NovelToon NovelToon
Istri Kedua Tercinta

Istri Kedua Tercinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Mafia / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Herti Bilkis

Berawal dari sebuah pertemuan tanpa sengaja, hingga pernikahan tanpa cinta. Dari gadis desa muslim dan juga pemuda mafia terbesar di Asia.

Kedua pernikahan yang bedekatan waktu dan tempat pernikahannya, malah menjadikan antara Rara dan Rendi bertemu setelah kegagalan pernikahan dari perjodohan masing-masing dari mereka, pernikahan yang gagal terjalin.

Pria muda tampan, lembut dan berwibawa itu tertarik pada gadis yang menabraknya di hari pernikahannya.
Lain dengan Rara, dia bertemu Rendi setelah rencana lari dari pernikahannya gagal, dia memilih pasrah pada keadaan.


Bertemu setelah menjalani pernikahan mereka dengan pasangannya dan gagal. Pertemuan dan sering bertemu akan kah menjadi jawaban dari kegagalan?


Cek dan buka babnya sudah tamat ya Kak. Love Rate jangan lupa. Selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herti Bilkis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di acara pernikahan

Prolog Rendi Rara

Rara dan Dilla berjalan tidak menghiraukan panggilan Rendi.

Lain dengan Rara seperti di pisahkan dengan kekasihnya.

Ia menjulurkan tangannya pada Rendi dan Rendi mencoba meraih tangannya.

Hal layaknya hubungan yang tak di restui oleh orangtuanya hingga sampailah di rumah Rara merekapun mengucap salam.

"Asalamualaikum," ucap Rara dan Dilla.

"Waalaikum salam Sayang, kamu sudah pulang mana ayahmu?" Tanya ibu Rara.

Ibunya terkejut, dengan apa yang ia lihat ada dua orang pria di belakang Dilla dan Rara dengan wajah tampan dan gagah.

"Siapa mereka, Nak?" Tanya ibu.

"Saya Rendi, Bu," ucap Rendi mengulurkan tanganya.

"Saya Ken." Ken juga sama mengulurkan tanganya.

Ibunya Rara menyambut salam dari Rendi dan Ken dengan ramah.

Mereka di persilahkan masuk dan duduk.

Ibunya Rara pergi ke belakang untuk mengambil minum untuk mereka.Rara di belakang ibunya mengikutinya masuk ke dapur.

"Mereka siapa Ra?" Tanya ibu Rara.

"Mereka teman Rara,Bu," jawab Rara.

Rara menyiapkan minuman untuk di berikan pada Rendi dan Ken.

"Teman darimana?" Tanya ibu Rara.

"Teman di Jakarta,mungkin mereka ada urusan di desa kita Bu,Rara juga belum tahu baru juga bertemu di jalan," jelas Rara.

"Tapi cakep-cakep ya," ucap ibu Rara.

"Haha, Ibu ini tahu aja kalau yang cakep mah," tawa Rara.

Ada kebahagiaan di hati ibu Rara mengingat kepedihan yang putrinya alami.

Tapi sekarang Rara justru nampak berseri tanpa beban di hatinya.

Rara membawa nampan air beserta camilannya, meninggalkan ibunya yang sedang terdiam melihatnya.

Rara mencium pipi ibunya.

"Ibu jangan khawatir Rara sangat bahagia," bisik Rara tersenyum pada ibunya.

"Gadis nakal," ucap ibu Rara tersenyum melihat tingkah putrinya yang pergi membawa nampan.

Rendi Dilla dan Ken duduk di ruangan tengah yang luas tanpa sofa, tapi dengan kursi terbuat dari kayu jati.

Rara menghampiri mereka bertiga dengan membawa nampan air dan camilan untuk mereka.

Mereka berbincang-bincang tentang perjalanan Rendi dan Ken yang bertemu gadis-gadis desa juga mereka yang di soraki pemetik teh.

Sampai sore tiba terlihat dari kejauhan ayahnya Rara menghampiri mereka kembali dari sawah.

"Asalamualaikum," salam Ayah Rara.

