Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 24
Serafin kembali mengingat saat ia menemui Aditya dan anak gadisnya di rumah sakit tadi siang,ia memang tak melihat wajah gadis itu dengan jelas namun Serafin tak menyangka jika gadis tersebut mempunyai wajah yang sangat mirip dengan Xarena ,gadis yang ia bunuh sebulan yang lalu.
Bukan hanya Serafin yang terkejut,para inti Abraham lainnya juga tak kalah kagetnya,bahkan Daniella sampai pingsan karna mengira Xarena adalah hantu karna Daniel selalu menyebutnya dengan sebutan kuntilanak.
" selamat malam om,tante " sapa Xarena sopan.
" kamu Queen kan...anak nya Aditya..?" tanya Darius seolah tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
" panggil saja Rena om "
Bukan hanya Darius yang keheranan Diana pun begitu,bagaimana mungkin 2 orang yang tidak ada hubungan darah bisa begitu mirip satu sama lain.
" kamu cantik sekali nak..." ucap Diana yang tanpa sadar maju menghampiri Xarena dan memeluknya.
" ma...itu Daniella kenapa...?" tanya Daniel keheranan.
" ya tuhan iya mama lupa,cepat bawa dia ke kamarnya ,biar mama yang temani Rena disini "
Daniel hanya mengangguk pelan lalu segera menggendong adik kembarnya itu,saat berjalan menuju kamar Daniella ,Daniel berpapasan dengan Serafin yang tengah berdiri di ujung tangga,mau tak mau Daniel pun tersenyum ke arah Sera yang sudah sejak dari tadi memandang lekat ke arahnya
Tidak langsung bergabung dengan Diana dan Darius yang kini tengah menjamu Xarena di ruang keluarga,Serafin sengaja menunggu Daniel turun terlebih dahulu agar ia bisa keluar menemui Xarena bersamaan dengan Daniel supaya terkesan sangat akrab dengan keluarga Abraham.
" Selamat malam semua" sapa Serafin.
" oh Sera...kemari lah,kenalkan ini Rena anak dari sahabat om Darius nah Rena...ini Serafin dia anak sahabat tante yang kebetulan bekerja disini sebagai asisten pribadi tante " ucap Diana menjelaskan.
" bagaimana dengan adikmu..? "
" dia hanya terkejut saat melihat Xarena pa...sebentar lagi dia pasti turun sendiri dan sudah mulai mengomel lagi seperti biasanya "
Setelah sesi perkenalan itu,mereka pun mengobrol dengan akrab seolah sudah lama saling mengenal,baik Darius dan Diana sama sekali tidak merasa canggung dengan Xarena,walaupun ini adalah pertemuan mereka yang pertama kali,lain halnya dengan Serafin,gadis itu lebih banyak diam dan memperhatikan,pandangannya selalu tertuju pada Daniel namun sayangnya tidak dengan Daniel.
Bukan Xarena jika tidak peka dengan situasi di sekitarnya,beberapa kali Serafin sengaja mencoba menyinggungnya,namun Xarena yang sudah sangat berpengalaman menghadapi wanita pick me itu bisa dengan mudah membalikkan keadaan.
" oh..ternyata baru 18 tahun,ya ampun aku kira kamu udah dewasa loh,habisnya berani banget main malam-malam gini ke rumah cowok,apalagi sampai menginap segala " ucap Serafin.
" iya kak,sebenarnya saya udah berusaha nolak,tapi mau gimana lagi,tadi bang Daniel sampai mohon-mohon ke saya supaya mau menginap sini,kalau kak Sera...tidur sini juga...disuruh atau jangan-jangan atas kemauan kakak sendiri yah...."
" asal kamu tau yah,aku itu asisten pribadinya tante Diana,tentu saja aku harus selalu ada di dekat beliau,bedalah sama kamu "
" ooo..cuma karyawan ternyata,padahal tadi aku kira kakak lebih dari itu loh,ternyata expektasi aku aja yang ketinggian"
Bukannya melerai,Diana,Darius dan Daniel malah menikmati perdebatan antara Serafin dan Xarena,bahkan mereka juga tak bisa menahan senyum saat Xarena berhasil mengimbangi kata-kata Serafin yang selalu terkesan memojokkan Xarena.
" tante...." rengek Serafin pada Diana.
" sudah....ini sudah malam,Daniel tolong antar Rena ke kamarnya supaya dia bisa beristirahat,dan kau juga Sera...tidurlah,besok kita akan sangat sibuk " ucap Diana mencoba tidak memihak siapapun.
Tanpa menjawab perkataan dari Diana,Daniel segera mengantarkan Xarena menuju kamar tamu yang sudah di siapkan untuknya.
"istirahatlah,kalau butuh apa-apa kau bisa langsung menghubungiku "
" terimakasih,selamat malam " ucap Xarena lalu segera memasuki kamar untuk beristirahat.
Namun lain halnya dengan Serafin,wanita itu masih setia di tempat duduknya walaupun Diana sudah menyuruhnya untuk segera pergi ke kamarnya.
" bukankah tante sudah menyuruh mu untuk segera beristirahat Sera...?" tanya Diana.
