Bagaimana perasaan mu jika atasan mu tiba-tiba mengajak mu menikah ?
Syok tentu nya , hal itu juga dirasakan oleh wanita cantik bernama Renjana Ayudhisa atau yang biasa dipanggil Echa .
"Ayolah Cha , menikahlah denganku .. akan ku limpahi hidupmu dengan kekayaan ku" - Pandu Aksara Malik
"Daripada menikah dengan anda lebih baik saya menjadi perawan tua "- Renjana Ayudhisa
Bagaimana kisah kehidupan keduanya ? Lika-liku apa yang harus mereka hadapi ?
Simak kelanjutan ceritanya ....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna_Ama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23 . Ketakutan Echa
Pandu memarkirkan mobilnya disalah satu warung makan bubur ayam yang terletak dipinggir jalan dekat kantor perusahaannya .
Echa mengerutkan kening nya bingung .
"Bapak belum makan ?" tanya Echa
"Mas Cha , saya bukan bapak mu tapi calon suami mu " terang Pandu mengingatkan
"Maaf , lidah saya belum terbiasa manggil mas ". Sahut Echa
"Mulai sekarang dibiasakan ya cantik , yuk sekarang turun . Gak malu kan makan diwarung pinggir jalan ?" tanya Pandu
"Seharus nya saya yang tanya kayak gitu , Pak Pandu gak risih , gak malu ?" Echa berbalik tanya
Pandu menghela nafas pelan .
"Saya gak pemilih Cha , makanan apapun yang menurut saya enak pasti saya makan . Jadi tenang saja jika nanti kamu menjadi istri ku , kamu mau masak apapun pasti saya makan kok ". Ucap Pandu
Echa tersenyum canggung mendengar itu , kehidupan setelah menikah akan seindah apa nanti ? Batinnya
"Yuk turun " Pandu langsung turun dan bergegas membukakan pintu untuk Echa .
"Makasih mas " ucap Echa saat Pandu mengulurkan tangannya untuk berpegangan Echa saat turun dari mobil
"Sama-sama " sahut Pandu lalu menggenggam jemari lentik Echa dan menautkannya pada Jemari besar nya .
.
"Pak Toto, bubur ayam dua ". Ucap Pandu
"Eh pak Pandu , tumben jam segini sudah berangkat kantor " kata pak Toto penjual bubur
Pandu hanya menyunggingkan senyum nya .
"Monggo silahkan duduk dulu pak , saya buatkan buburnya . Eh Neng Echa juga tumben awal banget berangkat nya ?" tanya Pak Toto saat melihat Echa berdiri dibelakang Pandu .
"Iya Pak , kerjaan numpuk dari kemarin takut nanti pulang nya kemalaman dan berakhir lembur" jawab Echa sopan
Pak Toto hanya tersenyum tipis mendengar itu. Tapi matanya tak sengaja melirik tangan Pandu yang menggenggam erat tangan Echa .
"Ya sudah neng Echa sama Pak Pandu duduk dulu , biar saya bikinkan buburnya ". Ujar pak Toto sembari mempersilahkan mereka untuk duduk .
Pak Toto adalah penjual bubur ayam yang warung nya sudah lama berdiri disamping kantor MM Grup , sebenarnya bisa saja Pandu men-sterilkan wilayah kantornya dari pedagang kaki lima . Hanya saja Pandu tak ingin menjadi penghalang seseorang dalam mencari rezeki . Jadi dia biarkan saja banyak pedagang berjualan disekitar luaran kantor tapi dengan catatan para pedagang harus tetap menjaga kebersihan sekitar .
Dan, warung bubur ayam pak Toto pun juga sudah menjadi langganan para karyawan MM Grup termasuk Pandu dan Echa . Mereka sering mampir kewarung bubur pak Toto untuk sekedar sarapan pagi.
.
Echa dan Pandu duduk saling berhadapan . Kebetulan saat itu warung masih sepi , mungkin pak Toto baru saja membuka warung nya .
Pandu menatap dalam wajah cantik Echa yang sedang melihat orang-orang berjalan berlalu lalang dijalanan dengan kedua tangannya saling bertaut diatas meja.
Pandu segera meraih tangan kanan Echa lalu mengelus punggung tangan halus itu dengan lembut . Perlakuan Pandu yang tiba-tiba, sontak membuat Echa seketika menolehkan kepalanya menatap Pandu seraya mengerutkan keningnya bingung.
Sedang yang ditatap hanya menyunggingkan senyum tipis .
Tak berselang lama Pak Toto datang dengan dua buah mangkok bubur ayam pesanan Pandu .
