Selepas kepergian Lucas, kehidupan di nirwana menjadi semakin kelam lantaran ancaman dari bangsa vampire yang ingin menguasai dunia.
Sahira Anandya Lestari, bidadari dari negeri khayangan itu kembali ditugaskan oleh sang ratu Keira untuk pergi ke bumi dan menjaga bumi dari serangan para vampire.
Dengan ditemani dua sahabatnya, Nur Alessia dan Nawal Melodia, Sahira pun turun ke bumi dan menyamar sebagai manusia.
Kehidupan di bumi sudah berubah drastis dari ketika mereka terakhir kali tinggal disana, ya sekarang teknologi di bumi makin canggih dan membuat bangsa vampire tertarik untuk menguasai bumi.
Di bumi, mereka justru dipertemukan dengan orang-orang yang menyebalkan, sebut saja salah satu dari mereka ialah Dewa Ganendra, si ketua geng motor yang tampan dan liar.
Siapa yang menyangka jika Dewa Ganendra adalah reinkarnasi dari Lucas mantan kekasih Sahira dulu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tega banget
Disaat Sahira hendak melangkah ke depan, Nawal serta Raiden sudah lebih dulu muncul disana.
"Sahira, kamu mau kemana?" tanya Nawal.
"Hah Nawal??" kaget Sahira.
"Hai Sahira!" sapa Raiden pada gadis di hadapannya.
"Raiden, kenapa kamu bisa ada disini?" tanya Sahira terheran-heran.
"Ya bisa dong Sahira, aku—"
"Raiden diutus ratu kesini buat bantu kita Sahira, katanya ratu marah karena kerja kita itu lambat!" potong Nawal.
"Heh! Kamu gak perlu jelasin ke Sahira, kan aku juga mau jelasin!" tegur Raiden.
"Maaf Raiden! Aku kan cuma mau bantu kamu, emang salah ya?" ucap Nawal.
"Kamu itu ya selalu bikin aku kesel!" geram Raiden sembari mencubit dua pipi Nawal.
"Udah udah jangan ribut! Terus, kamu berarti mau tinggal disini juga dong Raiden?" ujar Sahira.
"Iyalah, kalau gak disini terus dimana dong? Masa kamu tega biarin aku tinggal di pinggir jalan?" ucap Raiden.
"Yaudah, tapi kamu tidur di luar sekalian jaga kita!" ucap Sahira.
"Dih sembarangan aja! Ratu bilang aku boleh tidur di dalam bareng kalian," ucap Raiden.
"Huh lagian kenapa sih ratu pake utus kamu kesini segala? Padahal kan kita juga bisa urus semuanya sendiri," ucap Sahira cemberut.
"Mana aku tahu? Kalau mau protes, silahkan protes aja ke ratu sana!" ujar Raiden.
"Dih gak berani lah," ucap Sahira.
"Hahaha, yaudah gausah ngoceh! Sekarang dimana nih kamar aku?" ucap Raiden.
"Umm..."
"Eh eh ada apa ini?" sela Nur.
"Ada apa ada apa, ya ada aku lah!" ujar Raiden.
"Hah Raiden? Lo ngapain coba datang kesini? Tuhan lo itu kan mata-matain wilayah vampire!" ucap Nur keheranan.
"Hahaha, ketinggalan info nih orang! Aku itu udah diutus ratu kesini buat bantu kalian bertiga," ucap Raiden sambil tersenyum.
"Bantu ngapain?" tanya Nur.
"Iya Nur, ratu minta Raiden bantu kita buat selidiki Saka dan teman-temannya," jelas Sahira.
"Loh loh kok ratu begitu sih? Kenapa gak bilang dulu ke kita atau minta persetujuan dari kita gitu? Kan belum tentu kita mau dibantu sama dia," protes Nur.
"Sabar Nur! Emangnya kamu berani nentang keputusan ratu?" ujar Sahira.
