NovelToon NovelToon
Obsession Of Jayden

Obsession Of Jayden

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:988
Nilai: 5
Nama Author: Alyssa Kim

Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.

​Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.

​Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Persiapan di Balik Badai

​Aura ketegangan yang ditinggalkan oleh surat tantangan Alkana masih membekas pekat di sudut kelas XI-IPA 3, bahkan setelah bel pulang sekolah berbunyi. Murid-murid lain bergegas keluar seolah ruang kelas itu tengah dipenuhi gas beracun yang siap meledak. Hanya tersisa Elleanor dan jajaran inti VULTURES yang masih berdiri mengelilingi meja nomor tiga.

​Jayden melepaskan cengkeramannya pada dagu Elle dengan perlahan, namun tatapannya tak beralih sedikit pun. Sisi obsesifnya telah tersulut sempurna. Baginya, tantangan dari Wolfangs bukan lagi sekadar perebutan takhta jalanan, melainkan sebuah kelancangan besar yang mencoba mengusik hak kepemilikan mutlaknya atas Elleanor.

​"Shaka," panggil Jayden, suaranya kembali datar dan dingin, bertransformasi menjadi sosok pemimpin berdarah dingin. "Balas surat itu sekarang. Katakan pada Adhytama, gua terima taruhannya. Dan tambahkan satu poin di bawahnya."

​Shaka menaikkan pandangannya dari layar ponsel. "Poin apa, Jay?"

​Jayden berdiri tegak, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana abu-abunya dengan keangkuhan yang nyata. "Kalau Wolfangs kalah, Alkana harus membubarkan gengnya dan angkat kaki dari seluruh wilayah balap Jakarta. Dan gua... mau dia berlutut di depan semua orang buat mengakui kalau Elleanor adalah milik gua mutlak."

​"Jayden! Lo bener-bener keterlaluan!" potong Elleanor, langsung berdiri dari kursinya dengan napas memburu. Sifat barbarnya bergejolak hebat mendengarkan taruhan gila yang dibuat cowok bermuka tembok ini. "Lo gak bisa taruhan pakai nama gua sepihak kayak gini! Gua bukan piala bergilir!"

​Jayden menoleh lambat, menatap Elle dengan sepasang netra hitam yang pekat tanpa riak emosi kasar, namun sarat akan dominasi yang tak terpatahkan. "Lo bukan piala, Elleanor. Lo itu alasan kenapa sirkuit bulan depan bakal berubah jadi kuburan buat Wolfangs. Jadi diam, dan tonton gimana gua menghancurkan harapan terakhir lo buat bebas."

​Setelah mengucapkan kalimat mengerikan itu, Jayden berbalik dan melangkah keluar kelas tanpa menunggu respons lagi. Shaka, Erlan, dan Haikal segera mengikuti dari belakang, meninggalkan Elle yang hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku-kukunya memutih.

​Satu jam kemudian, mobil sedan hitam antipeluru milik keluarga Smith sudah menunggu di depan lobi utama LHS. Pengawalan kali ini jauh lebih ketat dari pagi tadi. Kenzie tampaknya benar-benar membuktikan ucapannya untuk memperketat ruang gerak di sekitar Elle. Dua motor pengawal berkapasitas mesin besar siap mengawal dari sisi kanan dan kiri mobil.

​Elle masuk ke dalam mobil dengan menghentakkan kakinya kesal, membanting pintu hingga tertutup rapat. Di dalam, Kenzo sudah duduk sambil menyilangkan kaki, menatap adiknya dengan pandangan menyelidik dari balik kacamata hitamnya.

​"Gimana hari pertama di kelas baru, El? Si brengsek Frederick itu macem-macem lagi?" tanya Kenzo langsung, nadanya dingin namun terselip rasa khawatir yang besar.

​Elle menyandarkan kepalanya pada kaca mobil, menatap rintik hujan yang mulai mereda di jalanan Jakarta. "Dia gak macem-macem secara fisik, Bang. Tapi otaknya bener-bener udah gak waras. Alka ngirim surat tantangan balap buat bulan depan, taruhannya kebebasan gua."

