NovelToon NovelToon
Married With Ex-Boyfriend

Married With Ex-Boyfriend

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: leni septiani

Menikah memang impian setiap insan, entah itu muda atau tua. Harapannya adalah menikah dengan sosok yang dicinta, sosok yang di damba dan sosok yang sempurna dari segi manapun.

Tapi bagaimana jadinya jika menikah dengan mantan? Sosok yang pernah membahagiakan sekaligus menjadi sosok yang berakhir menggores luka.

Laura tidak pernah mengharapkan itu, bahkan untuk bertemu saja ia enggan. Namun takdir seolah mempermainkan, kenyataan yang tak diinginkan malah berbalik menjadi jalan menuju pernikahan.

Akankah pernikahan Laura dan Kai berjalan lancar atau justru bebatuan terjal menjadi cobaan yang harus diluruskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Menggemaskan

“Mami kamu ada di sekitar sini gak?” tanya Kai begitu mereka tiba di pemakaman.

“Ada,” jawab Laura singkat seraya meletakan bunga Lili kesukaan maminya di depan batu nisan yang mengukir nama Luna lengkap dengan tanggal lahir dan wafatnya.

“Sebelah mana?” Kai celingukan mencari sosok yang ingin dilihatnya.

“Disini,” Laura menunjuk dadanya sendiri, mengatakan pada Kai bahwa sang mami berada di hatinya. Tidak ada kalimat yang keluar dari bibir Kaivan setelah mendengar jawaban tunangannya, laki-laki itu malah justru menarik Laura ke dalam pelukan hangatnya yang nyaman. Mengelus punggung Laura dan berkali-kali menjatuhkan kecupan di puncak kepala perempuan cantik kesayangannya itu.

“Kita kirim doa buat mami, ya,” ajak Kai yang langsung Laura angguki. Setiap kali datang ke tempat ini, tidak sekalipun Laura terbebas dari air matanya. Selalu saja ada setetes dua tetes yang terjatuh.

Jika biasanya setelah mengirim doa Laura akan menceritakan segala hal yang terjadi dalam hidupnya, kali ini tidak banyak yang Laura ceritakan, karena ada Kai disisinya. Ia masih terlalu malu untuk mencurahkan isi hatinya di depan pria itu. Terlebih apa yang akan Laura ceritakan pada sang mami tentang pria itu sendiri.

Menurut Laura ini bukan saatnya Kai besar kepala dengan rasa yang ia miliki mengingat perjuangan pria itu untuk mengantongi maafnya dan meluluhkan hatinya terlalu mudah juga terlalu cepat.

Selesai dari pemakaman, Kai mengendarai mobilnya kembali menuju pusat kota, Laura meminta di antar ke mall untuk membeli beberapa barang pribadinya. Setelah itu barulah apartemen Kai yang menjadi tujuan. Kai yang memaksa dengan alasan ingin Laura mencicipi cup cake strawberry hasil tangannya sendiri.

Pancingan yang begitu bagus untuk mengajak Laura tanpa penolakan. Dan disinilah mereka sekarang berada, duduk di sofa ruang tengah dengan di temani film action kegemaran Kai sambil menikmati cake yang khusus Kaivan buat untuk Laura.

“Gimana, enak gak?” telunjuk Kai bergerak membersihkan krim yang menempel di sudut bibir Laura.

“Lumayan,” jawabnya tanpa menoleh sedikitpun pada laki-laki yang duduk di sampingnya itu. Kai mendengus pelan, tidak puas dengan tanggapan sang tunangan, karena Kai sudah lebih dulu membayangkan antusias Laura yang akan dengan refleks memeluknya, untung-untung di kasih bonus kecupan. Sayang, kenyataan tidak seindah itu.

“Besok hari minggu ‘kan? Ke Pantai yuk, Yank,”

“Ngapain?” Laura menaikan sebelah alisnya dengan mulut penuh kue hingga membuat pipi perempuan itu penuh. Dan Kai rasanya gatal ingin mencium tunangannya sekarang juga.

“Bulan madu.”

Pletak.

Jawaban Kai malah berakhir dengan satu geplakan dari Laura yang kerasnya tidak main-main, hingga kepala Kai merasa pening. Benar-benar super tega dan tidak berkepritunanganan.

“Sakit, Yank,” protes Kai mengusap-usap belakang kepalanya yang menjadi sasaran Laura.

“Makanya kalau bicara itu di pikir dulu. Jangan asal ceplos aja!”

“Itu juga aku hasil mikir kali, Yank. Ya kali bulan madu gak ada rencana,” Kai memutar bola matanya. Merasa bahwa ajakannya tidak ada yang salah.

“Iya, tapi sekarang belum saatnya. Lo baru ikat gue, belum milikin gue.” Terang Laura mengingatkan status mereka pada tunangannya itu.

“Salah siapa di ajak nikah langsung gak mau. Coba kalau hari itu kamu setuju, sekarang kita udah di perjalanan menuju Hawai buat bulan madu.”

Pletak.

Satu lagi geplakan mendarat di kepala Kai dan pelakunya adalah orang yang sama, bedanya sekarang tidak terlalu kuat seperti sebelumnya.

