NovelToon NovelToon
Bertemu, Bertamu, Bersatu

Bertemu, Bertamu, Bersatu

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:412.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.

Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.

Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Aku melirik ke arah jam dinding yang tertempel di dinding kamar penginapan ku. Jarum pendek menunjukkan di angka sembilan. Ah, sudah siang ternyata. Dan aku baru saja bangun setelah perjalanan panjang dengan mas Andre kemarin. Badan rasanya pegal-pegal semua. Cuaca di luar juga sangat mendung, sangat mendukung untuk menarik selimut lagi. Tapi aku tidak bisa, aku harus segera mandi, dan check out dari sini. Aku harus segera pulang kerumah. Aku rindu dengan keluarga. Meskipun mereka tidak ada satupun yang berusaha mencari ku, aku tetap harus pulang dan menghadapi resiko dari sebuah tindakan yang sudah aku ambil. Aku pasti bisa melewati ini semua. Mas Andre tidak perlu mengantarkan ku kerumah, dan bertemu dengan ayah atau ibu. Aku tidak ingin membawa dia dalam kondisi ini. Biarlah aku saja yang menghadapinya sendiri. Nama baik mas Andre harus tetap terjaga, aku tidak ingin ayah dan ibu tahu, kalau semua ide kaburnya aku datang dari mas Andre, laki-laki yang sangat aku cintai, laki-laki yang sangat ingin aku menjadi istrinya.

Pukul setengah sembilan aku bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pulang kerumah. Aku sengaja pulang lebih awal dari yang sudah di janjikan oleh mas Andre tadi malam. Mas Andre akan menjemputku setelah shalat dzuhur dan mengantarkan ku pulang kerumah. Kira-kira sekitar pukul sepuluh, aku sudah rapih dan sudah siap untuk check out dari penginapan ini. Aku belum juga mengabari mas Andre. Nanti saja, jika aku sudah berada dalam perjalanan menuju kerumah. Aku memesan sebuah taksi yang siap mengantarkan ku menuju kerumah. Sejujurnya aku sedikit takut dan jantungku pun berdegup sangat kencang sekali. Apa reaksi ayah, ibu, dan adik-adik ku nanti ?.

untuk Sayangku :

" Sayang, mas ngga perlu antar Zaskia kerumah. Zaskia sudah di taksi, dan sedang dalam perjalanan kerumah. Mas doakan saja agar semuanya baik-baik saja. Love you".

Aku mengirimkan sebuah pesan singkat pada mas Andre. Aku tidak ingin mas Andre menjemputku ke penginapan sedang aku sudah tidak ada disana. Sepanjang perjalanan pikiranku sangat tidak tenang. Aku benar-benar sangat kalut, akan kah ayah menamparku ?, atau kah malah sebaliknya ?. Setengah bulan, bukan waktu yang sedikit. Aku tidak tahu, apa yang ada di pikiran mereka semua. Terkadang aku menangisi diriku sendiri yang terjebak di situasi yang sangat tidak mengenakkan. Hanya demi agar bisa menikah, aku harus mengorbankan nama baikku di depan keluargaku sendiri. Ah, seandainya aku tidak memiliki seorang kakak, mungkin aku tidak perlu melakukan hal yang beresiko seperti ini.

" Derrttt.... derrttt.... derrrrttt".

Aku merasakan, telepon genggam milikku bergetar. Aku melihat sebuah nama terpampang. Telepon itu dari mas Andre, mas Andre tidak membalas pesanku, tapi dia malah menelepon ku. Apa dia marah padaku karena aku memilih untuk pulang kerumah seorang diri ?. Apa dia merasa tidak di anggap olehku ?. Oh Tuhan, jangan sampai semua pikiran itu ada dalam mas Andre. Aku hanya ingin menjaga nama baiknya. Aku ragu, haruskah aku menjawab telepon dari mas Andre. Oke, baiklah biar aku angkat saja.

" Ha-hallo mas Andre ". Aku tergugup.

" Haloo !!, Zaskia !!, kamu apa-apaan. Kenapa kamu pulang sendiri kerumah !!. Kenapa kamu tidak menungguku !!. Apa aku tidak penting hah ?!. Apa aku tidak berguna ?!. Jawabb !!".

Deg, doaku tak terkabul. Semua pikiranku menjadi kenyataan. Mas Andre marah-marah dan salah paham padaku. Padahal bukan itu maksudku, jelas dia sangat berguna dalam hidupku, dan juga sangat penting bagiku. Bagaimana aku harus menjelaskan pada nya ?.

