NovelToon NovelToon
Tak Semanis Madu

Tak Semanis Madu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Poligami / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:44.9k
Nilai: 5
Nama Author: syarifatul hidayah

Bukan hanya tentang cinta. Tapi, tentang ikrar dari sebuah pernikahan itu sendiri. Mencintai, tapi tidak dicintai, rasa sakit yang bertubi-tubi. Yang pada akhirnya memilih pergi, setelah sebuah pengorbanan mewakili rasa cinta yang mendalam.

Dua kisah yang berbeda, tapi tujuannya sama. memperjuangkan pernikahan.

Aulya, nama yang simpel, tapi hidupnya penuh kesedihan. Menikah dengan Muhammad Zaen, laki-laki yang tidak mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syarifatul hidayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Pertengkaran Hebat

"Selaaaa,"

Mata Zaen membulat sempurna, wanita yang berdiri di hadapannya membuat Zaen tidak bisa berkata apa-apa.

Sela dengan senyum sinisnya, menatap Zaen penuh marah. Pak Ode yang berjaga di depan langsung pergi, ketika wanita yang di kejarnya sudah bertemu Zaen.

"Kamu laki-laki biadab, sudah pergi tanpa pamitan. Dasar bajingan kamu," Ujar Sela kesal, menampar Zaen penuh marah.

"Ayo kita bicarakan diluar, aku mohon jangan sampai Mama tahu kalau kamu ada disini."

"Aku gak peduli, yang aku mau, kamu kembali ke bali. Hidup denganku. Bukankah tanpa mereka kamu bisa berdiri sendiri." Teriak Sela.

Zaen membungkam mulut Sela, karena takut terdengar oleh Ibu Irma.

"Tolong pahami aku, kita harus bersabar, lihat Mamaku, dia sedang sakit." Zaen memohon untuk dimengerti oleh Sela.

"Kamu terlalu takut sama ibumu, sampai-sampai kamu harus pasrah di jodohkan dengan wanita pilihannya." Teriak Sela lagi. Dia sudah tidak bisa menahan amarahnya.

"Percuma kamu berpendidikan, tapi pikiranmu pendek. Yang namanya restu orang tua itu penting. Meski kamu membangun istana bersama Mas Zaen, tapi kalau kamu tidak bisa mendapat restu dari orangtua. Jangan pernah berharap akan bahagia. seharusnya kamu mencari perhatian bagaimana caranya bisa di restui oleh kedua orangtua Mas Zaen. Bukan malah sebaliknya, mengajak Mas Zaen pergi jauh meninggalkan orang tuanya yang sedang tidak berdaya." Ujar Aulya yang tiba-tiba datang.

Zaen dan Sela terkejut. Zaen menatap Aulya dengan tatapan malu, sedangkan Sela menatap Aulya penuh benci.

"Hei, semua gara-gara kamu ya, karena kamu menggunakan pelet suamiku jadi tunduk. Wanita gatal." Sela yang melangkah mendekat dan hampir memukul Aulya. Tapi tangan Zaen, menangkapnya.

"Sela, jangan main kasar," Bentak Zaen.

Sela menjadi sangat marah, karena Zaen tiba-tiba membela Aulya. Aulya tidak menyangka, jika Zaen peduli padanya. Dan masih membelanya.

"Kamu, lebih peduli padanya dari pada aku, kamu jahat Zaen."

"Aku tidak meembelanya, hanya saja kamu jangan main kasar, aku tidak suka." Nada Zaen masih tinggi.

"Kamu pilih aku atau wanita perebut ini?" Teriak Sela.

"Aku tidak bisa memilih Sel, karena antara kamu dan Aulya sama-sama wanita yang tidak bisa aku lepas."

"Mas, jangan khawatir, setelah Mama sembuh, aku yang akan pergi. Biar aku tidak dituduh perebut suami orang." Ujar Aulya yang tiba-tiba dirinya merasa sedih, karena dikehidupan Zaen, Aulya hanya dikasihani, dan di butuhkan untuk merawat ibunya, bukan dibutuhkan karena statusnya istri.

Aulya langsung pergi, hatinya terasa sangat sakit. Orangtuanya yang menjadi alasan Aulya, tetap ada disana. Selain karena sakit, Ibu Irma dan Bapak Fakhri juga masih paman dan Bibiknya.

Rasanya sangat berat melewati setiap tangga, tapi semua sudah terjadi, seakan Aulya dihantam ombak besar, yang di biarkan terombang ambing.

