NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Penyesalan Suami: Istriku Ternyata Seorang Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Kinara rela meninggalkan status sebagai anak konglomerat demi bisa menikah dengan kekasih hatinya. Ia rela hidup susah, menemani dari nol dan berjuang bersama dengan sang suami hingga sukses. Namun nyatanya semua pengorbanan itu tidak membuat kehidupan rumah tangga Kinara baik-baik saja. Setelah 5 tahun membina rumah tangga bersama, Rashid justru tega mengkhianatinya. Kinara ditalak dan dibuang begitu saja seperti barang yang tak lagi berguna.

Tak terima dikhianati, Kinara bertekad untuk membalas semua perbuatan mantan suami dan juga selingkuhannya. Mampukah Kinara kembali ke keluarga Santoso dan membalaskan dendam sakit hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 — Persiapan

“Undangannya sudah dikirimkan dan sesuai dugaan, Rashid begitu bersemangat untuk menghadirinya,” lapor Sagara pada Galendra. Keduanya kini duduk berhadapan di kantornya.

Galendra yang sejak tadi mendengarkan sambil membaca dokumen lantas meletakkannya dan menatap Sagara dengan serius. “Bagus, kau urus sisanya dan aku akan mengurus ayah dan ibu.”

Sagara mengangguk paham. “Apa kau berniat memberitahu ayah dan ibu semuanya, Kak?” tanyanya seraya membenahi letak kacamatanya.

“Ya, aku berniat melakukannya. Mereka juga berhak tahu semuanya, Ga. Kau tidak lihat betapa sedihnya ibu selama 5 tahun terakhir?” Galendra menatap keluar, pandangannya menatap ke kejauhan.

“Tapi, bukankah kita sudah berjanji pada Kinara? Jika dia tahu … maksudku, bukankah kita mau menunggunya hingga siap?” tanya Sagara lagi, tak yakin. “Terlebih lagi, apakah semuanya akan berjalan baik? Kau tahu sendiri bagaimana sikap Ayah.”

Galendra tersenyum tipis, lalu menatap Sagara dengan sorot mata teduh. “Ayah tidak sama seperti Ibu yang terus-menerus menatap foto Kinara setiap malam, Ga. Tapi aku tahu dia juga merindukan putrinya, sama seperti Ibu. Percayalah kepadaku, Kinara akan kembali ke kediaman utama setelah pesta itu.”

Meski tak begitu yakin, tetapi Sagara tetap mempercayai Galendra. Sebab kakaknya pasti sudah memikirkan dan mempertimbangkan semuanya dengan matang.

Galendra kemudian melirik arlojinya. “Sudah waktunya, kau pergi temui Kinara setelah memastikan semuanya, aku akan pulang lebih dulu.”

Sagara mengangguk paham, lalu berjalan keluar dari kantor Galendra dengan langkah tegas.

***

Galendra tiba di kediaman utama Santoso ketika hari mulai beranjak malam. Setelah menyerahkan jasnya kepada salah seorang pelayan, ia langsung menuju ruang kerja Harland Santoso. Ia menduga ayahnya masih berada di sana mengingat pesta perayaan perusahaan yang akan digelar keesokan harinya tentu menyisakan banyak hal yang harus dipersiapkan.

Begitu pintu ruang kerja dibuka, dugaan Galendra terbukti benar. Harland duduk di balik meja kerjanya, sementara Karin berada di sofa tidak jauh dari sana. Di atas meja, beberapa dokumen mengenai persiapan pesta telah terbuka. Keduanya tampak tengah membicarakan susunan acara, daftar tamu, serta beberapa hal yang masih harus dipastikan sebelum perayaan besar Santoso Group dimulai.

Karin menjadi orang pertama yang menyadari kedatangan putranya. “Galendra? Kau sudah pulang? Apakah semuanya berjalan lancar?”

Galendra tersenyum tipis dan melangkah masuk. “Sudah, Bu.”

Harland mengangkat wajahnya dari dokumen yang sedang dibaca. “Bagaimana pekerjaanmu hari ini?”

“Cukup baik, Ayah.” Galendra menghampiri keduanya. “Bagaimana dengan Ayah dan Ibu? Masih sibuk memikirkan pesta besok?”

Karin menghela napas kecil sembari merapikan beberapa lembar dokumen di atas meja. “Jika bukan karena besok acaranya, mungkin Ibu sudah menyerah sejak tadi.” Karin tertawa kecil. “Terlalu banyak yang harus dipastikan. Tamu undangan, susunan meja, penerimaan para mitra bisnis, sampai urusan keluarga yang entah kenapa juga harus ikut dipikirkan.”

“Pesta keluarga Santoso memang tidak pernah sederhana,” sahut Harland sambil tersenyum tipis.

