Alba lopez di dijodohkan keluarganya dengan pria yang tidak ia kenali,awalnya ia kesal dan ingin memberontak tapi di pikir-pikir tidak ada gunanya toh antek-antek ayahnya bisa dengan mudah menemuinya akhirnya ia ubah rencana dengan bersikap seolah menerima perjodohan itu setelah pernikahannya dengan pria asing dari keluarga mempuni itu terjalankan akan ia buat pria itu kesal dan illfeel agar cepat di ceraikan. Dan yang tak ia ketahui pria itu tak sesederhana yang ia pikirkan, dan tepat di saat ia mengetahui rahasia tergelap pria itu namun mulai sedikit luluh akankah ia tetap bertahan atau melanjutkan rencananya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon okolele, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanitannya
...⚠️ FICTIONAL CONTENT⚠️...
...Seluruh adegan, karakter, tempat, dialog, situasi, serta peristiwa dalam cerita ini merupakan hasil imajinasi penulis. Beberapa unsur sengaja dibuat, diubah, atau dikembangkan untuk kebutuhan alur cerita....
...Cerita ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan kejadian nyata, maupun menjadi acuan terhadap kehidupan atau perilaku di dunia nyata....
...Harap membaca dengan bijak....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat terbangun tadi Alba tak menemukan Lazarus di sisi kasurnya, pria itu telah pergi entah ke mana. Dan seperti biasa dia selalu bangun kesiangan.
Alba membersihkan buah, di wastafel tangannya menggosok-gosok buah lalu setelah selesai mencuci ia mengambil apple lalu mulai menggigitnya.
Menikmati rasa manis di setiap gigitan dengan pikiran yang memikirkan hal lain.
Klek.
Alba terkejut memegang dadannya yang menggila ugal-ugalan, karena kaget setengah mati.
Efek dari melamunya.
Ia menoleh melihat Lazarus, alisnya berkerut heran sejak kapan pria itu ada disini, bukannya jam segini dia sudah berangkat bekerja karena dia manusia yang perfeksionis.
Alba hanya menoleh sesaat lalu kembali pada kegiatannya sebelumnya, tak ada say hello maupun godaan dan sentuhan dia benar-benar bungkam dan diam.
Alba masih takut pada Lazarus, takut malah. Overthinking jika sewaktu-waktu pria itu akan berbuat hal kriminal padannya. Alba ingin sekali cepat-cepat cerai dari Lazarus, keinginannya untuk meluluhkan bahkan bersama dengan pria itu selamannya menjadi sirna.
Lazarus berdiri santai di depan kulkas yang terbuka, dia tampak baru saja kembali dari gym di lantai 5 Penthouse. Penampilannya benar-benar segar sekali. Dengan hanya menggunakan kaos oblong hitam ketat yang lembab mencetak proporsi otot-ototnya.
Handuk kecil mengalung di lehernya, Alba bisa melihat dengan jelas otot Lazarus dari bajunya yang tercetak oleh keringat bercucuran.
Dan sialnya Alba berusaha untuk tidak menyentuhnya, karena keberaninya pada Lazarus hilang di telan rasa takut yang lebih dominan.
Lazarus menutup pintu kulkas, lalu meneguk air putih dengan tenang dengan sudut matanya melirik Alba.
Alba kikuk salah tingkah sendiri saat mata keduanya saling menemukan, ia mengalihkan pandangannya pada apa saja selain pada Lazarus.
Setelah selesai memenuhi dahaga hausnya, Lazarus kembali meletakan botol pada meja.
Tangannya memegang tangan Alba menarik perempuan itu ke arahnya, wajah Alba menubruk dada bidang Lazarus.
Alba speechless, matannya berkedip-kedip lucu, diam saat di peluk Lazarus.Alba merasa seperti idiot karena seumur-umur ia diam tanpa menggoda seperti ini.
"Kenapa menghindari saya?. " Tutur Lazarus dengan suara lembut lamun tegas.
"Jawab Alba mulut mu mau saya robek?. " Ujarnya lagi, menuntut yang tak sabaran.
"Gue gak ngehindar, perasaan lo aja kali!. " Putus Alba,suaranya penuh akan keyakinan dengan jawabannya.
"You're lying, and a bad liar." Ujarnya penuh penekanan di setiap kalimat yang terucap dari bibirnya. "Dan kamu tidak bisa membohongi saya Alba. " Ujar Lazarus mengeratkan pelukannya. "Saya merasakannya. " Sambungnya lagi berbisik di telinga Alba.
