NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Pembalap

Terjerat Cinta Sang Pembalap

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:324.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nofiya Hayati

Dimohon jangan spam like dan komen karena bisa menurunkan performa karya. Terima kasih.

'Cinta gila' sebuah label yang selalu tersemat cantik pada seorang Jesslyn. Dia mengejar, menggoda, dan bahkan menguntit demi menggait hati seorang pemuda tampan tapi terlampau dingin bernama Jeaven.

'Aku ingin menjadi istrimu' kalimat ini bahkan sering berselancar mulus dari bibir mungil Jesslyn semenjak kecil. Namun penolakan Jeaven selalu diterimanya.

Kecewa? Tentu saja. Apa lagi bagi Jesslyn yang sedang dimabuk asmara.

Menyerah? Ah! Lemah! Jesslyn tidak akan mudah menyerah. Kendati Jeaven sering membuat hatinya patah.

Namun, sebuah insiden tidak terduga merubah semuanya.

"Anggap saja kejadian semalam tidak pernah terjadi. Segera hapus dari ingatanmu," ucap Jeaven dengan aura dingin setengah menitah.

"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu setelah merenggut keperawananku?" Jesslyn sangat marah.

~~
Spin of:
Pernikahan Kontrak Jeff Dan Jenn
Cintamu Menjadi Can

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nofiya Hayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Klarifikasi Berakhir Serangan

Sepekan telah berlalu. Setelah munculnya isu miring itu rupanya Jeaven dan Jesslyn belum bisa tidur dengan tenang. Marak berita itu kian memanas. Meskipun pihak agency Jeaven sudah angkat bicara untuk mengklarifikasi secara live melalui akun media sosial, para nitizen justru malah kian menggila dengan segala spekulasinya yang tak mendasar.

Bahkan, Jeaven dikabarkan akan meninggalkan dunia lintas balap yang tentunya bisa mematahkan hati para penggemarnya. Dan sekali lagi, Jesslyn kian diserang. Posisinya kian terpojok karena dianggap menjadi alasan utama pensiunnya sang pembalap idola.

Isu miring itu juga berimbas pada ruang aktivitas perusahaan keluarga milik Jesslyn, Willson Corp. Pergerakan grafik angka penjualan pun mulai goyah, karena sebagian besar rancangan koleksi produk merupakan hasil karya divisi yang dipimpin langsung oleh Jesslyn.

Entah siapa yang menjadi dalang di balik kabar burung ini, yang jelas para nitizen tidak akan mudah terpancing jika tidak ada umpan yang dilempar. Untuk manunggali permasalahan yang semakin merebak, akhirnya sebuah konferensi pers diadakan.

Acara media khusus ini diadakan dengan menghadirkan kedua pihak tokoh yang menjadi sorotan utama para nitizen saat ini, Jeaven Allison dan Jesslyn Seanie Willson.

Di tengah berlangsungnya acara yang diselenggarakan di sebuah auditorium, Jeaven dan Jesslyn tengah duduk di depan para wartawan dan perwakilan media massa yang datang untuk meliput sebuah klarifikasi yang tentunya akan menjadi bahan berita trending.

"Saya Jeaven Allison. Berada di sini untuk menyampaikan fakta yang sebenarnya. Tanpa ada paksaan ataupun ancaman dari pihak manapun. Bahwa berita miring yang sedang beredar selama sepekan ini semuanya tidak benar. Dan saya masih akan tetap menitih karir di dunia lintas balap." Tanpa banyak berbasa basi atau didahului ucapan pengantar sambutan, Jeaven langsung angkat bicara.

"Bagaimana tanggapan kalian tentang kabar berita ini?" Pembukaan klarifikasi pertama Jeaven langsung disambut sebuah pertanyaan dari wartawan.

"Saya selaku pihak yang paling dirugikan dalam kasus isu ini sangat menyayangkan dengan sikap para nitizen yang dengan mudahnya menelan berita slentingan tanpa menyaringnya terlebih dahulu." Kini berganti Jesslyn yang bersuara.

