NovelToon NovelToon
Aku Bisa Memanggil Mahluk Dari Masa Depan

Aku Bisa Memanggil Mahluk Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Dunia Masa Depan
Popularitas:873
Nilai: 5
Nama Author: Back Dragon

Beberapa tahun lalu, berbagai celah ruang-waktu bermunculan, dan Blue Star pun memasuki era supranatural. Setiap orang memiliki kesempatan untuk membangkitkan “panel permainan”.

Lu Heng secara tak terduga membangkitkan kelas Summoner. Namun, makhluk-makhluk panggilannya tampaknya… agak tidak biasa.

……

【Si Bulat Daging】: Sebagai keturunan Dewa Jahat, setiap kali ia dimakan, ia justru menjadi semakin kuat. Ia juga mampu membuat musuh terjerumus ke dalam kekacauan persepsi.

【Anjing Mesum】: Sebagai kaki tangan yang setia, ia dapat berpindah tempat secara instan dan menampar orang, bahkan memutus semua skill lawan.

【Prajurit Medis】: Memiliki kemampuan menukar kondisi luka, dan juga bisa diam-diam mencuri organ milik orang lain.

【Zirah Keadilan】: Makhluk simbiotik yang dipenuhi energi positif. Bukan hanya memiliki daya tempur yang sangat tinggi, ia juga dapat berdiri di puncak moral untuk mengecam musuh, membuat lawan…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Back Dragon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24 Akulah Musuhnya

Lu Heng tertegun saat mendengar itu. “Kau mau bergabung denganku?”

“Iya. Aku dengar di kelas dua ada seorang insan luar biasa yang hebat sekali. Bukan cuma seorang pemanggil, tapi baru pertama kali latihan bela diri saja sudah bisa menghancurkan sepuluh tiang kayu,” kata Qin Ze sambil terisak, mengusap air mata dan ingusnya dengan lengan baju.

“Kelompok Bajak Laut Rambut Merah kami menyukai orang kuat, jadi kami ingin bergabung dengan Anda…”

“Lagipula aku juga termasuk Bintang Baru Supernatural. Nanti kita harus membentuk tim untuk ikut Kompetisi Gabungan Antar-Kampus. Aku juga berharap bisa belajar banyak darimu.”

Sambil berbicara, Qin Ze mengeluarkan belasan lembar uang merah dari dalam bajunya dan berkata dengan suara sengau, “Lihat, aku bahkan sudah membawa uang perlindungan.”

Sial… Aku benar-benar pantas mati!

Setelah mendengar semua itu, Lu Heng malah merasa sedikit bersalah.

Wajahnya menampakkan rasa canggung, tak tahu harus berkata apa.

Orang datang untuk bergabung, tapi malah kupukuli?

Bahkan membawa uang perlindungan lagi! Anak buah sepenurut ini di mana bisa dicari?

“Ka-kalau memang mau bergabung, kenapa tadi bersikap begitu sombong? Kukira kau anggota geng hitam,” Lu Heng menggaruk kepala, makin terlihat canggung.

“Karena kami ini Kelompok Bajak Laut Rambut Merah, tim paling hebat di angkatan satu! Harus punya wibawa. Sekalipun mau bergabung dengan orang lain, tetap harus dengan sikap paling angkuh!” jawab Qin Ze sambil berusaha menegakkan punggungnya, mencoba mengembalikan sedikit wibawa tadi.

Namun jejak air mata di wajahnya yang belum kering membuatnya terlihat sangat lucu.

“Baiklah… baiklah.” Sudut bibir Lu Heng berkedut, lalu ia menghela napas pasrah.

Orang ini sepertinya memang agak bermasalah.

Namun setelah dipikir-pikir lagi…

Tanpa mengubah ekspresi, Lu Heng menerima uang seribu lima ratus yuan itu dan berdeham dua kali. “Baik, kalian resmi bergabung.”

“Terima kasih, Bos… hiks…” Qin Ze menyeka air matanya, wajahnya masih tampak sendu.

“Sudah, jangan menangis lagi!”

Lu Heng menepuk bahunya.

“Kalau ada apa-apa, bicaralah baik-baik. Jangan bersikap terlalu arogan, nanti gampang dipukuli,” nasihatnya. “Anak muda jangan terlalu meledak-ledak.”

“Itu tidak bisa!” si Rambut Merah langsung tidak setuju. “Kalau tidak berapi-api, masih bisa disebut anak muda?”