" Halooo !!, Zaskia jawab !!, jangan diam aja !!. Sekarang kamu dimana ??!!. Biar aku susul kamu !!".

" Ha-Ha-Hallo mas, ngga mas engga. Mas Andre salah paham !, Zaskia memilih untuk pulang sendiri, karena Zaskia takut mas masih kecepean mas, Zaskia ngga pengen mas Andre jatuh sakit sayang".

" Tapi bagaimana dengan kamu ?!. Aku khawatir padamu !!".

" Doakan saja Zaskia mas. Zaskia akan baik-baik saja. Nanti akan Zaskia kabari semua yang terjadi. Jadi mas Andre jangan panik ya sayang ?!, Mas tidak perlu menyusul Zaskia segala. Mas istirahat saja".

" Kamu serius ?!!".

" I-iya mas. Lebih dari serius".

Aku menelan ludah, sejujurnya aku sendiri pun sangat gugup dan sangat takut.

" Beneran ya, ceritakan semuanya pada mas. Jangan sampai ada yang tertinggal sedikitpun !, kamu hati-hati ya".

" Iya mas Andre".

" Yasudah, bye".

" Bye".

Telepon dimatikan, dan aku kembali kalut dalam pikiranku sendiri. Akan kah keluargaku masih mau menerima ku ?. Setelah semua yang sudah aku lakukan ?. Ah, kak Renita pasti sudah sangat bahagia dengan pilihannya. Sedang aku masih tidak tahu bagaimana nasibnya. Aku melirik jam tanganku yang berwarna hitam, jarum pendek menunjukkan pukul setengah sebelas siang. Kira-kira sekitar satu jam lagi, aku akan sampai dirumah.

Satu jam berlalu ....

" Maaf neng, sudah sampai".

" Oh, i-iya pak. Maaf saya ketiduran".

Ternyata, perjalanan jauh kemarin malam benar-benar sangat menguras tenaga, bahkan aku tak sadar jika aku tertidur. Aku mendengar pak sopir taksi membangunkan ku, sedang aku mengucek mataku yang masih belum sepenuhnya melek. Benar, aku sudah di depan rumah, dan kulihat rumah tampak sepi. Sedang pada kemana orang-orang rumah ?.

" Ini pak, ongkos nya. Terimakasih banyak ya pak".

" Iya sama-sama neng".

Aku turun dari taksi dan membawa beberapa barang-barang milikku. Aku berdiri tertegun didepan pagar rumah. Langkah kakiku sangat berat untuk melanjutkan menuju rumah. Aku bercucuran keringat dingin, jantungku berdegup sangat kencang. Rasanya aku ingin balik lagi saja dan pergi dari rumah. Aku sangat malu, aku juga takut. Tidak-tidak aku harus berani, kapan aku akan bisa menikah jika aku sudah kalah terlebih dahulu. Dengan sangat berat, aku melangkahkan kakiku selangkah demi selangkah menuju kedalam rumah. Ini benar-benar sangat menakutkan bagiku, tubuhku bahkan bergetar hebat ketika diriku sudah berada di depan pintu rumahku. Tanganku terasa beras untuk mengetuk pintu rumah.

" Tok.... tokk.. tokkkk..".

Aku memaksakan tanganku untuk mengetuk pintu. Aku tidak mengucapkan apapun. Aku takut, aku tidak berani.

" Tokkk.... tokk... tokk...".

Aku masih mencoba untuk mengetuk kembali pintu rumahku. Masih juga belum ada jawaba. Kemana orang-orang rumah ?, apa mereka tahu, jika aku akan pulang ?, makanya mereka menghindar dariku?. Hampir aku mengetuk pintu untuk ketiga kalinya, aku mendengar sebuah tangan sedang membuka kunci pintunya. Aku benar-benar ingin lari sekencang-kencangnya. Aku takut, benar-benar sangat takut. Jantungku berdetak semakin tidak karuan, nafasku memburu.

" Kreeekkkkk....".

Pintu terbuka. Dan aku tidak berani mengangkat kepalaku. Entahlah, siapa yang telah membukakan pintu ini untukku.

" Siapa ayah ?".

Aku mendengar suara ibu, oh ternyata ayah yang membukakan pintu untukku. Tapi kenapa ayang diam saja, bahkan tidak berkata apapun ?. Aku masih diam dan menunduk.

" Ayahhh ?!, siapa yang datang yah ?".

Aku tidak mendengar ayah menjawab pertanyaan ibu. Ayah sama sepertiku, hanya diam dan tak bersuara. Aku sangat ingin memandang wajah ayah, tapi aku tidak mampu. Aku tidak berani.

