Salsa widianto, 27tahun, seorang dokter spesialis kandungan yang usianya terbilang sangat muda, dia adalah anak salah pengusaha kaya di kota Jakarta..
Ia menyelesaikan pendidikan kedokteran diusianya yang msh sangat muda, lalu melanjutan ke dokter spesialis kandungan.. Salsa anaknya begitu cerdas, sedari sekolah dasar ia selalu mendapatkan prestasi yg memuasakan, ia juga berkesmpatan duduk di bangku SMA dengan program akselirasi yg hanya 2 tahun...
Ia memiliki paras yang begitu cantik.. Badanya yang proposional, wajah yang cantik, hidung mancung, lesung pipi yang begitu manis, serta gigi ginsul di sebelah kiri, ia memiliki rambut hitam panjang nan berkilau...
Salsa... Meskipun ia anak seorang pengusaha yang kaya raya, ia memiliki sifat yang begitu mulia, tidak sombong, dan selalu terlihat ceria.. Begitu banyak lelaki yang mengaguminya bahkan sejak ia duduk di bangku sekolah dasar...
Devano Wijaya.. 30 tahun
Seorang pria yang tampan, namun begitu cuek dan bersikap suka semaunya
Ia seorang pengusaha muda, anak seorang pengusaha terkaya juga di kota Jakarta bahkan bisnisnya sudah merambah ke ASIA..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mynamei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.23
Tak lama salsa keluar bersama ibunya...
Terlihat wajah salsa kembali memerah sperti habis menangis lagi..
Merekapun menghampiri keluarga pak Banu, dengan sigap bu wijaya menghampiri dn memeluk bu diana..
"tantee, lebih baik tante makan dulu, jangan sampai tante sakit, kasian om nanti tidak ad yang menyemangati...kamu juga makan ya saa" ucap vano..
Mereka hanya mengangguk..
Pak banu sudah makan siang, jadi ia memilih melihat shaabatnya itu..
Terlihat vano menyuapi salsa, sementara bu diana makan dengan bu widya..
Ya memang terlihat salsa begitu terpukul dan sangat terpuruk..
Bagaimana tidak, salsa merasa seharusnya salsa lah yang mengalami kecelakaan itu, tapi ternyata malah pak papinya yang mengalami hal tersebut..
Merekapun menyelesaikan makannya..
"tante, vano sudah menyedikan kamar super vvip untuk om, terdapat 2 bed, sementara om di ICU lebih baik tante dan salsa menunggu di kamar untuk beriatirahat sejenak..."
Ibu diana hanya mengangguk.
"aku mau disini van" ucap salsa lirih..
"yasudah nak, kamu disini sama vano, tante dn om akaan ajak mama kamu ke ruang inap yaa" ucap bu widya..
Salsa hanya mengangguk...
Salsa dan vano memutuskan untuk masuk..
Salsa duduk di saping kanan papanya sementara vano di samping kirinya..
Vano berbisik pada pak latif.
"omm saya akan jaga salsa, saya harap om merestuinyaa"
Sambil mengengam tanggan pak latif..
Sementara salsa terlihat merebahkan kepalanya di samping tubuh pak latif...
"pihhh, maafkan salsa pihh... Papih harus kuat, papih harus semangat, salsa yakin papih gamau kan jauh dari salsa dan mommy.... Papih bangun yaaa pihh"
Ucap salsa lirih penuh kesedihan...air mata salsa menetes berkalikali di tangan pak talif. Salsa tak henti menciumi tangan pak latif...
Ternyata pak latif memberi respon mengejutkan, tangann kiri pak latif bergerak, vano yang meilhat dengan jelas pun kaget...
"allhamdulillah saaa, liat saa om merespon kita saaa"
Salsa bangkit dari duduknya
"papihhhhhhhhhh, pihh ini aku salsaa.." ucap salsa menahan tangis berusaha tegar memberi senyuman..
Pak latif mulai membuka matanya...
