Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 24 (Sebuah Pengakuan)
Veby duduk di samping Mark, Mark pun membenahi tempat duduknya sambil memandang mata Veby.
"Dengarkan aku! Jangan bertanya! Tetap tatap mataku! Dan jangan hiraukan yang lain!." Kata Mark. Veby hanya mengangkat kedua alisnya.
"Satu tahun yang lalu, aku tidak tau kenapa tapi aku terbangun di apartemen itu. Aku melihat sekeliling dengan tatapan asing. Aku mencoba keluar dan berusaha untuk bertanya pada salah satu orang, namun mereka melewatiku seperti aku hanya sebuah bayangan."
"Aku menagis, itu adalah hal yang tidak bisa ku ungkapkan. Aku mencoba beberapa kali mengatakan ini hanya mimpi. Tapi itu tetap tidak benar, mungkin aku sudah mati. Tapi aku tidak tau bahkan tidak ingat siapa aku sebenarnya dan dimana keluargaku? Apa mereka tidak mencari ku? Atau hawatir padaku? Atau mungkin juga mereka yang melakukan ini pada ku? Aku samaskali tidak tau hal itu."
"Hingga lima bulan setelahnya, aku bertemu dengan seorang pria, dan anehnya dia bisa melihatku.Aku merasa sangat senang waktu itu. Akhirnya semua yang ku alami hanya mimpi. Tetapi, sebenarnya dia lah iblisnya."
"Kau tau aku hanya sebuah perantara, tubuhnya akan membusuk jika tidak meminum darah. Kau tau apa yang ada di pikiran ku saat tau hal itu? Temanku satu-satunya setelah melewati masa sedih dan sepi. Akan hilang dengan sekejap."
"Aku tidak pernah membunuh siapapun. Aku kira aku dan temanku itu akan bersenang-senang, tapi dia menjadikanku sebagai iblis seperti dirinya. Dia memberikan aku sebuah bentuk berbeda yang bisa ku perlihatkan."
"Kau tau betapa inginnya aku menolong orang-orang yang ia siksa di apartemen ku itu? Aku melakukan kesalahan karena membawanya ke tempat ku. Dan kau tau? Jika bukan karena aku, entah sudah berapa banyak mayat yang tertumpuk di apartemen itu. Dia selalu menjilati darah yang berceceran."
"Karena itu aku selalu membuka pintu apartemen itu agar orang bisa melihat para mayat itu agar di kubur secara layak. Memang seharusnya kau pergi dari sini sejak awal." Kata Mark panjang lebar.
"Kenapa? Kenapa aku harus pergi?" Tanya Veby.
"Ini pelanggaran pertama mu. Karena kau adalah incarannya. Dia menginginkanmu, Purnama yang lalu, saat tepat kau sampai di sini. dia harus mendapat seorang gadis yang masih suci. Dan kala itu lah, dia melihatmu, dan aku juga melihat mu. Aku membuat permohonan agar kau tidak menjadi tumbalnya."
"Bagaimana jika dia memakanku saat kau tidak ada." Tanya Veby yang benar-benar takut.
"Kapan aku meninggalkanmu? Setiap malam aku selalu duduk di ujung raniangmu. Menunggu untuk kau tidur, andai aku bisa sepertimu. Entah sebahagia apa aku."
"Lalu apa sebenarnya kau?" Tanya Veby lagi.
"Itu yang coba kucari tau. Aku siapa? Aku dimana? Dan aku apa?"
"Lalu kenapa kau menghilang kemarin?
" Itu juga membingungkan, aku berakhir di sebuah rumah sakit. Entahlah, aku melihat Seorang wanita yang sedang berdoa. Dia tidak henti-hentinya mengatakan "Tolong selamatkan Jung-Yhuu." " Kata Mark.
"Lalu dimana kau mendapatkan nama Mark?" Tanya Veby dengan menyipitkan matanya misterius.
"Iblis itu memanggil ku dengan nama itu." Jawab Mark.
"Kau tidak mengingat namamu? Keterlaluan sekali."
"Kau mengejek ku? Hah?" Sambil menggelitiki pinggang Veby.
"Aaaaaaaw, jangan! Hentikan! Aku harus mengganti bajuku dulu. Lalu temani aku membuat Tugas rumah ku. " Sambil beranjak menuju kamarnya.
sejauh ini aku masih suka alurnya