​Ckit!

​Kenzo mendadak menegakkan tubuhnya, rahangnya mengeras sempurna mendengarkan penuturan Elle. "Alkana Putra? Serigala jalanan itu nekat banget. Terus si Jayden terima?"

​"Terima," jawab Elle lirih, ada rasa frustrasi yang mendalam dari nada suaranya. "Mereka berdua bikin gua kayak wilayah jajahan yang diperebutkan pake mesin motor. Gua muak, Bang."

​Kenzo menghela napas panjang, lalu mengulurkan tangannya untuk mengacak rambut Elle dengan lembut, mencoba menenangkan adiknya. "Lo tenang aja, El. Kenzie lagi urus jalur hukum buat intervensi Frederick Group. Tapi kalau urusan aspal... abang tahu lo bukan cewek lemah yang cuma bisa nunggu diselamatkan. Lo itu Queen Racer di New York. Kalau lo emang muak sama mereka berdua, kenapa gak lo hancurkan aja balapan mereka pakai cara lo sendiri?"

​Ucapan Kenzo seketika memicu sebuah percikan api di dalam kepala Elleanor. Mata indahnya yang sempat meredup kini kembali berkilat cerah dengan binar liar khasnya. Benar. Mengapa ia harus terjebak di antara pilihan tunduk pada obsesi Jayden atau berharap pada bantuan Alka? Darah pembalapnya menolak untuk menjadi penonton pasif.

​"Abang bener," gumam Elleanor dengan seringai tipis yang perlahan terukir di wajah cantiknya. "Kalau mereka mau main-main di atas aspal... gua bakal pastiin malam itu sirkuit resmi mereka bakal berubah jadi panggung pertunjukan gua."

​Malam harinya, di dalam kamar penthouse mewahnya, Jayden duduk di tepi ranjang berukuran king size yang sengaja dibiarkan gelap tanpa penerangan lampu. Hanya ada seberkas cahaya rembulan yang masuk dari dinding kaca besar, menyinari wajah tegasnya yang tampak begitu sunyi.

​Di atas meja nakas di sampingnya, sebuah foto digital berukuran kecil menampilkan siluet seorang gadis yang sedang berdiri di samping motor sport di bawah lampu jalanan New York—sebuah data lama yang berhasil didapatkan oleh informan Frederick Group sore tadi.

​"Elleanor Smith... atau Queen Racer," bisik Jayden rendah, suaranya parau dan dalam, memecah keheningan malam.

​Jayden meraih ponsel hitamnya, membuka video singkat yang dikirimkan oleh Haikal. Video itu merekam aksi balap liar Elle beberapa bulan lalu di Amerika, memperlihatkan bagaimana gadis itu melesat membelah tikungan tajam dengan kecepatan gila tanpa ada rasa takut sedikit pun. Sifat liar, berani, dan barbar yang selama ini Elle tunjukkan di depannya ternyata berakar dari sana.

​Sisi obsesif Jayden mendadak bergejolak hebat, mengirimkan rasa panas yang membakar dadanya. Fakta bahwa Elle memiliki sisi gelap yang begitu memikat di luar dunia sekolah membuatnya semakin tenggelam dalam candu kepemilikan yang tanpa batas.

​Jayden mematikan ponselnya, lalu menyandarkan kepalanya pada sandaran ranjang sambil memejamkan mata. Senyuman tipis yang sarat akan kegilaan mutlak muncul di bibirnya.

​"Makin lo nunjukkin sayap lo, makin gua pengen patahin sayap itu biar lo gak bisa terbang ke mana-mana lagi, Elle," gumam Jayden lirih pada kegelapan kamar. "Silakan siapkan rencana apa pun buat balapan bulan depan. Karena pada akhirnya... aspal itu cuma bakal nuntun lo buat kembali jatuh ke dalam pelukan gua."

1
Davina Aurora
lanjutt ka ceritanya seruu🤩🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!