Namaku Sheila,Aku bekerja di perusahaan Andre.Dan Aku menjabat sebagai sekretaris di sana.
Dengan niat untuk membalas dendam kepada Bos Ku.
Karena hampir setiap hari, Aku selalu di marahi tanpa alasan yang jelas.
Dengan ambisi Ku itu,Aku menaruh, obat perangsang di dalam minuman nya, dengan niat memberikan pelajaran kepada Bos ku.
tapi ternyata hal yang tidak terduga pun terjadi.
Bagaimana kisah nya... Cokodot lah.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riski iki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25
Setelah kepergian Bibi, Sheila pun menghampiri anak-anaknya dan mengajaknya untuk turun kebawah.
" Ayo anak-anak kita turun kebawah," ucap Sheila terlihat tegar di hadapan Anaknya.
Padahal di dalam hatinya, ia merasa sangat begitu khawatir.
" Bagaimana ini, apakah Andre akan memisahkan aku dengan kedua anakku, aku yakin kalau saat ini Ia sudah tau kebenarannya," batin Sheila.
Sheila pun melangkahkan kakinya dengan sangat lunglai menuju ruang tamu, dan Iapun duduk di sebelah kanan Tuan Nugroho.
Sementara si kembar duduk berdampingan di samping kiri Opanya.
" Opa," ucap Andrea sambil bergelayut dengan manja di lengan tangan sang Opa.
" Kau ini manja sekali," ucap Andy yang melihat tingkah laku adiknya.
" Biarkan saja, apa masalahmu! Opa saja tidak merasa keberatan, iya kan Opa?" ucap Andrea.
" Iya, tidak masalah, sini duduk di pangkuan Opa."
" Benarkah Opa."
" Iya bener."
Andrea pun langsung duduk di pangkuan Opanya, tanpa menghiraukan tatapan sang Kakak yang terlihat sedikit cemburu.
" Bagaimana kalau kita main di Taman saja Opa, pasti lebih seru dan aku juga tidak mau menggangu pembicaraan kedua orang dewasa ini," ucap Andy datar.
" Wah...kau ini benar sekali Kak, bagaimana Opa, apakah Opa menyetujui saran dari Kakakku yang Genius ini?" ucap Andrea.
" Sepertinya saran yang cukup bagus, Ayo kita main di Taman saja," ajak Tuan Nugroho kepada Cucunya.
Kemudian mereka pun meninggalkan Andre dan Sheila di ruang tamu itu.
Sehingga membuat ruang tamu itu terasa sunyi, tanpa kehadiran Andy dan Andrea.
****
Andre pun mulai menatap kearah Sheila, tetapi Sheila yang menyadari kalau saat ini Andre sedang menatapnya, segera mengalihkan pandangannya ke arah samping.
Tanpa berlama-lama lagi Andre pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan perlahan menuju kearah Sheila.
Dan iapun memberanikan diri untuk memegang tangan Sheila, tetapi Sheila langsung menepisnya dengan secepat kilat.
" Jangan coba-coba untuk menyentuhku," aku tidak sudi di sentuh lelaki brengsek seperti dirimu," ucap Sheila.
" M...maafkan aku Sheila, karena selama ini aku sudah membuatmu sangat menderita."
" Untuk saat ini aku belum bisa memaafkan kesalahan mu, jadi cepat katakan apa sebenarnya tujuanmu datang ke Rumahku," ucap Sheila.
" Hum, sebenarnya tanpa aku katakan pun, kau pasti sudah tau apa tujuan ku datang kemari," ucap Andre.
Iapun langsung kembali ke tempat duduknya semula, dan mengambil selembar kertas dari dalam tasnya, dan langsung me nyerahkan selembar kertas itu kepada Sheila.
Sheila pun membaca selembar kertas itu, dengan sangat teliti.
" A...apa! jadi kau sudah tau kalau Andy dan Andrea itu adalah anak kandungmu?" ucap Sheila yang tanpa Ia sadari menjatuhkan selembar kertas itu dari tangannya, dan Iapun merasa lemas seketika.
" Iya, aku kesini untuk membawa anak-anakku, ikut bersama denganku," ucap Andre datar.
" Apa yang kamu katakan, aku yang mengandung dan melahirkan mereka dengan susah payah, dan sekarang kau seenaknya mengambil mereka dari ku, aku mohon jangan lakukan itu, aku hanya memiliki mereka berdua di dunia ini," ucap Sheila sambil menghampiri Andre dengan perlahan dan bersujud di kaki Andre.
" Aku mohon jangan lakukan itu padaku, aku tidak mau berpisah dengan kedua anakku," ucap Sheila dengan berderai air mata.
Sementara Andre yang mendengar perkataan Sheila, mengurungkan niatnya untuk membawa Andy dan Andrea kerumahnya.
