NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Dua Kekasih

Terjebak Cinta Dua Kekasih

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Romansa-Tata susila / Chicklit / Tamat
Popularitas:230.5k
Nilai: 5
Nama Author: ICHA Lauren

WARNING!

Bukan Untuk Anak di bawah umur (21+)

Cinta segitiga dan patah hati yang membuat baper berat.

No Debat dan baca dengan bijak!
Hanya sekedar hiburan bagi yang ingin kisah cinta romantis.

Wilona tidak menyangka jika selepas kepergian sang ayah, ibunya menikah lagi dengan seorang duda kaya raya. Akibat pernikahan itu, Wilona harus bersaudara dengan Wildan, anak cowok menyebalkan yang menjadi saingannya di sekolah.

Wildan yang belum bisa menerima pernikahan papanya, memilih kuliah di luar negri. Setelah perpisahan bertahun-tahun, Wilona bertemu kembali dengan Wildan saat mereka dewasa. Namun sikap Wildan berubah drastis. Dengan pesonanya, ia berusaha mendekati dan menggoda Wilona. Namun benarkah Wildan jatuh cinta pada Wilona? Atau justru Elzen, sang CEO playboy, yang tulus mencintai Wilona?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ICHA Lauren, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Malam Terakhir Bersamamu

"Non apa ini semua sudah cukup?" tanya Bi Rani membantu Wilona memasukkan barang-barang bawaan ke dalam koper milik Tuan Adrian dan Ny. Kalea.

"Aku rasa sudah cukup semua, Bi."

"Non, bagaimana dengan koper milik Tuan Muda? Apa kita menyiapkannya sekarang atau menunggu Tuan Muda pulang?"

"Lebih baik Bibi menunggu Wildan datang, biar dia yang mengaturnya. Aku mau ke kamar sekarang untuk istirahat."

"Baik, Non."

Wilona menaiki tangga lantai dua menuju ke kamarnya. Setelah berganti baju tidur, Wilona mengambil ponselnya untuk mengecek pesan yang masuk. Hanya ada dua pesan masuk, dari Gabby dan Miss Rhena, asistennya. Wilona merasa kecewa karena Wildan ternyata tidak menghubunginya maupun sekedar mengirimkan pesan. Setelah membalas pesan dari Gabby dan Miss Rhena, Wilona memutuskan untuk mematikan ponselnya.

Baru saja ia merebahkan diri di tempat tidur, terdengar suara langkah kaki Wildan yang diikuti oleh Bi Rani dari luar. Sayup-sayup, Wilona bisa mendengar percakapan yang berlangsung antara Wildan dan Bi Rani dari kamar sebelah.

Wildan sudah pulang. Lebih baik aku tidur. Aku sedang malas bertemu dan berbicara dengannya.

Wilona memejamkan matanya sambil mencari posisi tidur yang paling nyaman. Ia mencoba mengusir pikiran-pikiran negatif yang silih berganti melintas di benaknya. Selang beberapa menit, Wilona akhirnya terlelap dalam tidurnya.

Karena tidur terlalu nyenyak, Wilona sama sekali tidak mendengar suara ketukan di pintu kamarnya.

"Wilo, ini aku. Tolong buka pintunya sebentar," panggil Wildan dari balik pintu.

"Wilo...." seru Wildan kembali mengetuk pintu.

Wilona menggeliatkan badannya lalu membuka matanya yang masih terasa berat. Ia ingin memastikan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi.

Siapa itu? Berisik sekali...

gumam Wilona sembari melirik alarm di atas mejanya.

Dengan malas, Wilona memaksakan diri turun dari tempat tidur sembari mengumpulkan kesadarannya.

"Wilo...," panggil Wildan untuk ketiga kalinya.

Sudah hampir jam dua belas malam, kenapa Wildan mengganggu tidurku,

batin Wilona berjalan lambat ke arah pintu.

Ia memutar kunci perlahan lalu membuka pintu kamarnya.

"Sayang, kamu sudah tidur? Aku kira kamu masih menungguku di dalam. Aku maunbicara denganmu," ucap Wildan melihat Wilona mengusap-usap matanya.

"Hmmm, ada apa, Wil? Ini sudah malam. Lebih baik bicara besok saja."

Wilona hendak menutup pintu kamarnya, tapi Wildan bergerak cepat untuk menahan tangan Wilona.

"Ijinkan aku masuk sebentar saja, Sayang. Atau kamu ingin ada pelayan yang lewat dan mendengar kita bicara di depan pintu?"

Rasa kantuk yang masih menguasainya,membuat Wilona enggan berdebat lebih lama. Dengan terpaksa, ia membiarkan Wildan masuk. Namun Wilona baru menyadari ada sesuatu yang salah pada dirinya.

