NovelToon NovelToon
Painful Marriage

Painful Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Balas Dendam / Berbaikan / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nona Marwa

Pernikahan yang Bahagia adalah keinginan setiap wanita. Suami yang lembut, penyayang, dan mencintai apa adanya adalah harapan setiap wanita. Termasuk seorang gadis cantik, Zahra Thalita. Setelah lelaki yang dia cintai dalam diam memilih dan mencintai adiknya sendiri, Zahra memasrahkan hatinya hanya kepada Allah.

Disaat Zahra berserah diri, datang seorang pemuda yang tak lain adalah sahabat Kakaknya sendiri untuk meminang Zahra sebagai istrinya. Dengan keyakinan kepada Penciptanya, Zahra menerima lamaran tersebut hingga akhirnya menikah.

Tapi seolah takdir terus menguji Zahra menjadi istri dan wanita tegar, dia harus menelan kesedihan karena lelaki yang dia nikahi penuh rahasia yang begitu menguji pernikahan mereka.

Bahagia dan tersenyum dibalik semua kesedihan tentu sangat sulit bukan? itulah yang dilakukan Zahra. Dia hanya ingin membuktikan bahwa perasaan wanita lebih kuat dan dapat mengalahkan logika dan egois seorang lelaki.

Penasaran? ikuti kisahnya.
Ig : @nonamarwa_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Marwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

🌹HAPPY READING🌹

"Bagaimana keadaan anak saya, Dokter?" tanya Ibra cemas ketika Dokter selesai memeriksa Zahra.

Kini mereka semua berada di depan kamar Zahra. Ada Al, Kina, Dee dan Ibra. Dokter menghela nafas pelan sebelum menjawab pertanyaan Ibra.

"Apa pasien baru saja mengalami pelecehan seksual?" tanya Dokter.

Mereka semua yang mendengar itu saling pandang. Ada rasa ragu dalam diri mereka menjawab pertanyaan Dokter.

"Katakan saja bagaimana keadaan Adik saya, Dokter!" ucap Al tegas menatap Dokter dengan nametag Andhika di jas putih kebesarannya.

"Kondisinya baik-baik saja. Tapi saya takut akan kondisi mentalnya. Semoga ini tidak akan berpengaruh untuk kedepannya," ucap Dokter Andhika.

"Berarti Zahra tidak apa-apa kan, Dokter?" tanya Dee cemas.

Dokter Andhika tersenyum dan mengangguk. "Mungkin sebentar lagi dia akan sadar. Tenaga cukup terkuras karena menangis dan tekanan dari dalam dirinya," ucap Dokter Andhika.

"Terimakasih, Dokter. Anda boleh pergi sekarang," ucap Ibra bermaksud mengusir agar Dokter tesebut cepat pergi.

"Kalau begitu saya permisi," ucap Dokter Andhika pamit.

Mereka semua mengangguk mengizinkan Dokter Andhika pergi, terutama Ibra yang nampak sangat semangat dalam mengangguk.

"Abi kenapa?" tanya Kina saat di melihat Ibra memandang tak suka kepada Dokter Andhika.

"Abi labil," ucap Al dan langsung berjalan untuk duduk di tepi ranjang Kina.

Dee hanya tersenyum. Dia tahu bahwa suaminya cemburu kepada seorang Dokter muda yang tersenyum dengan sangat lembut kepadanya.

"Abi benar-benar nggak jelas," ucap Kina yang ikut menyusul Al.

"Bagaimanapun juga, mau dia lebih muda ataupun tampan, Ibrahim tetap pangeran dalan hidup Haidee. Tidak ada yang lain," ucap Dee mencolek dagu Ibra.

Ibra tersenyum dan mencuri kecupan singkat di bibir Dee. Setelah itu mereka ikut menyusul Al dan Kina.

.....

Sedangkan di belahan dunia lain, Kevin dan Sofia sedang bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia. Setelah mendapat telepon dari Kina, Kevin langsung mengajak Sofia untuk kembali ke Indonesia.

"Mas, memangnya ada apa? Apa semua baik-baik saja?" tanya Sofia untuk ke sekian kalinya.

"Aku rindu keluarga kita, Sayang," jawab Kevin. Kevin tidak ingin memberitahu Sofia sekarang apa yang sebenarnya terjadi. Dia juga hanya mengetahui bahwa Zahra sedang tidak baik-baik saja. Kina tidak menjelaskan kronologis yang sebenarnya.

