Berkisah Seorang laki-laki bernama Vilemar menyukai teman masa kecilnya bernama Gea,
segala cara sudah V lakukan agar Gea menerima cintanya tapi wanita itu terus saja menolak Dan malah menerima lamaran menikah dangan Kakak kandungnya yaitu Vallen
Hati V hancur sehingga ia memutuskan untuk pergi menetap di negara lain dari pada setiap hari melihat cinta pertamanya bermesraan dengan kakaknya sendiri
Mom Fairus memahami perasaan anaknya Yang hancur itu, memilih jalan keluar untuk menjodohkan V dengan anak sahabatnya saat jaman Kuliah
tidak di sangka sahabatnya itu menikah dengan sultan solo (keturunan kerajaan solo) , dimana gadis keturuan solo terkenal dengan tutur kata lemah lembut serta tingkah laku yang di atur oleh adat dan peraturan jawa
rumah tangga yang tidak pernah V bayangkan sebelumnya, bagaimana V seorang yang bebas ber istrikan anak keturunan kraton
apakah V akan bisa menjalani kehidupan barunya atau malah merencanakan perpisahan?
temukan jawabanyahanya di sini
selamat membaca😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggraini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
"bagaimana jika mereka tidak bisa beradaptasi? kak V tidak akan berselingkuh kan? " ceploas Vega
"Apa maksudmu veg? " tanya Mom Fairus penasaran
"emh.., se-sebernya kemrin aku melihat kak V sedang jalan dengan seorang perempuan cantik di Mall Mom, Dad"
"mungkin itu hanya temannya saja" ucap Dad Wille mengutarakan segaka kemungkinan yang bisa terjadi
"iya, awalnya aku juga berfikir seperti itu Dad tapi dari percakapan yang aku dengar mereka ingin membeli.. eh.. membeli'"
"membeli apa?! " tanya Mom Fairus penasaran
"aduh.., gimana ya ngomongnya?" Vega ragu untuk mengatakannya "eh.. Kak V bilang ingin membeli alat kontrasepsi"
"What??!! " kaget Dad Wille dan Mom Fairus secara bersama
"kau tidak lagi berbohong kan Veg?" tanya Mom Fairus menyelisik
"ya ampun Mom untuk apa aku berbohong mungkin kak V bosen dengan istrinya makanya dia bermain dengan wanita lain" canda Vega
"jaga ucapan mu Vega!! " ucap Dad Wille tegas, dirinya tidak suka jika anaknya di hina meski oleh saudaranya sendiri
"maaf Dad" lirih Vega menundukkan kepalanya merasa bersalah
"sayang, bagaimana ini? bagaimana jika yang di katakan Vega benar?" tanya Mom Fairus kepada Dad Wille
"kita harus memastikan terlebih dahulu Mom" ucap Vellen mulai membuka suara "jangan mengambil keputusan secara sepihak sebelum menyelidikinya"
"Vallen benar, kita harus menyelidikinya kau jangan khawatir sayang semua akan baik-baik saja" terang Dad Wille menenangkan istrinya "Vallen mulai hari ini kau awasi seluruh kegiatan V dan cari tau siapa saja orang yang bertemu dengannya"
"baik Dad"
selesai makan Dad Wille dan Vallen berangkat ke kantor bersama mereka duduk di kursi penumpang dan pak supir yang menyetir
mereka pun sibuk denga aktivitas masing-masing Vallen yang melihat beberapa email yang masuk sedangkan Dad Wille membaca serta menandatangani dokumen penting tidak obrolan bahkan satu-satunya suara hanyalah suara mesin mobil yang menyala.
suara sunyi berakhir ketika ponsel Dad Wille berbunyi menampilkan seseorang yang jarang sekali menelfon dirinya
"ada apa Surya telefon sepagi ini? " tanya Dad Wille bingung karena biasanya pengacaranya itu pasti telefon saat ada masalah genting
"hallo.. " Dad Wille menerima telefon dari pengacaranya
Vallen yang duduk di sebelah Dad Wille ikut panik saat melihat perubahan ekspresi Dad Wille yang terkejut, dia memang tidak bisa medengar apa yang di bicarakan Dad Wille dengan Pak Surya tapi dia bisa tau ada hal yang tidak beres terlihat jelas dari wajah Dad Wille
"Ada apa Dad? " tanya Vallen
"V berada di kantor polisi"
"Apa? kenapa bisa? " tanya Vallen panik takut jika adik pertamanya itu terlibat tabrakan yang mengakibatkan korbanya tewas
'V tidak apa-apa hanya melanggar lalulintas saja"
"benar hanya melanggar lalu lintas saja?"
"iya, kalo tidak percaya bisa tanya Pak Surya"
"tapi jika hanya melanggar lalu lintas kenapa Pak Surya menelfon kita?"
"aku juga masih belum tau pasti, kau saja yang ke kantor polisi aku ada rapat dengan dewan dereksi"
"baik Dad"
Vallen langsung menuju kantor polisi setelah mengantarkan Dad Wille ke perusahaan tentunya, tugas Vallen untuk memata-matai adik pertamanya itu di mulai hari ini setelah dirinya di beri tau alasan sebenarnya pak Surya menelfon yaitu V sedang bersama seorang wanita yang pernah mencoba memperkosanya
buat kondangan
PEBINORNYA (ARSYA) CEPAT MAMPUS JUGA.. JDI BNR2 MNIKMATI INI NOVEL...👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
akhirnya honeymoon juga..
SEMOGA TDK ADA LAGI ORG2 YG GANGGU RMH TGG MREKA, ARSYA SDH MAMPUS, LETTA SDH DI PENJARA
MAKANYA ZOE SLLU MMPI V..