, sepertinya anda punya kebiasaan melarikan diri setelah bertemu kreditor Apa anda takut bertemu saya lagi?" tanya Bryan pada Maura.

Dia membuat gadis itu berhenti melangkah karena kata-katanya. "Tentang hutang itu, saya akan membayarnya. Berikan nomor rekening anda." Maura meminta nomor rekening Bryan.

"Maaf, tapi aku tidak terbiasa memberikan nomor rekening kepada orang asing. Siapa tau orang itu akan menipuku dan menyalahgunakan nomor yang kuberikan?" Bryan tersenyum saat melihat ke arah Maura.

Maura malas berdebat, dia pun bertanya tanpa basa-basi."Lalu mau anda apa?" tanyanya ketus.

"Aku kan sudah bilang kita harus makan bersama, setidaknya sampai hutangmu lunas." jelas Bryan sambil tersenyum tipis.

"Saya menolak, saya mau bayar saja dengan uang." ucap Maura sambil mengambil bolpoin dan kertas kecil. "Tulis, nomor rekening anda!" serunya tegas.

Aku tidak mau berhubungan dengan pria ini lagi.

"Aku bilang aku mau waktu makan bersama, ditemani olehmu. Apa menurutmu aku seperti kekurangan uang?" Bryan meletakkan satu tangannya dipinggang.

Maura pun tertawa getir. "Haha benar juga, anda pasti tidak kekurangan uang sampai anda bisa menghina orang lain dengan uang yang anda miliki."

Bryan tercekat mendengar sindiran dari Maura. Dia jadi teringat saat kejadian di hotel, saat Bryan menghina Maura, mengira wanita itu menggodanya.

Jadi dia masih marah atas perkataan ku waktu itu.

"Oke, Maura aku minta maaf ya karena aku sudah mengatakan hal yang menyakiti hatimu. Aku salah paham padamu saat itu, aku yakin kamu adalah wanita cantik yang berhati besar dan mau memaafkanku." Bryan mengatupkan kedua tangannya seraya memohon maaf pada Maura

"Anda benar-benar percaya diri ya. Apa gunanya saya memaafkan anda dan apa gunanya jika anda meminta maaf pada saya? Kita hanya orang asing, tidak perlu saling minta maaf seperti ini!" Kata Maura ketus.

Bryan mendekati Maura, hingga wanita itu bersandar ke tembok. "Oh justru itu aku harus meminta maaf, karena aku pikir kita bukan orang asing."

"Apa maksud anda?"

Tangan Bryan meraih tangan Maura yang lembut itu. Maura tercengang tangannya dipegang lagi oleh Bryan. "Tentu saja karena di masa depan kita adalah jodoh, kan sudah kubilang pertemuan kita ini adalah takdir."

Cup!

Punggung tangan Maura dicium oleh Bryan. Sontak saja hal itu membuat Maura kaget, dia menyingkirkan tangannya. "Apa yang anda lakukan pak Bryan?!" Maura mendorong tubuh Bryan yang memojokkannya ke tembok.

"Maura, apa kamu tidak paham arti dari tindakanku padamu?" Bryan menatap Maura dengan serius.

"Saya tidak mengerti." Maura memalingkan matanya kemana-mana. Dia melangkah pergi, namun Bryan memeluknya dari belakang.

Grep!

"Pak Bryan, tolong lepaskan saya!" pinta Maura memohon pada Bryan untuk melepaskannya. Namun Bryan malah memeluknya semakin erat.

Apa yang si gila ini lakukan di tempat umum?

Bryan berbisik pada Maura. "Maura, ini adalah rahasia, hanya kamu yang tau...aku punya mysophobia, aku tidak bisa bersentuhan dengan sembarang orang...aku akan gatal-gatal bahkan sampai jatuh pingsan jika bersentuhan dengan sembarang orang."

"Lalu, apa hubungannya denganku?" tanya Maura heran.

"Aku hanya bisa menyentuhmu saja dan sejak pertama kali kita bertemu aku sudah menyukaimu little girl." Ucap Bryan penuh kesungguhan.

Deg!

Maura terkejut mendengar pernyataan cinta dari pria yang baru saja bertemu dengannya beberapa kali. "Saya sudah menikah, maka saya akan anggap tidak pernah mendengar ini dari anda." Ucap Maura pada Bryan dengan tegas.

"Aku tau kamu sudah menikah, tapi pernikahan kamu tidak bahagia."

Maura melepaskan tangan Bryan yang memeluknya, dia kesal. "Jangan sembarangan bicara!"

Bryan meraih tangan Maura lagi, dia melihat pergelangan tangan Maura yang memar. "Jika kamu bahagia bersama suamimu, maka tidak akan ada luka-luka seperti ini? Apalagi ada luka bakar ditangan cantikmu itu." Bryan terlihat kesal melihat ada luka bakar ditangan kanan Maura.

"Anda tidak berhak ikut campur urusan saya." sorot mata Maura gemetar saat menatap Bryan.

