NovelToon NovelToon
Mommy Untuk Daddy

Mommy Untuk Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 5
Nama Author: della1

Apa jadinya jika seorang Anak kecil memanggilmu Mommy. Bocah perempuan usia 5 tahun yang imut nan cantik lebih sialnya adalah Anak dari bosnya yang dingin tapi genteng yang membuatnya digandrungi kaum hawam.


Yuk baca kelanjutannya...... 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Rey dan Cira sangat kesal terhadap Bapak-bapak ini, karena telah mengerjainya bahkan aktingnya pun sangat real mungkin kalau jadi aktor akan mendapat penghargaan aktor terbaik.

"Papa jahat!"ucap Cira disela tangisnya membuat Papanya pak Nugraha segera menghampirinya dan memeluk anaknya.

Rey pun berpindah dari posisinya dan duduk bersama Papanya. Rey masih marah dan kesal sama Papanya karena membuat ia jantungan sehingga Rey tidak menatap atau berbicara pada Papanya.

"Cup... cup.. jangan nangis dong, iya, maaf Papa tadi cuma terlalu mendalaminya sayang"ucap Pak Nugraha menenangkan Cira yang menangis didekappan nya.

"Tapi tadi Cira beneran nggak ciuman sama Rey kok Pa"jelas Cira agar Papanya tidak salah paham.

Pak Nugraha hanya mangut-mangut saja tanpa berbicara karena di otaknya sedang bekerja lagi untuk menjahili putrinya.

"Terus tadi kamu ngapain"tanya Papanya.

"Jadi gini Pa... "ucap Cira

Flashback On

Cira keluar sudah dengan pakai yang tadi dibelikan oleh Chan lalu menghampiri Rey yang terduduk di meja kerjanya dengan ditemani laptop dan berkas tanpa memperdulikan Cira.

"Rey gue pergi dulu ya" ucap Cira membuat perhatian Rey tertuju pada Cira.

Rey berdiri kemudian menghampiri Cira "Enggak nungguin Cia datang dulu ra?" ucap Rey.

"Enggak deh, gue titip salam aja sama Cia ya, soalnya gue mau ketemu sama Andal dulu"ucap Cira sembari mengucek matanya.

Rey yang melihat itupun segera menangkup wajah Cira yang membuat Cira terkejut "Jangan di kucek nanti iritasi"ucap Rey.

Cira termangu akan ucapan dari Rey hingga tanpa disadari Rey sudah mendekat kewajah ya. Baru hendak mengarahkan pada matanya Cira, suara dari pintu Menyadarkan Cira dan Rey.

Flashback Off

"Gitu Pa. Kalian sih main menyimpulkan gitu aja, gimana coba dapat engel kita ciuman ada-ada aja, baru liat gitu aja langsung marah-marah makanya dengerin dulu penjelasannya jangan main nyerocos mulu!" ucap Cira dengan kesal karena ulah mereka yang menyimpulkan salah.

"Owh...berarti Rey belum apa-apain kamu kan Ra?" ucap Papanya Rey, pak Aditama.

Mendengar ucapan Papanya yang menyudutkannya membuat Rey tambah kesal "Gimana mau ngegrepe orang anaknya pecicilan gitu"tungkas Rey membuat Cira menatapnya tajam.

Pak Aditama dan Pak Nugraha tersenyum melihat tingkah mereka, karena ia inget dulu ia juga gitu dengan istrinya dari benci jadi bucin.

"Udah. kamu ternyata kesini, kenapa nggak sama Papa aja sih?" ucap Pak Nugraha yang dibales cengiran oleh Cira.

"Kamu mau kerja disini lagi, jadi asisten pribadi nya Rey" ucap Pak Nugraha membuat Rey kaget akan kata 'lagi' berarti Cira pernah bekerja disini dan dirinya tidak tau itu.

"Cira pernah bekerja disini Om?"tanya penasaran Rey dan menatapnya.

"Masa kamu nggak inget sih, Cira dulunya jadi asisten kamu selama seminggu menggantikan Chan yang sakit"ucap Pak Nugraha membuat Rey terkejut.

"Cira yang dulu kumal, jelek, yang suka pakai kacamata di batang hidungnya itu"ucap Rey dengan menirukan gaya Cira yang menaikan kacamatanya.

