NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Munafik

Hari ini tepat gajian pertama suamiku,aku menunggunya dirumah berharap Mas Bram akan segera pulang sore ini.

Tiba tiba terdengar suara motornya dari luar,aku segera keluar dan menyambutnya dengan senyuman.

Ia segera memasukkan motornya dan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian.

"kita makan diluar aja sambil ke ATM ambil uang!"ucapnya mengajakku pergi.

"gaji kamu aku yang pegang mas!"ucapku menyodorkan tangan.

"sebelum memberikan uang gajinya ia menghitung uang itu dengan seksama dan memberiku sebagian.

"aku butuh untuk makan dan bensin,dan juga sisanya aku simpan untuk pegangan,kamu hemat hemat uang ini...!"ucapnya .

Dengan segera ku hitung uang itu yang berjumlah separuh dari gajinya.

"ya tidak apa apalah,dia kan yang mencari uang"gumamku dalam hati buru buru menyimpan uang itu kedalam dompet yang ku bawa.

Selesai makan malam kami pulang dan Mas Bram segera tidur aku pun segera menyusulnya.

Keesokan harinya aku berbelanja kebutuhan bulanan rumah di sebuah toko grosir,memasak dan berberes beres rumah agar tetap rapi.

"paket...!!!"

Aku bergegas keluar melihat Kurir sudah berada didepan pagar rumahku.

"Paket atas nama Bram mbak!"ucap kurir itu memberikan bungkusan berwarna hitam.

"sudah dibayar?"tanyaku bingung.

"belum mbak..."sahut kurir itu menyebutkan nominal paket yang dipesan mas Bram.

Aku segera kedalam mengambil uang ratusan ribu dan memberikannya kepada kurir itu.

"beli apa mas Bram,bukannya titip uangnya ke aku"ucapku menggelengkan kepala menutup pintu.

Dengan uang yang diberikan mas Bram aku harus berhemat dan tercukupi semuanya,kulihat bajuku yang sudah usang dan robek membuatku berfikir untuk membeli daster baru namun niat itu ku urungkan berhubung khawatir uangnya tidak cukup karena ini baru awal bulan.

Kring!!!

Handphoneku berbunyi dengan segera ku angkat panggilan telepon itu dari mas Bram.

"sayang...kamu cari lagi orang yang mau daftar layanan gratis obat dariku,aku belum target nih!"

"hah..lagi mas??memangnya di mall itu sepi ..kemarin kan sudah ku bantu cari customer"ucapku merasa heran.

"itu kan untuk bulan kemarin,sekarang beda lagi..memang kamu mau aku dipecat terus kita enggak bisa makan dan mati???"ucapnya dengan nada tajam.

"kok ngomongnya gitu mas..yaudah aku coba cari orang lagi yang mau!"sahutku pelan.

Sejujurnya aku bingung harus menawarkan layanan obat itu kesiapa lagi...apalagi dengan memberikan data KTP banyak dari mereka yang khawatir akan disalah gunakan.

Mas Bram yang kerja kenapa aku yang harus pusing mikirin target kerjanya aarrrgh...

Siang ini aku berencana mau pergi kerumah ibuku memberikan sedikit uang untuknya sambil bertanya lagi sama kakakku mungkin temannya ada yang berminat lagi ,karena kakakku banyak grup teman temannya.

"kak...temen kakak ada lagi yang mau ikutan layanan obat gratis nggak?"tanyaku pelan.

"lah..memangnya kurang yang waktu itu kakak kasih datanya sama kamu?"tanya kak Nency.

"bukan ini katanya targetnya baru lagi kak!".

"pusing banget kalau kaya gitu..masa kamu yang nyari terus Vay,memangnya Bram engga usaha cari sendiri!"tanya ka Nency lagi penasaran .

"aku enggak tau kak!".

"temen kakak enggak ada lagi yang mau...kan udah banyak dari kakak kemarin".

"coba Vay kita ke temen ibu aja barangkali mau yang rumahnya disana!"seru ibuku mengajakku pergi .

