NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENGHANCURKAN HIDUPKU DALAM 1 MALAM

SAHABATKU MENGHANCURKAN HIDUPKU DALAM 1 MALAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Balas Dendam / Badboy / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 4.7
Nama Author: ainuncepenis

Zira Aqilla gadis yang berusia 23 tahun. Apakah sudah mencapai kesuksesan untuk seorang Zira. Tinggal di Ibu Kota tanpa didampingi orangtuanya harus mencoba peruntungannya bekerja sana-sani membuka usaha kecil-kecilan, demi mewujudkan impiannya menjadi wanita karir.

Hidupnya berubah ketika di ujung mencapai kesuksesan mungkin final dari kerja kerasnya selama ini. Tetapi Zira harus menelan pil pahit, memiliki sahabat yang dekat dan membagi kasih sayang belum tentu mengantarkannya ketitik sukses, malah menjerumuskanya kedalam masalah yang besar, demi menutupi sebuah kesalahan yang mengantarkan Zira ketitik kehancuran.

Bertemu dengan CEO perusahaan terbesar di Asia, Addrian Admaja Wijaya, pria yang memiliki ketampanan di atas rata-rata berkulit putih, tinggi ideal, wajah yang begitu arogan dan berkarismatik bersikap dingin, Bertemu dengan Zira karena sebuah kesalahan.

Bagaimana, Zira harus menghadapi masalah yang timbul tanpa di ketahui sebabnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 23 MENGHINDAR

" Huhhhhhhh." Zira menghempaskan tubuhnya keranjang menarik napasnya panjang memegang dadanya yang masih berdebar kencang mengipas wajahnya dengan tanganya

" Hahhhh......" Teriak Zira seakan geli dengan sikapnya.

" Apa yang lo lakuin Zir, lo gila apa, nekat amat sih lo, dari mana sih gue bisa belajar kayak gitu, gimana kalau tadi Addrian terpancing bisa berabe semuanya."

" Aduhhhh,,,, gimana ya kalau gue tiba-tiba ketemu sama dia nanti, mati gue, apa yang harus gue lakuin, aduh mau ditaro di mana muka gue, lagi pula lo nekat banget sih Zir godain orang kayak Addrian, dia mah, gak digodain juga emang kelakuannya kayak gitu, untung aja tadi dia tidak terpancing, kalau sampai terpancing.... ihhhhh amit-amit."

Zira terus merasa geli atas perbuatanya sendiri jujur ini baru pertama kali dia melakukanya. Zira tipekel wanita yang sangat cuek kalau masalah dengan laki-laki. Zira dulu juga punya pacar tapi Zira tidak pernah melakukan hal di luar batas, bahkan berciuman saja Zira tidak pernah dengan pacarnya, karena Zira begitu menjaga dirinya.

Tetapi kali ini Zira bahkan menggoda Addrian seperti wanita kekurangan belaian bahkan dengan berani memberi ciuman di pipi dan di leher Addrian. Jujur saja memang Addrian lah orang yang pertama mencium Zira.

Brukkkk

Addrian menghempaskan pintu kamar hotel tempat dia menginap, sepertinya kekesalan pada Zira begitu besar saat keluar dari kamar Zira.

Addrian menatap di rinya di cermin, kemeja Addrian masih terbuka sampai dadanya, Addrian melihat bekas kissmark di lehernya akibat perbuatan Zira, sungguh Zira memang seperti ahli melakukanya hanya sekali ciuman saja, leher Addrian sudah ada tanda warna merahnya.

" Gila, kenapa wanita itu berubah jadi agresif, apa dia salah minum obat, atau kerasukan." Addrian mengambil tisu dan berusaha menghilangkannya, tetapi tangannya berenti dan malah tersenyum dan bahkan kembali teringat saat Zira menggodanya.

" Setan apa yang merasukinya, sehingga dia menjadi begitu liar, aku tidak menyangka wanita yang begitu keras kepala selalu membuatku marah, sekarang beraninya menggoda ku, semakin lama kelakuannya semakin tidak bisa ditebak."

