NovelToon NovelToon
Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Satu Ranjang, Tiga Nyawa

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Cerai / Tamat
Popularitas:865.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini Antika

Bagaimana mungkin Satu Ranjang ada Tiga Nyawa? ucap Laras ketika Suaminya meminta ijin untuk berpoligami dengan Adik kandungnya sendiri.

Sedikit pun Laras tidak pernah mengira jika Suami dan Adik kandung yang selama ini telah ia besarkan dengan keringat serta kerja kerasnya telah tega berselingkuh di belakangnya, padahal selama ini Laras telah rela menjadi tulang punggung keluarga.

Akankah Laras berhasil melewati kejamnya Dunia ini?

Baca kisah selengkapnya dalam Karya ke-14 saya yang berjudul "Satu Ranjang, Tiga Nyawa"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 ( Kejujuran Abi )

Saat ini Abi dan Laras sudah berada di dalam kamar mereka, dan Abi mengajak Laras untuk duduk di sampingnya.

"Laras, Mas mau jujur tentang sesuatu kepadamu," ucap Abi yang terlihat gugup.

"Apa yang ingin Mas Abi katakan?"

"Laras, maafin Mas, awalnya Mas tidak ingin membohongi Laras, tapi Mas terpaksa melakukan semua itu karena Mas ingin berada di dekat Laras."

"Apa maksud Mas Abi?" tanya Laras yang sudah mulai khawatir ketika mendengar perkataan Abi, apalagi luka di masalalunya masih belum sembuh sepenuhnya.

"Mas sebenarnya adalah Abimana."

"Laras tau kalau nama Mas Abi adalah Abimana, bukannya pada saat kita menikah, Pak Ustad sudah mengatakan nama Mas Abi?"

"Laras, apa kamu ingat nama Pabrik tempat kita kerja?"

"PT. Abimana kan? lalu apa hubungannya dengan Mas Abi?" ucap Laras, dan sesaat kemudian Laras menutup mulutnya.

"Sebenarnya Mas adalah pemilik PT. Abimana, dan Mas sengaja berpura-pura menjadi seorang teknisi supaya bisa mendekati Laras, karena Mas yakin jika Laras mengetahui identitas Mas yang sebenarnya, Laras tidak akan mau berteman dengan Mas, apalagi sampai mau menikah dengan Mas."

Laras langsung berdiri dari tempat duduknya, karena Laras merasa kecewa kepada Abi yang sudah membohonginya.

"Jadi selama ini Mas Abi sengaja berbohong kepada Laras? kenapa Mas tega sekali melakukan semua itu?"

Abi ikut berdiri, kemudian memeluk tubuh laras dengan erat.

"Sayang, maafin Mas, Mas terpaksa melakukan semua itu, karena sejak pertama kita bertemu, Mas langsung jatuh cinta pada pandangan pertama."

"Mas, seharusnya dari awal Mas jujur tentang siapa Mas yang sebenarnya. Apa salah Laras sehingga semua orang selalu saja membohongi Laras?" ujar Laras dengan menangis.

"Sayang jangan menangis, Mas tidak sanggup jika melihat kamu menangis. Jika Mas jujur sejak awal, apa Laras bersedia menjadi teman Mas, bahkan menjadi istri Mas?" tanya Abi, dan Laras hanya diam, karena selama ini Laras selalu menghindari orang kaya, semua itu Laras lakukan sebab dulu Laras pernah beberapa kali dihina oleh orang kaya.

"Laras selalu bilang sama Mas, kalau Laras tidak mau berhubungan dengan orang kaya, karena dulu Laras pernah dihina oleh orang kaya, makanya Mas selalu merasa ragu untuk jujur sama Laras. Sampai akhirnya Mas memutuskan akan berkata jujur setelah Laras menerima Mas sebagai Suami Laras."

Laras menghela nafas panjang, dan Laras tidak tega melihat Abi sedih bahkan sampai meneteskan airmata.

"Maafkan Laras ya Mas. Laras tidak bermaksud membuat Mas Abi merasa sedih, apalagi sampai menangis," ucap Laras dengan mengelap airmata pada pipi Abi menggunakan tangannya.

"Jadi Laras memaafkan Mas?"

"Selain di telapak kaki Ibu, Surga seorang istri berada di bawah telapak kaki Suaminya, dan ridha Allah, ada pada ridha Suaminya. Laras takut berdosa jika terlalu lama marah sama Mas Abi."

"Terimakasih sayang, Mas sangat bersyukur karena memiliki kamu dan Daffa," ucap Abi dengan memeluk erat tubuh Laras.

