NovelToon NovelToon
Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Terikat Dengan Cinta Atau Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:884
Nilai: 5
Nama Author: Ulfa Zahra

Ardian dan kebahagiaan nya.
Kembali berkumpul dengan putrinya serta menikah dengan wanita yang merubah dirinya menjadi pria dengan pribadi yang baik, membuatnya sangat bahagia walaupun cerita masalalu yang sedikit demi sedikit terbuka.
Jidan dan kisah cintanya.
Tidak sama seperti tuannya yang memilih berlabuh ke hati lain dan berdamai dengan masalalu nya. Jidan malah terjebak dengan perasaan nya yang belum benar-benar mencintai wanita lain. Seakan takdir berputar-putar ditempat nya, membuat Jidan selalu terjebak dengan perasaan sendiri, walaupun ada hati lain yang menariknya untuk beralih.
Bagaimana kisah selanjutnya? Simak yuk, biar nggak penasaran bagaimana kisah mereka selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ulfa Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Jabir Jidan Taufik. Sekretaris dari Ardian pemilik perusahaan Naltan dan ipar dari Fazar dari perusahaan Al Group."

"Pantas saja dia dengan Percaya diri mendekati putri ku ternyata orang-orang terdekatnya cukup terpandang." Gumam Nyonya Xia sambil membolak-balik informasi yang dia dapatkan setelah dua hari menyuruh anak buahnya mencari tahu mengenai Pria yang pernah dekat dengan putrinya.

Selembar foto terselip di berkas itu membuat Nyonya Xia mengambil nya dan menatap foto itu dengan tatapan tidak suka serta jijik. Seakan-akan orang dalam foto itu adalah sampah yang menjijikan dan tidak pantas untuk di lihat.

"Tidak tampan atau kaya. Sangat tidak setara dengan keluarga suaga berbeda sekali dengan Enzo. Kenapa putri ku memilih nya, pria sampah seperti ini." Gumam Nyonya Xia menaruh asal foto itu."Bagaimanapun caranya, Yana harus memilih Enzo. Aku tidak mau putri ku jatuh ke tangan sampah' seperti nya. Putri ku harus mendapatkan keluarga yang setara dan tidak memanfaatkan harta nya keluarga suaga."

Nyonya Xia mengambil ponselnya yang berada di atas meja lalu mencari nomor seseorang yang dikenali di sana.

"Pastikan putri ku tidak bertemu dengan pria sampah itu dan selalu awasi dia."

"Baik Nyonya."

*****

Suara ketikan kibot terdengar memenuhi kamar bernuansa putih itu. Hening tidak membuat gadis berwajah serius itu mengalihkan perhatiannya padahal sudah hampir dua jam dia berhadapan dengan layar di depannya.

Sampai suara pesan masuk membuat nya mengalihkan perhatian nya. Tangannya mengambil ponsel itu. Dia menatap layar ponselnya dan mendapati satu pesan masuk.

"Apakah kamu sudah tidur?" Isi dari pesan itu.

Yana menghela nafas panjang. Ingin rasanya dia menaruh ponselnya itu tanpa berniat untuk menjawab pesan yang Enzo kirimkan tapi hatinya terus membujuknya untuk menjawab pesan itu. Dan dengan malas tangan nya menggeser pesan itu sementara tangannya mengetik sesuatu di sana.

"Aku belum tidur. Aku masih mengerjakan beberapa surat penting sebelum diadakannya proyek pembangunan."

"Kamu pasti lelah."

"Yana memutar matanya saat membaca pesan itu."Dia naif atau gimana sih, sudah tau kalau mengerjakan hal-hal yang begini pasti lelah, tapi dia malah menanyakannya." Kesalnya tapi tangannya masih tetap mengetik sesuatu pada layar ponsel nya.

"Sedikit."

"Btw, besok aku akan pergi ke kota B. Aku dengar dari mommy kalau kamu juga akan ke kota B untuk proyek. Apakah kita bisa pergi bareng?"

Nada sedikit kaget membaca pesan itu. Ternyata tanpa sepengetahuannya sang ibu memberitahukan apa saja kegiatannya. Padahal ia berusaha untuk menjauh agar tidak membuat pria itu kecewa saat mengetahui kalau perasaannya untuk pria lain.

"Kenapa mami bertindak sesukanya tanpa bertanya terlebih dahulu padaku." Ucap Yaya menatap pesan itu dengan tidak tenang."Apakah aku benar-benar tidak bisa memilih?"

Tig

Pesan itu kembali masuk membuat Yaya menghidupkan ponselnya kembali saat menyadari kalau dia belum membalas pesan itu.

"Yana, kamu online tapi kenapa tidak menjawab pesan ku. Apakah kamu sudah tidur?"

"Sorry, ada sedikit urusan tadi.” Jawab Nada.”Untuk besok kita tidak bisa pergi bersamamu karena aku masih ada urusan disini. Sorry ya Enzo."

"Tidak apa-apa, kita bisa pulang bersama nanti. Apakah kamu bisa?"

Ah rasanya Yaya lelah sekali, tunangannya itu terlalu cerewet dari pada mami nya dan Yaya kesal sekali.

"Iya kita lihat nanti." Jawab Yaya."Enzo, aku mau melanjutkan pekerjaan ku."

"Oh iya aku sampai lupa kalau kamu masih sibuk. Sampai bertemu di kota B."

"Iya, Enzo."

"I love you."

Satu pesan itu berhasil membuat Yaya terdiam. Lagi-lagi dia hanya bisa diam saat pria itu mengungkapkan perasaannya. Karena dia bingung mau menjawab apa sementara dia tidak memiliki perasaan apapun.

Yaya menaruh asal ponselnya itu. Dan berdiri dari duduknya melangkah ke arah tempat tidur. Dia membaringkan tubuhnya dengan asal."Apa yang harus aku lakukan. Aku mencintai kak Jabir tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ancaman mami tidak bisa dianggap remeh. Mami bisa melakukan apapun jika sampai aku kembali ke kak Jabir." Ucap Yaya pada dirinya sendiri.

Pikirannya terus bergelut sampai kantuk mendatangi nya, hingga akhirnya dia tertidur. Gadis itu terlihat tertekan batinnya tapi tidak ada yang bisa membantunya selain dirinya sendiri.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!