Sudut bibir Lu Heng kembali berkedut. Ia lalu bertanya, “Ngomong-ngomong, kenapa kalian mau bergabung denganku? Aku tidak ikut-ikutan geng hitam.”

“Bos salah paham. Kami bukan geng hitam. Kami ini membentuk kelompok untuk melindungi diri sendiri, supaya tidak ditindas orang lain!” kata Rambut Merah dengan wajah serius.

“Melindungi diri?” Lu Heng mengangkat alis. “Lalu siapa musuhnya?”

Di benaknya terlintas berbagai pengalaman sejak masuk sekolah. Sejauh ini, belum ada yang benar-benar mencari gara-gara dengannya.

“Bos, Komite Disiplin sekolah itulah musuh kita!” kata Rambut Merah dengan tegas.

Matanya menyala penuh amarah saat menyebut nama itu. “Komite Disiplin semuanya terdiri dari para insan luar biasa yang kuat, kebanyakan mahasiswa tahun kedua dan ketiga.”

“Bos, mereka itulah geng hitam yang sebenarnya! Setiap hari berkeliaran di kampus tanpa kerjaan. Begitu melihat pelanggaran, langsung denda. Sekali denda bisa puluhan sampai ratusan yuan!” Rambut Merah makin bersemangat.

“Oh… aku ingat. Memang ada cerita seperti itu.” Lu Heng baru teringat rumor-rumor yang pernah ia dengar sejak masuk sekolah.

“Sesombong itu, masa tak ada yang berani melawan?” tanya Lu Heng, makin penasaran.

“Mereka semua insan luar biasa tahun kedua dan ketiga. Sementara sebagian besar siswa biasa saja. Siapa yang berani menyentuh mereka?” Rambut Merah mengangkat kedua tangannya dengan ekspresi tak berdaya.

“Contohnya soal kau melempar kotoran ke kantin tadi siang. Orang-orang cuma berani mengeluh di dinding kampus, tak ada yang berani benar-benar mencarimu.”

Lu Heng mengangguk pelan. “Kalau begitu memang masuk akal.”

Sekolah vokasi mereka termasuk yang peringkatnya hampir paling bawah secara nasional.

Total ada tiga angkatan, masing-masing sekitar enam ribu orang. Jika digabung, sekitar delapan belas ribu mahasiswa.

Dari delapan belas ribu itu, hanya tiga ratus orang yang telah terbangun sebagai insan luar biasa. Rasio sekitar 60 banding 1.

“Kalau begitu, mereka bersikap seenaknya begini pasti merusak citra sekolah, kan? Kalau nanti tak ada yang mau mendaftar, bagaimana? Masa kepala sekolah tidak peduli?” tanya Lu Heng.

Ia sendiri dulu sempat ragu mendaftar karena mendengar reputasi buruk Komite Disiplin.

Rambut Merah melambaikan tangan. “Bos, pernah dengar kalimat ini?”

“Bukan kamu yang memilih Akademi Teknik Vokasi Jiudaogou, tapi Jiudaogou-lah yang menerima kamu.”

Sudut bibir Lu Heng berkedut. “Itu benar juga.”

Nilai ambang masuk Akademi Teknik Vokasi Jiudaogou memang termasuk yang terendah secara nasional.

Yang masuk ke sini kebanyakan siswa dengan nilai paling rendah. Yang sedikit lebih baik pergi ke vokasi lain, yang lebih buruk lagi hanya bisa ke swasta.

Dalam kelompok yang serba kurang, Jiudaogou tetap jadi pilihan terbaik.

Rambut Merah menghela napas, sorot matanya pahit. “Jadi meski karakter Komite Disiplin buruk, tak masalah. Pendaftar tiap tahun tetap banyak. Kepala sekolah pun tutup mata.”

“Bahkan sebagian uang denda yang mereka tarik harus disetor ke kepala sekolah. Mana mungkin ada yang mengurus?” katanya dengan nada marah.

Wajah Lu Heng terkejut. “Sial, kalau begitu kepala sekolah jadi bos mafia dong.”

“Benar! Tepat sekali!” Rambut Merah menepuk kedua tangannya. “Sekolah kita peringkatnya rendah, sumber daya peningkatan juga paling sedikit, subsidi dana pun minim.”

“Lalu dari mana uang untuk membangun sekolah? Tidak ada! Dari mana siswa kelas spiritual bela diri dapat sumber daya? Suruh cari sendiri!”

“Karena itu Komite Disiplin muncul. Mereka mengumpulkan uang dengan mendenda siswa, lalu memakainya untuk investasi diri sendiri! Tak perlu masuk dungeon berburu monster, cukup jalan-jalan tiap hari sudah dapat uang!”