"Semoga tidak terjadi apa-apa, ya Mas," ucap Sofia dengan nada khawatirnya.

Kevin memeluk istrinya itu. "Semoga saja, Sayang," ucap Kevin sambil mengusap punggung Sofia untuk menenangkannya.

Zahra, semoga kamu baik-baik saja, Nak. Batin Kevin tak tenang.

.....

Setelah dari rumah sakit, Kenzo kembali ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya. Saat ini dia sudah duduk tenang di kursi kebesarannya.

Tangan Kenzo nampak memegang selembar foto yang selalu dia selipkan diantara catatan pekerjaannya.

"Semoga aku tidak meninggalkan luka yang begitu berat, Zahra," gumam Kenzo sendu.

Disela kegiatannya, Arman datang dengan beberapa map ditangannya.

"Permisi, Tuan," ucap Arman sopan.

"Man, menurutmu bagaimana balas dendam ku?" ucap Kenzo dengan pandangan lurus ke foto Zahra tanpa menjawab sapaan Arman.

Arman duduk di kursi seberang Kenzo. Sekarang dia paham, yang Kenzo butuhkan sekarang adalah dirinya sebagai seorang teman, bukan sebagai seorang sekretaris.

"Apa saya diizinkan bicara, Tuan?" ucap Arman.

Kenzo mengangguk.

"Tidak ada yang lebih hina dari pada apa yang Tuan lakukan kepada Nyonya Zahra," ucap Arman.

Kenzo tertawa lirih. "Jadi kau juga mengatakan bahwa aku brengsek?" tanya Kenzo.

Arman mengangguk yakin. "Bahkan Tuan lebih hina dari seekor anjing," jawab Arman.

Kenzo langsung menatap Arman begitu mendengar jawaban Arman. "Kau tidak takut pekerjaanmu akan hilang?" tanya Kenzo tegas.

Arman menggeleng yakin. "Jika Tuan bertanya kepada siapapun, maka jawaban yang sama yang akan Tuan dengar. Bukankah Tuan besar Anggara juga mengatakan itu?" ucap Arman berani. Tentu saja Arman berani, ini semua adalah perintah dari Ayah Kenzo untuk membuat anaknya itu sadar atas kesalahannya.

Kenzo tertawa sumbang. "Bukan hanya Papa, Mama dan yang lainnya juga beranggapan seperti itu," jawab Kenzo.

"Mereka bukan beranggapan Tuan, tapi mereka mengatakan sebuah kenyataan," jawab Arman.

"Kau boleh keluar, Arman," ucap Kenzo memutar kursi kerjanya membelakangi Arman.

Arman mengangguk. Dia berdiri dan meletakkan map yang tadi dia bawa keruangan Kenzo. "Ini ada beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan anda, Tuan," ucap Arman sopan.

"Pergilah," ucap Kenzo pelan.

"Jangan terlalu cepat menyimpulkan sesuatu, Tuan. Karena tidak ada yang lebih menyakitkan dari sebuah penyesalan. Saat Nyonya Zahra memilih pergi, maka akan sulit untuk dia kembali. Saya permisi, Tuan," ucap Arman dan segera keluar dari ruangan Kenzo.

Setelah kepergian Arman, Kenzo mengusap sudut matanya yang sedikit berair. "Semuanya menyalahkan aku, Kinzi. Cepatlah bangun, bilang kepada mereka semua bahwa aku benar," ucap Kenzo sendu.

.....

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Kenzo baru selesai dari pekerjaannya dan bersiap untuk segera pulang.

Tiga puluh menit, mobil Kenzo sampai di rumahnya. Kenzo turun dari mobil dan langsung memasuki rumah dengan tangan kemeja yang sudah digulung sampai siku, dan dua kancing atas yang terbuka.

Kenzo berhenti saat kakinya akan melangkah menaiki tangga. Pandangannya terarah kepada kamar Zahra yang sedikit terbuka. Kenzo mengurungkan niatnya untuk menaiki tangga dan beralih berjalan menuju kamar Zahra.

Kenzo mendorong pintu agar terbuka sedikit lebih lebar. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar. Hingga mata Kenzo tertuju pada noda merah yang sudah mengering di kasur kecil tersebut.