"Mulai sekarang aku akan ikut campur urusanmu."

"Kenapa anda melakukan ini pak Bryan?"

"Karena aku menyukaimu, aku ingin membuat kamu bahagia. Aku bisa membuat kamu bahagia, asalkan kamu setuju...aku akan membantumu membalas dendam pada suamimu. Kamu hanya perlu bilang iya dan datang padaku!" Kata Bryan bersungguh-sungguh.

"Anda sudah gila!"

"Aku serius, aku tidak akan membuatmu menderita sama seperti dia. Jadi, pilihlah aku!"

"Saya akan anggap ini hanya lelucon anda." ucap Maura sambil memalingkan wajahnya.

Bagaimana bisa aku menerima cinta dari pria lain? Walau dia serius sekalipun...hatiku masih belum usai dengannya.

Bryan mengepalkan tangannya dengan gemas, dia kesal langsung ditolak oleh Maura. Namun dia paham kenapa wanita itu menolaknya dengan cepat, mungkin dia terlalu terburu-buru.

"Baiklah, kita skip dulu pembahasan tentang ini. Mari kita bertaruh, kalau kita bertemu lagi... maka kamu harus pikirkan tawaranku baik-baik dan tentu saja dengan makan siangnya juga," ucap Bryan sambil memiringkan wajahnya.

"Terserah."

Bryan mengambil tangan Maura dan berjabatan tangan dengannya. "Aku anggap kamu setuju."

Pria ini, apa dia serius dengan ucapannya? Atau dia menipuku?. Maura menatap pria itu dengan bingung.

****

Di salah satu meja, Nathan, Bara dan Ferry berada disana. Mereka menunggu presdir Xander grup dan juga Maura yang katanya sedang berada di kamar mandi.

"Nathan, pergi cari Maura..." bisik Bara pada Nathan, meminta Nathan untuk mencari Maura.

Saat Nathan beranjak dari bantalan tempat duduknya, seseorang datang membuka pintu yang diseret kepinggir itu. Seorang pria tampan berdiri disana dengan wajah datarnya.

Bara dan Nathan langsung menyapa pria itu dengan sopan. "Selamat siang pak Bryan."

Bryan mengacuhkan Bara dan langsung duduk di bantalan duduknya. Bara menahan kesal dengan sikap cuek Bryan padanya. Tak lama kemudian setelah Bryan duduk, Maura datang ke ruangan itu. "Maaf saya terlambat." Maura melirik ke arah Bryan yang ternyata ada diruangan itu juga.

Kenapa dia juga ada disini?

"Kenapa kamu terlambat Bu Maura? Cepat duduk!" seru Bara dengan ketus pada Maura.

"Iya maaf." jawab Maura sambil menundukkan kepalanya.

Si sialan ini, beraninya dia berkata kasar dan ketus padanya. Lihat saja, akan aku balas kamu.

...*****...

Mau up lagi nih, jangan lupa komennya ya 😍😍🙏☺️ mau kasih gift atau vote juga boleh

1
Aisyah Kim
Luar biasa
Irma Kirana: Thanks kakak
total 1 replies
Aisyah Kim
Biasa
lina
yaaaaah pake iklan
Author_Ay: Permisi

yuk baca kak novelku SUAMIKU 5 MILYAR

BERI LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

JANGAN BOOM LIKE
total 1 replies
lina
🤣🤣🤣 d luar ekpentasi
lina
ciuman gaya baru 😅😅
lina
jangan jangan anaknya
Juan Sastra
beruntung si brengek bara 2x dpt perawan.sedangkan bryan yg tulus malah dpt bekasan bara
Juan Sastra
ggak tau lagi julukan apa untuk samuel,,
Juan Sastra
jangan sampai ada perpecahan antar saudara
Juan Sastra
dilema
Juan Sastra
jika bara kenzo harusnya ada mirip mirip nya sama bryan atau mama papahnya...
Juan Sastra
tuh kan bener
Juan Sastra
penasaran tentang kenzo,, jgn jgn bara
Juan Sastra
kokceritanya jadi semakin rumit,, dan terkesan berbelit belit thorr,, konfliknya terlihat ggak berat namun pelik
Irma Kirana: tenang aja kak...ini hanya bagian dari alur 🙈 namun akan tetap indah pada akhirnya hehe
total 1 replies
Juan Sastra
ganggu aja tuh si bar bar
Juan Sastra
waahh bryan jgn sampai mengulang kesalahan bara jikaenyuruh preman memperkosah ghea
Juan Sastra
celakalah bw bryan
Juan Sastra
hah justru itu yg di harapkan maura bercerai secepatnya..baguslah vera membantu maura secara tidak langsung..walau imeg maura jadi jelek ggak apa apa dr pada bertahan di penikahan menyakitkan itu.
Juan Sastra
di saat saat kw di buih adakah para jalangmu datang tuk menghiburmu bara..
Juan Sastra
pelan pelan bule,, luka maura masih tuh dia hanya pura pura tegar doang namun sejati sangat rapuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!