NovelToon NovelToon
Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Putri Mafia Di Negeri Asing. Season 3

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Colly Shen berangkat ke luar negeri untuk menjalani hidup baru, namun tanpa sengaja terseret ke dalam organisasi kejahatan yang berbahaya. Di negeri asing, ia harus bertahan dan melindungi dirinya sendiri di tengah ancaman dan pertarungan yang terus datang.

Di sisi lain, kehadiran Colly menarik perhatian beberapa pria—Micheal Xie, sosok dari masa lalunya, Wilbert, calon suaminya, dan seorang ketua organisasi misterius yang awalnya menjadi musuh.

Siapa yang mampu mendapatkan cinta dari Colly Shen yang terkenal dengan sifatnya yang tidak pernah mau mengalah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Pria itu meringis kesakitan, tangannya gemetar saat mencabut pisau yang tertancap.

“Tidak usah berpura-pura kuat lagi,” ucap Colly dingin. “Bayar semua kerusakan di sini.”

“Colly, lehermu terluka!” seru rekan kerjanya panik, menyodorkan sapu tangan.

“Tidak apa-apa… hanya luka ringan,” jawab Colly singkat, menekan lukanya dengan sapu tangan itu.

Pria itu terkekeh pelan meski napasnya tersengal. “Colly Shen… aku tidak akan bayar. Kalau berani, bunuh saja aku.”

Tatapan Colly tetap tenang, tanpa emosi.

“Aku tidak percaya…” lanjut pria itu, senyumnya melebar penuh kegilaan, “bahwa aku tidak bisa membuatmu tunduk.”

Perlahan, ia mengangkat tangannya.

Di sela-sela jarinya, bilah tajam mulai muncul—

Cakar Neraka berkilat dingin di bawah cahaya kafe.

“Colly, bahaya! Jangan melawan lagi!” teriak rekannya.

“Minggir,” ucap Colly tegas tanpa menoleh.

Ia melilit sapu tangan di lehernya, mengikatnya kuat untuk menahan darah.

Tatapannya kembali terangkat—dingin, fokus.

“Kalau kau ingin lanjut…” suara Colly rendah, “aku akan pastikan kau tidak bangkit lagi.”

Pria itu menyeringai lebar.

Cakar Neraka di tangannya berkilat dingin.

“Kalau begitu… mati saja!”

WUSSH!

Ia melesat maju. Serangannya lebih liar, lebih cepat dari sebelumnya.

Colly menyamping.

Hindar...

SHK!

Ujung cakar nyaris menyentuh wajahnya.

Belum sempat menarik napas...

WUSSH!

Serangan kedua datang dari bawah.

TANG!

Colly menangkis dengan tangan kosong, memukul pergelangan pria itu agar arah serangan melenceng.

Namun pria itu memutar pergelangan tangannya

Gerakan aneh. Licin.

SLASH!

“GH—!”

Darah langsung memercik.

Cakar itu menggores lengan Colly. Dalam.

Colly mundur satu langkah.

Tangannya refleks memegang luka di lengannya. Darah mulai merembes di sela jarinya.

Pria itu tertawa kasar.

“Kena juga akhirnya!”

WUSSH! WUSSH!

Ia tidak memberi waktu. Serangan beruntun datang, cakar menyapu udara seperti bayangan tajam.

Colly menghindar cepat. Langkahnya ringan tapi kini lebih hati-hati.

Satu celah...

Colly masuk.

DUK!

Pukulan ke dada.

Namun...

SHK!

Cakar kembali menggores, kali ini nyaris mengenai bahu.

Colly langsung mundur. Napasnya sedikit berat.

Darah dari lengannya terus menetes ke lantai.

Rekannya di belakang panik.

“Colly, cukup! Kau terluka!”

Colly tidak menjawab.

Tatapannya justru berubah.

Lebih tajam.

Lebih dingin.

Ia menurunkan tangannya perlahan dari luka itu.

“Jadi ini kekuatanmu…” gumamnya pelan.

Pria itu menyeringai, mengangkat kembali Cakar Neraka. “Masih mau lanjut?”

“Bertarung jarak dekat sama saja melukai diri sendiri… gerakannya terlalu cepat dan lincah. Aku tidak bisa menangkapnya… harus jaga jarak,” batin Colly.

Matanya melirik cepat ke arah rekan-rekannya.

“Teman-teman… masih ingat saat kita main di lapangan?” tanya Colly singkat.

Mereka sempat terdiam sepersekian detik...lalu saling pandang.

Mengerti.

Tanpa banyak kata, mereka langsung bergerak ke dapur.

