NovelToon NovelToon
Aku Bukan Wanita Mandul

Aku Bukan Wanita Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Kesalahan di masa remajanya membuat Dewi harus menerima konsekuensi dari semua itu. Memiliki dua orang anak tanpa suami membuat Dewi menjadi bahan pembicaraan di kampungnya. Hingga suatu hari dia menerima lamaran dari saudara ayahnya yang memiliki seorang anak laki laki. Bertahun-tahun berumah tangga Dewi dan Randi belum memiliki anak. Segala cara mereka melakukan, pengobatan tradisional sampai ke dokter kandungan yang terbaik di kota mereka tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan.
Dewi mulai lelah menghadapi tuntutan suami dan keluarga suaminya yang menginginkan keturunan. Hingga semua keluarga besarnya berprasangka buruk pada Dewi, mereka mengatakan kalau Dewi itu mandul karena minum obat ketika belum bersuami.

Suami Dewi juga mulai terpengaruh dengan pembicaraan orang orang. Pertengkaran menjadi hal biasa. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka selalu mengatakan agar Randi menikah lagi. Agar bisa memiliki anak.


Bagaimana kisah selanjut

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Sementara di tempat wisata itu, Dewi dan kedua orang tua Jack sedang bercerita tentang kemiripan Yan dengan seseorang yang di kenal oleh ayah Jack.

"Anak kamu Yan itu mengingatkan om sama teman baik om semasa SMA dulu, kami berpisah saat dia mengikuti seleksi penerimaan anggota TNI dan om melanjutkan kuliah ke luar daerah " Kata Ayah Jack.

"Apakah sangat mirip om ?" Tanya Dewi menanggapi.

"Ya.... sangat mirip seperti kembaran saja. Teman om itu seumuran om. Kalau nggak karena usia mu dan teman om yang beda om pasti udah berpikir Yan itu anaknya...Hahaha"

"Iss Ayah kok ngomong gitu sih, Nak Dewi jangan di tanggapi ya omong om Wijaya ?"

"Hehehe iya tante.. Dewi tau kok om cuman bercanda " Jawab Dewi tersenyum

"Maaf ya Nak Dewi, om bercanda aja. nggak ada maksud apa apa. Om betul betul kaget pertama kali melihat anakmu ketika kita ke sini. Hmmm... tunggu, sepertinya om punya foto om dan teman-teman semasa masih sekolah dulu, termasuk teman yang om bilang mirip Yan itu "

"Emangnya ayah masih simpan foto itu?"

"Masih Bu, Nah...ini coba ibu lihat foto si Nurdin terus ibu lihat Yan di sana " Ujar pak Wijaya sambil menunjuk Yan yang sedang duduk bersama Jack dan Arumi juga.

Istri pak Wijaya melihat foto lama suaminya bersama teman-temannya juga dan dia sangat terkejut melihat foto salah satu teman suaminya ternyata sangat mirip dengan Yan.

"Nak Dewi coba lihat foto ini, ini pak Nurdin. Ibu juga pernah bertemu dia sewaktu ibu sedang mengandung. Dia memang lebih dulu berkeluarga ya pak ?" Ibu Jack menunjukkan gambar di ponsel suaminya.

Dewi melihat foto itu dan salah satu teman pak Wijaya sama persis dengan Yan anaknya.

Dewi tiba tiba teringat dengan Ayah Rama, dia juga seorang TNI dan sekarang sudah pensiun. Dewi yakin pria dalam foto itu adalah Ayah Rama yang merupakan Kakek dari Yan dan Arumi.

Dewi sadar dari awal ia telah melakukan kebodohan berulang ulang kali ketika bersama Rama. Pertama kali Dewi menjadi kekasih Rama, Dewi tidak tau apapun tentang Rama dan keluarganya. Dewi hanya percaya begitu saja pada semua perkataan Rama.