“Lo pikir nikah cuma untuk ngejar bulan madu doang?! Sederhana banget pikiran lo, Kaivan! Gue sembelih juga lo lama-lama!” dengan gemas Laura meremas wajah Kai cukup kuat hingga menimbulkan ringisan dari pria tampan itu.

“Udah, Yank. Astaga, ini muka loh bukan pakaian kotor. Ganteng aku ilang nanti, Yank!”

“Gue gak peduli.”

“Sungguh teganya dirimu wahai calon istri,” Kai menekan dadanya dengan wajah yang di buat seterluka mungkin. Membuat Laura bergidik jijik dan bangkit dari duduknya, menjauh dari pria yang dulu sangar berubah jadi lebay seperti ini.

Laura tentu saja terkejut sekaligus geli dengan perubahan Kai. Tapi harus Laura akui bahwa memang ia lebih menyukai Kai yang seperti ini. Terasa lebih menyenangkan dan mudah dirinya tindas. Oke, untuk kata terakhir tolong jangan di anggap serius, Laura hanya becanda. Sungguh.

“Mau ke mana, Yank?” teriak Kai dari arah ruang tengah tanpa berniat mengikuti tunangannya itu, film yang sedang di tonton terlalu sayang Kai tinggalkan.

“Tidur,” sahut Laura dengan teriakan pula, di susul dengan suara debum dari pintu yang sedikit di banting. Kai mengusap dadanya akibat terkejut, lalu menggelengkan kepala dengan seulas senyum di bibir.

“Kenapa pribadi kita jadi kebalik gini?” pikir Kai seraya terkekeh mengingat sikapnya yang dulu sedikit percis dengan Laura. Mudah emosi dan kasar. Sedangkan Laura sosok lembut yang penyabar. Tidak pernah sekalipun mempermasalahkan sikap Kai yang seenaknya dan tempramen. Perempuan itu selalu memberikan senyumnya dan mengelus lembut punggungnya lembut untuk menenangkan emosi Kai yang mudah tersulut, apalagi jika sudah berurusan dengan keluarganya.

“Andai tidak ada kamu saat itu, mungkin sudah banyak nyawa yang melayang karena ulahku,” kenang Kai tersenyum miris. “Terima kasih Laura, terima kasih sudah menjadi obat penenangku, menjadi kelemahanku sekaligus menjadi penguatku hingga aku bisa bertahan hingga sejauh ini. Aku berharap selamanya bisa bersamamu, menghabiskan sisa hidup ini dengan bahagia.”

Tidak ingin terlalu lama bermelow-melow riang dengan mengenang masa lalu, Kai kembali memfokuskan diri pada tontonannya di temani camilan berupa keripik kentang yang dibelinya bersama Laura siang tadi di supermarket seberang apartemennya.

Apa-apa sudah dilakukan berdua, seharusnya tidur juga sudah berdua bukan? Tiba-tiba saja senyum Kai mengembang, melirik ke arah pintu kamarnya yang tertutup lalu pada televisi yang masih menyala. Berkali-kali Kai melakukan itu sebelum kemudian bergegas mematikan layar datar di depannya dan membereskan kantung-kantung bekas camilannya agar apartemen yang dirinya beli dari hasil kerja kerasanya kembali rapi seperti semula.

Selesai dengan itu Kai melangkahkan kaki menuju pintu kamarnya yang ternyata tidak di kunci. Entah kai harus kesal atau justru bahagia dengan ini, tapi yang jelas Kai tidak akan membiarkan pintu ruang privasi Laura terbuka selain untuk dirinya.

Kai kira tadi Laura berbohong saat mengatakan akan tidur, nyatanya gadis itu memang sedang terlelap di ranjangnya saat ini, begitu damai dan nyeyak hingga tidak sama sekali terusik walau Kai tidak masuk secara diam-diam. Ya, lagi pula Kai bukan laki-laki mesum yang suka mencari kesempatan dalam kesempitan. Ia masih pria baik-baik yang tidak akan melakukan hal brengsek pada pasangannya dalam keadaan sang tunangan tidak sadar. Sekarang Kai hanya ingin tidur di samping perempuan itu. Tidur dalam artian yang sebenarnya. Ingat jangan berpikir macam-macam!

Lama mengamati wajah cantik Laura, Kai lalu menjatuhkan diri di ranjang sebelah kanan yang memang kosong, dan ulahnya itu berhasil mengusik tidur Laura.

“Lo ngapain?” panik Laura karena Kai yang tiba-tiba menariknya ke dalam pelukan.

“Tidur sore, Yank, ngantuk,” jawab Kai dengan mata yang sudah dipejamkannya.

“Tidur di sofa sana,” usir Laura yang berusaha melepaskan pelukan sang tunangan. Tapi Kai malah menggeleng, seraya menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Laura, membuat perempuan itu bergidik karena geli. “Kai!” geram Laura kembali berusaha melepaskan tangan Kai yang melingkari perut ratanya.

