Menceritakan seorang anak yang lolos dari aksi pembantaian oleh orang-orang aliran hitam. Dia diselamatkan oleh seorang Kakek yang adalah seorang Kultivator terkuat di benua timur yang sudah lama mengasingkan diri di hutan kematian.
Dia pada akhirnya diangkat menjadi murid yang mewarisi Semua ilmu kepandaian gurunya dan menjadi penerus sebagai sang Naga.
Pergi berkelana seorang diri dan tidak pernah menutup mata terhadap ketidak adilan, menjadi momok yang menakutkan bagi aliran hitam.
Dialah Xiao Lang, seorang yang akan menuju puncak kultivasi dan menjadi LEGENDA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attar GG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Menjadi Sekte Nomor Satu
Dengan telak pukulan Xiao Lang dengan telak mengenai tubuh bagian belakang Lin Tianli. Bagaikan sepotong batang kayu, tubuh Lin Tianli diterbangkan dan jatuh menabrak tembok pembatas tribun penonton. Wasit Zao Lian akhirnya menetapkan Xiao Lang sebagai juara pertama turnamen Generasi Muda Kekaisaran Dinasti Ming pada kategori Individu. Semua penonton bersorak Sorai ketika melihat pemuda tampan yang sangat dielu-elukan oleh mereka memenangkan pertandingan turnamen.
Setelah kemenangannya itu maka lengkaplah semuanya sekte Naga Langit menjadi juara umum turnamen Generasi Muda Kekaisaran Dinasti Ming pada tahun ini. Bagaimana tidak, pada kategori tim, Sekte Naga Langit keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan juara bertahan dari sekte Awan Biru. Sementara pada kategori Individu Xiao Lang tidak dapat dibendung dan dengan mudah memenangkan pertandingan-pertandingan yang di jalani dan menjadi juara pertama turnamen.
Dengan predikat sebagai juara umum turnamen dengan serta-merta membuat nama besar dan reputasi Sekte NAGA LANGIT semakin besar. Kaisar Ming Tian sangat senang dengan pencapaian yang didapat oleh Xiao Lang dan anggotanya. Kaisar tidak ragu lagi untuk menitipkan putri Ming Meilin untuk berlatih beladiri di Sekte Naga Langit.
Di Tribun khusus, berbagai ucapan selamat disematkan kepada tetua Xin Yang sebagai penanggung jawab sekte Naga Langit. Ia sangat bahagia dengan pencapaian sektenya pada turnamen tahun ini, dan sudah pasti melambungkan nama besar Sekte Naga Langit di Benua Timur. Lebih-lebih dengan perkembangan pesat teknik beladiri dari anaknya Xin Mei yang dikenal sebagai anak yang manja.
Setelah selesai proses acara penobatan pemenang turnamen oleh Kaisar Ming Tian, maka seluruh prosesi acara pun berakhir dan orang-orang pun kembali ke kediamannya masing-masing. Kepada sekte NAGA LANGIT kembali Kaisar mengundang untuk acara perjamuan makan malam di istana kekaisaran yang langsung di respon oleh tetua Xin Yang dan para tetua lainnya.
----------------
Malam itu mereka semua menghadiri acara perjamuan makan malam untuk kedua kalinya dengan sang kaisar. Para tetua-tetua sekte tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan dan rasa bangganya pada jenius-jenius muda sekte.
Di aula istana kekaisaran, Ming Tian sudah menunggu rombongan Sekte Naga Langit bersama tamu-tamu yang lain. Mereka juga mencoba memanfaatkan momentum ini untuk bisa membangun hubungan baik dengan Sekte Naga Langit. Tampak juga antusiasme dari Putri Ming Meilin menyambut kehadiran Xiao Lang dan rombongan. Ia sudah berdandan dengan cantik dan semenarik mungkin berharap bisa memberikan kesan yang positif kepada Xiao Lang.
Selang beberapa waktu, para tetua dan murid-murid Sekte Naga Langit akhirnya sampai juga di istana kekaisaran, mereka langsung di sambut dengan hangat dan meriah. Banyak tamu-tamu penting dan keluarga-keluarga bangsawan yang sudah menunggu kehadiran Sekte Naga Langit.
Ada yang menarik pada malam itu dimana penampilan yang terlihat seperti seorang Dewi menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemuda-pemuda bangsawan yang menghadiri acara perjamuan itu. Putri Ming Meilin langsung mendatangi Xiao Lang, ia mengajak pemuda itu jalan-jalan di taman dan menjauh dari hiruk pikuk acara perjamuan itu.
Di taman mereka duduk di sebuah gazebo dengan suguhan pemandangan malam yang penuh dengan bintang-bintang.
"Tuan Putri saya dengar mau masuk ke Sekte Naga Langit.?" tanya Xiao Lang membuka pembicaraan.