"Berhentilah menyerang Jesslyn dengan berbagai tuduhan palsu yang bisa menyakitinya. Apalagi membencinya dengan mengatas namakan kecintaan kalian terhadap saya. Saya tidak akan bisa menerimanya.” Jeaven langsung menyela kala Jesslyn mendeja kalimatnya.

Bahkan di bawah meja yang menjulang panjang di depannya saat ini, Jeaven menggenggam tangan Jesslyn sedari tadi, berharap tindakan sederhananya itu bisa membuat si wanita memiliki rasa tenang di hati.

Ia tahu, di balik ketangguhan Jesslyn ada sisi lembut yang lemah dan harus dilindungi. Tindakannya yang tak biasa itu sungguh karena bisikan dari hati nurani.

Sekali lagi, pernyataan sang pembalap idola sukses mematahkan pandangan negatif dari nitizen tentang Jesslyn. Raut serius juga terpahat jelas pada paras Jeaven yang dingin. Sungguh, ia sebenarnya sudah tidak tahan dengan para nitizen yang sudah termakan dengan kabar angin.

"Dan teruntuk para paparazzi yang memiliki bakat di bidang fotografi, coba pergilah memotret di Indonesia, Swiss, Perancis, atau mungkin Mesir, tunjukkan pada dunia hal yang lebih indah. Atau jika kalian memiliki jiwa heroik, pergilah ke Palestina, tunjukan dengan hasil tangkapan gambar kalian bahwa banyak pesan moral yang sangat berarti di sana," imbuh Jeaven kembali dengan intonasi tegas dan sarat akan sindiran keras.

Sementara di sisi lain, Jesslyn diam-diam meremang haru seketika. Tidak menyangka, Jeaven benar-benar membelanya. Padahal beberapa hari ini, pria itu terkesan cuek seolah tak terjadi apa-apa. Kalau seperti ini, bisa-bisa akar tekadnya goyah karena debaran cinta yang menabuh dada.

Namun, Jesslyn gegas menepis rasa hati yang hampir hanyut dalam lena. Tidak! Ia sudah berjanji tidak akan menggila karena cinta. Ya ... meskipun rasa indah itu masih ada.

Perlahan ia menarik tangannya yang sedari berada di bawah kungkungan posesif jari-jari besar Jeaven. Tanpa ia amati akan perubahan mimik wajah pria tampan di sebelahnya itu.

"Dari pada disebut sebagai wanita sang pemburu pria, saya lebih pantas disebut wanita berotak tumpul karena sudah menghabiskan banyak waktu untuk mengejar cinta satu orang pria yang terus menolakku." Jesslyn masih sempat berkelakar ringan seolah apa yang dikatakan bukanlah apa-apa. Padahal, sebenarnya ia tengah menekan sayatan perih di hati. Sementara Jeaven saat ini tentu membisu karena tertohok.

"Siapakah pria itu? Apakah pria yang anda maksud adalah Tuan Jeaven?"

Sejenak Jesslyn tampak berpikir sebelum kembali menjawab diiringi ulasan senyum. "Apakah kalian berharap aku menjawab 'iya'?" Ia justru menjawab pertanyaan yang diterima dengan pertanyaan juga. "Sebaiknya kita beralih ke pertanyaan lain saja," imbuhnya yang terlihat keberatan dengan pertanyaan dari wartawan.

Jesslyn sempat merutuki dirinya sendiri yang kurang berhati-hati saat berbicara di depan para wartawan. Ia lupa, bahwa pemburu berita bagaikan srigala yang kelaparan, sekali dipancing dengan aroma daging maka mereka akan memburu mangsanya hingga kena dan melahapnya tanpa belas kasihan.

"Sebenarnya seperti apa hubungan kalian berdua saat ini? Kalau tidak sedang menjalin kasih kenapa hubungan kalian terlihat sangat dekat? Bahkan beberapa tangkapan foto kalian terkesan mesrah seperti sepasang kekasih."

"Persahabatan kedua orang tua kami terjalin sangat erat layaknya saudara, jadi tidak menutup kemungkinan anak-anak mereka mengikuti jejak orangtuanya, bukan?" Jeaven kembali bersuara.