Di luar, Zaen memaksa Sela keluar. Membawanya sampai di depan gerbang.

"Kita pergi dari sini," Ajak Zaen, sambil menyetop taxi.

Karena kesal, akhirnya Sela mengikuti kemana Zaen membawanya. Tidak banyak bicara lagi, karena pertengkaran yang sejak tadi terjadi, membuat Sela murung.

Mobil berhenti di depan sebuah hotel. Mereka pun turun, Sela mengikuti Zaen yang masuk dan memesan kamar.

Setelah mengambil kunci kamar, mereka menuju kamar bersama.

"Kamu istirahat dulu," ujar Zaen pelan.

"Aku masih marah sama kamu, karena kamu lebih memilih dia,"

"tidak memilihnya, tapi dia tanggung jawabku, seharusnya kamu berbaik hati padanya. Karena aulya masih memberi kebebasan kepada kita. Bukan malah membuat kacau semua,"

"Apaaa, kamu gak lagi salah bicara kan? Yang salah itu dia, lantas kenapa aku yang disuruh berbaik hati padanya." Masih dengan nada ketus.

"Sudahlah, aku malas membahas masalah ini. Sebaiknya, kamu pulang dulu ke bali. Aku akan berusaha bicara sama Papa, agar mau menerimamu."

"Aku akan pulang ke Bali, jika kamu ikut pulang."

"Pilih pulang atau aku blokir ATMmu, biar sekalian kamu gak bisa berbuat apa-apa." Ancam Zaen.

Tentunya membuat Sela kesal dan marah, lagi-lagi Zaen membuat dirinya sakit hati.

"Oke-oke, aku pulang. Tapi, kamu janji tidak akan meninggalkan aku kan?"

Zaen mendekati Sela, memeluknya.

"Menurutlah padaku, aku juga lelah, aku hanya berharap kamu mau sedikit bersabar." ujar Zaen pelan.

Sela tidak menjawab, karena masih dalam keadaan marah. Lama sekali memeluk Sela, tanpa terasa kedua sejoli itu sudah lupa akan pertengkaran mereka. Yang ada hanya ******* rindu diantara keduanya.

🌻🌻🌻🌻🌻🌻

Disisi lain, Didepan pesantren tepatnya di halaman rumah Kiai Furqon, mobil Lexsa sudah siap di parkir oleh pak iman karena mobil pesantren semua terpakai, maka Lexsa menawarkan mobil pribadinya untuk di pakai mengantar umik Ainun.

"Lexsa," panggil Gus Fariz, yang mengantar Umik Ainun keluar.

"Iya, Gus?"

"Saya minta tolong, jangan ngebut, hati-hati dijalan. Handphonenya jangan lupa dibawa. Supaya kami bisa memantau dari sini." pesan Gus Fariz. Tanpa senyum dan terlihat serius.

"Baik Gus, saya akan menjaga Umik."

"Fariz, kamu banyak berpesan. Kasihan Lexsa, dia pasti bisa jaga umik dan akan hati-hati."

"Tapi, Fariz Khawatir sama Umik." Ujar Fariz.

"Dan umik akan baik-baik saja."

"Sudah, cepat berangkat. Ini sudah siang, nanti malah telat sampai disurabaya." ujar Kiai Furqon.

Umik Ainun langsung duduk di belakang, sedangkan Ustaza hana menemani Lexsa di depan.

Mobil mewah milik Lexsa sudah keluar dari halaman pesantren. Banyak mata yang melihat, mungkin karena Lexsa seorang perempuan, dan terlihat asing disana.

peejalanan yang cukup jauh, membuat Umik Ainun merasa sangat lelah duduk lama.

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00, tanpa banyak bicara Lexsa masuk ke parkiran hotel.

"Loh, kok disini, kita cari masjid saja untuk sholat."

"Maaf Umik, saya takut di salahkan Gus Fariz, jadi sebaiknya istirahat sebentar dan sholat juga. Nanti lanjut perjalanan lagi. Jenengan pasti capek." ujar lexsa sopan.

"Terimakasih, sudah memperhatikan saya."

"Sama-sama umik. Ustazah, mari di bawa mukenahnya. Saya ke resepsionis dulu.."

"Baik, mbak Lexsa."