Addrian benar-benar tidak percaya dengan Zira, terus memikirkan kejadian yang baru saja dilaluinya, tadinya dia hanya menemui Zira untuk memastikan kehamilan Zira. Tapi malah Zira melakukan hal yang tidak terduga bisa dikatakan sebenarnya Addrian menyesal karena telah meninggalkan Zira yang kerasukan.

" Ahhhhhhhh kenapa aku jadi memikirkannya terus, aku yakin Zira pasti berbohong tentang kehamilannya, aku harus pastikan Kalau Zira benar-benar hamil dan jelas bayi yang dikandung Zira adalah anakku." Ucap Addrian, jelas tidak bisa dielakkan karena Zira tidak pernah berhubungan dengan siapapun kecuali Addrian.

********

Pagi hari tiba, Zira dan Jihan keluar dari hotel menikmati pemandangan Yogyakarta. Banyak becak berlewatan, mencari para penumpang. Orang-orang juga banyak berjalan, ada yang bergandengan dan ada juga sendiri, berlari terburu-buru. Ya Rutinitas pagi hari pasti banyak yang dikejar. Jihan dan Zira duduk di salah satu kursi yang memang tersusun di alun-alun Yogyakarta.

" Zir, gue mau beli eskrim, lo mau nggak." Tawar Jihan ketika melihat eskrim yang dibelakangnya banyak orang antri, entah seenak apa eskrim tersebut, padahal masih pagi.

" Boleh," jawab Zira.

" Ok, tunggu bentar ya." Zira hanya mengangguk Senyum dan Jihan pergi, Zira melihat Jihan harus antri no paling belakang untuk membeli eskrim, tiba-tiba pandangan Zira mengarah kepada orang yang berjualan mangga Zira langsung menelan ludah, seakan menginginkan mangga tersebut dan tanpa menunggu lama Zira pun membeli buah mangga tersebut.

" Pak, saya mau 1 porsi." Ucap Zira, meneguk ludahnya, sudah tidak sabar memakannya.

" Baik, neng." Ucap bapak tersebut membuka mangga dan memotongnya.

" Lagi ngidam ya neng.," Ucap salah satu seorang ibu yang sudah sekitar berumur 50 tahunan yang juga sedang membeli mangga.

Zira hanya tersenyum, memang jujur dia memang sangat menginginkan mangga tersebut. Setelah mendapatkan keinginannya Zira kembali ketempat duduk semula, Zira melihat Jihan masih menunggu eskrim nya dan sekarang bahkan banyak yang antri di belakang Jihan. Zira melanjutkan aksinya memakan makanan yang di depannya begitu menggiurkan.

" Lo, makan mangga Zir pagi-pagi gini." Ucap Jihan yang sudah kembali ketempat Zira.

" Lo, mau." Tawar Zira.

" Ihhhhhh asem tau, masih muda juga, Lo kayak orang hamil aja." Ucap Jihan spontan membuat Zira menghentikan aktivitas makanya.

" Ni, punya lo," Jihan memberi eskrim Zira.

" Thanks."

" Zir, lo masih ingat nggak waktu dulu kita SMA. Lo, gue, Jidan, Yuda, ka Sena dan ka Ilham, kita selalu nongkrong di bawah pohon kalau musim liburan. Meski ka, Ilham sibuk pada saat itu tapi dia akan nyempetin buat jagain lo, kalau kita lagi liburan bareng." Ucap Jihan mengingat masa SMA mereka.

Jihan memang sahabat kecil Zira mereka bahkan 1SD, SMP bahkan sampai SMA, Jihan dan Zira sama-sama merantau ke Jakarta mengadu nasib, mereka jarang bertemu kalau di Jakarta. Tetapi mereka selalu saling memberi kabar, bahkan membantu jika saling susah.

" Lo, benar gue jadi kangen sama ka Ilham, apa kabar ya dia sekarang.'' Ucap Zira mengingat kakaknya Ilham, Ilham adalah kakak pertama Zira. Zira anak ke3.

Zira memiliki Kakak perempuan yang sudah menikah 2 tahun lalu dan baru dikaruniai anak laki-laki 6 bulan lalu. Sementara adik perempuan Zira masih belajar Di bangku SMA.

