Kisah cinta antara 2 insan yang berbeda agama, akankah bertahan selamanya?
Kisah ini mengisahkan tentang seorang pria Kristen yang jatuh cinta dengan wanita Muslim, mereka berjuang mempertahankan cintanya untuk bisa sampai pelaminan, namun rintangan dan ujian terus-menerus menerpa hidup mereka, ditambah dengan restu orang tua yang sulit sekali mereka dapatkan.
Bagaimana akhir kisahnya? Apakah mereka berhasil sampai pelaminan atau justru cinta mereka kandas di tengah perjalanan?
Mari saksikan kisah cinta mereka..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissKa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
Kiana yang belum tertidur pun langsung membalas pesan tersebut. "Jangan bohong kamu, aku liat Luis update foto sama kamu lagi di klub malam."
"Aku lagi di rumah, kamu salah lihat kali." balas Julian.
Kiana pun tidak membalas pesan tersebut, ia tertidur.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Pagi harinya, sekitar pukul 9 pagi Kiana terbangun. Ia bergegas menuju kamar mandi sambil mengatongi sebuah test pack untuk dipakainya.
Begitu tiba di kamar mandi, ia pun membuka kemasana test pack itu, lalu ia menampung urin miliknya. Ia pun mencelupkan test pack tersebut ke dalam wadah urin, perlahan terlihat 1 garis muncul. Lalu ia mendiamkannya sejenak untuk mengetahui secara pasti hasilnya.
Kiana selamat, hanya 1 garis yang muncul pada test pack nya. Ia segera memfoto hasil tersebut dan mengirimkannya pada Trya.
"Gue selamat nih, alhamdulillah. Terus gue harus gimana?"
tak selang lama pun Trya membalas pesan miliknya, menanggapi kedua foto yang telah Kiana kirim dari semalam.
"Udah tinggalin Julian sekarang juga, hasilnya juga negatif kan. Allah masih kasih lu selamat. Gue juga yakin, kalau amit-amit hasilnya positif pun Julian gak bakal tanggung jawab. Lu lagi keadaan kaya gini aja dia gak mau tau, dia malah asik-asikan dugem sama temennya."
"Jadi gue mesti putus aja nih sama dia?" balas Kiana.
"Iya. Pokoknya kalau lu gak nurut sama gue, abis ini gak usah cerita apa-apa lagi sama gue. Gue udah gak mau denger." tegas Trya.
"Iya oke deh. Thanks sarannya ya." ucap Kiana.
Kiana pun memikirkan dan mempertimbangkan perkataan sahabatnya, ia mulai mengingat kembali kejadian semalam.
Satu pesan masuk dari Julian, "Gimana? kamu udah coba test pack nya? hasilnya apa?"
"Kita udahan aja ya!" balas Kiana.
"Kamu putusin aku? emang hasil test pack nya apa?" kata Julian.
"Iya. Kali ini aku masih selamat, Allah masih baik sama aku. Sepertinya aku udah tersesat jauh sama kamu. Aku mau kembali ke jalan aku yang sebelumnya, aku udah gak mau terlibat hubungan yang seperti ini lagi." kata Kiana.
"Tolong jangan putusin aku Kiana. Aku salah apa sama kamu?" balas Julian.
"Kamu masih nanya apa kesalahan kamu? kamu gak bisa intropeksi diri?" ucap Kiana dalam pesannya.
"Aku gak merasa melakukan kesalahan apa pun sama kamu. Memang apa salahku? coba kamu jelasin sama aku." kata Julian.
"Semalam saja, aku benar-benar lagi kepikiran hasilnya, tapi kamu malah enak-enakan dugem sama Luis." ucap Kiana.
"Kepikiran apa si? kamu saja yang terlalu khawatir, hasilnya juga negatif kan. Gak ada yang perlu kamu takutin. Soal foto yang Luis update, itu bukan foto semalam. Itu foto beberapa hari yang lalu. Coba saja kamu tanya sendiri sama Luis." kata Julian.
Kiana langsung mengirim pesan pada Luis, "foto ini kapan diambilnya?"
Luis membaca pesan dari Kiana, namun setelah sekitar 30 menit ia baru membalasnya, "Itu aku late post. Memang kenapa Kiana?"
"Beneran late post? bukan diambil semalam?" balas Kiana.
