NovelToon NovelToon
Perjodohan Dan Pernikahan

Perjodohan Dan Pernikahan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Putritritrii

Seberkas Cinta dari perjodohan, apakah ada?

Davina gadis berumur 25 tahun, mencoba ikhlas akan perjodohan yang dilayangkan oleh sang Ayah yang sedang berjuang melawan penyakit Kankernya.

Hati anak mana yang tidak sakit. Melihat sang Ayah berjuang untuk bertahan hidup. Di selah rasa kuatir sang Ayah akan dirinya, bila mana suatu saat nanti, selamanya menghilang dari dunia, tanpa ada sosok pria pengganti dirinya untuk sang putri.

Jadilah Albert nama sang Ayah, menjodohkan putri semata wayangnya Davina dengan cucu sahabat kakeknya Davina.


"Aku harus ikhlas, mungkin Rasyid bukan jodohku. Apakah kelak, ada seberkas cinta dari perjodohan ini? Mari kita coba." Davina duduk di koridor rumah sakit sambil mengusap air matanya.
.
Jangan lupa follow IG saya, @putritritrii_
Tolong jadi pembaca yang aktif
Tolong berikan dukungan kalian. Terima kasih ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB22 - MENGGEMASKAN

Buat kalian yang belum memberikan like dari bab 1 sampai terakhir, mohon ketersediaanya untuk memberikan like. Masa like aja juga pelit. Kalau itu aja susah. saya mah elus dada aja lah hahahah.

.

.

.

 

"Lo masih gak bisa maafkan Savira dan Rasyid, Vin?" Aldi mencoba mendapati kata hati Davina yang sejujurnya.

 

 

"Bukan gak bisa Al. Gue cuma malas aja kalau dekat-dekat dengan mereka. Gue masih punya rasa malu. Meskipun, hati gue uda gak ada Rasyid lagi." Davina berjalan masuk menuju lift dengan di ikuti Dinda dan Aldi.

 

 

"Benar sih yang Davina katakan Al. Gue juga sependapat dengan yang dia katakan barusan. Lagian, kalau semisalnya Savira suka sama Rasyid, kenapa gak langsung ngomong aja. Kenapa juga dia harus menampung semua curhatan Davina. Kan aneh aja sih jadinya menurut gue," kata Dinda sedikit emosi.

 

 

"gak usah dibahas lagi. Gue malas agh. Mending kita nikmati aja siang ini," kata Davina dengan senyum manisnya.

 

 

"Benar tuh, Vin." Aldi menimpali.

 

 

Tinggg ....

Suara lift terbuka. Davina, Dinda dan Aldi, berjalan keluar dari lift sambil mengobrol tanpa menoleh ke arah depan. Terlihat, seoarang pria menatapi dari kejauhan dengan penuh selidik menunggu wanita itu menoleh kedepan.

 

 

"Vin ... laki lo!" Dinda menyikut lengan Davina.

Davina mengarahkan pandangannya ke arah depan di mana Dinda memandang.

 

 

"Dave?" ucapnya dengan kaget.

 

 

Dave tersenyum. Kemudian, kakinya melangkah dengan kedua tangan yang ia sembunyikan di dalam saku celananya. Sungguh tampan, sekeliling mereka menatap ke arah Dave. Tetapi, kedua bola mata Dave hanya tertuju pada wania di depannya. Davina menoleh ke arah kiri dan kanan, memperhatikan pandangan orang di sekelilingnya.

"Hai," sapa Dave ke Davina.

"Dave," balasnya masih bingung.

"Iya Istriku," balas Dave dengan tersenyum. Aldi dan Dinda  sedikit senyum-senyum.

"Kok ... kamu ada di sini?"

"Hemmm ... mau mengajak Istriku makan siang bersama," kata Dave. Kedua manik mata Dave menatap bergantian ke Dinda dan juga Aldi.

"Egggh ... silahkan Pak. Kami tidak keberatan," kata Aldi dengan canggung.

Dave menaikkan salah satu alisnya dan tersenyum ke Davina.

"Mereka ini?"

Davina mengerti.

