NovelToon NovelToon
Suatu Hari Ketika Aku Bertemu Dengan Seorang Dewi, Aku Dikirim Ke Dunia Lain

Suatu Hari Ketika Aku Bertemu Dengan Seorang Dewi, Aku Dikirim Ke Dunia Lain

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Contest / Sci-Fi / Barat / Tamat
Popularitas:112.5k
Nilai: 5
Nama Author: Isekai Fantasy

Sebuah fenomenal bernama Cloud Eat tiba-tiba saja muncul dan melenyapkan sihir dari dunia, hal itu juga membuat Dewi Listard yang mengelola dunia tersebut ikut melemah, karena itu ia pun memutuskan untuk turun tangan mengatasinya dengan bantuan seorang laki-laki bernama Sten.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24 : Menuju Ibukota

Frienta maupun Leonardo menyerang bersamaan, dari mereka menunjukan kemampuannya yang berbeda, Leonardo ahli dalam penggunaan senjata seperti pedang sementara Frienta ahli dalam serangan jauh.

Itu bukan sihir melainkan sesuatu yang di kenal orang dengan kemampuan telekenesis, Frienta mengangkat bongkahan batu lalu melemparkannya ke arahku seakan itu benda yang ringan.

Aku memukulnya menghasilkan deburan debu ke udara, disaat yang sama Leonardo sudah berada di depan mataku bersiap mengayunkan pedangnya.

Aku menahannya hingga aku terdorong kebelakang dari setiap tebasannya.

Trang..

Suara memekakan telinga terdengar seiring tubrukan terjadi.

"Haha kau memang hebat, tapi perlu lebih dari itu untuk membuat kami menjadi anak buahmu."

"Kalau begitu bagaimana dengan ini."

"Ugh."

Sebuah tendangan menghantam perut Leonardo menghempaskannya menubruk Frienta di belakangnya.

"Maaf Frienta."

"Aah, biar aku saja."

Frienta melayang ke arahku, sebelum mendekat aku memasang kuda-kuda lalu meninju udara yang mana menghasilkan angin dahsyat yang menghantam Frienta hingga menembus batu.

"Jadi bagaimana jawaban kalian?" tanyaku pada keduanya.

"Kami akan mengikutimu mulai sekarang."

"Itu lebih baik."

"Sten kau luar biasa," dengan senang Alvidya melompat kearahku, kuharap dia bisa menghentikan kebiasaannya seperti ini.

Itulah alasannya kenapa aku bisa memperkerjakan Frienta maupun Leonardo sekarang.

Serphia mengangkat tangannya.

"Jadi apa yang harus kita lakukan untuk menyusup?"

"Tidak ada rencana khusus, kita hanya akan menerjang masuk lalu melawan siapapun yang menghalangi."

"Itu terdengar ceroboh tapi oke."

"Sudah diputuskan setelah persiapan selesai, kita akan langsung pergi ke ibukota Estall."

Semua orang mengangguk setuju.

Aku memberikan seragam militer yang sama kepada Leonardo maupun Frienta, ukurannya cukup untuk keduanya.

"Lihat Leo apa ini terlihat bagus?"

"Benar, untunglah dadamu rata jadi itu muat."

"Siapa yang kau bilang rata, aku punya sedikit disini."

Kurasa tidak ada yang bisa mengalahkan Alvidya untuk ukuran.

Aku bersama Rista mulai mengecek perbekalan kami, terdapat dua kereta kuda dimana satu kereta berisi oleh persenjataan serta amunisi bahkan aku telah menyiapkan satu senjata laras panjang untuk Yuyun gunakan.

Dia bisa menembak dari jarak 100 meter untuk menghancurkan tank baja.

"Kau yakin akan ikut dalam peperangan, ini masih belum terlambat untuk berhenti," ucapku pada Esna yang duduk di sampingku.

"Aku juga ingin berjuang, bagaimanapun aku tidak ingin menjadi putri yang tidak berguna."

"Aku mengerti."

Kereta kami meninggalkan kota Viola, perlu tiga hari sampai menuju ibukota karenanya kami tidak perlu terburu-buru.

Dua hari berlalu semenjak kami memulai perjalanan, di dekat sungai yang mengalir kami memutuskan akan bermalam disini, tenda-tenda sudah di siapkan dan makanan turut di hidangkan untuk semua orang.

Rista, Yuyun, Sephia, Esna, Leonardo serta Frienta.

Aku berharap kami akan bisa mengambil alih kerajaan tanpa ada yang terbunuh, ketika aku memikirkan hal itu, seorang pria tua tiba-tiba saja menerobos dari semak-semak.

"Tolong kami."

Tubuhnya tampak penuh luka.

"Ada apa?" tanyaku.

"Di sana." pria itu hanya menunjuk kearah dia muncul, untuk memastikannya aku dan Yuyun akan memeriksanya, sementara sisanya berjaga di tenda.

Aku bersembunyi di balik pohon, Yuyun bersiaga dengan hecate di tangannya.

"Jadi mereka dalangnya?"

"Aah, mereka pasti penjual budak dan pria itu melarikan diri dari mereka... tembak saja."

"Laksanakan komandan."

"Sial, kita tidak bisa menemukan pria itu.."

"Lupakan saja, kita masih punya 20 orang lagi di kereta."

Door.

Satu orang tumbang.

Door.

Dua orang tumbang.

"Kita di serang," teriak si penjual kebingungan.

"Tapi dimana?"

Door.

"Guakh."

Sekitar tujuh orang berhasil di tembak mati sekitar dua orang lagi berhasil melarikan diri.

1
Didik Harjito
ceritanya aneh.. mbulet mbulet.. judule menceritakan dan di ceritakan..
Andri Xinaga
iup
Creeper-Chan
tamatkah?
Isekai Fantasy: Sekarang lanjut ke projek Budi wkwkw
total 2 replies
Creeper-Chan
Sukuna kagebunshin di dalem perutnya wkwkwkwkwk
Isekai Fantasy: Bisa jadi
total 1 replies
Creeper-Chan
ngalah ama cewek Sten
Creeper-Chan
Frienta tinggal pake telekinesis menang
Pooh
👍👍
Pooh
👍👍👍
Pooh
👍
Pooh
👍👍👍
Ali Frasely Ali Frasely
sip
F'Dm_98
👍👍👍
Mathyus 333
satu lagi cewek pembawa masalah
Kanayas
maaf thor, ini gak terlalu panjangkah judulnya?🙂
Isekai Fantasy: Biar beda sama yang lain :p
total 1 replies
Pooh
lanjut
Pooh
ok
Pooh
lanjut
Pooh
ok
Pooh
lanjutkan
Creeper-Chan
Udah Sten nurut aja ama Alvidya wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!