" Plaaakkkkkkkkk......!!!".

Aku merasakan tamparan yang sangat keras jatuh pada pipiku, aku terjatuh kelantai, rasanya sangat menyakitkan. Ini kali pertamanya aku di tampar seumur hidupku. Aku masih tidak berani mengangkat kepalaku.

" Ibu !!, apa-apaan kamu !!, berani-beraninya menampar anak kita !!".

" Kenapa hah ?!, kamu tidak terima jika aku menampar anak ini ?!, anak tidak berguna dan sangat menyusahkan orang tua !!, dia sudah kabur hampir satu bulan !!!, kemana dia pergi !!!, hahhhhh !!, tanyakan pada anakmu !!, dan dengar, kamu bahkan sudah berkali-kali menampar putriku !!".

" Diam kamu !!, jangan berani-berani nya menampar Zaskia lagi !!".

" Bela aja terus anak kesayangan mu ini !!".

Hatiku hancur, kedatanganku di sambut sangat kasar oleh ibu. Ini pertama kalinya ibu menamparku. Kepulanganku membuat ayah dan ibu menjadi bertengkar sangat hebat. Aku sudah tidak mampu menahan air mataku lagi, air mataku jatuh di lantai. Dan, apa maksud ibu mengucapkan bahwa ayah telah menampar putri ibu berkali-kali ?. Siapa yang ibu maksud itu ?, apa itu kak Renita ?, kenapa harus dengan embel-embel putrinya ?, aku juga kan putri ibu ?.

" Zaskia, bangun nak, masuk lah kekamar, jangan dengarkan ucapan ibumu".

Aku merasakan tangan ayah memapah tubuhku yang sudah sangat lemas. Darah mengalir di sudut bibirku. Tamparan yang sangat keras. Aku masih menunduk, dan terus berjalan menuju kamarku yang hampir dua minggu lebih aku tinggalkan. Ayah merebahkan tubuhku, dan kemudian membiarkanku beristirahat. Aku belum melihat Adelia, Safira , dan kak Renita. Kemana mereka ?, apa mereka sedang pergi bersenang-senang dengan kaka ipar barunya ?. Aku merasakan sakit yang sangat luar biasa pada pipiku. Entah kenapa, ibu begitu sangat marah ketika melihatku. Aku menangis, bahkan sampai tidak terasa aku sampai tertidur.

1
Mumy Zurai
Luar biasa
Yani
Harus Renita jujur biar Hamzah bisa lebih melindungi
Yani
Jahat banget
Belum apa" banyak bawangnya 😭
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Winda Yuslina
karyanya bagus bgt
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
Sitti Faikah
penulis masih perlu byk bljar, sana sini alur tokoh tak jelas. terkadang tokoh sy sebagai sazkia, terkadang sy sbgai hmzah, terkadang sbgai Renita.. membingungkan penyampaian alur ceritax.
Rahma Inayah
kok lgi2 renata yg di salhkan yg buat slah bpk dan ank nya renata yg di salhkan..sazkia dan bpk nya sdh geser otak nya kli ..mrk egois mlh kambing hitam kn org lain
Rahma Inayah
knp renata gk kbr aja dr rumh drpada tersiksa..oleh ayah tiri knp jg ibu kandung nya diem aja atau ngacem kek ditk akn pergi dr rumh klu mash jaht sma renata..
Rahma Inayah
sedih sekali nasib renata knp dia yg di salhkn klu mmg zaskia mau nikah y sdh nikah kan saja to .renata jg bkn ank kandung mu pak km jg gk berhak menikahkn renata nnti nya .hanya walu hakim nnt nya bs menikah kn renata...tiap2 menyukai ibu nya hrs 1 paket jg trm ank nya.mentg2 sdh pny ank drh daging sendri ank tri di bedabeda kan
Ocha Holidah
bagus,walaupun pas ditengH2 cerita nya membosankan,tetap semangat
Sus Susyla
zaskia cuma pura2 stres..biar dot hamzah
Sus Susyla
tokoh ya sangat bodohhhhhhh...mau ngalah mulu
Sus Susyla
suami idaman dokter hamzah
Sus Susyla
omongan y terlalu lebay..mnrt saya👏👏👏👏
Sus Susyla
kalo hidup di madu..emang selalu ada kebohobgan dan bohong y
Sus Susyla
gitu aja bingung..lebih baik jujur ndreee
Sus Susyla
suka aja lah perjodohan tp tidak saling mneyakiti...lanjut
Sus Susyla
rendi y dah tidak kuliah..tp dh lulus kale
Nuranie Bageur
terimakasih bay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!