Elin dan Evan adalah dua sahabat karib. Mereka berdua bersahabat saat mereka berdua masih kecil hingga dewasa.
Dan pada akhirnya Elin menaruh suka terhadap Evan. Dan tanpa di sangka Evan pun juga menaruh perasaan lebih terhadap Elin. Saat mengetahui Elin suka pada Evan, Evan pun menyatakan perasaannya pada Elin. Tapi Elin menolak lantaran Evan cowok playboy. Elin tidak ingin persahabatan mereka berdua hancur saat mereka putus di kemudian hari.
Diantara persahabatan mereka hadir pula Susanti dan Rio diantara kisah mereka berdua. Siapakah Susanti itu? dan siapakah Rio itu?...
Penasaran dengan cerita persahabatan dan cinta mereka berdua?... Ayo baca cerita kisah mereka berdua!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akiva Az-Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13 Bertemu dengan Rio.
Hari ini Elin ada jadwal melatih anak-anak teekwondo di tempat latihan.
" Yun... Hari ini kakak nggak ikut ke toko. Soalnya hari ini kakak ada jadwal melatih anak-anak teekwondo." Jelas Elin yang berpamitan pada adiknya.
" Iya kak," jawab Yuni.
" Oh iya, tolong bilang ke mami kalau gue sudah berangkat ke tempat latihan," kata Yuni lagi.
" Iya kak," jawab Yuni. Kemudian Yuni pun pergi ke toko.
Sementara Elin langsung pergi ke tempat latihan.
Elin tidak berpamitan pada ibunya karena maminya sedang sibuk dan tidak ingin menganggu maminya. Yuni pun menyampaikan kepada maminya kalau hati ini ada jadwal di tempat latihan.
Elin pergi ke tempat latihan dengan naik angkot. Setengah jam kemudian pun dia sudah berada di tempat latihan.
Di tempat latihan sudah ada banyak anak-anak berkumpul. Di tempat latihan Elin pun segera mengganti pakaiannya dengan pakaian latihan teekwondo.
Elin pun mulai melatih anak-anak teekwondo dengan dibantu tiga pelatih lainya. Biasanya ditempat latihan ada Enam pelatih yang melatih mereka. Karena Yuni sendiri akhir-akhir ini sibuk membantu maminya untuk menggantikan kakaknya Elin. Kadang juga ada Rio yang ikut serta melatih anak-anak teekwondo. Tapi sekarang Rio sudah tidak melatih lagi. Semenjak kejadian di tempat pertandingan kemarin Rio memilih untuk pergi dan ia pindah ke luar kota sekaligus Rio juga mengajar di salah satu universitas di Jakarta sebagai dosen.
Saat anak-anak sedang fokus berlatih tiba-tiba Rio datang. Dan akhirnya latihan anak-anak di istirahatkan untuk beberapa waktu. Lagian juga sudah menunjukkan jam istirahat latihan bagi mereka. Biasanya mereka berlatih selama dua jam sekali pertemuan dalam waktu dua kali dalam seminggu.
Terlihat Rio sedang duduk di bangku Temat duduk di tempat latihan.
Elin pun menghampiri Rio.
" Hai kak... Bagai mana kabar kakak?" tanya Elin sambil menjabat tangan Rio kemudian ikut duduk di samping Rio.
" Baik." Jawab Rio sambil tersenyum pada Elin.
Elin pun balas tersenyum pada Rio.
Rio memandang Elin saat tersenyum. " Senyuman yang manis, masih seperti saat aku pergi untuk menghindar darinya. Aku sekarang tidak bisa berharap lebih darinya karena Elin sudah menolak ku." Kata Rio dalam hati dan masih memandang Elin dengan sebegitu rupa.
Elin yang tahu kalau Rio sedang memperhatikannya ia pun mengalihkan pandangannya. Dan ia pun membuka suara agar Rio tidak terlalu fokus pada dirinya. Karena Elin tahu bahwa Rio masih punya rasa terhadap dirinya.
" Kak Rio kapan pulang ke Surabaya?"tanya Elin.
"Tadi pagi dan langsung ke sini untuk ketemu sama anak-anak,"jawab Rio." Dan gue ke sini ingin segera bertemu dengan dirimu Elin." Kata Rio dalam hati.
Rio masih curi-curi pandang terhadap Elin.
" Gadis yang manis." Gumamnya dalam hati.
" Lin... Gimana hubungan kamu sama Evan?" tanya Rio.
Elin menoleh kearah Rio yang tadi dia lagi fokus melihat anak-anak yang sudah akan mulai latihannya kembali.
Elin tersenyum." Baik," jawab Elin.
