NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku.

Rahasia Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Ani Almira mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Fardan suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ketika kecelakaan itu terjadi Fardan tidak sendirian. Ani terkejut ketika polisi mengatakan penyebab kecelakaan suaminya. Ani tidak menyangka Fardan begitu tega kepadanya.
Ardi Akram seorang perwira menengah di kepolisian. Ia merasa kecewa dengan apa dilakukan oleh Nadira istrinya. Ia mengajak Ani untuk balas dendam atas perbuatan Fardan dan Nadira. Ani menolak untuk melakukan balas dendam. Namun, berkat bantuan Ardi rahasia masa lalu Fardan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Ke Jakarta.

Malam hari ketika Ani sedang bersiap-siap tidur Ardi menelepon. Ia meminta Ani ikut ke Kebun Binatang Ragunan. Ani menolak ajakan Ardi dengan alasan ia mau pergi ke rumah sakit untuk menjenguk suaminya. Namun, Ardi tidak berhenti sampai di situ. Ia terus berusaha agar Ani mau ikut pergi ke Kebun Binatang Ragunan.

      “Masa kami cuma pergi bertiga? Nggak asyik.” Ardi terdengar kecewa dengan jawaban Ani.

      “Sesekali Ibu tidak datang ke rumah sakit. Ibu butuh liburan. Jangan sampai Ibu jadi stres karena terlalu sering berada di rumah sakit,” ujar Ardi.

      Ani menarik napas panjang mendengar ucapan Ardi. Namun, ada benarnya dengan apa yang Ardi katakan. Ia butuh liburan. Tidak mungkin ia pergi berlibur ke rumah orang tuanya. Orang tuanya pasti akan marah jika Ani mengabaikan Fardan yang sedang di rawat di rumah sakit.

      Mungkin ada baiknya ia ikut jalan-jalan dengan Malika. Malika anak yang menyenangkan. Ia tidak pernah rewel ketika sedang bepergian. Lagipula mereka tidak pergi bertiga, masih ada Tri di tengah-tengah mereka.

      “Baiklah, saya akan ikut pergi ke Kebon Binatang Ragunan,” jawab Ani. “Alhamdulillah.” Ardi seperti merasa lega.

      “Tapi kita menginap semalam di hotel. Malika ingin ke Snow World. Kita ke Snow World dulu sebelum pulang ke Bandung,” kata Ardi. Ani menarik napas panjang, ada-ada saja permintaan Malika.

      “Ibu pernah ke Snow World?” tanya Ardi.

      “Belum pernah,” jawab Ani. Ia belum punya anak, jadi tidak ada yang minta pergi ke sana.

      “Kebetulan sekali Ibu belum pernah ke sana. Ibu bisa merasakan sensasinya bermain es. Ibu bisa bersenang-senang sepuasnya. Bisa mengurangi stres,” ujar Ardi. Ani jadi penasaran bagaimana rasanya bermain es.

      “Besok kita berangkat pagi. Jalan tol menuju ke Kebun Binatang Ragunan macet sekali. Saya akan jemput Ibu jam 6 lewat 30 menit,” ujar Ardi.

      “Jangan jemput di rumah! Tidak enak kalau kelihatan tetangga,” kata Ani.

      “Baiklah. Saya jemput di tempat tadi,” ujar Ardi. “Sampai ketemu besok. Assalamualaikum.” Ardi mengakhiri pembicaraannya.

***

      Keesokan pagi pukul 6 pagi Ani berangkat dari rumah. Ketika ia sedang berjalan, ia bertemu dengan Ika tetangga sebelah rumah yang baru pulang dari pasar.

      “Mau kemana Bu Ani?” tanya Ika. Ia melihat Ani membawa tas berukuran besar seperti akan melakukan perjalanan jauh..

      “Mau ke Sumedang, Bu. Acara di rumah saudara,” jawab Ani. Ia sengaja berbohong kepada tetangganya, agar tidak banyak pertanyaan.

      “Pergi sendiri, Bu?” tanya Ika.

      “Iya, Bu. Biasanya juga saya pergi sendiri,” jawab Ani. Sewaktu Fardan masih sehat, Ani sering pergi ke Sumedang sendiri. Fardan tidak ikut ke Sumedang dengan alasan macam-macam. Lembur lah, ada acara di kantor atau dinas ke luar kota. Sekarang Ani tahu kalau itu hanya alasan Fardan, agar bisa pergi berdua dengan Nadira.

      “Hati-hati di jalan, Bu,” pesan Ika.

      “Iya, Bu. Assalamualaikum.” Ani pun melanjutkan perjalanan menuju ke minimarket.

      Sebelum ke minimarket, Ani mampir dulu ke penjual kue yang berada di pinggir jalan. Ia membeli kue untuk bekal di jalan. Ia juga membeli kue-kue yang di sukai Malika. Setelah membeli kue, ia pun menuju ke minimarket.