Kenzo berjongkok di depan kasur tersebut. Dia membungkuk dan mencium bisa tersebut. "Darah," gumam Kenzo pelan.

Kenzo melepas sprei kasur tersebut dan melipatnya dengan rapi. "Ini adalah kenangan indah kita, Zahra. Terimakasih," ucap Kenzo sendu.

Setelah selesai melipat sprei kasur, Kenzo beralih pada koper Zahra yang ada disana. Bahkan baju-baju Zahra masih lengkap disana. Tidak ada yang berkurang sama sekali. Hanya saja keadaan kamar ini nampak sangat kacau.

Mata Kenzo tertuju pada kumpulan kertas kecil yang sudah disatukan seperti sebuah buku saku dengan jilid binder. Kertas itu nampak dibuat sendiri oleh Zahra, karena di bagian bawah Kertas terdapat tulisan 'Princess Zahra' dengan tanda love diakhirnya.

"Cantik seperti istriku," gumam Kenzo membolal-balik buku kecil tersebut yang nampak indah di matanya.

Kenzo membuka halaman pertama, yang diberi nama 'Zahra~Ona' bagian atas sebelah kanan.

"Biodata," ucap Kenzo membaca kata paling atas di halaman tersebut.

Mata Kenzo dengan sangat jeli membaca setiap identitas Zahra. Sampai penglihatannya terhenti pada nama orang tua. Ada nama Ibra sebagai Abi dan nama Kevin sebagai Ayah. Sedangkan dibawahnya ada nama Dee sebagai Umi dan Sofia sebagai Bunda. Dahi Kenzo mengernyit heran melihat itu semua.

"Tanda apa ini?" tanya Kenzo saat melihat diujung nama Sofia ada tanda dengan singkatan 'IK'.

Kenzo membuka halaman kedua dengan nama halaman 'Zahra~Two'. Senyum Kenzo terbit saat membaca motivasi hidup dan motto hidup istrinya yang sangat bijak.

Sampai di halaman terakhir, Kevin dapat melihat keterangan dari singkatan-singkatan yang dibuat Zahra.

"IK \= Ibu Kandung."

DEG

......................

Welcome to penyesalan Kenzo. Jangan bosan untuk baca setiap update aku yang teman-teman.

Maaf karena baru update teman-teman. Kondisi kesehatan yang sedikit menurun membuat author susah mikir. Semoga part ini tetap ngena di hati kalian semua ya 🤗🤗🌹

Tinggalkan jejaknya ya teman-teman. Like, komentar dan vote kalian sangat berguna buat aku. Aku sayang kalian 🌹🌹😍

Jangan lupa follow Instagram aku ya @yus_kiz

1
Irna Sari
kak nanti kita buat lagi novel yg cerita nya berakhir dengan sad ending...aku pencinta cerita sad ending kak 🙏😊😊😁
Keke Elfitri
top markotop pokoknya
Keke Elfitri
padahal udh 2x baca ini smpe tamat,ttp Bae nangis Bombay😭😭
Safa Almira
zuka
Nawalia Mohdlekat
berani sama wanita tidak berdaya...dasar banci
safitri
maaf ya Thor 🙏🙏 mau tanya apa ya judul cerita tentang seorang pria kaya raya yg jatuh cinta sama seorang janda yg ditinggal suaminya utk selamanya dan mempunyai anak dan ternyata mantan mertuanya teman bos tempat dia bekerja
..bagi yg tau kasih info dong saya senang sekali cerita itu please 🙏 ii
Mirna Verawati
setiap chapternya bikin brebes mili. 😭
Arya Al-Qomari@AJK
mau baca tp takut emosi, nangis n darah tinggi gara2 baca komen.
safitri
ceritanya bagus cuma sela terlalu dewasa jadi agak gimana bacanya
Atika Darmawati
penuh bawang dan intrik .... serruuu
me02
Luar biasa
Nasiati
bikin penasaran ni
Nasiati
ceritanya 💗🎈👻
Nasiati
gue mewek sambil baca
Nasiati
😭😭😭😭😭
Nasiati
semangat. zahra semoga daony diridhoi Allah Swt
tris tanto
bnyk typoo
tris tanto
bnyk typo
Dini Lestari
ayah ken semangat ,,
Windy Dewanti
aduhhh si kenzo silent treatment ke zahra. kalo ada apa2 tuh diomongin dong, jgn diem aja gitu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!