Karena sebuah kesalahan satu malam, Ayaneru terjebak bersama seorang pria asing yang membuatnya hamil.
Namun Ayaneru yang sebenarnya sudah dijodohkan dengan seorang pria terhormat, memutuskan untuk pergi ke luar negeri karena merasa kotor dan tak pantas. Hingga dia ingin menggagalkan perjodohan itu dan malah berniat untuk merawat bayinya seorang diri.
Namun, 5 tahun kemudian Ayaneru kembali ke Tokyo dengan membawa kedua buah hatinya yang sangat jenius.
Apakah takdir akan mempertemukan mereka dengan sang ayah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Wanita Sihir
Reo melenggang bersama Leon dan Leona menyusuri koridor bernuansa putih kebiruan dengan gaya mewah dan elegan itu. Namun tiba-tiba saja mereka mulai berpapasan dengan seorang wanita berpakaian modis dan sangat sexy.
Wanita cantik nan modis yang tak lain adalah Maria itu kini mulai menatap aneh Reo dan kedua anak kembar itu. Tatapannya sangat terlihat jika Maria sangat tidak menyukai Leon dan Leona. Namun sesegera mungkin Maria segera menutupi semuanya dengan senyuman manisnya.
"Hallo, Reo!! Kamu mau pergi kemana? Bukankah kamu masih ada beberapa meeting bersama beberapa klien di sini?" sapa Maria dengan ramah, padahal sebenarnya Maria ingin sedikit mengorek informasi mau kemana Reo pergi saat ini? Ditambah lagi Reo juga mengajak kedua bocah kembar itu.
"Gavin akan menggantikanku, Maria. Tenang saja. Dan aku akan keluar sebentar." jawab Reo dengan santai.
"Tapi, Reo ... sebenarnya siapa kedua anak ini? Dan mengapa kamu pergi bersama dengan mereka? Bagaimana jika sampai tertangkap oleh media? Kamu seorang yang begitu populer dan sangat terhormat. Dan statusmu masih single, namun tiba-tiba saja kamu malah membawa kedua anak ini kemana-mana? Bagaimana jika reputasimu hancur? Bagaimana jika mereka membuat berita miring tentang kamu, Reo?" ucap Maria yang terdengar sangat mengkhawatirkan Reo.
Cih ... siluman ini begitu licik dan berbahaya! Sepertinya dia begitu terobsesi kepada papa Reo dan tak akan segan untuk melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan papa Reo.
Batin Leon menatap tajam Maria.
"Hai, Wanita sihir!! Memang apa salahnya jika paman Reo bersama dengan kami? Kami kan hanya berteman dan bermain saja! Memang apa salahnya, Wanita sihir yang sangat cerewet! Mengatakan hal itu seolah mengkhawatirkan paman Reo! Padaha sebenarnya untuk kepentinganmu sendiri bukan?!" cerocos Leona merasa kesal dan sangat blak-blakan.
Woaa ... adikku Leona memang yang paling keren!! Ternyata Leona juga sepemikiran denganku. Baguss!! Lanjutkan, Leona!!
Batin Leon berbinar menatap sang adik.
Sedangkan Reo malah terlihat mengulum senyum karena melihat kelakuan Leona yang menurutnya sangat berani namun lucu.
"Apa?!! Wanita sihir?!" celutuk Maria sangat syok dan seketika membatu saking kesalnya mendengar ucapan dari Leona.
Dasar siluman kecil ini sungguh sangat berani sekali! Pasti mamanya yang mengajarkan semua ini! Maria!! Jangan tersulut dan terpancing!! Hadapilah kedua anak ini dengan cara manis dan elegan, Maria! Apalagi saat ini Reo sedang berada di hadapanmu bukan? Bersikaplah manis dan lemah lembut, Maria!
Batin Maria berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri.
"Adik kecil, memang tidak salah kok jika paman Reo bermain bersama dengan kalian. Namun tante hanya mengingatkan saja, karena paman Reo adalah bukan orang biasa. Dia adalah orang penting dan sangat populer dalam dunia bisnis. Selain banyak orang yang menyukainya, pasti akan banyak orang juga yang tidak menyukainya dan selalu ingin untuk menjatuhkannya. Jadi setidaknya kita harus mengantisipasi saja." ucap Maria dengan manis dan tersenyum menunduk menatap Leona.
Namun padahal di dalam hatinya, Maria benar-benar merasa kesal dan menahan amarahnya, terlebih Leona sudah memanggilkan dengan nama wanita sihir.
"Termasuk tante sihir ya yang ingin menjatuhkan paman Reo?" celutuk Leona dengan sengaja dan memasang senyuman lebar menatap Maria.