"Lexsa, ini uangnya,"

"Ada umik, Lexsa ada,"

"Jangan, itu uang jajanmu,"

"Umik jangan khawatir, saya ada Voucher juga buat istirahat disini "

"Makasih Ndok, semoga Allah balas kebaikanmu."

"Amin."

Mereka bertiga masuk ke kamar yang begitu luas. Sholat duhur berjamaah dan langsung istirahat. jam dua, mereka melanjutkan perjalanan. Menuju ke pesantren sunan ampel, sedang Lexsa dan Ustazah hana menunggu di pondok putri. Setelah acara undangan selesai, Lexsa diminta mengantar Umik ainun ke Makam sunan Ampel.

Makam Sunan Ampel yang terletak di Surabaya memang tidak pernah sepi pengunjung, karena kebiasaan orang muslim di Indonesia yang unik yaitu senang mengunjungi makam orang penting seperti sunan serta ulama terkenal di Indonesia. Wisata Religi Sunan Ampel, terletak di Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur.

Bagi Lexsa, itu hal pertama yang pernah dikunjungi. Karena sebelumnya, hanya makam ibunya sendiri yang di datangi.

"Lexsa, ayo turun," Ajak umik.

"Iya Umik," Jawab Lexsa.

"Kamu pernah kesini?"Tanya Umik, pada Lexsa.

"Belum pernah, Karena lama tinggal diluar negeri." jawab Lexsa pelan.

Sambil melangkah menuju makam, Hana dan Lexsa mengiringi Umik Ainun di belakang. Setelah sampai di area makam, mereka duduk berjejer dan mengaji bersama.

Tak lama setelah selesai, mereka langsung menuju mobil. Tiba-tiba saja sebuah motor melaju dengan kencang, dak akhirnya.

Bruk... Aaaaaaa.

1
Dewi Dama
kok di sisksa sama zain parah...bangat salah ketiknya
Dewi Dama
kok aurel...autoor nya ngantuk y
Dewi Dama
arumi siapa..membingungkan
Amilawati
TDK sella TDK Aulia sama perempuan murahan
Yunita Rimbe
cerita tdk jls
Yunita Rimbe
novel toon klw mlas cari cerita yg kreatif d jgn d up dong, kita sd hbis kn data, baca cerita bgtu" smua, sklian d hpus sja aplikasi novel toon mls aq ceritanya sm smua
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terima kasih banyak ka Iffa 😊 Semoga dilancarkan dan sukses untuk RL nya dan semangat untuk berkarya kembali
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Ooohhh ternyata bapak Fakhri dulu menduakan bu Irma juga... buah jatuh tak jauh dari pohonnya yaa.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Ada beberapa kesalahan dalam penulisan nama ya kak, seharusnya Sela ditulis Aulya, di paragraf terakhir seharusnya di tulis Sela ditulis Zaen.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜: paragraf ketiga sebelum paragraf terakhir maksudnya.
total 1 replies
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terimalah setiap rasa sakit yang Zaen berikan kepadamu Aulya bukankah itu juga kemauanmu... Maaf bukan maksud menentang pernikahan poligami. Tapi setiap orang berbeda pemahamanmya🙏
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Hhhhhhmmmm... sudah tertebak, Zaen mencintai Aulya dan juga Sela.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Tidak mau Aulya pergi tapi tidak mau melepas Sela juga yaa mas Zaen...
May Apa Adanya
gk sabar kedok si sella kebongkar..
Ni Putu Kasihlini
Lanjut kan ya
Ni Putu Kasihlini
Lanjut ,ceritaya bagus
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Yesss Aulya tidak ada di rumah orang tuanya. Biarkan Zaen merasakan penyesalan dulu... jangan pertemukan Aulya dengan Zaen. Enak saja kalau langsung bertemu.
Ir⍺ ¢ᖱ'D⃤ ̐☪️ՇɧeeՐՏ🍻𝐙⃝🦜
Terus Aulya harusnya gimana mas Zaen... tetap diam walaupun terus-menerus kau sakiti hatinya.
May Apa Adanya
aulya gk bakal kerumah orang tuanya zaen..
ratapi penyesalanmu..
apalagi ketika kau liat perlakuan istri tersayangmu pada ibumu kau akan nyesel zaen telah mempertahankanya...
aliffzharif
bagus aulya..
May Apa Adanya
biar rasa kau zaen.. belum dengar penjelasan langsung main mulut aja..
pergi yg jauh aulia biar zaen tau rasa..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!