Tangan-tangan mereka meraih apa pun yang bisa digunakan.

Piring.

Beberapa detik kemudian.

WUSSH!

Satu piring melayang ke arah Colly.

Disusul....

WUSSH! WUSSH!

Beberapa piring lain terlempar beruntun.

Pria itu mengernyit. “Apa—?”

WUSSH!

Satu piring melayang ke arah Colly.

Ia tidak menangkapnya...

DUK!

Kakinya terangkat cepat.

BUK!

Piring itu langsung terpental, berubah arah di udara dan melesat ke arah pria itu.

WUSSH!

Pria itu menggeser tubuhnya.

Piring meleset tipis di samping wajahnya.

Belum selesai.

WUSSH! WUSSH!

Dua piring lagi datang ke arah Colly.

DUK! DUK!

Dua tendangan cepat.

BUK! BUK!

Keduanya terpental balik seperti peluru.

Pria itu menghindar ke kiri...

lalu ke kanan...

SWISH! SWISH!

Gerakannya cepat, cakar tetap terangkat.

Namun ritme mulai berubah.

WUSSH!

Satu piring lagi melayang ke arah Colly—

DUK!!

Tendangan kali ini lebih dalam. Lebih berat.

Piring itu melesat lurus...

lebih cepat dari sebelumnya.

WUSSH!!

Pria itu mencoba menghindar...

Terlambat.

BUK!

Piring menghantam kepalanya.

“GH—!"

Tubuhnya goyah.

Namun belum selesai...

WUSSH!

Piring berikutnya datang dari arah lain.

DUK!

Colly menendangnya tanpa melihat.

BUK!

Menghantam dada pria itu, membuatnya terdorong mundur.

Anehnya...

Piring itu tidak pecah.

Hanya bergetar keras sebelum jatuh ke lantai.

Colly berdiri tenang.

Napasnya stabil.

Tenaga dalamnya mengalir, terkontrol di setiap tendangan cukup kuat untuk melumpuhkan… tanpa menghancurkan.

Pria itu terhuyung, menyentuh kepalanya.

Tatapannya kini berubah.

“Kau… bahkan mengendalikan kekuatanmu…”

Langkahnya goyah. Pandangan mulai kabur. Tangannya naik memegang kepala...

“GH…!”

Rasa nyeri menghantam seperti gelombang.

Berat. Dalam.

Darah mulai merembes dari hidungnya.

Lalu…

Tetes.

Menetes ke lantai.

Mulutnya ikut terbuka sedikit... darah mengalir dari sudut bibirnya.

Tubuhnya tidak lagi tegak.

DUK!

Satu lutut menghantam lantai.

Retakan halus terdengar di bawahnya.

Napasnya memburu.

Berat. Tersendat.

Dampak hantaman piring tadi bukan sekadar di luar..

tenaga yang tersalur masuk menghantam bagian dalam tubuhnya.

Kepalanya berdengung.

Dadanya terasa sesak, seperti ditekan dari dalam.

“Ugh…!”

Ia mencoba bangkit—

Gagal.

Tangannya gemetar menopang tubuh.

Darah kini menetes lebih deras dari hidung dan mulutnya.

Matanya yang tadi penuh kesombongan…mulai dipenuhi keterkejutan.

“Kau… bagaimana bisa mengendalikannya…?” tanya pria itu terbata-bata, napasnya tersengal.

Colly menatap dingin.

“Hasil latihan keras,” jawabnya singkat. “Tidak ada yang bisa lolos dari tendanganku.”

Ia melangkah mendekat perlahan.

“Asal kau tahu… putra Jason Long tangannya cacat juga karena tendanganku.”

Nada suaranya datar, tanpa emosi.

“Siapa pun yang terkena serangan kakiku… bersiaplah cacat… atau koma.”

Colly berhenti tepat di depannya.

“Tadi… aku sudah memakai seluruh tenagaku.”

Tatapannya tajam.

“Sepertinya… kau akan koma.”

Pria itu mencoba membuka mulut...

Namun…

BRAK!

Tubuhnya ambruk ke lantai.

Tak bergerak.

Hening.

“Hei!” Colly berjongkok, menepuk pipinya ringan.

“Kau belum bayar. Jangan koma dulu.”

Tidak ada respons.

“Apakah… dia mati?” tanya salah satu rekannya ragu.

Colly tidak menjawab.

Tangannya sudah bergerak cepat, menggeledah pakaian pria itu.

Beberapa detik kemudian ... ia menarik keluar seikat uang.

“Ini pasti bayaran dari Jason Long,” katanya santai.

Ia memberikannya kepada rekannya.