Sebenarnya saat ini ada yang masih mengganjal dalam hati Laras, yaitu tentang masalah Anya, tapi Laras merasa ragu untuk menanyakan perihal Anya kepada Abi, karena Laras takut jika Abi merasa tersinggung, sampai akhirnya Abi kembali angkat suara dan berniat untuk mengatakan semuanya tentang Anya, bahkan tentang Anya yang selalu terobsesi kepadanya, karena Abi tidak ingin ada kebohongan lagi dalam rumah tangganya dengan Laras.

"Sayang, Mas ingin berbicara tentang masalah Anya. Kamu juga pasti ingin menanyakan tentang masalah itu kan?"

"Iya Mas, maaf jika Mas Abi merasa tersinggung, karena Laras melihat sikap Anya terlihat tidak wajar kepada Mas Abi."

"Tidak apa-apa sayang, Mas sama sekali tidak tersinggung. Mas justru takut kalau Anya sampai menyakiti kamu."

"Kenapa Mas Abi mempunyai pemikiran seperti itu?" tanya Laras, dan Abi memulai menceritakan tentang kehidupannya kepada Laras.

"Sejak kecil, Mas dan Anya tumbuh bersama, karena Mama dan Papa angkat Mas mengambil Anya dari Panti Asuhan sejak mereka kehilangan Putri mereka yang diculik. Mas menyayangi Anya seperti Adik kandung Mas sendiri, tapi setelah kami beranjak dewasa, sikap Anya menjadi berubah, bahkan secara terang-terangan Anya menyatakan cintanya kepada Mas di depan orangtua angkat kami."

Laras menutup mulutnya karena ternyata dugaannya benar.

"Mas menolak mentah-mentah pernyataan cinta Anya, bahkan Mas sampai meminta kuliah di luar negeri untuk menghindari Anya, tapi ketika Mas pulang, Anya semakin menjadi-jadi, bahkan meminta kepada kedua orangtua angkat kami untuk menikahkan kami berdua, makanya Mas memutuskan untuk mengelola Pabrik peninggalan mendiang kedua orangtua Mas, yaitu Pabrik ini, dan rumah ini adalah tempat tinggal Mas dulu sebelum kedua orangtua Mas kecelakaan."

"Mas yang sabar ya, semoga suatu saat nanti, Anya berhenti mengejar-ngejar Mas Abi."

"Sekarang Mas bingung, karena Anya ingin tinggal di sini, dan juga bekerja di Pabrik. Mas sudah menolak Anya, tapi Anya masih saja bersikeras dengan keinginannya. Makanya Mas bilang akan meminta ijin dulu kepada istri Mas yang cantik ini."

Sebenarnya Laras merasa takut jika Anya tinggal satu atap dengannya dan juga Abi, karena Laras takut jika kejadian Mawar dan Rahman sampai terulang kembali, apalagi pada kenyataannya Anya memiliki perasaan lebih kepada Abi.

"Sayang, Mas tau kalau kamu takut jika kejadian Mawar dan Rahman sampai terulang kembali kan?"

"Laras percaya sama Mas Abi, tapi entah kenapa rasa takut itu sampai saat ini masih belum juga hilang."

"Mas sangat mengerti trauma yang masih Laras rasakan, makanya Mas juga tidak ingin Anya tinggal di sini bersama kita, tapi jika Mas menyuruh Anya kos, Mama dan Papa akan khawatir, dan mereka pasti tidak akan mengijinkannya. Mas bingung harus bagaimana?"

"Laras juga tidak akan enak kepada Mama dan Papa jika sampai menolak Anya tinggal bersama kita. Mungkin sebaiknya kita mengijinkan Anya tinggal di sini, yang penting kita selalu bersama dan waspada terhadap Anya, dan kuncinya kita harus saling percaya, jujur dan setia," ucap Laras dengan tersenyum.

"Pasti sayang, insyaallah Mas tidak akan pernah mengecewakan Laras, dan kita akan selalu bersama, karena Mas gak bakalan biarin istri Mas yang cantik ini jauh-jauh dari samping Mas," ujar Abi dengan mendekatkan wajahnya.

"Mas, bel masuk sebentar lagi berbunyi. Kita juga belum sempet makan sama Shalat, kita juga belum menemui Daffa. Kita harus bagaimana sekarang?" tanya Laras yang terlihat panik.

"Apa istriku yang cantik ini lupa siapa pemilik Abimana grup?" tanya Abi kemudian mengambil handphonenya.

Abi terdengar menelpon Manager, dan mengatakan jika Abi dan Laras akan berbulan madu, jadi Abi menyuruh Manager memberikan cuti kepada Laras selama beberapa hari, kemudian Abi terlihat mengunci pintu, sebelum kembali mendekati Laras.

