Setelah diputuskan tiga tahun yang lalu oleh mantan kekasihnya dan menutup diri dari pria manapun, Anata Yulia gadis 24 tahun itu, tiba-tiba saja dijodohkan dengan seorang pria yang tidak dikenal oleh kedua orang tuanya.
"Kamu harus mau Nat, sebentar lagi kamu 25 tahun, usia yang rawan dan sudah pantas untuk menikah. Maka, kamu harus mau, ya, kami jodohkan dengan pria tampan dan mapan." Sang Ibu membujuk dengan memohon.
Namun, siapa sangka pria yang akan dijodohkan dengannya ternyata adalah....
"Nata nggak mau, Bu?"
"Kenapa?"
"Karena...."
Yuk, pengen tahu kelanjutan kisahnya? Tentu bakal bikin penasaran. Ikuti kisahnya di "Dijodohkan Dengan Mantan Kekasih"
Ikuti Auhto di
FB " Tupar Nasir
WA 089520229628
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Sebuah Kejutan
Mobil Pageto hijau tua itu akhirnya berhenti di sebuah rumah yang lumayan luas. Rumah yang bentuknya satu sama lain hampir sama.
Anata meyakini kalau saat ini dirinya berada di kawasan perumahan elit atau rumah dinas seorang prajurit berpangkat perwira tinggi.
Setelah ia mengikuti Kafeela sampai tujuan akhir, dengan perasaan yang masih sedih dan tidak karuan, Anata balik arah lalu melajukan motornya dengan kecepatan yang lumayan, menuju rumah.
Sepanjang jalan menuju rumah, hatinya hancur. Ia merasa sudah dikhianati Kafeela.
Tiba di rumah, kedatangannya disambut Mang Nino.
"Non Nata. Barusan dan tadi, Den Kafee menghubungi Mamang, menanyakan Non Nata."
Kening Anata mengkerut, ia merasa heran kenapa Kafeela menghubungi Mang Nino hanya untuk menanyakannya?
" Ohh....?" serunya pendek.
"Jam berapa tadi suami saya nelpon Mang, kenapa nggak ke HP saya?" Rasa heran dan penasaran seketika menyergap dada.
"Tadi jam tiga sore ini, Non. Menanyakan Non Nata sudah pulang atau belum. Den Kafeela sangat cemas pada Non Nata, sebab berulang-ulang kali nomer Non Nata dihubungi, tapi HP nya tidak aktif."
"Oh...terima kasih Mang Nino atas informasinya. Saya masuk dulu, ya," balas Anata sembari memasuki rumah.
Anata tidak terharu sedikit pun oleh laporan Mang Nino. Ia menduga kalau Kafeela justru sedang berlindung di balik perhatian yang pura-pura.
"Pura-pura, padahal sedang berduaan sama anaknya komandan," dengusnya tidak suka.
Satu jam kemudian, suara deru mobil Kafeela mulai terdengar. Anata berdiri menuju jendela kaca, kemudian menyingkap gorden, mengintip kedatangan Kafeela di depan pintu pagar.
Mobil warna ungu tua yang menurut Anata norak itu sudah memasuki halaman rumah.
Mang Nino terlihat sibuk membuka pagar lalu menutupnya kembali.
"Hemmm."
Langkah kaki di luar kamar mulai terdengar. Anata segera berjingkat dan bergegas menuju balkon sembari meraih kantong asinan dan rujak buah yang dibelinya tadi.
"Kriekkkk."
Suara pintu kamar terbuka pelan, Kafeela memasuki kamar. Matanya bergulir mencari keberadaan sang istri.
"Sayang, kamu di mana? Abang bawa oleh-oleh untuk kamu," panggilnya tegas tapi hangat.
"Sayang...." Kafeela belum berhenti mencari. Namun, tatap matanya kini menuju ke arah balkon. Pintu kamar yang mengarahkan ke sana, sedikit terbuka.
"Sayang, kamu di sini rupanya?"
