"Bagaimanapun dia tidak bersalah, biarkan dia tumbuh" ucap Bram
"Tapi aku tidak ingin, Paman" jawab Alex
Pikirannya dipenuhi dengan kebimbangannya mengambil keputusan yang seharusnya
"Aku akan memikirkannya" ucap Alex seraya berdiri dari duduk nya, mengayunkan langkah nya meninggalkan Bram di ruang baca
Naik melewati anak tangga menuju kamar nya dan membuka pintu lalu menutupnya
Kezia berlari menuju kamar mandi karena rasa mual yang dirasakan nya
"Aku ingin muntah, tapi nggak bisa keluar" ucap Kezia
Membawa langkah nya keluar dari kamar mandi, namun baru sampai depan pintu kamar mandi
Mendadak pandangan nya berputar dan tiba tiba ruangan menjadi gelap, tubuh nya jatuh ke lantai di depan Alex yang masih berdiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mey Insta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Isak Tangis
Kedua mata nya terbelalak saat melihat seorang paruh baya terbaring lemah diatas tempat tidur ruang ICU dengan mulut yang tertutup alat bantu pernapasan dan alat bantu jantung di samping tempat tidur juga sudah ada selang infus di tangan kiri nya
Ya, pria paruh baya ini adalah Papa nya.
Kezia ter duduk lemas di kursi samping tempat tidur pasien dan kedua mata nya mulai ber air
Mengusap tangan kiri Papa nya, sambil berkata
"Pa, jangan tinggalkan Kezia" ucap Kezia
dengan air mata yang mulai jatuh membasahi pipi nya
Kemudian dua orang dari kepolisian datang menghampiri Totok, karena Kezia masih menangis jadi Totok lah yang menemui nya
Polisi tersebut kemudian menceritakan kronologi kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol tersebut sehingga membuat kecelakaan beruntun terjadi menyebabkan beberapa korban jiwa ta terselamatkan, mobil yang berada di belakang mobil orang tua Kezia mengalami rem blong saat melaju kencang dan tidak dapat mengendalikan nya
Dan naas mobil yang di kendarai sopir pribadi orang tua Kezia menjadi korban. Sopir pribadi nya tak tertolong
Seorang dokter yang menangani orang tua nya kemudian menemui Kezia
"Maaf, anda keluarga nya" tanya dokter tersebut
"Betul dok" jawan Kezia, kemudian dokter meminta nya mengikuti langkah nya memasuki ruangan nya
Setelah di dalam ruangan, dokter tersebut menjelaskan seberapa persen nyawa orang tua nya dapat tertolong. Karena luka benturan keras pada kepala nya mengakibatkan pendarahan
"Saya ingin orang tua saya di pindah kan ke Ibu Kota saja dok" ucap Kezia
"Baiklah, tapi saya perlu anda menyetujui kemungkinan terburuk nya saat perjalanan menuju ke Ibu Kota" ucap dokter tersebut
Kemudian perawat menyodorkan dokumen untuk Kezia tanda tangani, dan dia melakukan nya
Setelah satu jam persiapan keberangkatan menuju Ibu Kota, akhir nya perjalanan di lakukan dengan ambulance yang lengkap dengan peralatan medis di dalam nya
Kezia memilih menemani Papa nya di dalam ambulance di temani dua orang perawat bersama nya
Totok mengemudi kan mobil nya mengikuti mobil ambulance tersebut dari belakang
Namun saat tiga jam perjalanan menuju Ibu Kota, monitor alat bantu jantung nya mulai melemah
"Pa, kuat Pa... jangan tinggal kan Kezia" dengan terisak Kezia mengucapkan kata itu, mengusap kening Papa nya dan mencium nya
Tetapi tak lama kemudian jantung nya berhenti, alat bantu monitor jantung tak menunjukan ada detakan jantung lagi
Seketika tangis nya pecah, Kezia berteriak kencang di dalam mobil dan perawat mencoba menenangkan nya
Tiba tiba tubuh nya lemas dan pingsan, perawat kembali menolong nya. Berusaha membuat nya sadar kembali
Tak lama kemudian akhir nya mereka semua sampai di kediaman Kezia
Semua pelayan dan penjaga kaget dan mulai panik, tetapi tetap sibuk mempersiapkan upacara pemakaman
Berlalu lalang dan mondar mandir se isi rumah tampak sibuk dengan aktifitas nya, Bu Retno dengan cepat sampai ke kediaman Kezia saat Totok menelepon nya
Hari sudah larut malam, sekitar pukul dua belas malam. Orang terdekat orang tua nya mulai berdatangan mengucap kan duka cita
Kezia semalaman berada di sisi jenazah Papa nya tanpa tidur, tangisan nya tiada henti
Pagi Hari
Tamu yang ini mengantarkan ke tempat peristirahtan terakhir mulai berdatangan, dengan pakaian serba hitam
Mobil Alex masuk melewati pintu gerbang milik Kezia dan memarkir kan nya tak jauh dari pintu utama
Memberikan penghormatan terakhir, manatap foto di dekat peti jenazah membuat nya semakin geram. Mata kemarahan nya tertutup kaca mata hitam yang selalu di pakai nya
"Seharusnya kamu menunggu ku menghabisimu" batin nya dalam hati
Alex merasa kematian orang tua nya ada hubungan nya dengan orang tua Kezia, tetapi belum dia menyelidiki nya kejadian naas sudah menghilangkan nyawa nya
lagian Alex yg udah suka kn sama Tasya. bt Thom gak papa ya,Tasya nya sama boss Alex, biar km bisa dapet lexa
kn istri lagi hamil, trs d bikin nggak enak moodnya, sekarang hati bercabang. moga Tasya hatinya tidak egois masih memikirkan sesama wanita.
kl gtu apa nantinya ada karma.
pdhl kn Kenzie gak tau apa2.toh Alex jga belum ktmu ada misteri apa antara ayah kenz sama momz Alex
nunggu selanjutnya aja lah aku
salah ya kak.
ikut alur ya saja.