Yah, dia lupa mengenakan kimono tidurnya. Ia masih mengantuk sehingga nekad membuka pintu, tanpa menyadari jika saat ini ia hanya memakai dress pendek yang terbuka.

Wilona buru-buru menuju ke kursi untuk mengambil kimononya. Tapi tubuhnya yang masih terasa lemas, menyebabkan ia gagal untuk bergerak lebih cepat.

Sebelum Wilona berhasil mengambil kimono, Wildan tiba-tiba memeluk pinggangnya dari belakang. Ia meletakkan bibirnya di bahu Wilona sambil berbisik.

"Tidak usah memakai kimono. Aku lebih suka melihatmu seperti ini."

"Wil, kamu mau apa? Lepaskan aku."

"Kenapa, Sayang? Aku ingin memelukmu sebelum aku pergi besok."

"Jangan memanggilku sayang. Kamu lebih cocok memanggil Freya dengan sebutan itu daripada aku," sanggah Wilona berusaha melepaskan tangan Wildan.

"Kamu sedang marah padaku, Sayang? Apa kamu cemburu pada Freya?"

Wildan merendahkan suaranya sembari berbicara lembut di leher Wilona.

"Hanya kamu yang aku mau, bukan Freya. Di rumah sakit aku sengaja pura-pura tidak peduli padamu, agar Mama dan Freya tidak mencurigai kita. Saat itu aku juga sedang mencemaskan keadaan Papa."

"Tapi bukan berarti kamu bebas berpegangan tangan dengan Freya," bantah Wilona kesal.

"Maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin mempermalukan Freya disana. Dokter Jeremy sudah sangat banyak membantu Papa. Lain kali aku berjanji akan bersikap tegas pada Freya."

"Aku tidak tau apakah kamu bicara jujur, Wil. Kadang aku merasa sikapmu berubah-ubah."

Wildan melepaskan pelukannya lalu membalikkan badan Wilona menghadap padanya.

"Bagaimana caranya supaya kamu percaya padaku? Aku mencintaimu, Ilo. Aku hanya ingin kamu yang menjadi kekasihku."

"Besok pagi aku akan berangkat ke Singapura. Kita tidak akan bertemu selama beberapa hari, Sayang. Aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu," sambung Wildan meredupkan tatapannya.

Tanpa menunggu jawaban dari Wilona, Wildan langsung merengkuh tubuh ramping gadis itu ke dalam pelukannya. Wildan mendaratkan bibirnya untuk mengecap bibir ranum Wilona. Diawali dengan sebuah kecupan yang lembut, namun lambat laun kian memanas.

"Wil, ja..ngan, aku masih mengantuk," ucap Wilona berusaha menghentikan Wildan.

"Kalau begitu aku akan membaringkanmu supaya kita lebih nyaman."

Wildan mengangkat tubuh Wilona dengan tangannya yang kokoh, lalu meletakkannya perlahan di atas tempat tidur. Sepersekian detik kemudian, Wildan sudah kembali menautkan bibirnya pada bibir Wilona. Sementara tangannya mulai bergerak melepaskan tali dress di bahu Wilona, hingga bagian atas tubuh gadis itu terpampang di hadapannya.

"Wil, kita tidak boleh melakukan hal ini," ucap Wilona menyilangkan tangannya untuk menghalangi pandangan mata Wildan.

Sayangnya, tenaga Wilona yang masih lemah memudahkan Wildan untuk menyingkirkan tangannya. Sesaat Wilona bisa melihat kabut hitam yang terpancar dari manik mata Wildan. Entah itu cinta atau tatapan penuh gairah yang sudah meluap dalam diri seorang pria.

Wilona tidak terlalu memahami apa artinya, mengingat ini adalah pengalaman pertamanya dengan lelaki. Yang jelas ia harus menghentikan Wildan sebelum terjadi perbuatan yang terlarang di antara mereka.

"Hanya sebentar saja, Sayang. Aku tidak akan melanggar batasan."

Tanpa membuang kesempatannya, Wildan menelusuri leher Wilona yang mulus tanpa cela. Detik berikutnya, ia berpindah ke bagian lain yang lebih menggodanya. Membuat sesapan sesapan kecil di bagian kiri dan kanan, yang membuat Wilona tanpa sadar mengeluarkan lenguhannya.

"Hentikan, Wil, kumohon," pinta Wilona berusaha menyadarkan Wildan yang sudah dikuasai oleh hasratnya.

Dengan enggan, Wildan melepaskan bibirnya. Ia mengatur nafasnya yang masih memburu, lalu bangkit berdiri dari posisinya semula.