" tapi Sera belum mengantuk tante,Sera masih ingin mengobrol dengan tante dan yang lainnya" jawab Serafin sambil sesekali melirik ke arah tangga mencari keberadaan Daniel.
Tak berselang lama,Daniel yang sudah selesai mengantar Xarena masuk ke kamarnya,berjalan menuruni tangga di temani oleh Daniella yang ternyata sudah tersadar,segera Serafin merapikan penampilannya saat melihat Daniel berjalan menuju ruang keluarga.
" bagaimana keadaanmu Daniella ..?" tanya Serafin basa-basi.
" aku baik-baik saja,hanya sedikit terkejut " jawab Daniella.
" kau tidak ke kamarmu Sera..?" kini Daniel yang bersuara.
" aku belum mengantuk Daniel,aku masih ingin mengobrol dengan kalian " ucap Serafin malu-malu.
" sekarang aku tau alasan kakak mau melakukan pengawalan pada anak sahabat papa itu "
" papa dan mama juga sangat terkejut,bagaimana bisa dia mempunyai wajah yang sangat mirip dengan Xarena"
" tapi dia masih 18 tahun,itu usia yang terlalu muda bukan untuk menjadi pasangan Daniel " celetuk Serafin tiba-tiba.
kini semua mata tertuju pada Daniel seolah menunggu reaksi yang di berikan oleh pria tersebut
" tak masalah,aku hanya harus menunggu sebentar bukan,setidaknya 2 atau 3 tahun lagi sampai usianya cukup " ucap Daniel.
" kau tahu,saat pertama melihatnya tadi,papa sudah terpikir untuk merencanakan perjodohan kalian "
" apa kau yakin kak,jangan bilang kau tertarik padanya hanya karna dia mempunyai wajah yang sangat mirip dengan mendiang Xarena "
" mama setuju dengan apa yang dibilang Daniella,lebih baik pikirkan dulu Daniel,jangan sampai hubungan papamu dan om Aditya jadi renggang cuma gara-gara ini "
" sebenarnya dia gadis yang baik kok tante,tapi mungkin tadi dia tidak sengaja berbicara kasar dan memojokkan Sera aja. " ucap Serafin dengan expresi wajah memelas.
" oh ya...jadi menurut kak Sera..Rena itu bukan gadis yang baik buat kak Daniel.." celetuk Daniella yang malah sengaja memancing Serafin agar semakin membuat Daniel marah.
" bukan begitu,Rena baik,memang kebanyakan gadis yang lahir dari keluarga kaya itu manja,yah mungkin itu juga yang membuat dia bersikap kasar padaku,padahal aku hanya ingin bersikap ramah padanya tapi tak apa aku sudah memaafkan dia soal sikap kasarnya padaku tadi,mungkin dia merasa insecure melihat kedekatanku dengan keluarga Abraham " ucap Serafin dengan mimik wajah yang ia buat terlihat sesedih mungkin.
" bukankah...tadi kau dulu yang sengaja memprovokasinya " sahut Daniel yang mulai muak dengan kepura-puraan Serafin.
" tidak...aku tidak bermaksud seperti itu,aku hanya takut kalau dia hanya ingin memanfaatkan kedekatannya denganmu saja,kau tau bukan banyak sekali orang yang ingin menjalin hubungan baik dengan BLACKDIAMOND "
" dengar Sera....terimakasih sebelumnya tapi
aku memang sengaja mendekatinya agar dia bisa memanfaatkanku jadi kau tidak usah repot- repot mengkhawatirkan soal itu "
Tangan Serafin mengepal erat mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh Daniel,dalam hatinya sudah berhasil tertanam rasa kebencian pada Xarena karna merasa usahanya bertahun-tahun mendekati Daniel harus kalah dengan Xarena yang hanya bermodalkan wajah yang mirip dengan mendiang tunangan Daniel dulu.
Sudah hampir tengah malam,tapi Xarena masih terjaga dari tidurnya,gadis itu tengah sibuk memberi arahan pada duo pelayan recehnya Rina dan Siti untuk mengawasi keadaan di mansion selama ia tidak berada disana,Xarena yakin masih ada orang-orang suruhan Leon yang belum ketahuan olehnya.
Hal itu disadari oleh Serafin,karna ia pun masih belum tidur,seringai menghiasi bibir wanita itu saat ia tiba-tiba terpikir untuk mendatangi Xarena ke kamarnya dan memperingati gadis tersebut,siapa sebenarnya yang pantas untuk Daniel.
" tunggu aku disana gadis baik,sebentar lagi kita akan bersenang-senang " gumam Serafin.
" sebentar " teriak Xarena saat ia mendengar suara ketukan pintu dari dalam kamarnya.
" ngapain sih ni orang berkunjung malam-malam,dasar mafia kolor ijo" gerutu Xarena yang mengira kalau Daniel lah yang mengetuk pintu kamarnya.
Namun ternyata dugaan Xarena salah,dan betapa terkejutnya Xarena saat ia membuka pintu tiba-tiba saja ada tangan yang mencekik leher dan mendorongnya memasuki kamar dengan kasar hingga membuat Xarena terjatuh.
" halo Rena...kita bertemu lagi " ucap Serafin sambil mengunci pintu kamar dari dalam lalu tersenyum menyeringai ke arah Xarena.