Follow IG author. similikity.s
Fb. Susi
Sebelum membaca, mohon lihat dulu deskripsi. Jika kepolosan atau ke oonan tokoh hanya mode penyamaran. Jadi jangan membuly dulu sebelum baca sampai tuntas dan tau jalan ceritanya
Bocil skip aja, jika ada yang hm taulah. Tapi hanya sedikit saja kok, iya sedikit.
Yang paling banyak mah ngakak nya dan satu lagi bila kesal dengan pemeran jangan mengumpat author, umpat saja pemerannya ya.
Bagaimana jadinya jika seorang mahasiswi di jodohkan dengan Dosennya sendiri?
Itu lah yang terjadi kepada Stela Anandira Wirawan. Seorang gadis cantik imut, manja dan juga polos, tapi di balik ke polosannya itu menyimpan sebuah rahasia yang membuat orang tercengang bila mengetahuinya. Dia juga sama sekali tidak pernah pacaran, lalu sekarang dia harus menerima perjodohan yang telah di rencanakan oleh kedua orangtuanya, yang mengharuskan mereka untuk segera menikah.
Rayen Alfarizi wardana. Dia adalah seorang Dosen muda yang begitu dingin dan juga tegas, seumur hidupnya dia sama sekali belum pernah pacaran, karna prinsipnya dia tidak akan menjalani hubungan selain yang namanya pernikahan dan kini dirinya harus menerima perjodohan dengan wanita pilihan sang kakek sebelum meninggal, wanita yang sama sekali tidak ia kenali.
Seperti apakah bapak Dosen muda itu menyikapi sikap istrinya yang manja dan juga kekanak-kanakan? dan juga sangat polos saking polosnya orang sering mengatainya oon. Hobinya adalah membuat orang kesal dengan pertanyaan-pertanyaan absrudnya.
Apakah bapak dosen akan sabar menghadapi sikap istrinya?
dan bagaimana sikap mereka dikampus?
penasaran? yuk ikuti cerita mereka.!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi similikity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belalai.
"Ini kok mirip..."
"Mirip apa? Ell."tanya Wina.
"Belalai, Mam."Jawab Ella sambil membayangkan sesuatu yang ia lihat tadi.
"Uhuk uhuk."Ray langsung tersedak, padahal dia belum makan sama sekali.
"Kakak, kenapa bisa tersedak sih? padahal ngunyah aja belum."ucap Ella sambil menyodorkan air minum pada Ray.
Ray pun langsung mengambil gelas yang disodorkan Ella, buru-buru ia meminumnya.
"Pelan-pelan kak, nanti tersedak lagi."Ella mengingatkan.
"Hm."
"Nih, belalai nya."Ella mengisi piring Ray dengan cumi yang diminta Ray tadi.
"Itu cumi Ell, bukan belalai. Lagian mana ada belalai gajah sekecil itu, belalai gajah itu besar."ujar Wina.
"Ada, kok Mam. Lagian bukan belalai gajah."ucap Ella.
"Lalu belalai apa?."tanya Wina menatap Ella.
"Belalai, kak Ray."ujar Ella polos.
"Hah, emang Ray punya belalai?"ucap Wina gak ngerti apa maksud Ella.
"Punya Mam, tadi aku liat kok."Jawab Ella yakin.
"Sudah, sudah. Kenapa jadi bahas belalai, mending sekarang kita makan keburu dingin makanannya."ucap Samsul menengahi.
"Tapi pah, Mama masih penasaran. Emang anak kita punya belalai ya? dia kan bukan gajah."Wina jadi ketularan beloonnya Ella.
"Mami, mau tau?"tanya Samsul sambil menatap Wina.
"Mau lah, pah."Jawab Wina cepat.
"Belalai yang di maksud Ella itu, sesuatu yang selalu bikin Mama, merem melek. Papa juga punya."ujar Samsul prontal.
Bluss, pipi Wina bersemu merah. Bukan karna tau apa yang dimaksud Ella, tapi karna perkataan suaminya. Sama hal nya dengan Ray, dia sekarang merasa sangat malu, karna belalainya jadi perbincangan.
"Kok, Mamah gak eungeh sih."Wina bingung kenapa dia jadi bodoh, apa ketularan menantunya kali ya.
"Emang belalai bisa bikin merem melek ya Pah?"celetuk Ella.
Semunya saling menatap, mereka bingung harus ngasih jawaban apa pada Ella. Benar kata besan nya, Ella itu terlalu polos kadang karna kepolosannya itu, dia malah terlihat jadi oon.
"Kamu nanti tanya aja ya sama kak Ray. Sekarang kita makan dulu."ujar Wina.
"Iya, Mam."
Akhirnya makan malam pun terlaksana juga. Mereka makan dengan tenang tanpa ada obrolan yang menggangu.
Setelah makan malam selesai, mereka masuk kedalam kamar masing-masing, karna ada pelayan yang membereskan bekas makan mereka.
"Kak Ray, emang bener belalai itu bisa bikin merem melek?"tanya Ella yang sedang bersandar di kasur, sambil bermain ponsel.
"Mungkin."Jawab Ray singkat, rupanya istrinya masih saja mengingat tentang si belalai.
"Kok mungkin sih, jawab yang bener dong."ucap Ella pada Ray yang sedang memangku laptopnya diatas sopa.
"Kan kakak gak tau Ell."ujar Ray tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.
"Kalau kakak gak tau, kenapa Mama nyuruh aku tanya sama kakak sih."ucap Ella cemberut.