      Ketika sampai di depan minimarket, mobil Ardi belum terlihat. Ani memutuskan untuk menunggu di teras minimarket. Baru saja Ani hendak duduk di kursi, ia melihat mobil Ardi masuk ke halaman minimarket. Ardi parkir di depan minimarket.

      Ani melihat Malika duduk di sebelah Ardi. Ani melambaikan tangan ke Malika. Malika menunjuk ke Ani sambil mengucapkan sesuatu kepada Ardi. Ardi terlihat menjawab ucapan Malika, kemudian Malika melambaikan tangan ke Ani.

      Ardi lebih dulu keluar dari mobil kemudian ia jalan memutar untuk membuka pintu Malika. Malika keluar dari mobil. Ani mendekati Malika sambil membawa semua barang bawaannya. “Cium tangan Tante Ani dulu!” ujar Ardi sambil memperhatikan Malika.

      Malika menganjurkan tangan kanan ke atas, ia hendak mencium tangan Ani.  Ani meletakkan tas di jalan, tetapi Ardi langsung mengambil alih tas Ani. Ani menoleh ke Ardi. “Ada lagi yang mau ditaruh di bagasi?” tanya Ardi.

      “Nggak ada. Hanya itu saja,” jawab Ani.

     “Itu mau ditaruh mana?” Ardi menunjuk ke kantong plastik yang dibawa Ani. “Taruh di depan. Ini kue buat dimakan di jalan,” jawab Ani.

      “Sini, saya simpan di mobil.” Ardi mengulur tangan kanan. Ani memberikan kantong plastik kepada Ardi. Ardi membawa tas dan kantong plastik ke mobil.

      Malika belum menurunkan tangannya karena ia belum mencium tangan Ani. Dari tadi ia memperhatikan Ani yang sedang berbicara dengan Ardi. “Mau cium tangan,” kata Malika. Ani tersenyum melihat tingkah Malika yang terlihat lucu dan menggemaskan. Ia mengulur tangan kanan ke Malika lalu Malika mencium tangan Ani. “Muah.”

      “Malika mau beli kue.” Malika berjalan sambil menunjuk ke minimarket.

      “Nanti, tunggu Papa.” Tri memegang Malika agar Malika berhenti.

      Malika menoleh ke mobil, Ardi sedang menutup bagasi mobil. “Papa.” Malika memanggil Ardi. “Ya.” Ardi menghampiri Malika.

      “Malika mau beli kue.” Malika menunjuk ke minimarket.

      “Iya, kita beli kue.” Ardi memegang tangan Malika lalu ia menuntun Malika ke minimarket. Ani dan Tri mengikuti mereka dari belakang.

      Malika berjalan menuju ke rak tempat kue-kue dipajang. Ia mengambil kue yang ia kehendaki, Ardi mengikuti Malika sambil membawa keranjang. Malika memasukkan kue-kue ke dalam keranjang. Ani memperhatikan mereka berdua. Ardi memperlakukan Malika dengan sabar dan penuh kasih sayang.

      Di dalam pikirannya, Ani berandai-andai. Seandainya saja Fardan sudah selesai dengan urusan masa lalunya, mungkin sekarang mereka sudah mempunyai anak. Ani memiliki pelipur lara di saat ia sedang sedih dan kesepian. Namun, semua memang sudah takdir harus begini. Ani tidak bisa menolak takdir yang sudah Allah tentukan.

      Akhirnya keranjang yang dibawa Ardi sudah penuh dengan berbagai macam makanan. “Sudah, ya. Keranjangnya sudah penuh.” Ardi menunjuk ke keranjang yang dibawanya.

      “Satu lagi.” Malika berjalan mencari makanan lainnya. Ardi menggelengkan kepala melihat apa yang dilakukan Malika.

      Akhirnya acara belanja makanan pun selesai. Mereka kembali ke mobil. “Bu Ani duduk di depan,” ujar Ardi sambil membuka kunci mobil menggunakan pengendali jarak jauh.

      Ani menoleh ke Malika yang berdiri di sampingnya. “Malika mau duduk di depan sama Tante?” tanya Ani.

      “Mau,” jawab Malika. Ani membuka pintu mobil lalu Malika masuk ke mobil. Setelah itu, baru Ani masuk ke mobil.

      Ardi menyalakan mesin mobil. “Sudah siap?” tanya Ardi setelah memakai sabuk pengaman.

      “Sudah,” jawab Malika.

      “Kalau begitu, kita berangkat.” Ardi mengemudikan mobilnya, meninggalkan halaman minimarket.

1
falea sezi
uda di selingkuh in ampe punya anak masih cinta🤣🤣 cwekk ooonnnnn
sunaryati jarum
Baru mampit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!