NovelToon NovelToon
Ternyata CEO

Ternyata CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: My finger

Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

 Dahlia kembali menegak air mineral dan kali ini ia minum sangat banyak. Bagaimana tidak, ponsel puluhan juta kini berada di tangan nya? Ia pernah memiliki hp android, itupun ram nya hanya 2 Gb, dan handphone itu sudah di jual untuk kebutuhan Tania bayi yang memerlukan susu formula.

"Kenapa nak? Apa isi nya? Kok kamu jadi tegang gitu?" Marni yang sudah menyiapkan gunting kecil, duduk memperhatikan anak nya. Dahlia hanya menggeleng kecil. Ia menyerah kan kotak itu pada ibu nya.

 Saat ini Dahlia tidak punya kekuatan untuk bicara apalagi untuk menggunting paket. Sedikit heran, Marni meraih nya kembali. Perlahan tangan Marni membuka paket itu hingga muncul lah kotak berbentuk balok yang memiliki gambar handphone dan ada gambar apel kecil yang sudah di gigit bagian atas nya.

 "Oh, nak Raditya kasih kamu hp, bagus banget" ucap Marni sambil membuka box itu dan mengeluarkan isi nya.

 Dahlia hanya mengangguk, masih shock. Tangan nya dingin bersamaan dengan jantung nya yang berdetak lebih kencang. Ia tak pernah membayangkan akan mendapat kan hadiah sebesar itu. Raditya sangat berlebihan pada nya. Sekarang ia malah bingung menanggapi kebaikan laki laki itu

Bersungguh-sungguh menjadi istri nya? Ahh,,,ia tidak mau menjadi punguk merindukan rembulan.

"ini pasti mahal, nak?"

"Dua puluh jutaan Bu" kata Dahlia

Marni yang sedang Santai melanjutkan makan nya, seketika berhenti mengunyah. Mata nya langsung menatap Dahlia yang masih shock. Dahlia mengerti arti pandangan ibu nya.

"Ya Bu, dua puluh juta, bukan dua puluh ribu" kata Dahlia

Sekarang giliran Marni yang kehilangan akal. wanita tua itu menelan nasi yang ada di dalam mulut nya. dengan gemetar ia setengah berbisik

"Ibu gak salah dengar kan Dahlia?"

Dahlia menggeleng. Dia menunjuk kan angka dua dan tujuh angka di belakang nya. Marni tak bisa berkata apa apa lagi. Mengapa benda sekecil itu bisa sangat mahal? Dengan uang sebanyak itu ia bisa merenovasi rumah nya.

Drtttt,,,

Handphone itu menyala, Dahlia dan ibu nya terkesiap. Ada foto Raditya yang terpampang di layar handphone itu. Foto setengah badan dengan wajah dingin memakai kaca mata hitam.

Raditya CEO Calling

"Mas Radit telepon Bu!" pekik Dahlia

"Ya di angkat dong!" ucap Marni gemas karena Dahlia menghindar

Kapan lagi ada pemuda kaya yang mau sama anak nya. Marni tak mau tinggal diam.

Dahlia malah mundur seperti ketakutan. Ia memegang kepala nya. rambut nya masih terurai indah. Dahlia segera berlari ke kamar nya meraih kerudung nya

"Dahlia cepetan! jangan biar kan calon suami mu menunggu nak!" omel Marni. Ia memperbaiki kerudung anak nya dan memastikan wajah Dahlia tak ada lumpur seperti tadi

"Aku izin bicara di kamar ya,Bu" ucap Dahlia sambil berlari membawa handphone baru nya kedalam kamar. Sudah ada dua panggilan video yang terlewat kan.

Dertttt,,

Dengan jantung bertalu talu Dahlia menjawab telepon itu. Nampak wajah Raditya memenuhi layar handphone itu.

"Kenapa lama sekali jawab telepon nya!" pekik Raditya

"Anu,,Anu,,, aku baru habis makan" jawab Dahlia hampir tak mampu menahan perasaan nya

Ia sekarang sedang berkomunikasi dengan barang seharga motor. Begitu yang pak Husen katakan tentang motor nya yang baru saja lunas kredit

Nampak ponsel itu terlihat mewah memantul kan wajah Radit.

"Oh,, gimana? kamu suka sama handphone nya? Itu handphone mahal ya, jangan kamu pakai buat lempar tikus" Raditya terkekeh

Hachiii,,,, hachiii,,,

Raditya bersin berkali kali

"Kamu lagi sakit?" tanya Dahlia

"pilek sedikit, soal nya tadi siang ada wanita gila yang siram aku" sahut Radit

Dahlia menegak suami nya. Makin dingin rasa kulit nya. Kalau Raditya tahu pelaku nya adalah dia, pastilah Dahlia hanya menggigit bibir bawah nya

"Ehh,, mana wajah mu? kok pakai kamera belakang.? kamu tahu kan bagiamana cara nya pakai kamera depan?" cecar Raditya

"Bu,,, buat apa kamu mau lihat aku?" tanya Dahlia

"Ya perlu lah, aku lihat wajah istri ku!"

Dahlia langsung memegang dada nya. mengapa seperti ada yang melompat lompat di dalam sana? Ada apa? Gadis itu menunduk kan wajah nya sekarang, ia menjadi sangat malu

*******

Melinda keluar dari dalam mobil nya dengan langkah gontai dan terseok Seok. Di tangan nya ada kertas yang terlihat akan jatuh karena di biarkan melayang seperti pasrah. Rambut Melinda terurai acak acakan dengan air muka yang sembab

Melinda membuka pintu rumah nya lalu masuk begitu saja dan langsung luruh di lantai.

"Sudah pulang, Mel?" tanya Yuni yang baru saja keluar dari dalam kamar nya

"Woaaaa,,,!"

Yuni melompat mundur karena kaget melihat sosok wanita berambut sebahu sedang duduk dengan posisi seperti mengesot. Rambut nya yang acak acakan menutupi wajah nya, tapi saat mendengar suara Yuni wajah itu terangkat

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!