"Sekarang semuanya sudah selesai."

"Mas, kenapa sih pake minta ijin cuti untuk berbulan madu?"

"Karena Mas akan mengajak kamu dan Daffa berangkat berbulan madu."

"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita Shalat dulu, terus nemuin Daffa_" ujar Laras, tapi Abi langsung membungkam Laras dengan ciuman.

"Jangan bicara apa-apa lagi, karena sekarang kita akan bulan madu dulu," ujar Abi, kemudian melancarkan aksinya.

Dari tadi Anya terus saja mondar mandir di depan pintu kamar Abi dan Laras, bahkan sesekali Anya menempelkan kupingnya pada pintu kamar Abi dan Laras, tapi Anya tidak mendengar apa-apa, karena Abi memasang peredam suara.

"Kenapa sih mereka lama sekali berada di dalam? bukannya mereka harus kembali bekerja?" gerutu Anya.

Bi Surti yang melihat Anya mondar mandir memutuskan untuk menghampirinya.

"Non Anya kenapa mondar mandir terus kayak setrikaan? Non Anya pasti menunggu Tuan muda sama Non Laras ke luar kan? saat ini mereka pasti lagi bulan madu, jadi gak usah ditungguin" ujar Bi Surti yang sengaja berbicara seperti itu, karena Bi Surti tau kalau Anya selalu mengejar-ngejar Abi.

Awas saja Laras, aku pasti akan segera merebut Kak Abi dari kamu, batin Anya dengan menghentak-hentakkan kakinya karena Anya semakin merasa geram dengan kebersamaan Abi dan Laras.

1
gaby
Msh untung othornya baik cuma amputasi kakimu. Kalo aq yg jadi othornya yg aq amputasi Anu mu biar ga bisa clapclup lg. Jgn kan clapclup, pipis aja bakalan susah/Facepalm//Facepalm/
Rini Antika: aduh 😁
total 1 replies
Munah
cerita Kak Thor sll luar biasa. semangat terus
Munah: masama thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
wa'alaikumsalam, aku udah baca Kak Thor. sehat dan sukses selalu juga untuk Kak Thor, 🤲🙏
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Asyatun 1
lanjut
Rini Antika: Terimakasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya. semoga berkenan baca karya saya yang lainnya, 🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
ending yang sangat mengharukan. semoga semuanya selalu bahagia. terimakasih banyak Kak Thor untuk semua karya" nya yang luar biasa..😍
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
akhirnya Raya membuka hatinya untuk Raja
asya yussi
Luar biasa
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kakak, 🥰
total 1 replies
Tukang Ngehalu
akhirnya Kayla dan Rayyan bersatu, tinggal Raja sama Raya, Kanaya sama Daffa. semangat terus Thor, smg cepet sembuh, makasih banyak update nya
Rini Antika: Amin, sama", makasih banyak do'anya, 🤲🙏
total 1 replies
Tukang Ngehalu
Kanaya mending sama daffa saja biar gak jd orang ketiga
Asyatun 1
lanjut
Tukang Ngehalu
semangat terus Kak Thor, 💪💪
Rini Antika: pasti 💪💪
total 1 replies
Tukang Ngehalu
betul bgt Thor
Tukang Ngehalu
nah lho ada kata miliki nyelip 🤣🤣
Tukang Ngehalu: masama Kak Thor
total 2 replies
Tukang Ngehalu
kenapa Raya nya jd Naya thor? 🤭
Rini Antika: mungkin ingat cerita sebelah 😁
total 1 replies
Tukang Ngehalu
cerita yang membuat aku mewek, 💪
Tukang Ngehalu
nyesek bgt sih
Tukang Ngehalu
aku sudah baca semua karya" Othor yg luar biasa. semangat terus Thor, smg cepat sembuh
Tukang Ngehalu: masama Thor
total 2 replies
Upriyanti II
apa jangan2 kak laras anak kandungnya tante lasmi
Rini Antika: sepertinya begitu, 🤭 terimakasih banyak sudah berkenan membaca karya receh saya Kak 🙏
total 1 replies
Patrick Khan
. kasian rico..
. lanjutkak.. q br dr awal ini br selesai.. ya meskipun kadang2 sering lupa lagi😁😁
Rini Antika: aku juga yg nulisnya sering lupa, 🤭 makasih banyak ya dukungannya 🥰
total 1 replies
Patrick Khan
.. enak bgt watu matinya gitu.. gk adil kak😡
Rini Antika: nanti d akhirat semuanya akan di adili, 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!