“Tidur lagi aja sih, Yank, aku cuma pengen peluk doang. Gak akan macam-macam, janji. Lagi pula kalau gak tahan, nanti aku langsung nikahin kamu, tenang aja. Aku tanggung jaawab kok,” kata Kai dengan ringannya, tidak tahu saja Laura yang berbaring membelakanginya sudah merah padam, malu dan kesal bercampur menjadi satu, hingga dengan sekuat tenaga menyikut rusuk Kai, membuat laki-laki itu mengaduh keras dan refleks melepaskan lilitan tangannya di perut Laura.

Laura segera bangkit dari tidurnya menatap Kai yang kesakitan dengan ringisan rasa bersalah melihat Kai yang mengaduh sambil berguling ke kanan kiri seraya memegangi bagian yang Laura sikut. Dari raut wajahnya Laura tahu bahwa pria itu tidak sedang bersandiwara dengan rasa sakitnya. Laura tidak bermaksud menyikut kai sekeras itu, sungguh. Salahkan saja kekesalannya atas kalimat yang laki-laki itu ucapkan.

“Sakit banget ya, Kai?” tanya Laura sambil meringis, bingung juga harus berbuat apa untuk meredakan rasa sakit yang Kai dapatkan akibat dirinya.

“Lebih sakit di tinggal kamu, Yank,” ucap Kai di susul dengan ringisan kembali, mengurungkan niat Laura yang sebelumnya siap mengomel mendengar kalimat gombal tunangannya.

“Maaf Kai, aku gak sengaja, sumpah!” Laura mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya. “Di obatinnya pakai apa dong, biar sakitnya reda?” lanjutnya bertanya dengan panik, padahal sekarang sakit yang Kai rasakan sudah mulai sedikit reda. Tapi dasarnya saja Kai yang jahil, terus mengerjai Laura yang merasa bersalah. Kapan lagi bisa lihat pemandangan wajah panik yang menggemaskan Laura. Pikir Kai yang diam-diam mengulas senyum.

“Lagi kayak gini nih gue nyesel kenapa gak ngambil spesialis tulang waktu kuliah” Laura menggigit-gigiti jarinya dengan wajah khawatir, panik dan juga kesal. Perpaduan ekspresi yang membuat Kai gemas dan ingin sekali menarik wajah itu lalu ia cium seluruhnya hingga puas. Namun Kai terlalu sayang mengakhiri pemandangan di depannya yang amat jarang terjadi.

1
Zahfira Khairani
ya tegas kan ja ke org tua² klu nolak perjodohan..gt ja ribet...
Modish Line
sadis bgt Laura 😁😁😁😁
Modish Line
😁😁😁😁
Anisa Rahmani
suka sama ceritanya🤗
Rynnn
aaaah sungguh Amazing sekali ceritanya ini author😍🤩😍🤩 ..
speechless!! THE BEST POKOKNYA!!
ngk rela banget kisah ini tamat☹️☹️..
bakalan kangen dengan kai❤️Laura..triplets juga..
apalagi sahabat" rusuhnya somplak nyaa kai🤣
(rasya, andra, miko)
rapa n papi leo jgaa.. tdak ketinggalan pasangan t'sweet t'bucin pandu m bunda lira😍..
aahh bakalan kangen dengan smua nyaa..

Big 👏👏 ntuk author..
tetap semangat n truss lh berkaryaa💖
keyla
terbalik,kesempatan dlm kesempitan🤣🤣
Rahmawaty❣️
udh donk laura jangan judes² sma kai
Rahmawaty❣️
lagi seneng² nya eh tau² nya mlah dijatuhin kejurang🤣🤣
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😩😩😩😩😩😩😩😩nangis diriku menangis😭😭😭😭😭
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭 ini kisahku bngt, ya ampun laura dirimu sama aku juga gitu, keguguran janin ga berkembang dan berujung dikuret 😭
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Rini Astuti
kayak kisahnya lyra pandu ... 🤭 orang ke 3 nya sahabat sendiri 🤦‍♀️
Fa Rel
istri leo meninggal kah
Fa Rel
laura adek quenn apa rapa sih thor kok kebanyakan pandu lira bkn leo
🥀Leni Septiani 🥀 HIATUS: adik queen.
kalau bingung bisa di baca berurutan kak. dri kisah pandu lyra (menikah muda) terus kisahnya luna leo (sahabat yang kunikahi) setelah itu kisah rapa dan queen (menjaga hati) baru baca yg ini
total 1 replies
Didin Bherzhel
😃😃😃
Didin Bherzhel
kyak nya seru nih klow d bkin certa s kembar 🙏🙏
masih blom move on q sma keluarga ini trluuu🥰🥰🥰🥰
chaeunwoo
ngebayangin rapa jitak Kai sambil lewat aq ko ngakak ya
chaeunwoo
ga selamanua cobaan rumah tangga tentang pelakor atau pebinor.. tapi cobaan dr keluarga sendiri yg menuntut kesabaran kita.. tinggal sampe dimana, ada ambang batas atau engga ...
chaeunwoo
yank..yank..yank.. palalu peyank
SIlfiana Hidayanti
nangis q dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!