“Ambil. Ganti semua kerusakan di sini.”

“Baik,” jawab rekannya, masih sedikit tertegun.

“Aku akan lapor ke bos kita. Colly… ternyata nilaimu tinggi juga.”

Ia menatap uang itu.

“Bahkan lebih mahal dari semua yang dia hancurkan.”

Colly tersenyum tipis.

“Tentu saja,” katanya ringan. “Aku Colly Shen. Kalau mudah dikalahkan… aku tidak layak jadi mafia.”

“Mafia?”

Semua menoleh serempak.

Wajah mereka penuh keterkejutan.

Colly terdiam sepersekian detik.

“Eh— maksudku…” ia menggaruk pelan kepalanya, lalu tersenyum santai, “aku bisa sehebat mafia.”

Beberapa dari mereka saling pandang.

“Jangan bercanda,” ujar salah satu sambil mendekat. “Obati dulu lukamu.”

Colly menggeleng.

“Tidak. Ini cuma luka kecil.”

Ia berdiri, mengambil jaketnya.

“Aku ada urusan.”

Langkahnya menuju pintu.

“Kalian bersihkan tempat ini,” tambahnya tanpa menoleh.

Pintu kafe terbuka...

Colly berhenti sejenak.

Tatapannya berubah dingin.

“Jason Long…” gumamnya pelan..“Kali ini… aku yang akan datang.”

Lalu ia melangkah keluar.

Di seberang jalan, Micheal duduk di dalam mobil, matanya tak lepas dari sosok Colly. Ia berbicara pelan melalui ponselnya.

"Gadis itu semakin tangguh. Bahkan petarung bayaran pun bisa dia kalahkan dengan cara yang unik. Hanya dalam setahun, kemampuan bela dirinya meningkat pesat," ucap Micheal.

"Kali ini, dia pasti akan pergi menemui dalang utama," terdengar suara seorang pria dari seberang sana.

Micheal menyipitkan mata, menatap Colly yang mulai bergerak.

"Kalau tebakanku benar, malam ini Colly Shen akan beraksi."

"Sudah waktunya dia menghadapi tantangan ini," balas pria itu dengan nada tegas.

"Mungkin saja dia akan kehilangan nyawa," ujar Micheal.

"Seorang Colly Shen, tidak akan bertindak kalau tidak yakin. Jason Long hanya seekor semut yang tidak berguna. Kalau gadis itu berhasil aku akan memberi dia kado besar!" ucap pria itu yang tidak tahu siapa namanya.

Micheal tersenyum dan memutuskan panggilannya.

1
Maria Mariati
kaya nyaaaa colly mank jodoh nya Michelle, bukan wilbert, mungkin wilbert harus ngalah demi colly
Tiara Bella
Colly dilawan....
Kinara Widya
hebat kolli
Maria Mariati
kapok sudahlah 👍👍👍
Dame Manalu
mantaf colly
Tiara Bella
hemmm cuma pura-pura ternyata....
Fortu
wkwkwk lucu🤣🤣🤣 pura pura mati ntar almarhum benaran kamu Jason
Fortu
😂😂😂😂😂
Fortu
hahhahaa🤣🤣🤣
Kinara Widya
aduh ternyata pura2 mati...di kabulkan kan sama Colly pak jasson...😂😂😂
Fortu
ah pura pura meninggal s Jason
mau gunakan cara licik
Fortu
Michael telepon sama Little Tiger😃😃
walaupun jauh abangnya pasti tetap pantau siapa lagi kalau bukan Michael yang pantau
Tiara Bella
wah siapa tuh yg tlpnan sm Michael....
Fortu
Diposisi ini saya cuma mau komentar kalau sebenarnya colly agak sombong juga sih.
sudah dibully dapat serangan bertubi-tubi
tapi ga mau kasih info ke keluarganya.
Dia punya kaka yang hebat orang tua juga hebat, tapi soknya kebangetan juga, 🙄🙄seharusnya kasih tau gitu setidaknya ada pengawal bayangan.
punya tunangan juga ga guna cuma bisa melarang doankk, bantuin calon tunangan mu kek, masa berjuang sendiri🙄🙄🙄
Maria Mariati
kaka nya kemana katanya kalo ada apa2 sama colly dia selalu tahu
Tiara Bella
ceritanya bagus...keren pkoknya
Tiara Bella
gk ada yg bantuin Colly apa ya....lehernya udh kegores pisau...
Kustri
☕ngopi sik thor... semangat UP💪
Kustri
yg terakhir, kemeja putih koq ky densu🤭yaa
Tiara Bella
wow visualnya ganteng² semua...😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!