Bagaimana sih rasanya dicintai oleh ketua gangster yang kejam, dan dijerat dengan trik kotor dan licik? Kesel dong, kesel ya?
Begitu pun dengan Aliyah, gadis belia yang baru saja menerima ijazahnya, harus menanggung beban hidup menghadapi kenyataan hamil padahal dia tak merasa melakukan hubungan badan. Lebih ngeri lagi dia jadi buronan gengster karena sebuah ketidak sengajaan.
Bagaimana Aliyah akan menjalani hidup penuh drama nya? Dan ketua ganster mana yang jatuh cinta padanya?
Han Yo Il? Ataukah Devan? Dan bagaimana nasib bayi nya?
Ayookk baca biar tau. jangan lupa, like dan komennya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 25
"Yo il!" sebut Aliyah spontan. karena dia masih sangat ingat dengan pria baik yabg dulu pernah memberinya tumpangan.
"Hay! Kamu msih ingat aku rupanya."sahut Yo il senang.
"Tentu saja kamu orang baik." memandang mengikuti tubuh Yo il yang bergerak dan berpindah ke depan bangku.
"Kenapa duduk sendiri disini?" Yo il ikut duduk di bangku samping Aliyah.
"Yaahh... hanya sedang ingin." menjawab lesu.
"Bukankah katamu, kamu kembali ke wilayah S?"tanya Yo Il mengingat-ingat.
"Yaahh.. Banyak hal terjadi. dan disinilah aku." balas Aliyah mengangkat bahunya.
"Hmmm... mau jalan-jalan?"tawar Yo Il.
"Aku sedang lelah. Tubuhku sedang tak bisa diajak kompromi."balas Aliyah lesu.
"Kenapa? Apa mau kuantar ke dokter?"
"Tidak. aku baru saja kesana."jawab Aliyah swdikit lesu."Aku hanya butuh istirahat."sambung Aliyah lagi.
"Sayang sekali, akan menyenangkan bisa bermain bersama dengan mu di festival ini."seloroh Yo Il sedikit kecewa.
"Mmmm... aku sedikit lapar, mau mentraktirku makan?"
"Tentu saja."
"Aku tidak bawa cukup uang." Aliyah dengan sedikit malu malu menggaruk rambutnya.
Yo il terkekeh..
"Hahaha... Kebetulan aku juga belum makan dan butuh teman."ucap Yo il "Kamu mau makan dimana?"
"Itu." Aliyah menunjuk sebuah stand makanan pedas. "Iti terlihat menggiyurkan"
Akhirnya mereka makan berdua di stand makanan yang menyajikan tokpogi dan bermacam-macam gorengan.
Yo il senang karena akhirnya bisa bertemu dengan gadis yang mengganggu pikirannya beberapa hari terakhir ini.
"Selanjutnya apa rencanamu?" tanya Yo il ditengah-tengah menikmati makanannya.
"Entahlah! Aku tidak tau." Kata Aliyah mengunyah pajeon nya.
"Aku bisa menemani berkeliling dan mengantarmu kembali jika mau."
"Tidak usah."
"Sudah selesai? mau mengunjungi tempat lain?"tanya Yo il melihat aliyah selesai menyuapkan gorengan terakhirnya.
Aliyah menggeleng. dia menyenderkan tubuhnya kekursi.
"Aku hanya lelah dan butuh istirahat."
"Mau ketempat yang enak buat istirahat?"tawar Yo il menatap wajah Aliyah.
"Dimana?"tanya Aliyah ingin tau.
"ikut aku." Yo il beranjak dari duduknya.
"Bisa berdiri?" Yo il mengulurkan tangannya. Aliyah menyambutnya."Kamu terlihat sangat pucat. Aku bisa menggendongmu."godanya tersenyum nakal. Aliyah ikut mengulas senyum.
"Aku nggak papa kok, hanya sedang dalam masa periode bulananku."ucap Aliyah sedikit malu.
Yo il tertegun. Lalu tertawa canggung.
"Baiklah."
Aliyah dan Yo il berjalan beriringan,
"Tunggu sebentar aku mau ambil mobilku dulu." ucap Yo il berjalan kearah lain. Aliyah mengangguk.
Di kejauhan sebuah mobil melaju kencang kearah Aliyah, menyadari itu, Han Yo Il menarik lengan Aliyah ke sisinya dan menjauh tepat saat mobil itu melintas. Hingga mereka terjerembab ke aspal jalanan.
Yo Il mendesis menatap mobil yang sepertinya kembali hendak menubruk mereka. Yo Il segera membawa Aliyah menjauh kesisi stand penjual makanan, sementara dia berlari mendekati mobil yang hendak menabrak mereka kembali.
