NovelToon NovelToon
Garin Moor

Garin Moor

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Kebangkitan pecundang / Romansa / Sistem / Tamat
Popularitas:136.4k
Nilai: 4.6
Nama Author: Alveandra

Alvin Moor yang sudah Sukses dengan bantuan System. Dia lengah karena terlalu hidup nyaman.

Walaupun ada Klon System yang selalu menjaga mereka dan Klon System Spesial yang bisa melakukan segalanya. Tapi nyatanya masih ada musuh Keluarga Moor yang bisa menembus penjagaan mereka.

Kehidupan Alvin sudah cukup, hingga System tiba-tiba menghilang. Namun, anak Alvin tanpa di duga menjadi sangat Cerdas.

Apakah dia reinkarnasi System?
Ataukah hanya kebetulan saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masa Depan

Renty tidak tahu mau menjawab pertanyaan Garin dengan kalimat apa, karena semua ucapan Garin ada benarnya, jika ada orang yang mengetahui kekuatan-nya, tentu saja akan banyak ilmuwan yang mengincarnya, untuk di jadikan obyek penelitian.

Renty tidak berkata-kata lagi hingga sampai di kediaman Garin. Dia sekarang hanya bisa mempercayai ucapan Garin saja.

...***...

Sementara itu di tempat Royan, lagi-lagi dia mengamuk karena rencananya selalu gagal dan yang menggagalkan-nya orang yang sama.

"Kalian semua bodoh! Hanya melawan anak kecil apa susuannya?!" raung Royan marah.

"Bos, pengawal Bocah itu sangat kuat, di tambah bocah itu juga bisa bertarung, Holi saja tidak bisa mengalahkannya Bos!"

Rangan kanan Royan menceritakan, bagaimana Holi, si pria kekar dapat di kalahkan dengan mudah oleh Garin.

Royan menyipitkan matanya "apa kamu sedang mempermainkan aku? Kamu pikir aku bodoh hah? Mana ada Bocah yang bisa bertarung!"

Royan tidak percaya sama sekali dengan ucapan anak buahnya, karena mau bagaimana pun belum pernah ada anak kecil yang bisa melawan pria dewasa, apa lagi Holi yang merupakan salah satu petarung terbaiknya di kalahkan oleh anak tersebut.

Tangan kanan Royan tidak bisa berkata-kata, tapi dia kemudian memiliki ide untuk mencari rekaman cctv yang ada di daerah tersebut agar Royan percaya padanya.

"Tuan, kenapa anda tidak menyuruh Howe untuk mencari video pertarungan kita." ucap tangan kanan Royan pongah.

Howe anak buah Royan yang merupakan Hacker, kemampuannya lumayan, meski tidak bisa di bandingkan dengan Garin.

Royan mengerutkan keningnya, tapi dia menerima ide dari anak buahnya tersebut dan langsung memanggil Howe.

Howe tanpa basa-basi mengerjakan tugasnya, Royan dengan seksama memerhatikan pekerjaan Howe yang sedang berselancar dengan data-data yang tidak Royan ketahui sama sekali.

"Dapat Tuan, ini videonya." Howe memutar laptopnya, dia menunjukkan Video Pertarungan anak buahnya pada Garin.

Betapa terkejutnya Royan ketika melihat Garin yang menghajar puluhan anak buahnya dengan sangat mudah.

"Bagaimana mungkin?" ucap Royan yang tidak percaya kalau Garin benar-benar bisa mengalahkan anak buahnya.

"Tuan, sepertinya dia bukan anak biasa, kami sudah mencari informasi tentang dirinya saja tidak bisa, benarkan Howe!" tangan kanan Royan buka suara lagi.

"Benar Tuan, datanya seolah di sembunyikan, kemungkinan besar dia juga memiliki Hacker yang lebih hebat dari saya." ucap Howe tidak berdaya.

Royan mengepalkan tangannya, masalahnya saja dengan Alvin belum selesai, kini di tambah ada anak kecil yang kekuatannya seperti super Hero saja.

Royan yakin jika masalah yang di hadapinya akan semakin sulit. Royan tidak tahu saja sebenarnya musuh dia masihlah sama Keluarga Moor.

"Kita harus menyiapkan rencana lebih matang lagi kalau begini, lupakan anak keluarga Rox! Kita cari orang yang kuat untuk menghadapi bocah sialan ini!"

Royan memutuskan untuk menarik diri dari perburuan Renty, karena setelah melihat Pertarungan anak buahnya, dia yakin kalau dirinya tidak bisa mengalahkan Bocah tersebut.

Lebih baik menyusun rencana kembali, setidaknya agar usahanya tidak sia-sia setelah sembilan tahun menunggu.

Namun, kenyataan-nya Royan harus menelan pil pahit, dia tidak bisa menembus sama sekali kekuatan keluarga Moor.