“Kau tahu penghasilan mereka sehari? Sekali denda dapat lima puluh yuan. Satu anggota bisa mendenda tiga puluh orang per hari. Sehari sudah seribu lima ratus! Ketua lebih banyak lagi!”

“Semua ini penindasan! Menguras keringat dan darah mahasiswa! Keterlaluan!” Mata Qin Ze menyala-nyala.

Mulut Lu Heng sedikit terbuka, jelas terkejut.

Apa?! Hanya dengan berkeliaran sudah bisa dapat seribu lebih per hari?!

Dan ketuanya lebih banyak lagi?!

Di benaknya muncul gambaran anggota Komite Disiplin dengan angkuh menarik denda. Hatinya bergejolak.

Anak buah Rambut Merah pun ikut bersorak marah:

“Benar! Mereka bukan manusia! Menindas mahasiswa lain saja belum cukup, bahkan kelas spiritual bela diri tahun pertama pun mereka ganggu! Katanya itu upacara penyambutan mahasiswa baru!”

“Aku sudah didenda ratusan! Katanya penampilanku buruk, merusak citra publik!”

“Mereka kejahatannya besar! Mereka kanker sekolah ini! Sebagai kekuatan mahasiswa baru, kita harus menyingkirkan mereka!”

“Karena itu Kelompok Bajak Laut Rambut Merah lahir! Kita harus bertarung mati-matian melawan Komite Disiplin! Jangan biarkan kekuatan gelap itu menindas kita!”

Tatapan Lu Heng menyapu mereka dengan mantap, ada sedikit kekaguman di matanya. “Tak kusangka, yang tampak paling seperti geng hitam justru kekuatan anti-mafia terbesar di kampus.”

“Bagus! Semangat!”

Lalu nada bicaranya berubah, “Kalau begitu… bagaimana caranya aku bisa masuk Komite Disiplin?”

Sial! Sekali denda bisa puluhan yuan.

Sehari mendenda puluhan orang, seribu lebih langsung masuk kantong!

Ini jauh lebih menguntungkan daripada kerja pabrik!

Di benak Lu Heng, angka-angka itu terus berputar, matanya dipenuhi hasrat pada uang.

“Anda hanya perlu… ha?” Qin Ze membeku. “Bos, Anda bilang apa?”

“Aku bilang, bagaimana caranya aku bisa masuk Komite Disiplin dan mendapatkan uang haram itu!” Wajah Lu Heng tanpa malu-malu menampakkan hasrat besar pada uang.

“Aku mau uang itu! Aku ingin maju!”

Kini ia benar-benar sudah memutuskan untuk bergabung dengan organisasi penghasil uang itu!

Wajah Qin Ze berubah drastis.

Lalu dengan penuh semangat ia berteriak, “Bos! Sadarilah! Tujuan kita adalah menghancurkan kekuatan gelap itu, bukan bergabung dengan mereka!”

“Jangan jadi seperti mereka! Jangan tercemar uang!” Suara Rambut Merah hampir serak, penuh kepedihan.

Tubuhnya gemetar karena emosi, kedua tangannya mencengkeram lengan Lu Heng, seolah ingin menariknya kembali dari jurang kejatuhan.

Namun tatapan Lu Heng justru makin teguh. “Tidak! Kalian yang tertipu anime penuh semangat itu! Kalian tak tahu bahwa uanglah yang paling penting!”

“Aku sudah memutuskan, aku harus masuk Komite Disiplin!” katanya sambil melepaskan tangan Rambut Merah. “Mulai hari ini, aku tak mau jadi orang baik lagi!”

Keadilan, moralitas—semua itu omong kosong.

Suruh saja mereka kerja pabrik beberapa hari, baru tahu semangat saja tak bisa mengenyangkan perut.

Menghasilkan uanglah yang nyata!

Apa yang dikatakan mentor pagi tadi benar sekali—menjadi insan luar biasa berarti harus melakukan apa pun demi naik level!

Lu Heng menganggapnya sebagai kebenaran mutlak!

“Tidak!”

Qin Ze tak pernah menyangka.

Awalnya ia ingin mencari pemimpin kuat untuk melawan tirani Komite Disiplin.

Tak disangka, malah membawa musuh kuat bagi dirinya sendiri?

Bersambung.....

1
EAKK
.
Khusus Game
bagus k. Cuman kalo bisa... covernya lebih menarik lagi🙏
Khusus Game: nahh.. jadi lebih GG👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!