"Kakak emang gak tau, karna kakak belum nyoba. Kalau kamu ingin tau, ayok kita cobain."Ray langsung menutup laptopnya, lalu dia menaruhnya dimeja. Setelah itu dia berjalan mendekat pada Ella.
"Kok sama aku?"tanya Ella bingung.
"Kan kamu pengen tau, jadi kita harus nyoba."Ray duduk dihadapan Ella, lalu dia memandang lekat wajah istrinya itu.
"Gitu ya?"Ella membalas tatapan Ray dengan senyum manisnya. Ray langsung terpesona ternyata istrinya begitu cantik dan juga manis saat dia tersenyum.
"Iya," Ray mendekat pada Ella dia hendak mencium bibir mungil yang sedari tadi begitu menggodanya, apalagi saat istrinya itu tersenyum.
"Kak Ray mau ngapain?"Ella langsung mendorong Ray hingga Ray hampir saja terjatuh kebawah.
"Kamu kenapa dorong kakak?"ucap Ray kesal, gagal deh menyicipi bibir mungil itu.
"Kak Ray nya sih nakal, tadi pasti mau nyium aku kan? gak boleh cium-cium dosa tau. Nanti kak Ray jadi orang mesum, kayak mantannya temen aku."ujar Ella polos bin bloon ngapa bilang dosa coba Ray kan suaminya, dasar Ella.
"Kakak kan suami kamu Ell, jadi mau kakak cium kamu, apain kamu kek. Kagak bakalan dosa."ucap Ray kesal, kenapa istrinya polos amat sih.
"Jadi, kalau kak Ray bunuh aku, juga gak bakalan dosa gitu?"
"Bukan begitu juga, maemunah."Ray menjadi semakin kesal dan juga prustasi.
"Kan tadi kak Ray yang bilang, mau apain aku aja, gak bakalan dosa."
"Maksudnya, bukan bunuh juga."Ray menjambak rambutnya sendiri, baru saja mau nyentuh, eh malah banyak Derama. kalau gini terus kagak bakalan bisa bobol gawang inimah, pikir Ray.
"Terus, apa dong?"
"Kamu tau gak? apa kewajiban seorang istri?"tanya Ray serius.
"Tau kok."Jawab Ella cepat.
"Apa?"
"Melayani suami."
"Contohnya."
"Melayani saat makan, menyiapkan baju, dan juga keperluannya."jelas Ella.
"Lalu?"
"Udah, kayanya itu aja."
"Ada yang terlewat."
"Apa?"
"Melayani suami, diranjang."ucap Ray penuh penekanan.
"Hah, maksud kak Ray apa sih? akunya gak ngerti."
"Sini."Ray menepuk pahanya.
"Hah."beo Ella.
"Duduk dipangkuan kakak."
"Kenapa, harus duduk disitu?"
"Udah nurut aja!!"
Ella pun menuruti perintah Ray, dia labgsung duduk dipangkuan Ray.
"Kakak bakalaan ngajarin kamu cara melayani suami diranjang."ucap Ray tepat di hadapan wajah Ella.
"Emang duduknya harus gini ya? kalau mau belajar."
"Hm."
Ray menatap lekat wajah Ella, dia mengusap rambut panjang Ella lalu tangannya mulai turun keleher Ella.
"Kamu jangan dorong kakak lagi ya?"bisik Ray di telinga Ella dan itu membuat si empunya merinding.
"I..iya."entah kenapa Ella menjadi gugup.
Ray menggigit-gitit kecil telinga Ella, setelah itu dia menghadap wajah Ella, dia memandang lekat bibir mungil yang berwarna merah cery itu, lalu dia mulai mendekat dan cup, Ray berhasil mengecup bibir mungil itu. Sementara Ella masih membeku, ini pertama kalinya seorang pria mencium bibirnya. Ray tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. dia langsung saja me..lu..mat perlahan bibir Ella, dia menggigit kecil bibir itu hingga siempunya membuka sedikit bibirnya. Ray pun langsung meneroboskan lidahnya masuk kedalam, dia menyusuri setiap rongga didalam mulut Ella, cukup lama mereka berciuman hingga Ella memukul-mukul dada Ray. Ray pun melepaskan ciumannya.
"Huh, huh, huh, akunya bisa mati kak Ray kalau dibekap begitu mulut akunya."ucap Ella ngos ngosan.
"Makannya nafas, biar kamu nya gak eungap."ujar Ray sambil mengelap bibir Ella yang basah.
"Gimana mau nafas, mulut akunya aja dibekap."tutur Ella.
"Nafasnya dari hidung, sekarang kita coba lagi. Inget nafas."Ella pun mengangguk.
Ray memulay kembali aksinya, dia menciumi bibir Ella dan me..lu..mat nya perlahan. Lalu dia pun semakin memperdalam ciuman itu, hingga semakin lama ciuman mereka semakin memanas. Ray melepaskan ciumannya, lalu dia mulai turun kebawah untuk menyusuri leher jenjang Ella yang begitu mulus, Ray mengecup lembut disana meninggalkan bercak merah dibeberapa titik.
Ella merasakan gelayar aneh pada tubuhnya yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu juga dengan Ray, dia sudah diliputi gairah, tubuhnya sudah terasa panas apalagi yang dibawah, dia sudah meronta-ronta ingin dikeluarkan.
"Kenapa?"tanya Ray saat Ella menahan kepalanya.
"Ada sesuatu."Jawab Ella sambil turun dari pangkuan Ray.
"Sesuatu? sesuatu apa?"bingung Ray.
"Kayanya, belalai kak Ray lagi digigit sama tikus deh."
Jangan lupa like and komen ya.🙏🙏
Vote juga😊