Ilham yang selalu menjaga Zira dari kecil, selalu memanjakannya, menuruti semua kemauan Zira. Sejak Zira kelas 2 SMA, Ilham pergi ke Luar Negri, dan semenjak kepergian Ilham, Ilham tidak pernah pulang, bahkan tidak pernah memberi kabar sampai sekarang.

orang tua Zira juga tidak tau di mana keberadaan Putra Pertama mereka itu, sudah hampir 8 tahun tidak pernah muncul, sampai akhirnya merekapun tidak berpikir untuk mencarinya lagi.

" Iya, Zir, lo benar kak Ilham sampai sekarang nggak pernah ada kabar, yaaaaa entah di mana kita gak ada yang tau, kita doain aja semoga ka, Ilham baik-baik saja."

" Iya, lo benar Jihan gue cuman bisa doain ka Ilham dari jauh."

" Oh,,,,iya Jidan, gimana ya, apa kabar tu anak." Tanya Jihan mengingat Jidan adalah mantan pacar Zira, mereka memang bersahabat, dan komunikasi antara Zira, Jidan,Jihan, Shena dan Yuda masih terjalin walau mereka sudah Lulus SMA, Shena juga sudah menikah dan bahkan memiliki 2 anak, mengingat usia Shena jauh 5 Tahun lebih tua dari mereka, dulu Shena dan Ilham berpacaran, karena Ilham tidak ada kabar Shena pun memilih laki-laki yang ingin serius dengannya.

Akan tetapi hubungan Shena dengan Zira masih baik-baik saja bahkan kalau Shena ke Jakarta dia akan berkunjung ketempat Zira, sekarang Shena tinggal bersama suaminya Di Bandung hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.

Sementara Yuda, sibuk mengurusi bisnis sorum mobil miliknya di Jakarta, sama halnya dengan Jihan dan Zira, Robby juga mengadu nasib di Jakarta.

Jidan adalah mantan kekasih Zira yang hampir akan menikahi Zira tahun lalu, memang mereka bersahabat dari kecil tetapi Jidan baru mengutarakan perasaannya kepada Zira 2 Tahun lalu dan langsung serius ingin menikahi Zira,

Hubungan mereka hanya sekitaran 1 Tahun ketika serius ingin merencanakan pernikahan Jidan menghiyanati Zira pergi bersama wanita lain, dan sampai sekarang Zira tidak tau wanita mana yang bersama Jidan.

Hubungan Zira dan Jidan pun tidak pernah ada Komunikasi, Zira pun tidak ingin bertemu atau mendengar namanya, karena baginya Jidan adalah penghiyanat, yang memperlakukan keluarganya.

" Ngapain sih lo nyebutin nama dia." Ucap Zira mulai kesal.

" Sorry, gue gak maksud."

" Udah ahh males banget mikirin itu." Ucap Zira melanjutkan makannya, Jihan juga kembali menyantap eskrim nya, sambil menikmati keramaian kota Yogyakarta.

Setelah puas berjalan-berjalan menikmati suasana kota Yogyakarta, Zira dan Jihan kembali ke hotel menggunakan mobil yang memang khusus dirental mereka untuk mempermudah transportasi mereka di Jakarta.

Zira dan Jihan turun dari mobil dan berjalan menuju kamar hotel.

" Astaga, Zira gue lupa tas belanjaan kita satu lagi ketinggalan di mobil." Ucap Jihan menepuk jidatnya, setelah berada di lobi hotel.

" Yaudah, sana buruan ambil."

" Ya udah gue ambil ya, lo duluan aja naik." Ucap Jihan pergi dan Zira pun pergi menuju kamarnya. Zira memencet tombol lift, saat pintu lift terbuka, Zira kaget ada Addrian di dalamnya, Zira berusaha menghindar dengan pergi tetapi Addrian menariknya dan Zira masuk kedalam lift pintu lift tertutup hanya ada Addrian dan Zira berada didalam lift.

" Mau kemana kamu?" Tanya Addrian yang melihat kepanikan di wajah Zira.

" Bukan urusan kamu." Jawab Zira jutek

" Ada apa, bukannya tadi malam kamu begitu agresif, seakan-akan kamu tidak ingin melepaskanku." Goda Addrian mendekati Zira dan menghimpit Tubuh Zira, Addrian menekan tombol lift lantai paling atas biar semakin lama berada di dalam lift, wajah Zira mulai merah, dan salah tingkah jelas dia sangat malu atas perbuatanya.

