Bu Dosen cantik.
Kisah ini menceritakan perjalanan cinta dua anak manusia, antara seorang Mahasiswa yang jatuh cinta dengan Dosen nya sendiri.
Mahasiswa itu bernama Gavindra putera wijaya, sedangkan Dosen itu sendiri bernama Ratih puteri gayatri. Bu Ratih pernah mengalami trauma soal asmara, karena tunangannya meninggal sebelum mereka menikah.
Setelah itu, Bu Ratih bertemu dengan Gavindra saat mengajar di kampus dimana Gavindra kuliah.
Gavindra langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dengan penuh perjuangan Gavin terus mendekati Bu Ratih. Setelah itu, gayung pun bersambut, cinta Gavin diterima.
Tapi perjalanan cinta mereka tidak mulus, karena sebelumnya Bu Ratih sudah dijodohkan dengan laki-laki lain. Sampai akhirnya suatu hari Bu Ratih mengalami kejadian memalukan yang dilakukan oleh laki-laki yang dijodohkan dengannya.
Meskipun Bu Ratih telah mengalami kejadian yang tidak terpuji, Gavindra tetap bersikukuh untuk tetap menikahinya. Akhirnya mereka berdua menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evy erviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part : 23 (Wedding Mahen)
.........................
Satu bulan kemudian, di hari sabtu tepat hari pernikahan Mahen dan Kinanti. Semua keluarga sudah siap dari kemarin. acaranya diadakan dirumah Mahen. Sengaja tidak di hotel karena ini permintaan Mahen dan Kinan.
Mereka pingin acara pernikahannya dilaksanakan dengan sederhana. Meskipun diadakan di rumah, tetap saja acara keliatan mewah. Semuanya telah siap. Gavin dan Bu Ratih juga sibuk dirias untuk pengiring pengantin.
Acara akad sudah dilaksanakan tadi pagi. Malam ini tinggal resepsinya. Acara dimulai pukul tujuh malam sampai selesai. Sekarang jam menunjukkan pukul setengah tujuh. Semua acara sudah siap, para undangan sebagian sudah ada yang datang.
Keluarga Bu Ratih juga diundang. Bu Rahma, Winda serta Bagas sudah nampak ditempat acara. Papa Mama Gavin memyambut kehadiran keluarga Bu Ratih. Mereka nampak sedikit ngobrol-ngobrol. Pak Indra dan Bagas sangat serius saat ngobrol. Semua yang datang rata-rata pengusaha papan atas. Secara Mahen adalah pengusaha sama dengan Pak Indra.
Akhirnya acara dimulai. Kedua mempelai mulai memasuki pelaminan. Diiringi lagu From this moment. Nampak kedua mempelai terlihat bahagia. Kemudian disusul pengiring pengantin yang berjalan dibelakang mempelai. Gavin dan Bu Ratih nampak serasi dengan pakaian yang mereka genakan. Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Kini giliran acara lempar bunga. Mahen dan Kinan sudah ambil ancang-ancang buat melempar bunga.
Semua tamu undangan yang merasa masih single semua berkumpul didepan. Gavin dan Bu Ratih pun tak ketinggalan. Mereka juga ikut membaur dengan tamu yang lain.
ketika pembawa acara memberi komando. Itungan..
"Satu, dua, tiga..mulai." seru pembawa acara tersebut.
Bungapun melayang ke udara lalu jatuh ke kerumunan tamu undangan.
Ternyata bunga itu jatuh ke tangan Gavin dan Bu Ratih.
Semua tamu undangan tepuk tangan menyoraki Gavin dan Bu Ratih.
"Wuuaah..berarti habis ini kamu menyusul Kakakmu, Vin.!" Seru salah satu tamu undangan.
"Selamat, buat kalian berdua. pasti kalian jodoh.!" sahutnya lagi.
Semua ucapan dari para tamu undangan dianggap sebagai doa. Sementara Gavin dan Bu Ratih saling tatap dan senang sekali.
"Sayang, mudah-mudahan ini awal dari rencana Tuhan untuk hubungan kita." ucap Gavin sambil memeluk kekasihnya itu.
"Amin, aku senang sekali, Vin. Aku tidak bisa bayangin kalau aku nggak ada kamu." jawab Bu Ratih.
"Tenang, sayang. Aku akan selalu ada buat kamu." ucap Gavin.
Akhirnya tibalah acara dansa bersama. Kedua mempelai turun dan membaur jadi satu dengan para undangan lainnya. Lagu sudah diputer dan semua pasangan ikut melantai. Tak terkecuali Papa Mama Gavin, pengantinnya dan tak ketinggalan Gavin dan Bu Ratih.
Disaat acara dansa berlangsung, Bagas terlihat menyendiri duduk di kursi sambil memainkan Gawainya. Ketika lagi asyik memelototin Gawainya, tiba-tiba pundaknya ada yang menepuk.
Seorang laki-laki sekitaran umur lima puluhan, dengan memakai stelan jas lengkap dengan dasinya.
"Maaf, boleh saya duduk disini.?" tanya laki-laki itu.
"Oh, silahkan. Masih kosong kok.!" jawab Bagas datar.
"Kenalin, saya Ferry maulana. Saya salah satu dari rekan bisnisnya Pak Indra." ucap Pak Ferry sambil mengulurkan tangannya.
