Alea kembali dalam hidup Niko sebagai sosok yang berbeda. Dia yang dulu ditinggal Niko tanpa kepastian, kini berhasil masuk ke dalam perusahaan Sanjaya sebagai sekretaris Niko.
Niko yang telah menikah karena perjodohan dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tergoda oleh pesona Alea, mantan terindahnya.
Apa tujuan Alea kembali dalam hidup Niko? Apa setelah dia berhasil merusak hubungan Niko dengan istrinya, dia akan memiliki Niko, ayah biologis dari anaknya yang selama ini tidak diketahui kehadirannya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Puncak Masalah
"Permisi Bu, ada paketan buat Pak Niko."
Sinta menerima sebuah amplop coklat atas nama Niko dari seorang kurir. "Iya Pak, terima kasih." Sinta masuk ke dalam rumah dan membuka amplop itu karena penasaran.
"Apa ini?" Mata Sinta membulat saat melihat setumpuk foto Niko sedang bermesraan. Dari mulai pelukan sampai ciuman bahkan saat Niko beradegan panas dengan Alea di hotel waktu itu juga ada. Meski wajah Alea sudah diblur tapi Sinta yakin bahwa gadis itu adalah Alea.
"Aku yakin ini Alea." Sinta melangkah jenjang menuju kamarnya. Dia melihat foto hasil jepretan Nando. Sebelumnya Nando memang sengaja memata-matai Niko.
"Iya, pasti ini Alea." Sinta meraih ponselnya dan menghubungi Nando. "Nando, Niko ada di kantor?"
"Baru saja dia keluar. Akhir-akhir ini dia pulang cepat."
"Kamu tahu rumah Alea?"
"Ada alamatnya di sini. Aku antar kamu ya?"
"Iya, sekalian kita ajak orang tua Niko. Aku juga mau bongkar pencuri dokumen itu!"
Sinta mematikan ponselnya. Dia memasukkan semua bukti ke dalam tas. Kali ini dia akan berperan menjadi seorang istri yang melabrak pelakor.
...***...
Melihat Niko masuk ke dalam gerbang rumah Kevin, Reka langsung berlari menyambut kedatangan Niko.
"Yee, Om udah datang."
Niko membungkukkan badannya lalu memberikan satu paper bag pada Reka. "Reka, nih Om bawa buku mewarnai sama pensil warna. Kita mewarnai yuk."
Reka tersenyum riang sambil menggandeng tangan Niko berjalan masuk ke dalam rumah.
"Niko!!" langkah mereka terhenti saat ada panggilan keras dari arah gerbang.
Niko dan Reka membalikkan badannya. "Papa!!" Niko sangat terkejut dengan kedatangan Papanya bersama mama dan Sinta. Beberapa meter di belakang mereka juga ada Nando.
"Jadi, selama ini kamu selalu pulang malam mampir ke rumah pelakor dulu!" Sinta langsung menghardik Niko dengan tuduhannya.
Reka kini memeluk kaki Niko. Dia merasa takut. "Om, mereka siapa?"
"Reka, tunggu di dalam saja ya, sama Mama." Niko menggandeng tangan Reka lagi dan mengajaknya masuk ke dalam rumah tapi sebelah tangan Niko ditahan oleh Pak Haris.
"Niko, jadi benar kamu selingkuh dengan Alea itu!"
"Papa, kita bicarakan ini di rumah. Jangan di rumah orang." Niko berusaha untuk tenang dan menahan emosinya di depan Reka.
"Bukannya Alea itu mantan kamu dulu, bisa-bisanya kamu selingkuh dengan dia! Jangan-jangan Alea memang sengaja menggoda kamu!" perkataan Bu Mayang tak kalah pedas.
Niko berdengus kesal. Mereka orang dewasa, harusnya mereka tidak marah di depan anak kecil seperti ini.
"Iya, nanti aku jelaskan di rumah. Jangan marah-marah di sini. Apalagi di depan anak kecil." Niko sampai harus menggendong Reka karena Reka semakin ketakutan.
"Jadi si pelakor itu udah punya anak. Niko, aku sedang hamil. Kamu tega ya kayak gini. Kamu lebih sayang sama anak pelakor itu daripada aku." Sinta terus saja membuat hawa semakin memanas.
Mendengar keributan, Alea berlari keluar dari rumah.
"Apa-apaan ini!" Alea meraih Reka dan menggendongnya.
"Alea, dulu kamu gak bisa dapatin Niko dan sekarang kamu mau merebut Niko dari istrinya," kata Bu Mayang yang memang sudah tahu hubungan Alea dan Niko di masa lalu.
Luka hati Alea di masa lalu seolah kembali menganga. Dulu saat dia meminta pertanggung jawaban ke rumah Niko, dia justru diusir oleh Bu Mayang tanpa bisa bilang yang sebenarnya.