"Lho!" terkejut Pak Nugraha akan ucap yang dilontarkan Rey "Cira selalu berpakaian modis kok saat itu, kamu salah nggak" bantah Pak Nugraha.

"Beneran Om, waktu itu Cia pernah memfoto Cira diam-diam dan foto itu ia cetak dan dia selalu bawa kemana karena sudah menganggap dia Mommynya"ucap Rey panjang "Aku inget banget cuma dia perempuan yang menjadi asisten sisa nya semua laki-laki Om"

Pak Nugraha mengangguk mempercayai Rey lalu menatap Cira tajam. Cira yang memang merasa salah hanya berusaha menutupinya.

"Bener yang di bilang Rey, Ra?"tanya Pak Nugraha menatap Cira penuh selidik, membuat Cira kebingungan mau jawab apa.

Sementara Rey menatap Cira dingin yang ingin tau kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh Cira membuatnya Cira merinding ditatap begitu oleh orang yang sangat dingin.

Cira hanya diam dan menunduk dengan sedikit mengangguk membuat Rey kesal.

"Jadi bener, kamu yang dibilang Rey itu? buat apa coba jadi jelek gitu bikin malu aja tau nggak kamu ini" ucap Pak Nugraha terheran-heran akan sikap konyol putrinya itu.

"Pantesan aja om lacak kamu dulu nggak ketemu"ucap Pak Aditama menimpali, membuat Cira yang memasang cengir kudanya.

"Habis Cira kesal Pa, Rey musuh SMA nya Cira kalau Cira ketahuan jadi asistennya bisa runyam dong, ditambah lagi ada isu bahwa Rey itu duda mesum" bela Cira akan dirinya membuat Rey melongo akan ucapan Cia,Papanya dan Pak Aditama hanya tertawa.

"Enak saya mengatai ku duda mesum"geram Rey "Dan lo percaya berita burung itu" ucapan Rey membuat Cira mengangguk. Rey berdecih kesal.

"Periksa nih, di KUA ada nggak nama gue tercatat di buku KUA" ucap sinis Rey, membuat Mereka tertawa.

"Kamu sih Rey dibilangin jangan suruh Cia panggil kamu Daddy gini kan jadinya" ucap Pak Aditama dengan memukul kepala kebodohan anaknya.

"Ya.....mau gimana lagi nasi jadi bubur"ucap Rey tak perduli.

"Jadi nggak laku kan kamu!"ucap Pak Aditama membuat Pak Nugraha dan Cira tertawa. Rey tak perduli akan hal itu selagi ia tidak dirugikan. Lagian cuma dipanggil duda aja harus marah gitu.

"Tenang bro kita jodohkan saya anak kita"ucap Pak Nugraha membuat Cira dan Rey terkejut.

"Tidak!!" ucap keduanya membuat Papa mereka tertawa terbahak-bahak, melihat kekompakan anak mereka.

Setelah mengatakan tidak Rey kembali ke meja kerja memeriksa setiap dokumen, karena ia ingin pulang cepat dan tidur dengan puas di karenakan hari ini hidupnya serasa lebih berat.

"Tuh... jodoh" goda Pak Nugraha pada Cira, karena ia tau sifat anaknya makanya terus-terusan menggodanya.

Cira bangkit hendak pergi namun dicegah oleh Papanya "Mau kemana?" ucapnya disela tawanya.

"Mau cari Papa baru buat Mama!" ucap Cira membuat Papanya melongo, ia anaknya cuma sedang kesal.

"Yaudah cari aja, kalau emang Mamamu mau"ucapnya membuat Cira tambah kesal.

"Aku aduin ke Mama, biar Papa tidur diluar!" ucap Cira pergi meninggal mereka yang kembali tertawa melihat wajah kesal dan marah Cira.

Rey tidak perduli akan tingkah anak dan ayah itu, karena saat ini pekerjaannya lebih penting.

"Bro...kapan rencananya?" ucap Pak Nugraha yang merangkul Pak Aditama. Rey tak melihat mereka namun entah mengapa telinganya ingin mendengarkan percakapan mereka.

"Tunggu ada adegan lebih panas lagi baru kita main lagi bro" ucap Pak Aditama dengan senyum devil ya.

Pak Nugraha pun mangut-mangut menerima ucapan Pak Nugraha tanpa memperdulikan bahwa ada orang lain disana.

