NovelToon NovelToon
Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:793.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kamal Fauzi

Petualangan Pendekar Muda yang sangat berbakat namun tidak pandai memahami kehidupan.

Hingga akhirnya dia mengalami berbagai pertemuan dan perpisahan dalam hidupnya.Dapatkah dia menemukan arti dari kehidupan yang penuh pertarungan yang di jalaninya dengan menggunakan pusaka cincin penguasa yang memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar?


Jika ada kesamaan nama,tempat dan kejadian mohon di maklumi karena cerita ini bersifat fiktif.Terima kasih dan selamat membaca bagi yang membacanya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kamal Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Tumenggung Raharja

Sena terus berjalan menyusuri kota Rando. Rencananya ingin mencari tempat tenang untuk istirahat namun perutnya menginginkan makanan.

"Sebaiknya saya kembali kehutan untuk berburu". Sena mempercepat langkahnya menyadari tak memiliki 1 koin pun uang

untuk membeli makanan.

Ditengah perjalanan dia berpapasan dengan kelompok prajurit yang mengawal seorang pemuda berpakaian bangsawan yang duduk diatas kuda putih. Semua orang yang melihatnya menunduk tanda penghormatan kecuali Sena yang tak mempedulikan adab seperti itu. Pemuda bangsawan yang melihat hal itu geram dan berteriak.

"Beraninya kau tidak menghormatiku, Saya Hartanta Praba Anak Pemimpin Kota ini". Sena tak bergeming malah terus melangkah melewati rombongan itu.

Hartanta Praba yang melihat itu naik pitam hingga memerintahkan seluruh prajurit kota rando yang mengawalnya menangkap Sena.

"Tangkap Pemuda itu, akan kujadikan dia budak pencuci sepatu". Dua Prajurit berlari menangkap sena namun begitu mendekat tubuh mereka ambruk.

Sena berbalik dan menatap Hartanta yang masih berada diatas kuda.

Hartanta sejenak melihat Sena memiliki Mata tajam berwarna cokelat berbeda dengan penduduk dataran Java. Sebenarnya dia cukup segan melihat sena mampu melumpuhkan 2 prajurit kerajaan tanpa mengeluarkan jurus namun melihat masih banyak prajurit kota Rando yang akan melindunginya, Dirinya masih tersenyum sombong.

"Apa yang kalian lihat !!! Serang pemuda itu." Hartanta kembali berteriak . Sebelum prajurit bergerak sena telah melesat dengan kecepatan yang tak mungkin diimbangi prajurit kota Rando. Sena melakukan pukulan dan tendangan yang langsung melumpuhkan para prajurit. Waktu seakan terasa lambat saat sena bergerak dengan kecepatan penuhnya. Bagi Sena menyelesaikan pertempuran dengan cepat adalah pilihan paling tepat sehingga dia tidak akan segan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melumpuhkan lawan.

Hanya beberapa detik, lebih selusin Prajurit Kota Rando telah meringis kesakitan karena pusat tenaga dalamnya hancur bahkan beberapa orang sudah pingsan. Melihat kejadian didepannya begitu cepat, Hartanta bahkan melototkan mata dan membuka lebar lebar mulutnya tanda tak percaya.

Sena hanya terus melangkah mendekati Hartanta yang wajahnya secara cepat berubah menjadi pucat dan ketakutan. Suaranya bahkan susah untuk keluar.

Kuda yang di naiki hartanta segera berlutut saat Sena mendekat dengan aura kegelapannya. Hartanta pun terjatuh dan langsung bersujud di depan Sena.

"Ampuni saya pendekar, Saya akan menuruti semua permintaan t.....Akhhhhhhhhh". Hartanta dengan terbata bata berusaha berbicara namun aura kegelapan telah membungkus lututnya dan menghancurkan seluruh tulang di kakinya.

Teriakan penuh kesakitan keluar dari mulut hartanta. Sena berbalik dan segera menjauhi Hartanta yang masih terus berteriak pilu. Baginya Suara itu mengotori pendengarannya.

Melihat Sena berjalan, penduduk yang melihat hal itu membuka jalan dan tak berani menatap sena.

***

Isyana terus mondar mandir di dalam kamar. Dia terus memikirkan perkataannya terhadap Sena yang terlalu kejam padahal pemuda itu berusaha menyembuhkan Ayahnya.