"Ouuuu  ... kenalkan Dave. Ini Dinda dan Aldi. Mereka ini sahabatku," kata Davina dengan menunjuk keduanya.

 

 

Dave tersenyum ramah. Rasanya, tidak ada yang Davina tutupi apalagi menakutkan bagi diirnya karena kemunculan Dave yang tiba-tiba. Ya, meskipun ini bukan kali pertamanya Dave muncul di depan para sahabatnya.

"Saya Dave. Suaminya Davina," kata Dave mengulurkan tangannya.

 

 

Sejak kapan Dave mau berkenalan dengan orang-orang yang tidak penting untuknya. Tapi, kali ini malahan dirinya sendiri yang meminta Davina untuk memperkenalkan sahabatnya.

"Saya Dinda, Pak. Sudah tau kalau Pak Dave suaminya Davina," balas Dinda canggung.

 

 

"Syukurlah," balas Dave. "Terus ...  yang ini Aldi?" tunjuk Dave.

"Iya Pak benar. Salam kenal," kata Aldi dengan membalas jabatan tangan Dave.

 

 

Seusai perkenalan dari Aldi. Tangan Dave langsung menarik punggung tangan Davina dan menggenggamnya dengan erat.

"Kalau begitu, saya ingin menculik sahabat kalian untuk siang ini," katanya dengan tersenyum ramah.

 

 

"Tidak apa-apa Pak. Tidak usah di kembalikan juga agak apa-apa," celetuk Aldi.

 

 

Dave tertawa kecil. Davina mencebik kesal ke Aldi dengan mata yang melotot.

"Enak saja dia," gumam Davina.

"Baiklah ... kami berangkat. Senang berkenalan dengan kalian," balas Dave. Kemudian , keduanya berjalan menuju pintu otomatis.

 

 

"Kenapa lagi dia? apa dia sudah gila?" gumam Davina dalam hatinya. Tapi, begitu pun Davina tidak menolak Dave.

 

 

Setibanya di depan mobil. Dave membukakan pintu mobil jok depan. Dengan lembutnya dia meminta Davina untuk masuk ke dalam mobilnya. Sesaat setelah Davina masuk ke dalam mobil, Dave pun kemudian menyusul masuk.

 

 

Selama di perjalan keduanya pun hanya diam. Tentunya, keduanya sedang beragumen dengan pikiran mereka masing-masing. Davina semakin tidak memahami perubahan Dave pada dirinya. Sungguh membuat hatinya merasa cenat-cenut.

 

 

"Kok -." keduanya sama-sama saling berkata.

"Kau duluan," kata Dave dengan canggung.

"Kenapa kau tiba-tiba muncul lagi Dave?"

Dave tersenyum.

"Kenapa? apa kau tidak senang aku datang di saat jam makan siang?" Dave menoleh ke arah Davina.

 

 

Davina menelan salivanya. Salah bicara pikirnya.

"Bukan seperti itu Dave. Aku cuma kaget kalau kau datang seperti itu tanpa  memberitahukanku," balas Davina.

 

 

"Hemmmm ... aku hanya ingin mengajakmu untuk berbaikan, Vin. Aku sudah katakan, mari kita saling mencintai. Lalu, kita bentuk rumah tangga kita dengan kehadiran seorang anak di tengah-tengah rumah tangga kita," kata Dave dengan santainya.

 

 

"Apa kau bilang???"

"Kenapa begitu sih responnya?"

"Bukan Dave. Kita saja baru beberapa minggu menjadi sepasang suami-istri yang di jodohkan. Kita tidak punya cinta di dalam ikatan rumah tangga kita, Dave. Bagaiamana bisa kau mengatakan soal anak. Itu konyol!!!," kata Davina. Tangannya memijat keningnya yang mengetat.

 

 

"Aku kan sudah bilang. Kita akan mencoba saling mencintai. Aku sudah memutuskan kekasihku agar bisa mendekatimu seutuhnya, Vin." Dave menoleh sekilas ke Davina. Davina menatap ke arah wajah Dave yang menatap kosong ke depan.