"Istri Niko lagi hamil. Kamu jadi perempuan harus punya harga diri."
"Mama udah cukup! Kita pulang!" Niko menarik tangan Mamanya agar pergi dari tempat itu.
"Bi Sum, tolong bawa Reka masuk ke dalam!" teriak Alea. Bi Sum segera berlari dan meraih Reka dalam gendongannya. "Pak Harun dimana?"
"Pak Harun lagi sholat di musholla," jawab Bi Sum. Dia hanya bisa menggendong Reka masuk dan segera menghubungi Kevin.
"Anda jangan asal tuduh kalau tidak ada bukti!" Alea merasa geram juga karena mereka masih saja ribut di rumah Kevin. Bahkan kini dengan berani Sinta melempar semua foto ke wajah Alea.
"Sinta! Kamu jangan keterlaluan!!" bentak Niko.
"Keterlaluan? Justru dia yang keterlaluan!!"
"Iya! Sinta benar! Dia juga yang mencuri dokumen di perusahaan kita. Dia sekongkol sama Kevin! Kamu masih terus membela dia!" Lagi, Pak Haris selalu lebih mementingkan Sinta daripada putranya sendiri.
Niko mengacak rambutnya frustasi. "Sudah Pa, kita selesaikan masalah ini di rumah." Niko berusaha meredam emosi yang sebenarnya telah memuncak. Dia tidak mau keluarganya semakin membuat keributan di rumah Kevin.
"Dasar cewek murahan! Sudah sama Kevin tapi masih mau merebut suami orang."
Plak!!!
Sinta menampar pipi Alea dengan keras.
"Sinta!!"
Alea memegang pipinya yang terasa panas. Bahkan di ujung bibirnya sampai keluar darah.
"Berani kamu!" Alea menjambak rambut Sinta segera membalas perbuatannya. Dia bukan cewek lemah yang bisa ditindas begitu saja. Mendapat serangan dari Alea, Sinta sampai meringis kesakitan.
"Lepaskan!" Nando tak tinggal diam dia melerai mereka dan mendorong Alea cukup keras hingga dia terjatuh dan jidatnya membentur pot bunga besar di halaman rumah itu.
"Alea..." Niko membantunya bangun. "Lea, jidat kamu berdarah."
"Mama..." Reka yang tidak tega melihat mamanya terjatuh, dia memukul kaki Nando. "Jangan sakiti Mama!"
Nando menghentakkan kakinya hingga membuat Reka juga terjatuh.
Habis sudah kesabaran Niko. Dia membantu Reka berdiri lalu dia menyergap Nando dan melayangkan tinjuannya di wajah Nando.
"Aku gak akan biarin kamu nyakiti anak aku!" Dia layangkan sekali lagi tinjuannya di perut Nando. "Kamu jangan munafik! Aku diam saja selama ini kamu main belakang dengan Sinta, bahkan anak yang ada di kandungan Sinta itu juga anak kamu!"
"Niko! Niko! Udah cukup!" Pak Haris menahan tubuh Niko yang akan terus menghajar Nando. "Jangan lemparkan masalah kamu pada orang lain!"
"Aku punya satu bukti!"
Alea terus memeluk Reka yang mulai menangis.
"Mama gak papa kan? Kening Mama berdarah."
"Mama gak papa, udah jangan menangis ya. Kita masuk ke dalam saja." Alea menggendong Reka dan membalikkan badannya.
"Bagaimana mungkin Reka anak kandung kamu! Kamu sendiri jangan mau ditipu sama Alea. Dia juga pasti ada hubungan sama Kevin. Dulu saja Alea juga mencari kamu ke rumah meminta pertanggung jawaban, untung Mama usir! Gadis miskin kayak dia pasti bisanya cuma menipu!" Kata-kata pedas terus dilontarkan oleh Bu Mayang yang membuat hati Alea semakin sakit.
Mendengar hal itu, Niko melebarkan matanya. "Jadi dulu Alea pernah datang ke rumah. Kenapa Mama gak bilang! Reka itu anak kandung aku, Ma."
Wajah Sinta semakin memucat. Mengapa semua menjadi melebar seperti ini. Bagaimana kalau memang Niko mempunyai bukti perselingkuhannya dengan Nando. Bahkan dia juga baru tahu kalau Niko mempunyai anak dengan Alea.
"Omong kosong! Bisa saja dia cuma mau menipu kamu!"
Alea kembali membalikkan badannya. "Sudah cukup! Keluar kalian dari sini." Air mata Alea sudah menganak sungai di pipinya.
"Ada apa ini?!!" Suara keras Kevin yang datang dengan Harun membuat semua orang menatapnya.
takutnya malah dia yg terbakar gairahnya sendiri bukan terbakar api dendam
mo baca kekuatan dendam Alea