Rama membohonginya lagi dengan mengatakan bahwa dia tidak ingin orang tuanya tau tentang Dewi. Tentang hubungan mereka karena perbedaan agama, Rama mengatakan bahwa orang tuanya pasti tidak akan memberi mereka restu. Karena itulah Rama menyembunyikan diri dari Dewi selama beberapa tahun. Rama tidak ingin orang tuanya mengusik Dewi dan anaknya, Rama juga tidak ingin kehilangan Dewi untuk yang kedua kalinya, ini di katakan setelah mereka bertemu lagi.

Padahal sebenarnya adalah Rama meninggalkan Dewi karena Rama sudah memiliki kekasih lain yang sudah dia kenalkan kepada orang tuanya dan Rama sudah menikahi wanita itu setelah Rama meninggalkan Dewi yang sedang mengandung anaknya.

Dan akhirnya Dewi tau tentang Rama dari salah satu teman kuliah mereka yang juga tau hubungannya bersama Rama dulu.

Rasa bencinya tumbuh pada pria yang telah memberinya dua orang anak tanpa ikatan pernikahan. Bagi Dewi Rama sudah lama mati.

Dewi hanya melihat gambar itu , Dewi tidak bertanya lagi, dia juga berpura pura tidak mengenal pria dalam gambar itu yang terlihat seperti Rama dan Yan.

"Mungkin kebetulan mirip aja ya om...saya juga nggak ngerti". Kata Dewi

"Itulah Nak..om juga berpikir begitu, mungkin hanya kebetulan saja. Lagi pula mereka sudah lama tidak tinggal di kota ini lagi. Mereka pindah sekitar 18 tahun lalu "

Hah...Dewi menarik nafas panjang, mungkin semua hanya kebetulan saja.

"Semoga nggak ada yang terjadi pada dirinya dan anak anak kedepan. Semoga mereka nggak tau tentang Dewi dan anak-anaknya..selamanya" Batin Dewi.

"Lagi ngomongin apa nih, kayak seru sekali " Kata Jack tiba tiba muncul dan duduk di samping Dewi, Dewi sedikit risih dengan sikap Jack yang sok akrab dengannya.

"Oh nggak nak, Ayah cuman ngobrol sama nak Dewi tentang Yan dan Arumi "Ujar Ayah Jack

"Mereka anak anak yang baik dan manis Yah... Jack suka sekali sama mereka. Padahal selama ini, Sering ketemu tapi nggak pernah sedekat ini. Cuman lihat lihat gitu aja " Sambung Jack sambil menatap kedua anak Dewi.

"Emang kamu nggak pernah kerumah nak Randi?"

"Pernah Bu, itu juga jam sekolah mereka jadi nggak mungkin ketemu"

"Humm.... Ayah,kita pulang sekarang ya. Ibu udah ngantuk sekali"

Ayah dan ibu Jack bisa melihat kalau anak mereka, sering mencuri pandang pada Dewi. Kedua orang tua itu hanya saling pandang saja.

"Ya udah yuk.." Sahut ayah Jack

Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah orang tua Jack, mereka pulang dengan wajah kelelahan. Mereka masuk ke dalam rumah

Randi bisa melihat rona kebahagiaan di wajah Jack walaupun Jack juga terlihat lelah, tanpa melihat ke arah Randi dan yang lainnya. Mereka segera masuk kedalam kamar dan ingin tidur sebentar saja.

"Kamu udah pulang sayang" Sambut Reni ketika melihat Jack yang ingin masuk dalam kamarnya. Reni ingin menyusul, di ulurkan tangannya ingin meraih lengan Jack.

"Gimana di pantai sana sayang, menyenangkan ?" Tanya Reni lalu bergelayut manja di lengan Jack.

Jack hanya mengangguk ", Saya mau tidur sebentar sebelum kita kembali ke kota. Saya kelelahan. Jangan ganggu saya dulu Ren " Reni terlihat kesal, Padahal dia sudah menyambut Jack dengan potongan rambut terbaru nya.