 

 

"Maaf," kata Davina tiba-tiba.

 

 

Dave menoleh ke arahnya.

"Apa kau menolakku?"

Davina memberut dan menggelengkan kepalanya.

"Bukan Dave. Aku minta maaf, kalau kehadiranku membuat dirimu kesusahan."

 

 

Dave mengacak rambut Davina dan tertawa.

"Jangan bercanda! aku tidak suka seperti itu."

Davina mencebik kesal.

 

 

"Kenapa kau malahan mengacak-acak rambutku?"

"Aku menyukainya. Aku suka melihat kau marah." kata Dave dengan kembali tertawa.

"Kenapa begitu?"

 

 

"Ya. Karena cuma kau yang berani memarahiku tanpa malu! kau itu sangat unik. Jadi, jangan pernah menyalahkan dirimu tentang apapun yang terjadi padaku, Vin. Aku juga tidak akan bisa kabur dari oma dan juga papa. Sampai kapanpun, aku mungkin akan terkurung di bawah kemauan mereka," balas Dave sungguh-sungguh.

 

 

Davina merapikan rambutnya.

"Kenapa terdengar sangat menyedihkan?" sarkas Davina.

Dave mendesis pelan.

"Kau tidak akan pernah tau betapa menyedihkannya aku," balas Dave. Sekilas kedua matanya menatap Davina.

 

 

"Jika kau tidak memberitahukannya, bagaimana aku bisa tau," balas Davina santai.

"Aku akan memberitahukannya. Kalau kau sudah jatuh cinta padaku," kata Dave dengan menghunuskan tatapannya ke Davina.

Davina mematung. Mulutnya sekejap membisu, tertutup dengan rapat. Davina memilih memandang jalanan di depannya.

 

 

'Keputusanku sudah bulat. Pernikahan ini tidak mungkin di biarkan sesuka hati. Aku harus bisa memberikan rumah tangga yang baik dalam hidupku. Tidak lucu bukan? dalam hitungan bulan atau tahun aku harus menjadi duda. Seperti pernikahan kontrak atau semacamnya. Aku tidak mau. Meskipun merutku sangat tidak mungkin, setidaknya aku harus berusaha memiliki cinta yang bisa di pertahankan dalam ikatan pernikahan.' guma Dave di dalam hatinya.

 

 

"Kau mau makan apa, Vin?" tanya Dave ke Davina.

 

 

"Egh ... agh ... apa aja yang kau suka pasti aku akan memakannya." Lagi-lagi Dave tersentuh. Davina memang sangat unik untuknya. Tidak berlebihan, tidak manja. Pokoknya sangat sederhana.

 

 

"Baiklah ... kita makan di restoran Jepang langgananku," kata Dave. Dia tersenyum kecil.

 

 

Setibanya di salah satu restoran Jepang. Dave memesan apapun yang bisa di makan oleh Davina. Setelah memesan, Davina merasa canggung. Dia masih kepikiran dengan ucapan-ucapan Dave tadi. Dave berpangku tangan, menyipitkan matanya dengan menatap ke Davina.

"Ada apa?" tanya Davina canggung. "Apa ada sesuatu di wajahku?"

Dave memiringkan kepalanya sambil menatap Davina penuh selidik. Sesekali Dave berpindah dari sisi kiri ke kanan. Seakan-akan dia memandangi wajah Davina dengan teliti.

"Dari pandangan mataku. Kau sebenarnya tidak jelek-jelek amat untuk menjadi istri pewaris tunggal keluarga Smith."

"Apa kau bilang?! jadi maksudmu aku sebenarnya jelek gitu?" Kedua bola mata Davin membola.

Dave tertawa.

"Aku bukan bilang jelek. Kau itu sangat menggemaskan!" Dave menarik kedua pipi Davina dengan gemas. Kedua mata Davina menyorot tajam pada kedua tangan Dave yang seenaknya menarik pipinya. Kemudian, Davina memukul punggung tangan Dave dengan keras.

 

 

"Kau keterlaluan Dave!" kata Davina dengan kesal dan cemberut menatap Dave.