"Bagaimana tanggapan kalian jika suatu saat takdir membawa kalian ke sebuah hubungan yang lebih serius? Dalam artian tidak hanya sekedar berteman, melainkan benar-benar menjadi pasangan kekasih atau mungkin pasangan suami istri?"

"Tidak ada orang yang bisa lebih kuat dari takdirnya. Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mengikutinya, menerimanya, ke mana pun itu menuntunnya." Sekali Lagi Jeaven menjawab dengan bijak.

"Jadi apakah anda akan mencintai Nona Jesslyn jika dia menjadi takdirmu?"

"Lelaki sejati tidak mencintai pada wanita yang paling cantik di dunia, melainkan mencintai wanita yang sudah ditakdirkan Tuhan untuknya."

Jaeven dan Jesslyn terus menyampaikan klarifikasi secara tegas dan lugas. Tanpa perwakilan, keduanya terlihat kompak di depan bidikan kamera para wartawan yang terlihat antusias. Beberapa hadiah pertanyaan pun dijawab dengan jelas.

Bahkan para pemburu berita dibuat terkesima saat Jesslyn sempat mengingatkan dan sekaligus mengajak para paparazzi untuk meluangkan waktu mengikuti kegiatan sosial yang sangat inspiratif.

"Kami tidak butuh perhatian kamera kalian tapi organisasi ini yang justru butuh." Jesslyn mengangkat sebuah poster yang beriskan beberapa foto kegiatan bakti sosial dan informasi dan mengarahkannya ke arah bidikan kaca kamera.

"Ini adalah sebuah organisasi yang saya bentuk bersama beberapa relawan lainnya untuk anak yatim dan membantu para penyandang kanker yang memiliki keterbatasan ekonomi. Kami akan menyambut antusias uluran tangan kasih kalian untuk mereka yang membutuhkan," sambung wanita itu kembali dengan binar muka semangat dan juga penuh harap.

Mengulas jelas, sorot ramah di kedua netra cantik Jesslyn menggambarkan sisi jiwa kemanusiaannya yang begitu tinggi. Hati siapa yang tak berdecak kagum dengan wanita itu kini?

Di dalam sikap tenang, Jeaven tampak tak lagi bersuara. Ia membiarkan Jesslyn menggunakan waktu dan tempat untuk menyalurkan kepiawaiannya dalam berbicara.

Namun, diam-diam pria itu sebenarnya tengah tenggelam ke dalam pikiran sendiri. Jika diperhatikan dengan jeli, ia tampak menghela napas sesekali. Sungguh, rasa yang terus bergumul di dada ingin diusirnya pergi.

"Cepat tangkap dia!"

"Aaaahhk!"

Semua penghuni ruangan tiba-tiba terhenyak seiring dengan perhatian beralih ke belakang saat seseorang pria menerobos paksa ke dalam acara dan membuat kegaduhan. Jeaven dan Jesslyn bahkan sampai berdiri dari tempat duduknya.

"Tangkap orang gila itu!" Teriak seorang penjaga keamanan yang datang bersama ketiga rekannya.

Suasana semakin mencekam saat orang asing itu memberontak saat di tangkap dan berhasil meloloskan diri. Dengan sorot kebencian terpancar tajam di kedua matanya, dia berlari ke arah Jesslyn dan siap melempar sebuah cairan air keras yang dibawa.

"Jesslyn, Awas!" Bergerak cepat, Jeaven langsung menarik tubuh Jesslyn ke dalam pelukannya, membiarkan punggung kokohnya sebagai tameng pelindung agar si wanita tidak terluka.

Jesslyn sampai tak berkutik karena jalan kerusuhan terjadi dengan cepat. Apalagi tindakan Jeaven yang tiba-tiba memeluknya dengan erat. Ia bahkan bisa mendengar suara berisik jantung si pria yang berdetak kuat.

Detak jantungnya keras sekali. Apa dia sedang tidak baik-baik saja? Batin Jesslyn membisikan tanya yang entah kapan jawaban akan di terimanya.

"Apa kau terluka?"

Lisan tanya Jeaven memecah kaca lamunan Jesslyn seketika. Wanita itu mendongak hingga raut kecemasan si pria memenuhi bilik pandangannya.