"Waalaikum salam ," jawab semua.

Ayah Rara ikut duduk bersama tersenyum dan bertanya dalam keadaan kotor.

"Yang mana kekasihmu itu, Ra?" Tanya Ayah Rara.

"Apa yang ayah bicarakan kenapa bertanya seperti itu," batin Rara salting.

"Saya Rendi Pak dan saya kekasih Rara," ucap Rendi lantang.

Membuat semua mata keluarga Rara membulat dan tertawa semua.

"Ternyata orang kota sangat jujur ya," ucap Paman Rara.

Paman Rara yang baru datang yang tak lain Ayah Dilla, ia ikut duduk berbincang-bincang dengan mereka.

Rendi merasakan ada ke hangatan antara keluarga Rara menyambut kedatangan Rendi.

Rara pergi ke halaman belakang dan ia duduk melihat matahari senja.

Ada raut bahagia di wajah Rara.Ia terduduk di sana hingga menjelang maghrib.

Rara termenung sambil senyum mengembang dengan suasana hati yang bahagia.

****

Rendi yang sedang berbincang dengan Ayah Rara hanya berdua saja.

"Nak, Rendi,sudah tahukan kalo Rara seorang janda?" Ucap Ayah Rara

Rendi tersenyum dengan ucapan ayah Rara yang apa adanya. Iapun mencoba berbicara pada Ayah Rara.

"Saya juga dulu punya istri Pak dan dua hari yang lalu kami bercerai," jawab Rendi.

Ayah Rara terkejut mendengar ke jujuran Rendi.

Yang ternyata bukan seorang bujangan menurut ayah Rara sepintas Rendi tidak nampak pria sudah menikah.

"Nak Rendi,apa putri Bapak yang merusak rumah tanggamu?" Tanya Ayah Rara cemas.

Rendi menggelengkan kepalanya.

"Bukan Pak, saya mengenal Rara baru tiga bulan ini. Soal Rumah tangga saya sudah retak dari saya menikah sebulan pernikahan kami. Pernikahan kami hanya satu tahun itu di karenakan saya yang kurang mejaga istri saya sehingga di ambil orang Pak," ucap Rendi.

"Oh Nak Rendi, begitu pula dengan anak Bapak juga berakhir setelah satu tahun menikah," ucap Ayah Rara sedih.

"Saya tidak akan mengecewakan Bapak, apalagi Rara Pak," ucap Rendi.

Rendi menenangkan hati Ayah Rara dengan menjelaskan setiap maksudnya berkunjung ke rumah orang tua Rara.

Setelah itu Rendi menghampiri Rara yang sedang melihat senja.

"Bukannya sebentar lagi kamu harus sembahyang?" Tanya Rendi mengejutkan Rara.

"Iya, aku sedang melihat indahnya senja disini di kotamu aku sangat jarang menyaksikan ini semua," jawab Rara.

"Iya kau benar Sayang," ucap Rendi.

Rendi ikut duduk di samping Rara,

Rara malah memegang erat bajunya. jantungnya semakin cepat berpacu mendengar perkataan Rendi.

Rara sangat sering mendengar panggilan sayang dari orang-orang sekitarnya.

Keluarga, Ayah, Ibu, Dilla.

Tapi dari seorang Rendi malah membuatnya seperti berlari sejauh seratus kilo meter.

Antara bahagia dan salah tingkah juga.

Rara tak bersuara berusaha mengatur pernafasannya.

Rara dan Rendi memandang senja berdua di kursi yang terbuat dari bambu.

Di saat Rara mendongakan kepalanya melihat matahari yang sudah tenggelam.

Rendi memegang dagu Rara dan mencium bibir Rara.

Rara yang mendapat serangan dadakan, ia membulatkan kedua matanya merasakan sebuah bibir yang bergelayut di bibirnya.

Rendi tersenyum melihat Rara yang terdiam.

Lain dengan Rara jantungnya berdetak kencang saat di depan Rendi.

******

Setelah sholat berjamaah keluarga besar Permana yang di ikuti Rendi dan Ken.