Dave yang masih tertawa, tiba-tiba menjadi serius di sisa tawanya.

"Kalau begitu ... aku tarik kata-kataku. Kau itu sebenarnya sangat manis, Vin. Kau terlihat sangat cantik, di saat kau tersenyum. Apa kau puas dengan jawabanku?"

 

 

Davina tiba-tiba merona. Ada rona merah tepat di kedua tulang pipinya.

"Jangan menggodaku!" katanya lalu menunduk.

Dave tertawa.

 

 

"Kau benar-benar menggemaskan!"balasnya pelan.

 

 

Tak lama, seluruh menu makanan yang di pesan oleh Dave terhidang di atas meja.

"Makanlah yang banyak. Aku tidak ingin melihatmu kurus," kata Dave sambil mengunyah makanannya.

 

 

Davina tersenyum.

"Terima kasih. Suamiku,"balasnya dengan pelan. Meskipun sangat pelan, Dave bisa mendengarnya. Senang, tentu saja dia sangat senang. Mereka ini seperti pasangan yang memiliki sifat-sifat yang terselubung.

 

 

Setelah usai makan siang mereka. Dave kembali membuka obrolan mereka.

"Apa kau sudah kenyang?"

"Ya ... sangat penuh," balas Davina mengusap perutnya.

"Kalau begitu. Ayo ikut aku," kata Dave dengan beranjak berdiri  menuju kasir. Dave tidak ingin membuang waktunya untuk menunggu pelayan ke mejanya. Dia berjalan dengan cepat dan Davina mengikutinya dengan terburu-buru.

 

 

"Kita mau ke mana lagi Dave?" tanya Davina setelah Dave usai membayar tagihan makan siang mereka.

 

 

"Kita akan ke rumah baru kita," balasnya tanpa berhenti di depan Davina.

Davina mematung sesaat.

 

 

"Apa yang dia katakan???"

"Buruannnn!!! kau mau ikut apa aku tinggal di sini!" teriak Dave ke arah Davina.

 

 

"Agh ... aku ikut." Davina buru-buru berjalan keluar restoran untuk mengejar Dave yang sudah memunggunginya.  Dave tersenyum dan terus berjalan menuju ke arah parkiran tanpa menoleh ke belakang.

 

 

"Sungguh senang sekali melihat Davina seperti itu."

 

 

 

 

Bersambung.

Saya gak update tiap hari karena saya ikut kelas menulis. Tolong di maklumi.

Jangan lupa kasi LIKE nya dong. Kalau gak bisa VOTE, Like itu gratis. Jadi jangan pelit-pelit ya ^^

 

 

 

 

 

 

1
Margareta Djawan
Lumayan
Margareta Djawan
Biasa
Micke Rouli Tua Sitompul
ecca pelakor
Micke Rouli Tua Sitompul
tinggalkan aja si dave
muhammad anshari
Kecewa
muhammad anshari
Buruk
srimusvita
seru
Vera Wilda
terima kasih Thor...
Vera Wilda
Alurnya agak bolak balik, 🤔🤔🤔
Vera Wilda
selalu aja ada yg mengganggu jd gak selesai2 🤭😄😄😄
Vera Wilda
kelamaan banget Thor dg situasi SPT ini, belum ada perkembangan mereka berdua, jd bosan dikit 🤭😊
Vera Wilda
kok Dave ngomong nya jd begitu ? ngomong SM Davina nya mau sama2 belajar mencintai sekarang ngomong k William lain lagi...
kirain bener Dave mulai menyukai Davina 🤔🤔🤔🤔
Vera Wilda
masak iya Davina cuma gara2 d cium aja marah, dia kan suami mu, agak lebay sich sikap Davina ... 😊
Vera Wilda
hadir nich Thor ....
Rari
Cerita menarik tidak bertele2
Melani Mardiansyah
rekomemded banget cerita ny
Siti Aminah
😊
Ayu Prasetyowati
❤️❤️
Risti Sari
👍❤
sari emilia
kl gtu hrs nya byk berdoa ucp syukur krn selamat bukan mlh minun2an....dasar manusia tdk berguna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!