Mengangguk kecil, jawaban Jesslyn hanya sebatas bahasa tubuh. Jujur, ombak di dalam dadanya tengah bergemuruh. Rasa-rasanya ia akan kembali luluh. Raut kecemasan Jeaven berpotensi merobohkan tekadnya yang sempat utuh.

Akan tetapi segera ia kuasai perasaannya itu. Dan bertepatan dengan itu ia teringat akan sesuatu. "Apa kau baik-baik saja?" Dipandangi serius wajah Jeaven. Ia ingat kalau Jeaven baru saja menjadikan tubuhnya sebagai perisai dari serangan orang gila tadi.

"Cepat larikan dia ke rumah sakit!" Teriakan seorang petugas keamanan.

Jeaven dan Jesslyn menoleh bersamaan. Hingga mereka dikejutkan dengan pemandangan yang di mana seseorang sedang terluka.

"Verlin!" Pekik Jesslyn saat menyadari bahwa manajer pribadi Jeaven itu baru saja mengorbankan dirinya dari aksi nekat si penyusup tadi.

Bersambung~~

Alhamdulilah ... akhirnya bisa up kembali dan bertemu dengan para reader kesayangan. Ternyata nggak sampai seminggu guys! Ahay!

Jangan lupa tinggalkan jejak dukungan kalian ya... biasakan tampol icon like dan beri komen positif kalian. Gift dan Votenya juga sangat Nofi harapkan..Terima kasih..

Wo ai nimen😘

1
falea sezi
mati aja si jenis baru sandungan bgt deh
Amber wong
😅😅😅😅😅
Amber wong
Keren ceritanya, bahasanya bagus dan teratur, Semangat Thor, lanjutkan karyamu yg baru dan lebih seru lagi💪💪💪🥰🥰🥰
Nofi Kahza: makasih ibuk..🥰
total 1 replies
Amber wong
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Amber wong
😅😅😅😅, ngga mau lepassss
Amber wong
Ngga sengaja, kasihan cwe'nya di anggap kasap mata😁😁😁😁
Amber wong
Lucu amat sih/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
mama Al
wah kek nya aku banyak ketinggalan kalau udah up lagi
mama Al: Alhamdulillah baik kak
total 2 replies
Adinda Aqueena Khalisa
akhirnya yg di tunggu" up juga,, makin penasaran sama kelanjutannya, semangat terus ya Thor n di tunggu update an selanjutnya Jagan lama" ya Thor 🤭🤭
Nofi Kahza: makasih ya kak Adinda. Nanti jam 11 dah up lgi kok🥰
total 1 replies
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
wah dobel² ini rejekinya🤲,
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐: sama-sama kak...
semangat terus💪☺️
total 2 replies
Sinn
huaaaa gw ampe nangisssss.. tanggu jawab lu thorrr/Cry/
Nofi Kahza: Maaf ya, Kak😁
total 1 replies
Ayuwidia
Kamu harus kuat, Jen. Aq yakin, Jeaven bakal selamat
Ayuwidia
woahhhh jangan2 Jenny juga akan melahirkan dedek bayi nya
Ayuwidia
up lagi, Kakak
Hikmal Cici
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Adinda Aqueena Khalisa
aaaa,,, akhirnya yg di tunggu" up juga kemana z kak, gimana kbrnya kq Bru muncul
Nofi Kahza: Maaf ya Kak baru bisa balas. Di real life ada bnyak kendala soalnya🥲
total 1 replies
Antyrahmawati
astaga thor lama kali.aku bolak balik selamat datang kembali ya thor
Nofi Kahza: maaf ya kak.. dan terimakasih masih bersedia baca kisah Jeaven🥰 aku baru aja up kak..
total 1 replies
Antyrahmawati
lama kali thor rindu aku tuh
Nofi Kahza: maaf ya, baru bisa bls komenmu/Scowl/ akunkun GK bisa dibuka kak..
total 1 replies
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
Berdoa saja semoga jeaven baik² saja Jess
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
apa kabar Thor.?
lama sangat baru nongol😊
Nofi Kahza: makasih ya kak.. aku juga rindu ma para pembacaku. meski cm segelintir tp kalian berharga🥰
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!