Lagi-lagi Maria menjadi kesal, hingga wajahnya mulai memanas kembali. Namun Reo segera mengajak kedua anak kembar itu untuk segera memasuki elevator VIP.
"Maria. Kami akan segera pergi dulu! Lakukan pemotretan dengan baik ya!" ucap Reo dengan santai dan masih mengulum senyum karena teringat denngan tingkah Leona.
Maria tak bisa lagi menghalangi kepergian mereka bertiga. Wanita itu menatap kesal ketika melihat Leona yang mulai memasuki elevator VIP itu yang diikuti oleh Leon dengan gaya santai dan cool-nya. Lalu terakhir disusul oleh Reo.
"Ciihh!! Anak-anak itu benar-benar sangat kurang ajar!! Sebenarnya siapa mama dari kedua anak itu?! Aku harus segera mencari tau tentang semua itu!!" umpat Maria kesal dan mulai berbalik lalu melenggang.
Namun saking buru-burunya, Maria malah menabrak seorang wanita dan membuat beberapa berkas dari wanita itu malah terjatuh berserakan di atas lantai.
"Berhati-hatilah, Nona! Berkas ini sangat penting, dan bos akan sangat marah dan akan menghukumku jika berkas ini rusak!" ucap wanita itu dengan pelan namun penuh dengan penekanan.
Dan tentu saja ucapan dari wanita yang tak lain adalah Ayaneru itu sukses membuat Maria semakin merasa kesal. Karena Maria adalah tipikal wanita yang paling merasa benar dan sangat tidak suka untuk digurui oleh siapapun, kecuali oleh Reo ataupun kedua orang tuanya saja.
"Apa yang baru saja kau katakan padaku?! Hah?!! Kamu tidak tau siapa aku??!!" seloroh Maria sambil merebut berkas yang telah dipungut oleh Ayaneru lalu menghempaskan pada Ayaneru dengan sangat kasar, hingga akhirnya berkas itu kembali terjatuh berserakan di atas lantai.
Ayaneru menghela nafas untuk beberapa saat dan mulai tersenyum tipis.
"Aku tidak tau siapa nona. Namun satu hal yang aku tau, riwayatku akan habis jika aku merusak dan tidak segera menyelesaikan berkas-berkas ini." jawab Ayaneru kembali memunguti berkas berserakan di atas lantai itu.
"Ya!! Akan aku meminta kepada Reo untuk segera memecatmu!!" timpal Maria kesal dan segera meninggalkan Ayaneru dengan langkah yang selalu dihentakkan dengan tegas dan keras di setiap langkahnya.
"Huft ... wanita arogan yang sangat menyebalkan! Sangat cocok dan serasi dengan bos dingin sementara itu! Jika aku benar-benar akan dipecat oleh pria iblis itu, maka aku akan berjanji akan merusak pesta penikahan mereka kelak!! Berani sekali merusak hidupku!!" sungut Ayaneru dengan asal dan segera meninggalkan tempat itu.
...🍁🍁🍁...
Reo mengajak Leon dan Leona untuk pergi ke Tokyo Disney Land, meskipun sebenarnya Leona saja yang terlihat begitu berbahagia. Karena Leon sepertinya kurang menikmati tempat ini.
"Leon, apa kamu tidak ingin bermain bumper car bersama Leona?" tanya Reo sangat ingin tau.
Karena sudah beberapa wahana dinaiki oleh Leona, namun tak satupun Leon mau ikut bersama dengan Leona. Leon hanya memilih untuk duduk dan menunggu saja bersama dengan Reo dan pengawal yang dibawa oleh Reo.
"Tidak, Paman. Aku hanya akan menemani dan menunggu Leona saja. Asal Leona merasa bahagia dan senang, bagiku tak masalah jika aku harus menunggu dan mengawasinya saja. Para wanita sangat menyukai hal-hal manis, dan aku tak tahan dengan semua itu." ucap Leon masih menatap Leona dari kejauhan.
Entah mengapa ucapan Leon membuat Reo terpaku selama beberapa saat, namun akhirnya Reo mulai mengulum senyum gemas.
Leon begitu dingin namun sebenarnya sangat menyayangi adik dan mamanya. Sikap dinginnya mengapa sangat mirip denganku saja ya?
Batin Reo tanpa sadar malah mulai tersenyum dan juga menatap Leona yang sedang asik bermain bumper car bersama pengunjung lainnya.
Tuan Reo dan anak-anak ini mengapa begitu mirip ya? Malah terlihat seperti papa dan anak. Aneh sekali ...
Batin sang pengawal yang saat ini sedang ikut bersama mereka bertiga.