Hingga akhirnya beberapa tahun berlalu Royan menghilang entah kemana, tanpa mengganggu keluarga Moor lagi.

...***...

Sebelas tahun kemudian di kediaman keluarga Moor, terlihat Alvin dan Jeni yang sedang bermain dengan anak keduanya yang baru berumur 4 tahun.

Avrilia Moor, dia terlihat seperti Jeni, meski masih belia kecantikannya sudah terpancar, membuat siapa saja yang melihatnya akan sangat gemas padanya.

Dari lantai atas, turun seorang pemuda gagah dengan tubuh yang di balut setelan Tuxedo berwarna biru berjalan mendekat ke arah Alvin dan Jeni.

"Ayah, Ibu Aku berangkat dulu." ucapnya ketika sudah di dekat kedua orang tuanya.

Jeni menoleh ke arah pemuda tersebut yang tidak lain adalah Garin yang sudah tumbuh menjadi seorang pria yang gagah dan berkarisma.

"Kamu gak sarapan dulu sayang?" tanya Jeni lembut.

Garin melihat arlojinya yang melingkar di lengan kirinya "tidak Bu, aku sudah terlambat, dia pasti bakal marah nanti sama aku."

"Ya sudah, hati-hati di jalan."

Jeni sekarang sudah tidak seposesif dulu ketika Garin masih kecil, mungkin karena kehadiran Avrilia jadi dia sudah sedikit bisa melepaskan Garin.

Jeni sadar kalau mengekang Garin terus juga tidak baik, apa lagi Garin sekarang sudah dewasa, dia juga sudah memegang seluruh perusahaan Alvin, kecuali yang di Nerika, masih Alvin pegang sendiri.

"Adik kamu bagaimana kabarnya di Agles?" tanya Alvin menanyakan anak Arisa yang memang sekarang tinggal di Agles yang akan di tuju Garin.

"Mereka baik, Nenek juga titip salam buat kalian."

Garin yang sering keluar kota memang selalu mampir ke tempat Sera dan Arisa yang lebih memilih tinggal di kota Agles, dari pada tinggal dengan Alvin dan Jeni.

Alasan Arisa lebih memilih tinggal jauh dari Alvin, sudah jelas karena dia tidak ingin terus menerus jatuh cinta dengan kakaknya. Jadi dia memutuskan untuk menjauh dari Alvin.

Sementara Sera tidak tega kalau Arisa tinggal seorang diri, karena Arisa seorang Wanita dan belum memiliki pelindung. Mereka berdua di belikan tempat tinggal oleh Alvin di kota Agles, hingga akhirnya Arisa menikah dengan seorang pria yang ada di kota tersebut.

Arisa sudah memiliki seorang anak laki-laki, Ramsey Moor, umurnya baru 3 tahun, lebih muda dari anak kedua Alvin dan Jeni.

Alvin menyuruh Arisa menggunakan marga Moor pada anaknya, karena dia tidak ingin memutuskan hubungan dengan mereka. Saria tentu saja menerima dengan senang hati, pasalnya dengan begitu anaknya tidak perlu khawatir dengan masa depannya.

"Kamu lama sekali Garin!" tegur Wanita dewasa yang sudah menunggu Garin di Mobil.

1
Eckho Mbahkokz
Luar biasa
Lizz Aris
ceritanya tergantung... abisnya begitu aja.. /Hey/
Said Rizki Sidik
lah, abis bgtu aja?
Awin Sandika
Luar biasa
vano stev
eh mana lanjutan nya?
Tyas
hmm....
Tyas
mantap.... 👍👍
kurdi sumara
TIDAK BERLANJUT
Riaaimutt
ku cari2 alvin moor ternyata garin moor
pantas gak ketemu
A Mi
Othor nya kebanyakan novel jd bingung mau melanjutkan
Nanik Purba
kok gak ada ada kelanjutannya bang... 🤔🤔🤔🤔🤔
Nanik Purba
akhirnya garin jadian sama renty , , 💃💃💃💃💃
Nanik Purba
siapa wanita dewasa itu 🤔🤔🤔🤔 pasti renty, ,🤗🤗🤗🤗🤗
Nanik Purba
aaaaa...mantab bgt garin, ,
Nanik Purba
keknya garin naksir renty, , 🤔🤔🤔🤔
Nanik Purba
Aku jg mau punya suami kek Alvin...ganteng_setia_tajir_kuat 😘😘😘😘 sayangnya cm ada di dunia novel abang author aja.. 😌😌😌😌😌
Sii Jamal: anjayy 🤣
total 1 replies
Nanik Purba
saria mencurigakan 😏😏😏😏😏
Nanik Purba
judul novelnya_gariin moor...anaknya alvin bang? aku mampir lagi di novelnu bang, , 🤭🤭🤭🤭🤭
Rumahku Syurgaku
Saria pengkhianatnya
Alghifarrie
ini kelanjutan dari "Sistem check in Pikiran" apalah itu ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!