Pelakor adalah korban bukan salah dia mencintai lelaki yang sudah memiliki seorang istri tapi karena sebuah perasaan yang mempermainkannya.
Untuk menyelamatkan nyawa sang nenek, Vivian Cambriella terpaksa menikah dengan lelaki tampan yang tak lain adalah seorang CEO , atasannya sendiri.
Setelah dua tahun menikah Ia baru mengetahui suaminya telah memiliki seoarang istri.
Alasan Keanu mau menikah dengan Vivian adalah untuk menyewa rahimnya , supaya Ia memberikannya seorang anak.
Bagaimana nasib Vivian ?
Akankah Ia mendapatkan cinta dan kebahahiaan dari suami yang telah membohonginya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mora Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23 : KEPUTUSAN
...KEPUTUSAN...
...JARAK BAHAGIA DAN DERITA ITU SANGATLAH TIPIS, YAKNI SEPANJANG DAN SELEBAR KITA MENIKMATI NYA....
...TETAPLAH MENJALANI RODA KEHIDUPAN DENGAN KELAPANGAN HATI, WALAUPUN ITU TAK SEINDAH MIMPI DAN HARAPAN....
...🌿...
...----------------...
Mungkin ini memang jalan takdirku
Mengagumi tanpa di cintai
Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
Dalam hidupmu, dalam hidupmu
telah lama kupendam perasaan itu
Menunggu hatimu menyambut diriku
Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah
Bahagia untukku, bahagia untukku
Ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
Meski ku tunggu hingga ujung waktuku
Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja
( UNGU _ CINTA DALAM HATI )
Malam semakin larut, dengan bintang-bintang yang berkelap-kelip, akan menjadi malam terindah untuk Vivian sekaligus malam terakhirnya bersama Kenau.
Angin pantai menyapu rambut Vivian, tangan Keanu yang hangat, merapihkan rambutnya yang berterbangan.
" Kita pulang, yuk. Sudah malam, terlalu lama di sini juga tidak bagus untuk kamu dan anak kita " Ujar Keanu sambil mengelus perut Vivian dengan lembut.
" Nak, jadilah anak yang kuat dan ceria, dan jangan membiarkan Ibu kalian bersedih bahkan sampai menetes air matanya. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi Ayah yang baik. " Batin Keanu , tangannya masih mengelus perut Vivian dengan gemetar.
Vivian bisa merasakan getaran di perutnya, " Pak, Anda tidak apa-apa ? " Aku mengangkat kepala Keanu, dan melihatnya menangis tersedu-sedu.
Aku memeluk Keanu dengan erat, di dalam pelukanku, Ia meluapkan seluruh perasaannya.
" Sudah, tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja " Kataku sambil menepuk-nepuk pundaknya.
Kami sampai di rumah pukul sebelas malam, lampu di ruang tamu juga sudah di padamkan, Keanu memarkirkan mobil, sembari menunggunya, aku melihat bunga di taman sudah mulai bermekaran, aromanya semerbak di hidungku.
Saat Keanu membuka pintu, tiba-tiba cahaya lampu menyala, membuat mata kami menjadi silau.
Tampak Wanda berdiri di hadapan kami, dengan wajahnya yang bengis, matanyabyang kemerahan entah karena habis menangis atau sedang meluapkan amarahnya.
" Wa-Wanda " Seru Keanu tergagap.
" Darimana saja kalian ? "
Aku mau menjawabnya tapi Keanu lebih dahulu menyela," Ada rapat kantor yang harus kami hadiri " Seru Keanu berbohong.
Aku menatap wajah Keanu sambil mengkernyitkan keningku, untuk apa dia berbohong kepada isterinya.kini sorot mata Wanda tertuju kearah ku, Ia ingin memastikan kebenarannya melalui mataku.
" Apa itu benar ? " Tanya Wanda dengan sinis.
" Iya, karena ada masalah dengan keuangan dalam proyek, jadi membutuhkan waktu yang lama." Jawabku ikut menyembunyikan kebenarannya.
" Kamu, masuklah duluan. ada yang ingin aku bicarakan dengan, suamiku " Kata Wanda setengah membentak
" Iya " Sahut ku , bergegas meninggalkan Wanda dan Keanu.
" Aku capek, kita bahas besok saja " Ucap Keanu, sudah mengetahui apa yang ingin di katakan oleh Wanda.
" Oke, untuk hari ini aku mengalah, tapi besok....Aku hanya menginginkan jawaban yang ku mau. " Seru Wanda dengan datar dan meninggalkan Keanu di sana.
Keanu menarik napas panjang, langkahnya sangat berat seperti membawa berton-ton besi di pundaknya.
Malam ini Keanu tidak tidur di kamar Wanda maupun Vivian, Ia lebih memilih untuk menyendiri di kamar tamu. Menatap langit-langit kamar, dengan perasaannya yang kacau.
Waktu sudah menunjukan pukul dua lewat, baik Keanu, Vivian, maupun Wanda masih terdiam di kamarnya, Mereka terhanyut dalam pikiran masing-masing, mereka terpaku dengan kehidupannya.
Bagi Keanu, Vivian dan Wanda, Malam ini terasa sangat panjang, waktu seperti berhenti berdetak, beberpa jam kemudian mereka sudah tertidur pulas, menunggu datangnya matahari pagi.