"Maaf ya Bu..Vay jadi ngerepotin ibu,karena kerjaan mas Bram semua jadi repot"ucapku merasa tidak enak.

"iya enggak apa apa Vay,ibu cuma bisa bantu sebisa ibu aja daripada suamimu dipecat".ucap ibuku.

Akhirnya beberapa teman ibuku mau mendaftar layanan obat gratis itu,rasanya aku sedikit lega dan bebanku sedikit hilang mengingat mas Bram yang seperti menerorku hampir setiap hari karena targetnya.

"apa aku tawarin ke temen temen sekolahku dulu ya"gumamku dalam hati berfikir.

Sampai dirumah aku menghubungi teman teman sekolah ku satu persatu yang ada digrup berharap mereka mau ikut membantuku mendaftarkan layanan gratis obat toh hitung hitung membantu mereka juga mendapatkan obat gratis dari kami.

"Maaf Vay...gue belum berminat..lain kali aja ya..!"

penolakan demi penolakan dari teman temanku ya tidak masalah karena menawarkannya gampang gampang sulit walau sebenarnya kedua pihak mendapatkan keuntungan yang sama,mereka bisa mendapat obat gratis dan layanan dokter special tanpa harus membayar dan aku mendapat target yang harus di capai mas Bram.

Sambil rebahan aku mencroll chat whatssap grup teman teman sekolahku dan tiba tiba sebuah pesan membuatku naik pitam.

"Eh kalian ditawarin layanan obat juga gak sama Vayala...kaya maksa gitu nawarnya?"

Ucap salah satu teman sekolahku.

"iya..gue juga...gue alesan aja enggak dulu haha!"

sahut salah satu lainnya.

Melihat mereka membicarakanku aku pun langsung membalas chat pada grup itu.

"maksudnya apa nih bilang kalau gue maksa ...mana emang yang bilang gue maksa nawarin kalian..jangan asal ngomongnya...ternyata begini dibelakang gue...!!".

Aku segera keluar dari grup tersebut dengan kesal,tidak kusangka temanku yang didepan baik dan ramah malah menjelek jelekkanku seperti itu memfitnahku memaksanya,aku merasa kecewa dengan mereka.

"Vayala gue dan Ifa minta maaf...gue enggak bermaksud buat ngomong kaya gitu"

Melihat chatnya aku malas membalasnya,baru kali ini aku merasa kecewa dengan teman teman sekolahku yang ku anggap mereka baik.

Tidak lama Mas Bram pulang melihatku yang melamun sendirian diatas sofa ia mendekatiku.

"kamu kenapa tumben diem aja!"tanyanya.

"ini semua gara gara kamu mas yang selalu maksa aku buat cari target kerjaan kamu,aku jadi ribut sama teman sekolah ku karena nawarin layanan obat gratis itu!!"ucapku dengan nada kesal.

"emangnya kenapa??"tanyanya bingung.

Ak yg menceritakan kejadian yang membuatku sampai kesal padanya,ia hanya diam tanpa berbicara.

"Emangnya kamu enggak bisa cari customer sendiri mas??aku ,ibuku,kakakku sampe bantuin buat cari customer...kenapa si merepotkan orang terus..aku enggak mau lagi mas...aku capeee kaya aku yang kerja rasanya!!"seruku menangis.

"heh...kalau kamu enggak cari terus aku dipecat kita mau makan apa nanti...bisa mati kita enggak ada penghasilan,yaudah biarin aja kita mati karena enggak makan!!!"sahutnya dengan tatapan tajam kepadaku.

"rejeki kan bukan dari situ aja mas,aku Udah berusaha sampai aku ribut sama temanku...aku stress mas!!!".

Mas Bram hanya diam dengan spontan membanting barang barang hiasan rumah kami sampai hancur.

Melihat itu aku menggelengkan kepala merasa sedih dengan keadaan rumah tanggaku yang seperti ini,tidak ada percakapan atau solusi,dia hanya memikirkan dirinya sendiri tidak dengan perasaanku.

...****************...

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!