Alba merasa geli karena Lazarus berbicara sangat dekat di telingannya.Ada apa dengan Lazarus kenapa dia bersikap tak wajar seperti ini.
Sebelum Alba mengelak lebih jauh lagi , Lazarus sudah bergerak ia menunduk cepat menabrakan bibirnya dan bibir Alba.
"Mphhhhh!."
Ciuman itu tiba-tiba, hingga Alba tak sempat waspada. Lazarus terasa seperti memakan bibir Alba.
Melumat bibir Alba dengan kasar dan lapar seolah ingin menelan napas yang Alba raup. Memaksa lidahnya masuk, membelit lidah Alba yang kaku karena speechless merampok setiap inci mulut perempuannya itu tanpa perlu izin.
Alba panik, jika ciuman itu terjadi sebelum ia mengetahui sisi gelap Lazarus maka dengan senang hati ia terima, tapi kini ia mengetahui sisi tergelap pria itu dan ciuman itu terasa flat.
Bugh! bugh!.
Alba memukulkan kepalan tangan kecilnya ke dada bidang Lazarus, mencoba mendorong tubuh raksasa itu tapi tak membuahkan hasil.
Lazarus merasa nafas Alba pendek, dan terasa susah meraup oksigen dengan berat hati ia lepaskan tautan mereka.
Dengan rakus Alba mencoba meraup oksigen sebisa yang ia bisa, sembari menatap Lazarus dengan penuh tanya.
Wajah dingin, cuek dan tak perduli yang selama ini ia lihat dari sosok Lazarus lenyap tak berbekas.
Di gantikan oleh tatapan gelap, tajam, lapar dan buas, sudut bibir Lazarus terangkat membentuk seringai miring yang membuat bulu kuduk Alba merameng. Aura yang memancar darinya lebih dominan hingga membuat udara di sekitar terasa menipis.
Tangan Lazarus yang besar menyentuh pipi Alba dengan sangat lembut.
"Don't think about leaving, you belong here! with me." Ujar Lazarus dengan intonasi yang pelan dan lembut namun terkesan runut.
Alba membeku.
Apa maksud Lazarus, apa dia tahu sesuatu, Atau pria ini cenayang yang bisa menebak bahwa ia mempunyai rencana melarikan diri.
"I know, Love!. "Ujarnya lagi sembari membelai pipi Alba"You are mine, a part of me,so don't even think about running away. " Lanjutnya lagi penuh penekanan.
...****************...
FLASHBACK MALAM SEBELUMNNYA
Lazarus merasa ada yang aneh dari sikap Alba belakangan ini, perempuan itu sikapnya mulai berubah saat mereka ke Solviet.
Perempuan itu seperti takut berdekatan dengannya, dan itu mengusik Lazarus.
Lazarus mengutak-atik laptop nya melihat setiap sudut CCTV di Solviet memeriksa satu-persatu sampai dengan pintu belakang Solviet jelas, dengan sangat jelas ia melihat Alba di sana mengintip lewat celah kecil.
Pantas saja.
Pantas saja perempuan itu berubah menjadi takut dan canggung padannya, ternyata ini penyebabnya.
Sialan.
Lazarus melonggarkan dasi yang ia pakai udara terasa begitu mencekik, ia juga melepas kaca mata yang sejak tadi bertengger di pangkal hidungnya. Tak lupa pula ia memijit keningnya.
Perempuan itu mengetahuinya, harus ia apakan?.
Kembali ia lihat sosok Alba di sana. Penuh ketakutan dan dapat ia lihat tubuhnya yang gemetar hebat sembari membekap mulut.
Entahlah.
Melihat Alba yang seperti itu membuat Lazarus ingin merengkuh tubuh ketakutannya, mengiriminya rasa aman.
Shitt
Perempuan itu pasti ingin kabur saat melihat sisi gelapnya.
Tak akan ia biarkan.
Sudah terlalu jauh ia masuk dalam hidup Lazarus, dan tak akan Lazarus lepaskan begitu saja, wanitanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Terima kasih sudah membaca novel ini sampai akhir. Terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk mengikuti setiap cerita dan perjalanan para tokohnya. Saya tahu cerita ini masih jauh dari sempurna, tetapi semoga tetap meninggalkan kesan bagi kalian. Mohon maaf jika masih ada kekurangan selama cerita berlangsung. Semoga kita bisa bertemu lagi di cerita berikutnya. Sampai jumpa, dan sekali lagi, terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan cerita ini....
...THANK YOU FOR READING 🌸...
...For u, a dahlia. 🌺...
...— Author...