Yo il menerjang dan memukul kaca mobil pengemudi dengan berpegangan pada pinggiran dan spion. Dengan mobil yang masih melaju.
Dia!! Tidak mungkin! batin si pengemudi.
BRRAAK.. BRAAAKK..
Memukul dengan tangan? kaca mobil ini sangat kuat tak mungkin akan pecah begitu saja dengan pukulan tangan. batin pria itu lagi masih menginjak pedal gas.
BRRAAAKKK...
KRRAAAAKKK..
Astaga! Dia monster!
kaca depan berhasil pecah. Tangan Yo il menarik leher si pengemudi dengan mencekiknya. Mata merah Yo il penuh amarah. membuat si pengemudi ketakutan.
Saat tubuh itu ditarik keluar mobil yang melaju kencang itu menabrak truk yang juga tengah berjalan. Gegas, Yo il melompat untuk menyelamatkan diri. Dia terpental bersamaan dengan ledakan yang dihasilkan dari tabrakan itu.
Tubuh Yo il berguling dan terjongkok sempurna menatap kobaran dan kepulan asap didepannya.
Siapa? Kenapa mereka mengincar Aliyah? Jika aku terlambat sedikit saja....
"Yo il kamu baik-baik saja?" Aliyah berlari menghampiri Yo Il dengan cemas. pria itu masih terdiam menatap sisa ledakan dan kobaran api pada dua kendaraan ditengah hiruk pikuk orang-orang yang melihat kejadian tabrakan maut itu.
"Ya ampun, kau terluka." pekik Aliyah melihat lengan Yo Il yang berdarah. juga punggungnya yang terluka, hingga jaket dan baju robek terbuka akibat benturan.
"Ki-kita kerumah sakit dulu. Obati lukamu." cemas Aliyah begitu gelisah. Walau bagaimana pun semua itu terjadi karena dia juga.
Setelah mendapat perawatan di klinik terdekat, Yo Il membawa Aliyah ke mobilnya.
"Biar aku saja yang nyetir." tawar Aliyah.
"Baiklah."
"Kita akan kemana?" Tanya Aliyah begitu mobil sport itu bergerak.
"Ke vila ku."
"Kau tidak bermaksud melakukan sesuatu yang buruk dengan ku kan?" canda Aliyah mencoba mencairkan suasana yang sedikit suram. Aliyah masih merasa tak enak hati karena Yo Il jadi mendapat luka sebesar itu.
"HAHAHA..."yo il tergelak gelak.
"Kalau kamu begitu tidak percaya padaku, kenapa tadi memutuskan untuk ikut."
"Aku hanya,, sedang tidak dalam pikiranku."
"Apa orang yang dulu membawamu mengganggumu?"
"Sedikit."
"Aku bisa membantumu membalasnya jika kau mau."
"Tidak. terima kasih."tolak Aliyah.
"Jangan sungkan jika butuh bantuan. pasti akan ku bantu." Ujar Yo il
Aliyah membelokkan mobilnya memasuki vila pribadi Yo il.
Aliyah menatap berkeliling. Ada beberapa orang yang terlihat berjaga. dan beberapa kamera pengawas yang mengikuti.
"Tempat ini penjagaannya seperti milik Devan. kenapa? apa ini hanya kebetulan? atau memang mereka jenis orang yang sama."pikir Aliyah.
Aliyah membantu Yo il keluar dari mobil.
"Aku baik-baik saja kamu tak perlu memapahku. Ini hanya luka luar." geli Yo Il karena Aliyah begitu memperhatikannya.
"Aaahh, iya. maaf." Aliyah sedikit merasa canggung. mengulas senyum.
"Apa kamu merasa bersalah padaku?" tebak Yo Il yang sepertinya tepat.
"Kau mendapatkan semua ini karena aku."
"Kalau begitu, bantu aku beberapa hal disini. Sampai luka ini sembuh. Bagaimana?"
Aliyah tersenyum kecil. "Baiklah."
"Tuan! Anda sudah kembali..." sambut seseorang di depan pintu utama.
"Apa yang terjadi tuan?"
____€€€____
Reader kuuh , kasih semangat donk, biar aku up terus setiap hari.
like dan komen ya
Terima kasih.
Salam___
😊
hnya dugaan ya thor
baguuus bangeeet
ceritanya bagus kak author. seru, berasa ikut lari 🤣🤣
cm masih ada ganjalan dikit, apakah pertemuan pertama Devan dan Aliyah saat stlh Aliyah periksa ke 3 dokter ? atau sblmnya pernah ketemu ? 🙏🙏🙏