"Sayang, aku harus menyingkir sebentar darimu," ucap Wildan berjalan menuju ke kamar mandi.

Setelah Wildan pergi, Wilona buru-buru merapikan diri lalu mengenakan kimononya. Ia tidak ingin kejadian yang mendebarkan sekaligus memalukan tadi terulang kembali.

Di dalam kamar mandi, Wildan menyiram seluruh tubuhnya dengan air dingin. Berharap dinginnya air itu bisa meredakan hasratnya yang kian memuncak untuk menyatukan diri dengan Wilona.

Kenapa aku jadi lupa diri seperti ini? Apa aku benar-benar jatuh cinta pada Wilona? Tidak! Aku tidak boleh mencintai anak dari wanita yang sudah membuat mamaku menderita. Malam ini harus menjadi malam terakhirku menikmati kebersamaan dengan Wilona. Setelah pulang dari Singapura, aku akan menghentikan semua permainan cinta ini,

pikir Wildan melawan perasaannya sendiri.

...****************...

Wilona pura-pura tidur ketika Wildan keluar dari kamar mandi. Jantungnya berdetak kencang ketika mendengar langkah kaki Wildan yang menghampiri tempat tidurnya.

"Ilo, aku tau kamu belum tidur. Ijinkan aku tidur disini bersamamu. Hanya untuk malam ini saja. Aku janji tidak akan berbuat macam-macam."

Wildan naik ke atas tempat tidur lalu memeluk Wilona yang tidur membelakanginya.

"Sayang, aku akan berangkat jam delapan pagi dengan pesawat bersama Papa dan Mama. Besok Oma dan Tante Sandra akan datang dari Australia. Mereka akan menginap di rumah ini. Tolong temani mereka selama aku tidak ada di rumah."

Wilona membalikkan badannya. Ia nampak terkejut mendengar kedatangan keluarga Wildan yang terkesan mendadak. Apalagi selama ini mereka tidak pernah sekali pun mengunjungi kediaman keluarga Sanjaya di Jakarta.

"Oma dan Tante akan datang ke Jakarta? Apa mereka ingin menjenguk Papa? Tapi kenapa mereka tidak langsung pergi ke Singapura?" tanya Wilona memalingkan wajahnya.

"Iya, Sayang. Oma ingin memastikan kondisi rumah kita aman selama Papa dan Mama tidak ada. Nanti turuti saja semua yang Oma dan Tante katakan. Buat mereka nyaman untuk tinggal di rumah ini."

"Iya, Wil. Aku akan berusaha sebaik mungkin supaya Oma dan Tantemu merasa senang tinggal disini."

"Terima kasih, Sayang. Sekarang tidurlah," kata Wildan menyelimuti Wilona.

Entah mengapa malam ini Wilona merasakan ketulusan hati Wildan yang lebih dari biasanya. Wilona hanya berharap mereka berdua memang ditakdirkan untuk menjadi pasangan suami istri hingga maut memisahkan.

1
Mrs. D
bagus
Maya Ellydarwina
luar biasa novel mu thor,seperti kisah cinta ku penuh rintangan tapi berakhir bahagia,panjang umur,sehat selalu dan makin sukses thor 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🤗🤗🤗🤗😘😘😘
snowwhite risca: terima kasih Kakak. Jangan lupa baca novel author yg lain. "istri bayaran milik Tuan Raja" dan "CEO Magang dan Mama Perawan". boleh juga follow IG Author : inspirasi.riscaame. Di sana banyak karya novel author yg lain.
total 1 replies
Dwi handayani
bikin gemes ni widan
Rini Haryati
keren
sukses
semangat
mksh
Sandisalbiah
wow thor kau jadikan wilona seperti cewek gampangan.... sadisss...
✨viloki✨
😭💔😭💔😭
✨viloki✨
Duh pait
Rita Herlina
jirayu...😍😍😘
Pipin Davian
That’s right true love is not easy 👍🏻👍🏻
Pipin Davian
Lagiunya thor finnely some one
Pipin Davian
So sad wildan 😭😭😭
Pipin Davian
Psti el tg jd love master nya
Janah Husna Ugy
tapi kasian,,, calon pengantin nya, pdhl baik
Ayannawidara
yyaa.. terlalu asik ceritanya.. g kerasa udh ending... 🤗🤗terimakasih thor.. ayoo semngat buat karya lagi... 💪💪♥️
Vanda Saderyana
seru ceritanya....
Dewi Ros
ok
Junifa
aku tunggu extra partnya thor
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
🥰🥰🥰🥰🥰
Eka Warnelly
Kira kira penyelesaian yang bagaimana yang diinginkan Elzen...
𝘋𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘻𝘢𝘭𝘦𝘢
semakin seru,, lanjuuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!