Kafeela senang ketika melihat Anata di sana. "Abang bawakan makanan kesukaanmu. Martabak asin," ujarnya seraya menyodorkan kotak yang berisi martabak asin.
Jangankan menoleh, Anata seperti tidak merasa terganggu. Ia sibuk mengunyah rujak buah di tangannya.
"Sayang? Kok diam saja?" Kafeela sangat heran melihat Anata diam membisu. Perlahan ia meraba bahu Anata lembut.
"Sayang."
Tubuh Anata diputar hanya dengan sekali putaran. Wajahnya terlihat masam dan muram, tidak seperti tadi saat akan pergi bekerja.
Anata menepis tangan Kafeela yang memeganginya.
"Jangan sentuh. Bukankah tadi sudah kenyang bersentuhan dengan anak gadis Pak Komandan," sinisnya lalu bangkit dan memasuki kamar, meninggalkan Kafeela.
Kening Kafeela mengkerut, ia mulai mengingat kegiatannya sejak pagi hingga siang.
"Hemmm...Apa Anata melihat aku saat mengantar Jeny tadi?" duganya cemas. Meski demikian, Kafeela harus menjelaskan siapa sebenarnya Jeny.
"Dia Jeny, Abang mendapat tugas langsung dari komandan untuk mengawalnya. Menjemputnya pulang kuliah dan mengantarnya sampai rumah," jelas Kafeela sejujurnya.
Anata pura-pura tidak peduli dengan penjelasan Kafeela, tapi hatinya sedikit lega mendengar penjelasan itu.
Aksi marahnya masih ia lanjutkan sampai Kafeela merasa bingung sendiri.
Tapi, yang terjadi justru sebaliknya. Kafeela bukan merasa bingung, tapi ia malah menggodanya.
"Istriku sedan cemburu rupanya. Baiklah, karena ia sedang cemburu, apa sebaiknya Abang kasih kejutan saja?" Tiba-tiba Kafeela mengeluarkan sebuah kotak perhiasan dari saku jaketnya, lalu memberikannya untuk Anata.
"Bukalah, Sayang," suruhnya.
Tapi, Anata pura-pura tidak tergoda, ia ingin lihat apa reaksi Kafeela selanjutnya.
Dengan gerakan cepat, Kafeela membuka kotak perhiasan itu. Sebuah kalung emas berkilau batu safir berbentuk cinta, ia keluarkan kemudian ia pasangkan di leher jenjang Anata.
"Untukmu Sayang. Blue safir ini sebagai lambang cinta yang kuat diantara kita. Sudah, jangan marah lagi, ya," rayunya seraya melabuhkan kecupan di pipi Anata yang mulai berubah merah tomat.
Jantung Anata langsung dag dig dug, padahal tadinya ingin tetap mendiamkan Kafeela.
Diam-diam, Anata sangat menyukai kalung emas blue safir itu, sebab ia memang menyukai batu blue safir.
Kafeela seakan tahu kesukaannya.
"Kapan bersih haidnya? Abang sudah tidak sabar ingin merambah hutan larangan yang lebat," godanya diiringi senyum merekah jail.
Anata menjauh, lalu membalikkan badan. "Huhhh, mesum. Masih lama...." ucapnya dibarengi lidah yang melelet mengejek suaminya.
Kafeela terlihat lemas, ia sudah tidak sabar menantikan moment di mana dirinya dan Anata sempurna menjadi suami istri.
Ibu..... anaknya nanti tolong di kasih tau ya... Feeling ibu tepat banget, kalau Si Jin itu suka sama Kafee. Jadi nasehati Bu jangan jadi pelakor ya anaknya.... Jangan bikin malu. Ini udah bikin kasus kayak gini. Padahal itu video bapaknya sendiri lo.... diedit lagi pelukan sama istri anak buahnya ckckck....
Memang harus tegas Kafee. Kasih tau papa si jin Jeny. Biar di ganti aja. Jangan karena masalah kayak gini malah menghancurkan rumah tangga mu