Aku seorang wanita yang harus memikul beban kehidupan yang amat sangat pahit, hanya demi gengsi dan ambisi untuk menguasi anak laki-lakinya untuk harta dan tahta karena ingin dipandang oleh semua orang.
Awalnya kusangat bahagia karena dipersunting seorang calon imam yang mumpuni dalam segala hal, namun dengan berjalannya waktu semuanya terbuka dengan sengaja yang mengakibatkan buta mata buta hati, jangankan untuk mengerti pedulipun sudah tiada arti lagi.
Hidupku dihiasi dengan rasa penuh pana dan derita, hatinyapun sudah tak sanggup menerima karena duka yang mendalam. Padahal kuhanya pengakuan saja bukan ingin dimanja dan dipuja, pengakuan itu sudah luar biasa. Harta ku punya keluarga ku punya tapi pengakuan sebagai menantu buatnya kini tinggal kenangan semata.
Walau kelihatanya bahagia padahal kami sangat menderita karena perlakuan yang berbeda dan perhatian yang penuh dengan kebencian semata. Hilanglah semua harapan kini tinggal kenangan batu nisan jadi saksi kebencian seorang mert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PASKUD Official Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 24
Alhamdulilah makan sudah selesai, kami bersantai dulu menurunkan sisa makanan yang sudah masuk kedalam lambung, biarkan mereka bereaksi dulu menjadi energy.
Ayah
“Mamang dah siap jalan apa masih nambah hehehe….”
Mamang
“Siap pak, jangan ah kekeyangan entar yang ada tidur dijalan pak, bawa kendaraan entar siapa.”
Ayah
“Hehehe… kirain mau bungkus kitu.”
Mamang
“Ah bapak ada ada bae.”
Umi
“Seeet ih ayah mulai da, jangan begitu yah kasian mamang di becandain bae.”
Ayah
“Iya mah, maaf ayah mah biar kita semangat dang a boring diperjalanan nanti.”
Anak anak
“Yah kami dah siap.”
“Hayo kita lets go to home, udah pengen bobo cantik.” Imbuh mamah.
Kami melanjutkan perjalanan menuju kerumah sekitar 4 jam perjalanan yang harus kami tempuh. Disepanjang perjalanan si ayah terus bercandain kami semua, biar ga pada tidur katanya. Padahal udah lelah udah pengen bocin dah lemes banget. Tapi bener sih dengan bercandanya ayah kami jadi ga ngantuk dan ceria sampai rumah. Mudah mudahan kami semua bisa merasakan lagi liburan seperti ini, dan bahkan lebih meriah dengan ikutnya kake dan nenek bahkan keluarga besar yang lain.
Umi
“Yah bisakah tahun besok kita seperti ini tapi dengan keke dan nenek, umi pengen melihat mereka bahagia sama apa yang kita rasakan kita sekarang.” (padahal tak diakui ge).
Ayah
“Iya sayang, aku kan coba sampaikan keinginan umi kekeluargaku terutama sama kake dan nenek.”
Anak anak
“Iya bener yah, aku juga sama pengen liburan bersama sama kake dan nenek.”
“Mudah mudah yah mereka mau dan memberikan kasih sayang sama kita ya. Jangan lupa kalian berdoa biar hatinya luluh hehe.” Gumam ayah
“Yah aku punya usul bagaimana kalau mereke diberikejutan, kita bliin tiket untuk umroh ke mekah almunawaroh, mungkin itu yang akan membuka hati kek dan nenek mau mengakui kita. Gumam anak anak.”
“Usulan baik yah, umi setuju.”
“InsyaAllah sayang , kalau kalian setuju lusa kita kekantor biro haji ya kita tanyain syaratnya apa dan persiapannya bagaimana. Gumam ayah.”
Tak terasa perjalanan sudah mau sampai kerumah mungkin saking asiknya ngobrol ngaler ngidul yang membuat kami ngerasa bukan lagi perjalanan pulang.
Sesampainya kami dirumah, kami menurunkan semua bawaan dan menyimpannya di ruang makan. Kami rebahan dahulu sebelum istirahat tidur. Saking capenya badan terasa rentek semua,
Ayah dan anak anak lagi rebahan, aku langsung bersih bersih mandi, nyiapin air hangat buat mereka semua. Ku sebenarnya cape tapi aku harus menyiapkan buat mereka walau sudah disiapkan semua oleh bibi. Tapi ku kasian sama mereka sudah ngurus rumah, nungguin kami pulang ga tidur tidur.
Ku membangunkan ayah, biar mandi dulu pakai air anget supaya besok pres lagi, karena banyak urusan yang harus ayah bereskan, teruatama pengiriman barang keluar daerah, sementara ayah mandi, aku membaangunkan anak anak supaya pindah kekamar masing masing.
Mereka masuk kekamar masing masing dan aku berlalu ke meja makan sambil nunggu ayah nya selesai mandi. Kami makan dulu sebelum istirahat kasian bibi udah nyiapin makan dan aku udah pesen makan makanan yang harus disiapkan buat kami semua. Selesai makan kami berlalu kekamar untuk istirahat.
Esok harinya kami bangun bersiap mandi dan berangkat kerja ke kantor masing masing, anak anak masih libur jadi ga ku bangunkan agar merek bibi yang urus seperti bisa. Ku bilang sama bibi, “bibi maaf nanti anak anak bangunin dan suruh makan ya, sudah itu suruh beresin barangnya masing masing yang koper ibu sama bapa bibi yang beresin dikamarku ya bibi.” Gumam umi
“Iya ibu siap, saya laksanakan tugas ibu.” Bibi menjawab.
“Oke kalau begitu kami berangkat kerja ya bibi, jaga dirumah.”
semangat terus berkarya 👍👍
itu apa ya 🤔🤔
Sahur
sahuuuurrr
Terpaksa menikahi kepsek kejam hadir memberi like...
di tunggu ke hadirannya di karya ku ya...