"Bubur ayam datang ..." seru Pak Toto sembari berjalan mendekati Echa dan Pandu .
mendengar suara Pak Toto , buru-buru Echa melepaskan genggaman tangan nya dari Pandu .
"Ini bubur ayam tanpa kacang buat neng Echa.." ujar Pak Toto lalu menaruh mangkok bubur ayam dihadapan Echa .
"Makasih pak " ucap Echa
"Dan ini bubur ayam komplit buat pak Pandu ". Pak Toto juga langsung menaruh mangkok bubur ayam dihadapan Pandu
"Terimakasih ". sahut Pandu
"Sama-sama , selamat menikmati ..." seru pak Toto sambil tersenyum kemudian berbalik badan meninggalkan kedua nya .
.
Pandu dan Echa segera memakan sarapan bubur ayam itu tanpa diselingi dengan obrolan . Karena menurut Pandu sangat tidak sopan jika mulut kita masih menyantap makanan tapi bibir masih mengeluarkan suara , bisa jadi hal yang dibicarakan membuat selera makan tiba-tiba hilang atau bisa saja membuat tersedak . Alasan yang terdengar klise tapi itulah fakta nya .
Selesai menegak habis air minum nya Pandu langsung mengelap bibir nya menggunakan tisu .
"Habiskan dulu buburmu , saya mau bayar sebentar ". Kata Pandu , kemudian ia beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Pak Toto.
Echa mengangguk seraya menghabiskan bubur milik nya yang tinggal sedikit .
Setelah membayar Pandu segera kembali menghampiri Echa . Ternyata wanita itu juga sudah selesai makan .
"Mau ke kantor sekarang ?" tanya Pandu
"Iya mas , saya mau selesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk dari kemarin ". Sahut Echa
Pandu mengangguk lalu langsung meraih tangan Echa dan menggandeng nya keluar dari warung bubur Pak Toto .
"Pak terimakasih bubur nya ..." ucap Echa saat berjalan melewati pak Toto yang sedang melayani pelanggan .
"Iya neng sama-sama , besok mampir lagi yaa .." jawab Pak Toto dengan nada bergurau
Sedang Echa langsung mengangkat jempol nya .
.
Ketika Pandu hendak membukakan pintu mobil untuk Echa . Wanita itu langsung menolak nya .
"Mas , saya jalan aja " tolak Echa halus
"Kenapa ?" tanya Pandu heran
"Ini udah masuk kawasan kantor , saya takut ada yang melihat kita berdua ". Jawab Echa , mata nya menatap sekeliling takut jika ada yang melihat mereka sedang berduaan .
Pandu menghela nafas panjang .
"Emang nya kenapa Cha kalo ada yang lihat kita berdua ? Bukankah sudah biasanya seperti itu ? Kamu kan sekretaris saya , jadi harus menemani kemanapun saya berada" ucap Pandu tak habis pikir
"Iy-iya sih mas , tapi tetap saja gak enak dilihat sama yang lain ". Ujar Echa tetap kukuh pada pendiriannya
"Cha , mulai hari ini kamu harus membiasakan diri juga . Karena kelak kamu akan tetap mendampingi kemanapun saya pergi , tetapi bukan lagi menjadi sekretaris . Tapi sebagai istri dari pewaris MM Grup , kau paham hm?" tutur Pandu dengan lembut .
Echa menggigit bibir bawahnya mendengar penuturan Pandu .
"Apa saya tetap tidak bisa bekerja lagi setelah menikah mas ?" tanya Echa
Pandu menggelengkan kepalanya ."Setelah menikah kamu sudah menjadi tanggungjawab saya Cha , jadi apapun kebetuhan mu akan saya penuhi ", sahutnya tegas
"Tapi , bagaimana jika pernikahan kontrak ini selesai mas ? Kemana Echa akan cari pekerjaan lagi ?"
"Kenapa sudah berpikir sejauh itu ? Kita bahkan belum mulai membuka lembar baru dalam menjajaki dunia pernikahan . Kenapa kita tidak mencoba untuk saling membuka hati ?" ujar Pandu
Mendengar itu , Echa langsung tertegun .
Apa maksud Pandu membicarakan hal yang mustahil untuk Echa lakukan , yaitu membuka hati .
Echa hanya takut jika ia membuka hati untuk pria dihadapannya ini , kelak akan membuatnya terluka kembali . Sedang Echa sudah tak lagi percaya dengan yang nama nya cinta setelah mantan kekasih nya yang dulu mengkhianati nya dengan cara menghamili sahabat nya sendiri , apalagi ditambah ayah Echa yang tidak bertanggungjawab pada anak-anak nya . Echa hanya takut hal itu terjadi pada rumah tangga nya kelak , jujur Echa sangat takut .
.
.
.