"Bukan kok, itu foto beberapa hari lalu." kata Luis.
Kiana mulai berpikir kembali, apa benar yang dikatakan Luis bahwa itu adalah foto beberapa hari yang lalu?
Julian pun kembali mengirim pesan pada Kiana, "Gimana? kamu udah tanya Luis kan? Aku mohon Kiana, jangan putusin aku."
"Aku tetep mau putus." balas Kiana.
"Aku mau kita ketemu weekend nanti. Kamu ngomong sama aku secara langsung, aku gak mau diputusin dengan cara seperti ini." balas Julian.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Hari pun berlalu, tiba lah hari Jumat. Satu hari sebelum hari sabtu, Kiana pun mulai tidak fokus pada mata perkuliahan terakhirnya hari itu.
"Kiana, are you listening to me?" tanya dosen Kiana yang melihat Kiana melamun.
Dira pun langsung menyenggol Kiana.
Kiana tersadar dari lamunannya, ia menjawab perkataan dosennya, "Yes ma'am. I am sorry."
"Please go to bathroom, and wash your face." ucap dosennya.
"Okay ma'am." Kiana berdiri dan keluar kelas untuk mencuci mukanya.
Setelah perkuliahan selesai, Dira pun mulai menanyakan apa yang terjadi pada Kiana.
Namun, Kiana hanya menceritakan tentang foto Julian bersama Luis di klub malam.
"Ya kalau kata temennya bukan hari itu, bisa aja bener si Na. Coba positif thinking dulu aja. Siapa tau emang lu yang suudzon." ucap Dira.
"Gitu ya Ra?" kata Kiana.
"Bisa aja kan Julian sekongkol sama temennya. Lu kaya gak tau cowo aja. Mau aja dikadalin." kata Betran yang tiba-tiba menyahut dan duduk di samping Kiana.
"Ini ngapain si anak ikut-ikutan. Nguping ya lo dari tadi?" kata Dira.
"Siapa yang nguping si, orang kedengeran. Kan kata lo gak boleh suudzon, lo pilih kasih nih." balas Betran.
"Udah sana lo ah, ganggu aja." jawab Dira.
"Ih orang gue mau di sini sama Kiana." Betran pun langsung merangkul Kiana dan berkata, "Ya gak Na?" sambil menatap wajah Kiana.
"Ih mulai kan lo." balas Kiana sambil melepaskan rangkulan Betran.
"Udah sih, lo tuh masih aja ya mau dibego-begoin sama Julian. Putusin aja." kata Betran.
"Yeee itu mah emang lo nya aja sirik, kalah saing kan sama Julian." kata Dira.
"Ih kalah saing darimana? kalau lo tanya nyokapnya Kiana, pasti nyokapnya lebih milih gue lah daripada Julian. Ya kan Na?" kata Betran percaya diri.
Kiana hanya menatap sinis pada Betran.
"Yaudah deh, gue balik duluan. Cuma saran gue, lo putusin aja tuh si Julian. Kagak jelas." ucap Betran.
"Dah sono pulang lo." kata Dira.
"BYE." jawab Betran sambil melambaikan tangannya dan pergi dari hadapan mereka berdua.
Dira pun kembali melanjutkan percakapannya dengan Kiana,"Kalau cuma karna hal itu, kayanya aneh aja sih kalau lo langsung putusin dia. Kan lo juga gatau yang sebenernya itu gimana, tapi dari kesaksian temennya kan itu foto udah lama. Tapi emang bisa aja sih temennya sekongkol sama Julian. Tapi masa cuma gara-gara hal kaya gini doang terus lo putusin Julian?"
"Tapi kalau ternyata mereka sekongkol bohongin gue gimana Ra? gue juga ga bisa terima dibohongin kaya gitu." jawab Kiana.
"Yaudah gini aja, lo pikirin deh mateng-mateng ya. Ikutin kata hati lo. Mau lanjut atau tetep putus sama Julian. Jangan putus nyambung putus nyambung melulu. Kaya ABG tau gak!" ucap Dira.
"Iya Ra, gue pikirin dulu." kata Kiana.
"Yaudah yuk kita pulang, mau bareng gak ke depannya?" balas Dira.
"Iya, yuk." ucap Kiana sambil merapihkan barangnya dan berdiri.
Mereka pun berjalan pulang menuju gerbang kampus.