Mereka keluarga besar di ruangan tengah makan bersama.

Begitu yang biasa keluarga Permana lakukan keseharianya.

Dalam setiap hal mereka selalu bersama suka duka makanpun bersama.

Disana ada Ayah, Ibu Rara,Ayah Dilla beserta Istrinya dan Tante Rara dengan suaminya yang putrinya baru berusia lima tahun.

Keluarga besar sudah bersiap untuk pergi ke acara pernikahan Ayu dan Agus.

Rara keluar dengan gaun warna peach senada dengan kerudungnya.

Rendi yang menunggu di depan pagar melihat keluarganya serombongan.

"Dimana Rara?" Tanya Rendi.

"Mungkin belum selesai dandan," jawab Ken.

Dari belakang sudah ada Rara mengikuti keluarganya.

"Cantik, sangat cantik," gumam Rendi.

Gumaman Rendi yang terdengar oleh Rara membuat wajahn Rara bersemu merah.

Mereka berdua mengikuti keluarga dari belakang begitupun Ken dan Dilla.

Hanya butuh waktu beberapa menit kini semua sampailah kepelaminan.

Sudah ada dua pengantin Rara akan memberikan selamat pada mempelai saat bersalaman pengantin wanita berbicara pada Rara.

"Siapa dia Ra?" Tanya Ayu.

Rara belum sempat menjawab Dilla sudah keburu menjawab.

"Ini calon suami nya dan juga sebentar lagi mereka menikah," ucap Dilla lantang.

Ucapan Dilla membuat semua keluarga berbalik dan melihat ke arah Rara.

Rara yang merasa keluarganya memperhatikannya wajahnya merah padam karena malu.

"Dasar Dilla bodoh kenapa dia berkata seperti itu," gumam Rara.

Rendi yang mendengarnya ia tersenyum dan menuntun Rara yang terdiam meninggalkan kerumunan.

1
D. sari H
jangan lupa mampir nya di novel terbaru saya " pernikahan ku hancur " di jamin seru kok.
MFay
eh harus tegas donk Rendi, ibunya ni baik tapi jahat ihh... gmna ya 🤭😂
MFay
wah, si Tante ini bisa jadi mamahnya si rendi
Dharma
kayaknya raditya deh yg tdr sama nia istri dri rendi anggara
Neulis Saja
msh nyimak
Neulis Saja
ok keep up spirit 💪
Putri Auren
semua kerja sama papa mu Rayn
Putri Auren: aamiin... doa yg sama untuk author 😘😘
bilkis
sehat selalu, semangat terus...
total 2 replies
Putri Auren
anak sama bapa sama sifatnya.
tetap saja yg berkuasa dari ketua mafia ya ibu negara... alias istri mafia 🤣🤣🤣🤣
Putri Auren
Naura lopppeeee uuuuuu😘😘😘😍😍😍
Putri Auren
berani nya kau mengatakan istri penguasa, si raja mafia gila... cari matiii😡😠😠
Putri Auren
uuuuhhhh.... tegangggg
Putri Auren
nanti anak ken &dilla
jodoh nya sama anak Rendy & rara ya thoorr
Putri Auren
berani nya ken🤣🤣🤣
Putri Auren
Rendy ken sweeet banget 😘😘😘
Putri Auren
anas bisa masuk kediaman Rendy.
hati hati rendy
Putri Auren
WAKWAKWAKW... sumpah thoorr, kalau bukan karena istri nya udah di bunuh tuh si rara ngerjain tuan mafia.
parah parah... ampe subuh lagi juga ga bakal ada yg dapat ikan🤣🤣🤣🤣🤣
Putri Auren
ceritanya bagus
hayo thoorr rajin lah untuk promosi 💪💪💪👏👏
Putri Auren
ceritanya seru, ada konflik, permusuhan, mafia CEO, cinta nya yg ga di ekspos
Putri Auren
bisa jadi teman rara itu adiknya Rendy
Putri Auren
semoga adam benar benar setia sama RENDY
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!