Vano bergegas memangil dokter..
Dokter yang datang segera memeriksa pak latif..
Keadaan pak latif jauh membaik..
Dikterpun memberi perintah suster melepas beberapa alat dalam waktu 30 menit jika kondisinya membaik.. Dan jika alat sudah dilepas, pak vano harus bersabar menunggu 1 jam lagi di icu karna akan di observasi terlebih dahulu sebelum masuk ruang rawat...
Vano menghubungi mamanya agar memberintahu kondisi om katif pada tante diana..
Mereka pun mengucap syukur..
Sebelum melangkah ke icu , mereka memutuskan untuk sholat ashar terlebih dahulu di ruang inap tersebut...
Mereka sangat senang..
Pak latif terlihat semakin membaik dan sudah mulai berbicara...
Pukul 6 sore pak latif di pindahkan ke ruang rawat..
Mereka melakukan sholat di dalam ruangan secara bergantian..
Ruangan yang vano berikan sangat amat besar, sehingga membuat salsa dn ibu diana nyaman untuk menginap...
Merekapun makan malam bersama di ruang perawatan pak latif secara bersama.. Vano memesan banyak makanan..
Mulai terlihat senyum salsa meski hanya tipis tipis manis hehehhe
Selesai makan pak banu dan ibu widya pamit untuk pulang..
Disusul oleh vano yang hendak pergi karena ada sebuah urusann...
Tinggalah salsa , mommy dan papinya ..
Terlihat pak latif sudah tertidur, ibu diana pun merebahkan badanya di kasur dekat dengan pak latif... Sementara salsa memainkan ponselnya sambil merebahkan badannya di sofa yang cukup nyaman....
Tak lamapun salsa tertidur...
---------------
Rumah tua kosong..
"lepaskan..... Heh kalian lepaskan tanggan saya , atau kalian akan menyesal"
Terdengar suara teriakan, membentak dan amarah yang terdengar...
Vano dan sandi datang menghampiri...
Vano telah mempersiapkan segala sesuatunya...
"siapa yang akan menyesal anita?"
Ucap vano lantang yang tiba2 muncul dari balik pintu...
"vanoo.. Apa ini semua ulahmu?
"ulahku? Bukankah kamu yang memulainya?"
"a... Akkuu ga paham, apa maksudmu?" kata anita..
"apa kamu telah menyuruh dua orang ini untuk mencelakai salsa" kata vano, dan Sandi datang bersama dua bodyguard membawa dua orang pelaku
"aku ga kenal mereka vann...."
"bohong!!!!!!!"
"van percayalah, aku melakukan ini semata-mata untuk memperbaiki hubungan kita"
"hubungan kita yang mana? Hubungan kita yang dulu kau rusak? Yang dulu kau khianati?! Semua telah selesai setelah semuanya kau hancurkan sendiri"
"van maafkan aku, aku benar-benar menyesal"
"menyesal? Kau gila ya! Kau bahkan akan membunuh orang yang tidsk bersalah, kau jahat!!!"
"aku jahat karna kamu van, kalo aku tidak bisa memiliki kamu maka wanita jal*ng itu juga tidak akan bisa memilikimu" kata anita dengan kesal
Mendengar hal itu vano melayangkan tangannya, vano menampar salsa keras..
"apa kamu bilang? Siapa yang jal*ng? Dia 1000 kali lebih baik dari kamu, kamu yang pergi bersama laki laki lain, tinggal bertahun-tahun tanpa ikatan pernikahan Dan sekarang kamu meninggalkannya saat ia bangkrut.... Kau pikir siapa yang ****** anita"
Bentak vanooooo..
"kau akan menyesal vanoo telah menamparku"
"itu balasan karna kamu berani menampar salsa, selanjutnya aku pastikan kamu membusuk di penjara"
Vano dan sandipun bergegas pergi, polisi yang sedari tadi menunggu di balik pintu pun segera masuk dan mengamanka ke tiga tersangka...
***********