"Ya jelas enggak lah, tapi gue gak nyaman kalau ada Raiden disini. Apalagi dia harus tinggal bareng kita," ucap Nur.
"Sama sih gue juga," ucap Sahira.
"Halah debat mulu kalian ini! Dimana nih kamar aku? Aku capek tau mau istirahat, kan besok aku harus udah bantu kalian!" ujar Raiden.
"Ih bawel deh lo! Lo tidur di sofa aja sana!" bentak Nur.
"Yeh kenapa gak kamu aja yang tidur di sofa?" geram Raiden.
Akhirnya Raiden melangkah melewati ketiga gadis itu, ia masuk begitu saja ke dalam kamar yang merupakan kamar Nawal.
"Eh Nawal, dia masuk ke kamar kamu tuh. Sana kamu kejar dia!" ujar Sahira.
"Kenapa harus dikejar? Biarin aja kalau dia mau tidur disitu, aku gak berani larang-larang dia. Nanti kalau dia lapor ratu gimana? Yang ada aku bisa dihukum tau," ucap Nawal.
"Ish, masa dibiarin aja sih? Terus kamu nanti tidurnya dimana? Bareng sama dia gitu?" tanya Nur keheranan.
"Ya enggak lah," jawab Nawal.
"Terus?" tanya Nur penasaran.
Nawal hanya menggeleng dan itu membuat Sahira serta Nur kompak menepuk jidat masing-masing.
•
•
Raline keluar dari kamar Saka dengan lesu dan lemas, dia masih tak percaya jika Saka benar-benar melakukan itu padanya.
Irene yang kebetulan lewat, terheran-heran melihat Raline di depan kamar Saka. Ia pun menghampiri gadis itu untuk bertanya secara langsung.
"Eh Raline, kamu abis ngapain dari kamar Saka? Terus kok kamu kayak lesu gitu?" tanya Irene.
"Ah eee gu-gue gak abis ngapa-ngapain kok, gue cuma ngobrol doang sama Saka," jawab Raline.
"Masa? Ngobrolin apaan sampe kamu lemas dan syok begitu?" tanya Irene tak percaya.
"Tentang blue circle, gue lemas karena gue belum makan aja. Udah ya Ren gue harus ke kamar sekarang? Kalau ada pertanyaan lain, lu tanyain aja ke Saka langsung!" jawab Raline gugup.
Setelahnya, Raline pun pergi begitu saja.
"Eh eh Raline tunggu! Yeh main pergi aja, aku kan belum selesai nanyanya!" ujar Irene.
Ceklek
Saka keluar dari kamarnya, membuat Irene terkejut dan reflek tersenyum menatap lelaki itu.
"Ngapain lu di depan kamar gue?" tanya Saka.
"Eee itu tadi gue lihat Raline kayak syok gitu sehabis keluar dari kamar lu, emangnya kalian ngapain aja sih di dalam?" ucap Irene.
"Ya ngobrol lah, emang lu kira gue sama Raline abis ngapain ha?" ujar Saka.
"Mana gue tahu, kalau gue tahu ya gue gak bakal nanya sama lu Saka. Umm, tapi emang kalian ngobrolin apa aja sih?" ucap Irene penasaran.
Saka justru mencengkeram rahang Irene dan mendorong gadis itu mepet ke dinding.
"Akh lepas Saka sakit!" rintih Irene.
"Kok lu jadi kepo banget gini sih Ren? Lu tahu kan gue paling gak suka sama orang yang kepo?" ujar Saka seraya menguatkan cengkeramannya.
"Akh iya iya, gue minta maaf! Tolong lepasin gue Saka, gue janji gak bakal kepo lagi soal urusan lu!" ucap Irene memohon.
Saka tersenyum miring dan akhirnya melepaskan rahang Irene, seketika gadis itu langsung memegangi rahangnya yang terasa sakit akibat cengkraman Saka tadi.
"Awhh lo emang tega banget Sak, sama temen sendiri juga!" cibir Irene.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
ilang Lucas dapet saka😭🤣