Galendra ikut tersenyum, tetapi raut wajahnya perlahan berubah lebih serius. Ia sebenarnya sudah berniat menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya sejak beberapa waktu lalu. Hanya saja, ia ingin memastikan terlebih dahulu bahwa rencananya tidak akan menimbulkan masalah bagi Kinara.

Melihat perubahan ekspresi putranya, Karin langsung menyadarinya. “Ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?”

Galendra mengangguk. “Ada. Dan sepertinya Ayah dan Ibu perlu mengetahuinya malam ini juga, karena ini sangat penting.”

Harland meletakkan dokumen di tangannya. Karin pun menatap putranya dengan penuh perhatian.

“Hal penting apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Karin dengan penuh penasaran.

***

“Pergilah bersama Kak Kala, Kinara. Kau harus tampil cantik untuk pesta besok, kau harus menunjukkan kepada Rashid siapa kau sebenarnya,” bujuk Shena agar Kinara mau pergi berbelanja keperluannya bersama dengan Kalandra.

“Kau ini aneh sekali, Ra. Kau tidak seperti wanita pada umumnya yang suka berbelanja,” keluh Kalandra yang menyerah membujuk Kinara. “Memang apa yang sulit, sih? Hanya tinggal pergi, memilih barang yang kau suka lalu bayar.”

Kalandra dan Shena mulai gemas dengan sikap Kinara yang segan berbelanja.

“Apakah harus? Maksudku … tidak bisakah kalian saja yang menyiapkannya?” tanya Kinara ragu. Sudah lama sekali ia tidak pergi ke pusat perbelanjaan. Semenjak menikah dengan Rashid, sepertinya Kinara hampir tidak pernah mengunjungi tempat belanja manapun.

Kalandra melepaskan kacamata hitamnya lalu berkacak pinggang. “Apa kau sedang meremehkan uangku, Ra? Apa kau takut menghabiskan uangku, ya? Begitu?”

Kinara menggeleng cepat. “Astaga, bukan seperti itu, Kak. Aku hanya tidak suka—”

“Tidak suka apa?” Sagara yang baru datang itu langsung menyela kalimat Kinara. Ia menatap Kinara dari rambut hingga kaki. “Pergilah, Ra. Kau perlu banyak perawatan untuk besok.”

“Kak? Kau juga? Ayolah … apakah ini harus?”

Shena berdiri dari duduknya lalu memegang kedua bahu Kinara, matanya menatap langsung ke wajah Kinara. “Dengarkan aku baik-baik, Kinara. Kau mungkin tidak menyukainya, tapi kau harus melakukan ini. Kau harus tampil dengan luar biasa untuk pesta besok. Kenapa? Karena kau tidak boleh mengecewakan kami. Mengerti?”

Kinara menelan ludah dengan susah payah kala menatap sorot mata Shena yang tajam. “Ba-baiklah,” katanya gugup.

Shena tersenyum puas, menepuk pundak Kinara sekali sebelum akhirnya menggiring sahabatnya itu untuk masuk ke dalam mobil Kalandra. “Ayo, kita pergi belanja!”

Mau tak mau, Kinara menurut saja saat tangannya ditarik paksa oleh Shena. Ia menatap Sagara, berharap kakak keduanya itu akan mencegah atau melakukan sesuatu. Tetapi, sang kakak justru melambaikan tangannya.

“Bersenang-senanglah bersama mereka,” kata Sagara sebelum pintu mobil tertutup.

Sementara itu, Rashid juga tak kalah sibuk mempersiapkan dirinya untuk ke pesta perayaan besok. Ia begitu bersemangat hingga melupakan amarahnya pada Marissa.

“Cepatlah bersiap! Kau harus ikut aku,” katanya pada Marissa yang masih merebahkan diri di tempat tidur. “Kau harus menemanimu berbelanja hari ini! Dan kau tidak bisa menolaknya.”

Melihat Rashid begitu bersemangat, dahinya mengernyit dalam. “Ada apa memangnya? Apakah ada acara penting di kantor?”

Rashid menoleh, “Sudahlah! Jangan banyak bertanya, ikut saja. Kau juga akan tahu nanti.”

Meskipun tubuhnya masih terasa lemas, Marissa tetap memaksakan diri untuk bangun dan bersiap. Ia tidak bisa memancing emosi Rashid untuk sekarang.

1
yosh—
wah, kelas✨
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Tentu saja, pulanglah 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😔
HK: 😔😔😔😔😔
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
serakah 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 👍🏻
Iffanaya 😽
double up kk 😁
Iffanaya 😽: semangat ya kak 💪
total 2 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Janji harus ditepati 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
terlambat 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
mantan istrimu
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
nah kan 😏
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pasti kerjaan Marisa 😤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
tas dan juga kopernya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😏
Iffanaya 😽
si jalang itu gk cukup kah jd pelakor skrng ngehancurin usaha mantan istri suami nya 😠
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rasain kegagalanmu 🤣🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
hati" modus penjahat 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!