" Minggir kamu."

" Hmmmm, kamu itu berubah-ubah ya, tadi malam kamu begitu liar, sekarang kamu malah menghindar." Sindir Addrian membuat Zira semakin salah tingkah, jujur dia sebenarnya ingin menutup wajahnya dengan kantung plastik merasa tidak punya muka atas apa yang dilakukanya tadi malam. Zira hanya bisa menunduk tidak berani menatap Addrian.

" Bagaimana jika kita lanjutkan, permainan tadi malam." Bisik Addrian ditelinga Zira, membuat bulu kuduk Zira merinding, dan jantungnya semakin berdebar.

" Kamu, ingin dimana di kamarku atau di kamarmu." Goda Addrian tanpa henti, Zira sungguh tidak bisa berkutik sedikitpun.

Addrian mengangkat dagu Zira, dan Zira pun menatap Addrian, Addrian baru bisa melihat jelas wajah merah Zira, Addrian tersenyum puas karena dia berhasil menggoda Zira, Addrian membelai bibir Zira dan ingin mencium bibir Zira, Tetapi tiba-tiba Zira mual.

"Ehghg ehghg, Zira ingin muntah Zira menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

" Minggir kamu, kalau tidak aku akan memuntahkan isi mulutku ke bajunya yang mahal itu." Ucap Zira Addrian pun bergeser menjauhi Zira, mengingat hal itu memang pernah terjadi.

1
Dyah Oktina
eh ternyata typo juga... pdhal ngetik cuma sedikit.. ngak d baca lagi.. jd salah deh.. maaf ya thor.. terus semangat ya.. 🤭💪🏻😍
Dyah Oktina
kondisi juhan kali.....
Dyah Oktina
ish....typonya ngesel loh thor.. d cek dulu ngapa sebelum d kirim 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
kok makanan d injak sih thor..🤭😂😂
Dyah Oktina
harusnya orang kla baru keguguran istirahat.. blm bisa d sentuh hampir sama dgn masa nifas 100hr
Dyah Oktina
ilham kali... bukan adrian
Dyah Oktina
ngak sopan...panggil kak dong aca k adrian maupun tomy juga ilham
Dyah Oktina
bayi farah???????????????🤭
Dyah Oktina
kok ngak panggil kakak sih k ilham.. pdhal umurnya sama dgn kakaknya adrian...zira juga panggil p su nama doang
Dyah Oktina
maaf sudah membuatmu cemas .....bukan mencemaskanmu...
Dyah Oktina
kayla kali thor.. bukan aca
Dyah Oktina
ita kamu ...aneh kayla.. apa ngak takut.. dah jam mau tengah malam loh.. masa mau ketemuan... ilham nih ngak bener kla memang dia yg chate..kayak ngak ada hari esok aja..ngak umum.. juga bahaya u kayla
Dyah Oktina
mana ada thor k eropa 2hr ...pa ngak bonyok tuh badan.. perjalanan aja udah pp 28 jam non stop kla dari jakarta.. kecuali tunggal d timur tengah iya perjalanan hanya 6jam..
Dyah Oktina
patner thor...bukan fatner
Dyah Oktina
yg sabar ya tom...niat baik u nganter pulang aca d dini hari malah dpt tamparan & makian.. kasiah kau tomy..
Dyah Oktina
udah deh...cepet bawa k rum kit...masa segitu banyak orang ngak ada yg sedikit waras.. ih ..gemes deh
Dyah Oktina
kasihan aca... mau punya pasangan yg d suka .. respon ngak sesuai dgn yg d harapkan.. yg ngaku sebagai calon suami memberatkan hati..apa lagi calon mertua nya...
Dyah Oktina
parah nih... bukan farah..🤭😂😂.. farah itu mamahnya adrian.. 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
bukan bersujud thor.. tp berjongkok... kla bersujud telapak tangan &dahi nempel d lantai/tanah..kla berjongkok menekuk lutut
Dyah Oktina
demi harta marina....kamu tega menjual anakmu pd mertua yg seperti itu.. mikir dong.. ngak kasihan sm anakmu 😔😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!