Hampir 3 jam dia menanti kepulangan Sena di dalam kamar ayahnya, karena dia yakin bagaimanapun Sena akan datang menemui ayahnya saat sadar nanti. Dan saat itu tiba, Isyana akan meminta maaf yang sebesar besarnya.

Senyumnya terbentuk saat memperhatikan pintu kamar perlahan terbuka namun senyum itu berubah ketika melihat 2 orang yang muncul.

Tumenggung Raharja dan seorang pemuda yang melindungi Isyana di hutan kota rando memasuki kamar dimana Dewa Tabib terbaring.

Isyana yang melihat kondisi pemuda didepannya penuh luka merasa bersalah. Karena pemuda didepannya yang melindunginya dari serangan tengkorak merah sebelum kedatangan Sena, bahkan Isyana telah beranggapan pemuda didepannya telah tewas.

"Hormat pada Tumenggung Raharja". Isyana segera membungkuk dan matanya beralih ke pemuda di samping Tumenggung.

"Dan saya mengucapakan terima kasih kepada tuan pendekar karena telah melindungi saya saat di hutan kota Rando". Isyana tak berani menatap mata pemuda di depannya karena merasa bersalah meninggalkan orang yang membantunya.

Pemuda itu masih terus menatap Isyana. Baginya isyana adalah lambang keanggunan dan ketentraman karena wajahnya yang teduh.

"Tidak apa apa Putri Isyana. Saya bahagia melihat anda dalam keadaan baik baik saja, Oh ya nama saya Arjunta". Pemuda itu tersenyum sambil mengulurkan tangannya namun hanya di balas dengan anggukan oleh isyana.

Raharja yang melihat drama di depannya memecah suasana canggung itu. "Bagaimana Keadaan Ayahmu Isyana? ".

"Sebentar lagi ayah saya akan sadar karena sebagian besar racunnya telah keluar". Isyana segera menjawab pertanyaan Tumenggung Raharja.

"Lalu di mana pemuda yang bersamamu di hutan itu". Tumenggung Raharja menatap Isyana penuh penyidikan.

Isyana agak ragu mengungkapkan keberadaan Sena namun dia sangat menghormati Tumenggung Kerajaan Kumbara. Tapi sebelum isyana membuka mulutnya terdengar suara lirih di belakangnya.

"Nampaknya Tungga Wijaya akan sadar". Tumenggung Raharja menatap Dewa Tabib yang mulai membuka matanya.

#Mohon dukungannya dengan like,koment dan jadikan favorit 🙏🙏🙏

1
Bang Haji
Ini cerita novel terbaik yg pernah saya baca... Luar biasa..
Daryus Effendi
justru bertele tele membosankan thor
Feri Hermanto
Luar biasa
Rahman Hartomo
guuru letoy
Asep Tile
Duh bos harusnya sena itu ama anak raja biar endingnya lebih pas. Kan putri raja punya tubuh abdi
Sak. Lim
kox smbong arogan sic mc nya jdi mles bacanya
Sak. Lim
munafik mc nya lebay
Ruslan Koban
ceritanya bagus mohon di lanjutkan
Zarabex
lanjut Thor 👍 mantap
Suparno Suparno
menurut Saya ceritanya bagus dan terarah . g melenceng dari judulnya ....Saya Suka...
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Indra Kirana
cerita nya nggak tau mana awal mana akhir
Andang Yuliyanto
bagus


nagus...bagus
Sigit Purnomo
wow nasi bakar joooooossss
Sigit Purnomo
ojoooooossss
Sugiri
sunggguh luar biasa kekuatan sena seorang diri mampu memporak porandakan ratusan pasukan topeng perak lanjut
Sugiri
benar 2 sangat seru pertempuan sena melawan topeng mas
Sugiri
sadis ngeri kelakuan sena membantai mahluk binatang buas
Sugiri
pantesnya dujuluki pendekar salju
Sugiri
isnaya diam2 menaruh hati sama sena trlihat sekali dengan sikapnya kasian deh luo ajunta.
Sugiri
terungkap sudah trnyata arya sena keturunan dari keluarga trhormat siapa kedua orang tua arya kenapa dititipkan bi ratih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!