"Apakah Evan sudah menyatakan perasaannya ke kamu?" tanya Rio lagi. Karena ia penasaran dengan hubungan Elin dengan Evan.
Elin mengangguk." Bahkan Evan juga ingin melamar aku, kak." Jawab Elin pelan.
"Wah, sudah nggak ada lagi harapan buat aku untuk menyatakan perasaan aku ke kamu dong Lin." Kata Rio sambil mencoba untuk tersenyum walaupun sebenarnya hatinya begitu sakit mendengarnya.
Elin tersenyum pada Rio. Walaupun sebenarnya ia belum bisa menerima Evan lantas Elin tidak ingin Rio terluka kalau ia sebenarnya sudah di jodohkan dengan Evan. Dan Elin tidak ingin Rio berharap lebih dari dirinya.
" Kak Rio gimana?. Apa kak Rio sudah dapat pacar di Jakarta?. Katanya cewek Jakarta cantik-cantik." Tanya Elin.
Rio tersenyum." Belum. Memang benar cewek di sana cantik-cantik. Tapi tidak ada satupun yang bisa memikat hatiku. Hanya ada satu cewek yang bisa memikat hatiku." Jelas Rio.
Rio menatap Elin dengan amat sangat.
Elin merasa malu dengan apa yang di lakukan Rio.
"Jujur, aku sebenarnya masih menyukaimu Elin." Ucapan itu terdengar dari mulut Rio.
Elin hanya diam tidak bisa menjawab. Dan akhirnya." Gue mohon, lebih baik kak Rio lupakan gue, karena gue nggak mau melukai perasaan kak Rio lebih dalam lagi. Jangan terlalu berharap sama gue kak. Karena sebenarnya gue dan Evan sudah dijodohkan sebelum papi gue meninggal kak." Jelas Elin pada Rio. Kare Elin tidak mau Rio terluka sebelum lebih dalam lagi dan akan menyesalinya.
" Semoga kak Rio bisa mendapatkan seorang wanita yang lebih baik dan lebih cantik dan bisa menyaingi kakak lebih dari dirinya." Kata Elin lagi. " Maafkan aku kak." Ucap Elin.
Lalu Elin kembali ke tempat latihan untuk melanjutkan latihan mereka.
Rio tidak dapat berkata apa-apa. Ia hanya bisa menatap Elin yang kemudian meninggalkannya dan kembali bersama anak-anak teekwondo lainnya.
" Gue belum bisa melupakan mu, Lin. Untuk mencari dan mendapatkan cewek secantik dan semanis dirimu sulit Elin. Kau bagi diriku begitu sempurna. Walaupun sikap tomboy yang kau miliki tidak mungkin bisa untuk menghalangi diriku untuk mencintaimu. Kecantikan yang kau miliki begitu natural dan paras yang kau miliki lah yang membuat diriku jatuh cinta kepada mu Elin." Kata Rio dalam hati.
Jika dia bukan seorang lelaki yang kuat dan teguh mungkin ia tidak akan pernah bisa memendam air matanya. Tapi tanpa di sadari air matanya pun tiba-tiba menetes menggenang di pipinya. Ia pun segera menghapus sendiri air matanya. Seal orang tidak akan mungkin bisa kuat jika hatinya dan cintanya hanya bisa bertepuk sebelah tangan.
Lelaki sekuat apapun bila hatinya di sakiti pasti akan menangis. Rasa yang sesak di dada dan air mata yang tertahan tidak akan pernah bisa berkurang rasa sakitnya bila kita tidak menumpahkan dan mengeluarkannya rasa sakit itu pun akan masih ada.
Elin yang melihat Rio dari kejauhan ia seakan ikut merasakan bagaimana perasaan Rio. Elin harus tega melakukannya jika ia tidak melakukannya ia kawatir kalau Rio akan terluka lebih dalam lagi. Dan Elin tidak ingin kalau hal itu sampai terjadi sebelum terlambat.
" Maafkan gue kak. Gue harus tega melakukan ini semua ke kakak," gumamnya dalam hati." Gue berharap semoga kakak mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi buat kakak," tambahnya masih melihat ke arah Rio.
Rio kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat latihan.
Elin masih menatap Rio sampai Rio menghilang di balik pintu keluar.
" Maafin gue, kak." Kata dalam hati dan tanpa di sadari air matanya pun menetes.
Elin segera menghapusnya agar anak-anak teekwondo tidak memperhatikannya. Dsn kemudian ia mencoba memfokuskan pandangannya pada anak-anak teekwondo.
**********************
Salam dari INSEPARABLE🌻
salam dari ....
#Rindu With Me
#Suamiku kakak sahabatku
jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:
"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊
ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
maaf nih baru mampir lagi🤧🤧🤧