Dan Iapun menutup matanya, sambil menarik nafasnya dengan perlahan, dan meraih tubuh ramping Sheila.
" Baiklah aku tidak akan memisahkan dirimu, dengan kedua anak kita, tapi dengan satu syarat," ucap Andre.
" Syarat, Apa itu?" ucap Sheila seketika.
" Aku ingin kamu kembali bekerja di perusahaan ku, dan menjabat sebagai Sekretaris pribadiku," ucap Andre.
" A... apa! aku tidak mau," ucap Sheila.
" Baiklah, kalau kau tidak mau, aku tinggal membawa Andy dan Andrea saja ikut bersama denganku," ucap Andre datar sambil meninggalkan ruang tamu.
Tetapi Sheila yang tidak mau, kalau Andre membawa anak-anaknya, segera menghampiri Andre yang mau keluar dari pintu.
" B... baiklah aku akan menyetujui permintaan mu, asal kau berjanji tidak akan memisahkan aku dengan kedua anakku," ucap Sheila.
" Baik," ucap Andre, sambil berlalu pergi meninggalkan Sheila.
Mana mungkin aku tega memisahkan mu dengan kedua anakku, ini aku lakukan agar kamu kembali dekat dengan ku lagi, maafkan aku karena selama bertahun-tahun aku sudah membuat mu menderita," batin Andre sambil meninggalkan ruang tamu itu, dan berjalan perlahan menuju Taman.
Di Taman
Andy dan Andrea yang sedang duduk di Taman bersama dengan Tuan Nugroho sangat antusias mendengar cerita sang Opa.
Tetapi pas Andre datang dan duduk bersama dengan mereka, kesunyian pun terjadi di antara Ayah dan kedua anak kembarnya.
" Dek Ayo kita kembali ke kamar, aku tidak mau duduk berdampingan dengan seorang Ayah yang tega menelantarkan anaknya," ucap Andy.
" Tapi kak, aku masih ingan berbicara banyak hal dengan Opa," ucap Andrea.
" Huh," Andy pun menarik nafasnya dalam-dalam mendengar perkataan Adiknya.
" Yasudah kalau begitu, Kakak kembali ke kamar dulu."
" Tapi kak, aku ingin kamu menemaniku di sini," ucap Andrea memohon.
Sementara Andy yang melihat ekspresi adiknya yang memohon padanya, Iapun tidak tega dan kembali duduk pada tempat duduknya semula.
" Andy, Andrea ini adalah Andre, anak Opa, dia itu adalah Ayah kandang kalian berdua," ucap Tuan Nugroho.
" Dan kau Andy, kamu tidak boleh berkata kasar padanya, dan yang kamu ucapkan tadi, itu semuanya tidak benar, dia juga sangat menyayangi kalian berdua, seperti Bunda Sheila menyayangi kalian," ucap Tuan Nugroho.
Sementara Andy yang mendengar ucapan Opanya seketika Iapun menundukkan kepalanya.
" Baiklah Opa," ucap Andy.
" Dan sekarang kamu harus minta maaf padanya," ucap Tuan Nugroho.
" Iya, Opa."
Andy pun menghampiri Andre dan meminta maaf.
" Ayah, maafkan perkataan Andy barusan ya."
" Tidak apa-apa Sayang, Ayah sudah memaafkan kamu, dan sekarang mari sini mendekat kearah Ayah, Ayah ingin memelukmu sebentar saja," ucap Andre.
Andy pun mendekat kearah Andre dan memeluknya.
Andy yang dipeluk oleh sang Ayah merasa sangat bahagia dan nyaman, sebab tidak dapat di pungkiri bahwa selama ini Ia sebenarnya sangat merindukan sosok seorang Ayah.
" Nah, begitu dong, kalau kaya beginikan enak dilihat, dan aku juga mau dong Ayah di peluk," ucap Andrea.
" Oh...! rupanya anak Ayah yang cantik ini juga pengen di peluk, mari sini Sayang," ucap Andre.
Andre pun memeluk kedua anak kembarnya, dan sesekali mencium kening mereka secara bergantian.
Sementara Tuan Nugroho yang melihat kebersamaan Ayah dan anak itu, merasa sangat bahagia.
" Urusan Andy dan Andrea sudah selesai, dan sekarang tinggal meluluhkan hati Sheila saja, setelah itu keluarga ini akan bersatu," batin Tuan Nugroho.
di sumbersari
Syukurlah, semua berakhir dengan bahagia. Aku lega tidak ada yang jadi korban keras kepalanya si Sintia. Selamat untuk Andre dan Sheila! Semoga, kebahagiaan selalu memayungi keluarga kalian, ya! Aamiin ...!
salam dari Hati Terbelah Di Ujung Senja 😊