NovelToon NovelToon
Rumah Kontrakan Angker

Rumah Kontrakan Angker

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Rumahhantu
Popularitas:191
Nilai: 5
Nama Author: Putri Trisna

Rumah dua Lantai yang kami sewa ternyata rumah Angker.
Malam terasa panjang dan mencekam.
"Aku menyesal mas menyewa rumah ini" ucap Adel sambil bersungut-sungut.
"Yaa..mau bagaimana lagi, sewa nya masih panjang, kan sayang kalau kita pindah rumah" balas Bram.
Bram adalah seorang pegawai pemerintahan yang di mutasi ke kota Bogor.
Sedangkan Adel hanya seorang ibu rumah tangga biasa.
Mereka menikah setahun yang lalu dan belum memiliki rumah.
Karena Mutasi pekerjaan, mereka pindah ke Kota Bogor, dan menyewa rumah dua lantai yang sangat besar.
Kondisi rumah kokoh, namun di beberapa kamar terlihat cat tembok yang terkelupas.
Suasana nya sejuk, dan tentu saja Adel tergiur dengan harga sewa yang sangat murah.
"Kamu sih mas!! malah bayar rumah ini langsung satu tahun, padahal kita coba dulu bayar perbulan" ungkap Adel sedikit ketus
"Nasi sudah menjadi bubur sayang..kita coba saja dulu yaa" dengan nada menenangkan Bram mendekat ke arah Adel, lalu mencium kening nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Trisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lampu Mati

Adel menangis sejadi-jadinya, seolah mimpi tersebut terasa nyata.

Suara tangisan Adel terhenti oleh suara ketukan pintu.

Tok ..tok..tok

"Assalamualaikum, sayang..mas pulang" beberapa kali bram berteriak dari luar, meminta pintu di buka kan.

Adel yang baru terbangun dari tidur nya, dengan segera ia mengusap air mata yang membasahi pipi nya.

Adel bangun dari atas ranjang kasur menuju pintu.

Glek...

Pintu dibuka.

"Sayang kamu kenapa? Kok kaya habis nangis sih?" tanya Bram yang melihat kondisi mata istri nya sembab seperti orang habis nangis.

"Gak apa-apa mas, cuma mimpi sedih saja" sahut Adel, menjawab dengan nada malas.

Semenjak di rumah ini, hubungan Adel dan Bram seperti tidak harmonis.

Adel merasa tidak di tanggapi apapun keluhan nya. Ia juga merasa semenjak Bram di mutasi ke Bogor ia lebih cuek padanya.

Setelah Bram selesai makan dan beristirahat, Bram berusaha tidur, menghindar dari sikap istrinya yang tiba-tiba saja dingin dan cuek.

"Huh....!! Dasar manusia gak peka!" maki Adel langsung di hadapan Bram.

Bram bingung dengan sikap istrinya itu, ia lebih memilih tidur.

Malam semakin larut, waktu menunjukan pukul setengah sepuluh malam.

"Kemana anak, ini katanya pulang jam sembilan malam, sekarang sudah jam setengah sepuluh malam" gumam Adel mengkhawatirkan Nana, teman satu-satunya itu.

Adel membawa laptop nya ke rumah tamu, ia berjalan menuju dapur berencana untuk menjaga segelas teh hangat.

Sambil ngeteh santai, Adel kembali men scroll lowongan pekerjaan.

Hatinya masih dongkol akan sikap Bram yang acuh tak acuh.

Gagang pintu bergerak-gerak beberapa kali, seolah seseorang sedang mencoba membuka pintu.

Jantung Adel kembali di buat syok!!!.

"Astaghfirullah..." teriak Adel sembari memegangi dada nya yang terasa sesak.

Perlahan pintu terbuka...

Adel hanya melihat separuh tangan di ujung gagang pintu.

Dunia seakan berhenti berputar, perasaan Adel langsung tidak enak, ia berdiri dan bersiap berlari.

"Assalamualaikum..." ucap Nana dari balik pintu.

Adel merasa lega mendengar suara Nana yang berada di balik pintu.

"Walaikumsalam.. Kamu bikin kaget saja" ucap Adel menepuk dada nya beberapa kali.

"Maaf...maaf Hehehehe" sahut Nana dengan polos nya.

Tanpa sungkan lagi pada Adel Nana, langsung duduk di hadapan Adel.

"Pulang sama siapa? Sendiri?" tanya Adel.

"Iya sendiri kak, naik Ojek aku" sahut Nana.

"Iya soal nya disini katanya angkot cuma sampai jam enam sore ya, kata cucu pemilik rumah" ungkap Adel.

"Iyaa, agak susah buat yang pulang malam kak, kakak lagi ngapain?" tanya Nana.

"Lagu scroll lowongan pekerjaan hehehe" sahut Adel sembari senyum.

"Mudah-mudahan cepet dapet pekerjaan nya kak, oh iya aku ke atas dulu ya udah lengket ini badan hehe" ucap Nana sekalian berpamitan ke Adel.

"Amin..iya gih sana mandi dan istirahat" sahut Adel.

Nana berjalan ke lantai atas, baru saja di ujung tangga lantai atas, tiba-tiba saja lampu di tangga mati.

"Kaaaaaaakkkk...." teriak Nana.

Adel terperanjat kaget, ia langsung berdiri dan berlari ke arah Nana.

"Ada apa Na?" balas Adel berteriak.

"Lampunya mati...aku kaget" ucap Nana dari atas.

"Yaudah sana masuk kamar, aku lihatin dari sini, nanti aku bangunin Mas Bram buat di cek" ungkap Adel menenangkan Nana.

"Iya kak terimakasih yaa" sahut Nana dengan segera ia masuk ke dalam kamar nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!