"Bagas..!" ucap Bagas seraya menyambut tangan Pak Ferry dengan melempar senyuman.
"Anda, keluarga atau rekan bisnisnya Pak Indra juga.?" tanyanya lagi.
"Oh, saya.? Kebetulan saya ada kerja sama proyek dengan beliau. Dan kebetulan lagi Adik saya adalah kekasihnya Gavindra, anak dari Pak Indra. jadi kami sekeluarga diundang" jawab Bagas.
"Woow..Kebetulan sekali, ya? sahut laki-laki itu.
"Kebetulan yang gimana, ya Pak?" tanya Bagas.
"Ya, keluarga kamu mendapat rejeki nomplok. Perusahaan kamu bakal maju jika sampai bekerja sama dengan seorang Indra Wijaya. Selain itu, Adik kamu akan menjadi Ratu dari pewaris tunggal kerajaan bisnis WIJAYA'S GROUP." tukas laki-laki itu dengan senyuman yang penuh misteri.
"Maaf, saya masih nggak faham dengan kalimat yang Bapak ucapkan barusan. Pewaris tunggal? tapi anak Pak Indra kan ada dua.?" tanya Bagas penasaran.
"Hehehe..nanti kamu tahu sendiri anak muda. Jangan sampai Adik kamu lepas dari kekasihnya itu. Jika sampai lengah, bakal ada yang menyerobot." serunya lagi.
"Tolong, jangan bertele-tele, Pak!" ucap Bagas dengan nada yang sedikit tinggi.
"Ssssttt.! sabar anak muda. Jangan emosi dulu. Yang perlu kamu ingat adalah. Adik kamu akan menjadi Ratu dari pewaris tunggal Harta Indra Wijaya." ucapnya lagi.
"Maaf, Pak. Saya permisi dulu, karena anda membuat saya tambah pusing.!" ucap Bagas seraya meninggalkan tempat itu. Bagas berdiri berjalan untuk mencari Mama dan Adiknya. Disaat dia menuju ke tempat Mamanya, dia nggak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis. Bagas menatap gadis itu dan sebaliknya gadis itu juga mentapnya. Kemudian mereka berkenalan.
"Kenalin, aku Irene." ucap Gadis itu seraya mengulurkan tangannya. Bagas lalu menyambutnya.
"Bagas," sahutnya. Kemudian mereka melepaskan tangannya.
"Ngomong-ngomong, kamu datang sendiri.? tanya Irene.
"Enggak, aku sama Mama dan Adikku." jawab Bagas.
"Oh., maksud aku, nggak datang sama pasangan, gitu." ucapnya lagi. Gila nih cewek, ngomongnya to the point banget. pake nanya pasangan segala. Batin Bagas.
"Oh, itu. Maaf saya masih single." jawab Bagas sedikit malu-malu.
"Woow kebetulan sekali, aku juga masih single. Siapa tahu kita jodoh." ucap Gadis itu seraya menyodorkan gawainya.
Busyeet nih anak agresif banget. Tapi nggak apa-apa, siapa tahu cocok. lumayan kan. Gumam Bagas.
"Apa nih?" tanya Bagas polos.
"Ya nomer kamu masukin sini, duuh nggak peka banget sih.!" ucapnya lagi.
Langsung saja Bagas masukin nomernya disitu, kemudian dikembalikan lagi.
"Nih, sudah aku masukin." ucap Bagas.
Kemudian dia melihat gadis itu menyimpannya dengan nama Bagas keren.
"Udah aku save, ya. ntar aku chat." ucap Gadis itu sambil melangkah pergi.
Ketika Bagas hendak menanyakan kenapa namanya disimpan dengan nama Bagas keren, tapi keburu dia ngacir.
Bagas hanya geleng-geleng saja. Gadis itu agresif tapi juga unik. Emm boleh juga bikin penasaran Bathin Bagas.
Ketika Bagas berdiri dan hendak membalikkan badan, Winda Adiknya memanggil. Bagas pun menuju tempat Winda dan Mamanya duduk.
Bagas ikut bergabung dengan mereka. Winda dan Mamanya lagi menikmati hidangan yang sudah di sediakan. Bagas juga mengambil makanan dan kemudian kembali duduk di tempat semula.
"Mas, tadi dari mana sih? aku dan Mama nyariin Mas Bagas.!" tanya Winda.
"Mas, lagi duduk-duduk aja kok. Kenapa emangnya, Win?" tanya Bagas balik.
"Nggak apa-apa, Mas. Kali aja Mas ketemu cewek gitu. Ayolah Mas, saatnya Mas Bagas cari cewek. Mbak Ratih kan bentar lagi nikah sama Kak Gavin. Kalau bisa Mas juga cari." tukas Winda.
"Kamu ini bisa aja. Win! Mas pingin liat Adek-adek Mas bahagia dulu." jawab Bagas.
"Justru aku dan Mbak Ratih bahagia jika Mas Bagas lekas menikah." seru Winda.
"Iya, iya. Mas akan pikirkan itu." jawab Bagas sekenanya.
aKetika lagi asyik ngobrol dengan Winda dan Mamanya. Bagas melihat gadis tadi yang bernama Irene lagi duduk bareng sama laki-laki aneh yang ditemuinya tadi. Iya..kenapa Irene bisa bersama dengan Pak Ferry maulana. Bathinnya.
ada hubungan apa Irene dengan Ferry maulana..?
Next.................(24).