"Panggil saja namaku Kaka Xiao Lang jangan panggil tuan putri." jawab Ming Meilin.
"Aku ingin belajar beladiri bersama Kaka Xiao Lang, aku ingin menjadi seorang yang kuat dan bisa kemana-mana tanpa harus dibayang-bayangi oleh orang istana." lanjut putri Ming Meilin.
"Maukah Kaka Xiao Lang mengajarkan aku Ilmu beladiri.?" tanya lagi putri Ming Meilin pada Xiao Lang.
"Oh ... tidak apa-apa asalkan tuan Puteri Mau aja belajar, aku merasa tidak pantas mengajari tuan putri karna ilmu ku belumlah seberapa.
"Tidak apa-apa Kaka aku siap..." sambil tersenyum ke arah Xiao Lang.
Malam itu mereka saling berbincang dan terlihat semakin akrab. Xiao Lang menyadari ada sesuatu hal yang membuat tuan putri ingin masuk ke Sekte Naga Langit tapi ia juga tidak bisa membatasi keinginan sang putri. Baginya menjadi pribadi yang baik, membantu sesama manusia dan memberantas kejahata adalah yang utama sebagaimana pesan dari Gurunya.
Di dalam istana, Xin Mei dari tadi mencari-cari keberadaan Xiao Lang. Ia menanyakan kepada kakaknya dan juga teman-temannya yang lain tapi tidak ada yang tahu keberadaannya.
"Pasti Gege bersama putri Ming Meilin." ucapnya dalam hati dengan ekspresi yang sangat jelek.
Baru beberapa saat Xin Mei mencarinya Xiao Lang dan putri Ming Meilin masuk kembali kedalam istana. Mereka berdua berjalan bersama yang sudah pasti menjadi sasaran pandangan semua orang. Tetua Xin Yang akhirnya memanggil Xiao Lang dan memperkenalkan kepada para Patriak sekte-sekte besar tentang dirinya.
Para pemimpin-pemimpin sekte Benua Timur sangatlah mengagumi dan menaruh hormat pada sosok Xin Long, karna dengan kemampuannya yang tinggi, ia menjadi pilar aliran putih di benua timur dalam melawan pengaruh dan tindakan semena-mena sekte-sekte aliran hitam sehingga sampai hari ini kekaisaran Ming masih dalam kondisi yang kondusif.
Akhirnya mereka menyadari bahwa Xiao Lang adalah murid satu-satunya dari Xin Long, jadi hal yang wajar ketika tidak ada jenius-jenius muda yang mampu mengalahkan Xiao Lang pada turnamen Generasi Muda tahun ini. Di satu sisi mereka sangat iri dengan Sekte Naga Langit karna memiliki bakat-bakat muda yang pada masa depan akan menjadi pilar di benua timur ini.
Saat Xiao Lang asyik-asyiknya berbincang dengan tetua Xin Yang, tiba-tiba datang Xin Mei dengan wajah cemberutnya dan menarik tangan Xiao Lang. "Gege dari mana saja, dari tadi aku tidak melihat Gege.???" Xin Mei bertanya dengan nada manjanya.
Xin Yang yang melihat ulah anaknya itu menggeleng-gelengkan kepala. "Aissss,,,dasar anak manja." ucapnya dalam hati sambil tersenyum. Tapi dia sangat memahami dan memaklumi perasaan anaknya itu kepada Xiao Lang. Dia juga merasa bahwa pemuda itu juga menaruh perhatian pada anaknya, jadi dia tidak menyoalkan itu semua biarkan mengalir seperti air.
Acara turnamen Generasi Muda Kekaisaran Dinasti Ming sudah berakhir dan kemenangan mutlak yang diraih oleh sekte Naga Langit menjadi buah bibir seantero negeri. Banyak orang-orang tua dan generasi-generasi muda yang berbondong-bondong ingin mendaftar masuk dan berguru di sekte Naga Langit.
Di aula sekte, Xin Yang dan para tetua-tetua sekte memandang positif dengan prestasi yang telah di raih oleh murid-murid sekte NAGA LANGIT. Meski tidak serta-merta menerima semua orang yang mendaftar, akan tetapi dari hal itu sekte akan lebih selektif dan memilih talenta-talenta muda.
Disisi lain, Xin Yang memiliki harapan untuk melihat kembali Patriak Xin Long bersama di rumah nya ini. Ia berharap Ayah segera Bersama lagi untuk membimbing murid-murid Sekte Naga Langit agar lebih berkembang lagi karna di masa depan tantangan akan lebih besar lagi. Ia juga berharap kepada Xiao Lang agar bisa membujuk dan membawa kembali Guru nya itu kembali.
Mendengar keinginan dari tetua Xin Yang, Xiao Lang tidak bisa menjanjikan apa-apa tapi sebagai murid iya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik demi sekte Naga Langit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...