Saat mendengar hal tersebut pikiran Rey berkeliaran membuatnya tak pokus memeriksa dokumen, sebenarnya mereka ingin membuat rencana apa dan untuk siapa sih? batin rey.

Pintu ruangannya dibuka paksa membuat semua orang menatap orang yang baru saja masuk "Ngapain lagi!" ucap Pak Nugraha.

"Mau ngemis!" ucapnya sinis membuat Pak Aditama geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan ayah yang tak ada habisnya.

"Cira, ada yang ketinggalan?" tanya Pak Aditama. Memang yang masuk dengan mengebrak pintu adalah Cira.

"Maaf ya Om, pintunya Cira banting keras lupa kalau ini bukan di perusahaan Papa"ucap Cira meminta maaf kepada Pak Aditama karena kelakuannya tadi.

Pak Aditama mengangguk memaafkan kelakuan Cira.

Rey yang terkejut mendengar gebrakan pintu pun melonggo karena pintu edisi terbatasnya akan rusak.

"Enak banget lo minta maaf, ganti rugi dong!" ucap Rey kesal akan ulang Cira yang suka sekali banting pintu mahal.

"Gue ganti nanti nunggu pintu lo hancur sehancur-hancurnya" ucap sinis Cira membuat Rey marah dan Rey memilih keluar untuk menenangkan jiwanya yang panas terbakar api emosi.

"Kenapa pula cewek punya mulut nggak bisa dilawan,Cih..."Gerutu Rey yang memasuki ruangan milik Chan.

Chan yang sedang asik menonton pun dikejutkan oleh Rey bosnya yang datang dengan mulut berbusa alias ngedumel nggak jelas.

Saking terkejutnya, Chan sampai lupa mematikan laptopnya dan betapa Rey terkejut nya melihat apa yang ditonton oleh Chan asistennya.

"Woy... jadi ini kerjaan lo, nonton flim po*rno" ucap Rey saat melihat adegan di laptop Chan.

Chan hanya menyengir kuda, mau menghelak sudah kalah telak, jadi ia hanya memilih menampilkan deretan giginya.

"Lo waras di kantor nonton beginian!" ucap Rey terheran.

"Habis gue bosen mau ngapain, berkas sudah falid semua jadi biar nggak stress ya... gue nonton beginian" ucapnya menjelaskan, membuat Rey tak habis pikir akan kelakuan Chan, padahal kalau bosan ya tinggal keluar aja cari udara segar lah ini malah nonton yang beginian, memang jiwa cowoknya udah over.

"Yaudah lanjutin, tapi inget jangan pernah bawa tunangan lo kesini buat nuntasin hasrat lo, gue nggak mau perusahaan gue jadi ajang kemesuman lo" ucap Rey lalu meninggal ruangan Chan.

Rey pun memilih naik ke rooftrop untuk menyejukan kepalanya karena hari ini begitu banyak kejadian tak terduga.

Maaf banget ya buat kalian semua karena update kelamaan, semoga kalian selalu mau setia nungguin cerita ini.

1
Hidriati Idefasa
Luar biasa
Alejandra
Emang nggak kedap suara kamarnya, biasanya kamar orang kaya kan gitu...
Irmanita Awanda
CIA itu umur brp sih kok gak dicritain di awal smpek skrg
Mal²_03
ga terlalu suka sama karakter Omanya, karna terlalu ikut campur dan egois mau menang sendiri, mana rencana ga ada yg masuk akal pula😒
Dyah Oktina
kurang ... nya... thor.... tempatnya ... gitu
Dyah Oktina
ish... ngerjain banget nih c author..... ruang kosong panjang... bet dah 😆
susi 2020
🙄🙄🙄🙄🤭🤭
susi 2020
🔥🔥🔥😄😄😄
susi 2020
🥰🥰🥰🥰
susi 2020
🙄🙄😍
susi 2020
🤫🤫🤫🤫😘😘😘
susi 2020
🙄🙄😍🥰
susi 2020
😍😍😍😍🥰🥰
susi 2020
🙄🙄🥰🥰🥰
susi 2020
😘😘🤫
susi 2020
🥰🥰😍
susi 2020
🙄🙄🙄🙄🙄
susi 2020
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
susi 2020
😂😂😂😂
susi 2020
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!