Jangankan mendapatkan pujian, di lirik pun tidak sama sekali. Reni memanjakan diri dan mempercantik dirinya ketika melihat foto-foto yang di upload oleh Jack. Ada sedikit kekhawatiran tentang Jack namun yang membuatnya yakin selama ini Jack tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Jadi tidak mungkin Jack tertarik pada bekas janda yang di nikahi oleh kakaknya.

"Baiklah sayang, kamu tidur aja.. "

*

Pukul empat sore mereka semua kembali ke kota tempat tinggal mereka, tak banyak drama yang terjadi. Seperti biasa, Dewi kembali dengan sikap seakan akan tidak tau apapun. Dengan santainya berjalan menuju mobil yang akan di bawa oleh Jack.

Terlihat Randi dan Reni yang sedang berdiri menunggu di mobil yang akan mereka tumpangi.

"Sayang, kamu di mobil ini saja ya.. Reni ingin om sama tante ikut mobilnya Jack" Randi menghadang Dewi yang ingin masuk ke dalam mobil Jack.

Ibu Jack yang mendengar itu bersikap tidak perduli. "Reni, Om sama tante juga nggak suka ikut mobil Jack. Kami ingin di mobil kami sendiri"

Dan akhirnya Randi harus menahan diri untuk tidak menegur Jack yang selalu memperhatikan Dewi dari kaca mobil.

"Sayang, gimana keputusannya setelah ketemu keluarga Ayah?" Tanya Jack sengaja karena dia bisa melihat Randi sepertinya curiga padanya.

"Acara pernikahannya tetap tiga bulan lagi sayang "

"Oh baiklah sayang, saya udah pengen kamu jadi istri saya " Jack bisa melihat Reni tersipu malu.

Hal konyol apa yang sudah Reni lakukan sampai curiga dengan kedekatan Jack dan Dewi.

Reni bergelayut mesra di lengan Jack dan Jack mengelus kepala Reni.

Randi yang melihat itu juga ragu pada kecurigaannya sendiri.

Tiba di rumah masing-masing dan masuk ke dalam kamar. Randi tiba-tiba memeluk Dewi.

Dewi merasa risih dengan pelukan Randi yang tiba-tiba " kak... Kakak kenapa?"

"Saya kangen banget sayang" Ucap Randi Lirih.

"Kak... udah ah, saya capek banget. Mau mandi dulu"

"Mandi bareng ya sayang " Alis Dewi menukik tajam mendengar kata Randi yang mengajak nya mandi bersama.

"Kakak mandi aja duluan aja ya , saya lagi dapet tamu bulanan kak "

"Seriusan?"

"Hum....."

Randi diam.....

"Wi... Saya pengen ngomong sesuatu" Kata Randi sebelum Dewi pergi dari hadapannya.

"Ada apa kak?"

"Apakah kamu bahagia hidup bersama saya?"

"Kenapa kakak bertanya seperti itu, selama ini semua baik baik saja kan " Jawab Dewi asal

"Ah nggak.. Kakak hanya pengen tau apakah kamu bahagia bersama kakak ?"

"Seharusnya kakak tanyakan itu setelah usia pernikahan kita dua tahun. Kalau sekarang, saya nggak tau apakah bahagia atau nggak karena rasanya sama saja "

Kening Randi berkerut dalam "Rasanya sama saja ? Maksud kamu apa sayang?"

"Rasanya tu sama kayak sebelum bersuami kak, Nggak ada bedanya " Jawab Dewi tersenyum dan berlalu masuk dalam kamar mandi

.

.

.

.

Bersambung.......

Up lagi yaaa, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejaknya ya readers kesayangan ku 😁

1
Aliya Awina
pasti Jack yg lewat
Aliya Awina
betul2 keluarga Firaun
Aliya Awina
takut ketahuan konon tpi gak bisa klu gak deket dasar laki laki munafik kau rendi
Aliya Awina
keturunan konon macam saja kau org kaya
sudahlah miskin belagu pulak tuh
Aliya Awina
gimana ceritanya dorang bilang klau si Dewi mandul sudah jelas2 Dewi sudah perna melahirkan 2 kali malah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!