...♧♧♧♧♧♧...
Pagi hari yang indah dan dingin, dengan matahari yang bersinar terang. Vivian sudah berangkat ke kantor sejak subuh, sedangkan Aldi ada acara tour di kampusnya di meja makan hanya ada Papa, Mama, dan Keanu. Mereka makan dengan suasana yang begitu hening,
" Mama, mau bicara sama kamu " Ujar Mama menatap wajah Keanu.
" Iya , Ma "Jawab Keanu datar, Ia juga tahu apa yang ingin mama katakan.
" Hari ini jadwal pemeriksaan kamu kan ? biar, Papa yang menemani, sekalian Papa mau melihat junior Hudson " Sahut Papa tersenyum ceria.
Wajah Wanda terlihat pucat saat mendengar ucapan Papa, mana mungkin dia membiarkan Papa ikut bersamanya, bisa ketahuan kalau tidak ada anak di dalam perutnya.
" Ahh ....Hmmm....maaf Pa, bukannya mau mengecewakan Papa, tapi hari ini, aku tidak bisa mengajak Papa soalnya aku sudah janjian dengan teman untuk memeriksa kandungan kami bersama-sama. Pasti akan terasa canggung kalau Papa ikut, lain kali aku akan pergi bersama Papa. " Wanda merangaki kata-kata secantik mungkin supaya keluarga tidak ada yang curiga.
" Baiklah kalau begitu, kamu harus berhati-hati, karena usia kandungan kamu sudah membesar. " Ucap Papa sedikit kecewa tapi memaklumi menantunya.
Wanda sudah pergi untuk memeriksa kandungannya, sementara Papa sibuk mempersiapkan dua kamar bayi untuk, kedua cucunya. Kamar yang pertama dengan nuansa biru, dan yang kedua bernuansa merah, meski terlahir dengan Ibu yang berbeda, Papa sangat berharap kedua cucunya dapat saling menyayangi satu sama lain.
Di balkon berdiri Mama memunggungi Keanu, Ia sudah memantapkan hati untuk mendengar perkataan Mama.
" Kamu sudah tahu kan, apa yang mau Mama bicarakan. " Seru Mama membuka suaranya.
" Persoalan menceraikan Vivian ? " Celetuk Keanu langsung ke intinya.
" Benar, Mama juga tidak mau melakukannya, tapi setelah Mama pikir lagi semuanya untuk kebaikan bersama. " Kata Mama , sempat menarik napasnya lalu melanjutkan ucapannya.
" Vivian bisa melanjutkan pemdidikannya, kita akan membiayai kuliahnya sampai lulus, dan akan mencarikannya pekerjaan lewat relasi kita, lalu dia juga bisa memulai kehidupan barunya dengan lelaki yang akan mencintainya "
Mama mengatakan semua itu tanpa tahu perasaan putranya, Aku sudah jatuh cinta dengan Vivian, bagaimana aku bisa melihat wanita yang ku cintai bersama dengan pria lain.
Mama menghentakanku yang sedang melamun, sambil bersuara dengan lantang," Keanu, kamu dengar Mama "
" Dengar, ma " Sahutku.
" Dan Vivian tidak perlu khawatir dengan anaknya, dia juga cucu Mama. darah keluarga Holand mengalir di tubuhnya, jadi kita akan merawatnya seperti anak kamu dan Wanda. " Ucap Mama mengakhiri perkataannya.
" Jadi kamu bisa kan menceraikan, Vivian." Tanya Mama menatap wajah putranya dengan tegang.
" Mama tahu ini kejam dan tidak adil, kita memisahkan seorang anak dengan Ibunya, tapi semuanya untuk kebaikan bersama. " Mama mengulangi kembali perkataannya.
Aku tidak tahu ini demi kebaikan bersama atau hanya untuk kebahagiaan Wanda, mereka saja tidak bertanya kepadaku atau kepada Vivian, apa yang kami inginkan.
Tapi aku akan berkorban demi anak yang ada di dalam kandungan Wanda, dan aku juga masih mencintai dirinya, sebagai isteriku.
" Baik, aku setuju ! tapi....aku ada satu syarat. " Kata Keanu dengan tatapan yang menyorot.
Di Tempat Lain
Vivian yang sedang berada di pantri, tidak sengaja menjatuhkan cangkir teh yang dia buat, untung pecahan gelas tidak mengenai dirinya. Ia bermaksud untuk memungut beling, namun jarinya malah tertusuk, darah segarpun mengalir dari jarinya yang mungil.
" Aauuuwww " Jerit Vivian pelan sambil memasukan jarinya kedalam mulut.
Ia tidak tahu gelas yang terjatuh adalah pertanda baik atau buruk untuk hidupnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kira-kira syarat apa ya yang di ajukan Keanu ?
Yuk baca terus, dan jangan sampai ketinggalan 😁😁
Tunggu di chapter selanjutnyanya 😉
TERIMA KASIH sudah membaca novel dari seorang yang amatir ini , semoga dapat menghibur dan menyenangkan kalian.
Jangan lupa dukunagn dari kalian , seperti like , vote , dan share ato mau nampol pake bunga ****** juga boleh 😁😄😂🥰😍😍🤩