NovelToon NovelToon
Salah Rahim

Salah Rahim

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Pernikahan Kilat / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: alya aziz

Arman enggan untuk menikah lagi setelah kematian sang istri, namun sangat ingin mempunyai anak sebagai penerus keluarga.


Teknologi medis yang semakin canggih membuat Arman bisa saja mempunyai seorang anak tanpa harus melalui hubungan badan. Prosedur itu biasa disebut dengan inseminasi buatan. Naas, sel sp*rma Arman yang seharusnya disuntikan ke rahim seorang wanita yang telah disiapkan, malah di suntikan ke rahim Asyifa Khairunnisa.



"Aku tidak pernah melakukan zina seperti yang kalian katakan, aku tidak mungkin hamil!"


Syifa dinyatakan hamil tepat di hari pertunangannya. Sang calon suami yang sudah terlanjur kecewa memutuskan pertunangan begitu saja.


Tepat hari itu pula Arman mengetahui bahwa dokter rumah sakit tersebut telah melakukan kesalahan prosedur inseminasi buatan. Arman pun tidak tinggal diam, ia datang menghampiri Syifa di kediaman orang tuanya.



"Lahirkan anak itu untukku." Arman Alfarizi.


Langkah apa yang akan Syifa ambil selanjutny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.22

"I-ibu." Ia berdiri dari posisinya, menatap wanita paruh baya itu. Tatapan remeh itu masih sama, seolah Syifa adalah wanita yang begitu hina.

Andaikan takdir tak menyulam cobaan hingga berlarut-larut, mungkin Syifa tidak akan terjebak di satu keadaan di mana ia terus di salahkan atas apa yang tidak pernah ia lakukan.

Keikhlasan yang sudah terucap nyatanya belum cukup untuk membuat segala cobaan hidup menjauh darinya, hati Syifa bahkan sudah lebam membiru karena berkali-kali di pukul oleh kenyataan.

Sakit, tapi Syifa berusaha untuk tetap tegar dan kuat. Namun hari ini ia kembali di perlakukan sama oleh Ibu sang mantan, meski ia sudah memulai kehidupan baru, jauh dari masalalunya.

"Bu, kenapa tiba-tiba marah seperti ini, istighfar."

"Saya benar-benar tidak habis pikir, kenapa Firman mencintai wanita seperti kamu. Hari ini dia membatalkan pernikahannya dan berhenti dari pekerjaannya. Jika ada satu hal yang paling menjijikkan, maka itu adalah sikap kamu yang sok suci!"

Syifa beralih menoleh kanan kiri, disana begitu banyak orang yang memperhatikan. Rasa sakit yang mana lagi yang tidak pernah ia alami, namun mungkin hari ini yang terburuk karena ia di permalukan di hadapan banyak orang.

"Apa salah saya, Ibu ingin saya pergi dan menjauhi Mas Firman? Sudah saya lakukan. Di mata Ibu saya hanya wanita hina, tapi Allah maha tau segalanya. Jangan pernah libatkan saya lagi, sudah cukup selama ini semua hianaan itu saya terima."

"Dasar J*Lang!" tangan Ibu Firman terangkat tinggi ke udara hendak mendaratkan satu tamparan ke wajah mantan calon menantunya. Namun sayang tamparan itu tidak bisa mendarat dengan mulus karena dengan cepat Syifa langsung menangkisnya.

Mata Syifa mulai berkaca-kaca, ia tidak bermaksud lancang, namun ia hanya membela diri dari orang yang selalu merendahkannya. "Cukup sudah, jangan lagi."

"Lancang!" Ia menarik tangannya dari genggaman Syifa lalu melangkah pergi dari tempat itu.

Setelah suasana tegang itu berakhir, Annisa yang sejak tadi hanya terdiam karena ketakutan, langsung menghampiri Syifa. "Fa, kamu baik-baik saja?"

Bruk!

"Syifa!"

Tubuh tinggi berbalut gamis itu akhirnya tumbang setelah berhasil membuat Ibu Firman pergi. Ia hanya wanita biasa, penuh kekurangan dan ketidakberdayaan, namun semakin ia mencoba untuk kuat, takdir malah semakin memberatkannya dengan segala cobaan.

..........

Di tempat berbeda, Firman dan Arman saling duduk berhadap-hadapan. Suasana begitu mencekam, karena dua pasang netra hitam yang seolah sedang berperang.

Setelah beberapa saat Firman mengalihkan pandangannya ke sembarang arah seraya mengalah nafas panjang. "Anda memanggil saya ke sini, hanya untuk diam?"

Arman meletakkan surat pengunduran diri yang di berikan Shila pagi tadi ke atas meja. "Sebagai seorang manajer personalia, kamu tidak seharusnya berhenti mendadak sebelum perusahaan mendapatkan pengganti yang tepat. Ck, apa kamu melakukan semua ini karena ingin menjauh dari Syifa?"

"Sepertinya anda sedang salah persepsi mengartikan pengunduran diri saya dari perusahaan ini. Saya tidak berencana untuk menghindari Syifa apalagi berniat untuk melupakannya."

"Apa maksud kamu?" Arman terlihat semakin tegang, seolah baru saja mendapatkan sebuah ancaman. Semenjak Firman mengetahui fakta tentang kehamilan Syifa, Arman bisa merasakan jika pria itu benar-benar serius ingin merebut Syifa dari sisinya.

Tubuh Firman sedikit menyondong ke depan dan di tatapnya Arman dengan sorot mata yang begitu tajam. "Saya tidak akan pernah rela melihat Syifa terluka karena di permainkan oleh pria seperti Anda. Jika Anda hanya menginginkan bayi di rahimnya, jangan pernah berikan dia harapan, biarkan dia kembali kepada saya setelah anak itu lahir."

Karena sudah begitu emosi Arman tiba-tiba saja menyerang dan mencengkram kerah baju Firman. "Dia istri ku, apa pun masalah kami, tidak ada urusannya dengan mu. Kamu hanya pria brengsek yang begitu egois setelah mencampakkan dia, dan sekarang kamu ingin kembali seperti tidak terjadi apa-apa, bukan kau terlalu munafik!"

Di tengah situasi yang begitu tegang antara firman dan juga Arman, Devan tiba-tiba saja masuk dengan raut wajah yang begitu panik.

"Arman, udah jangan main berantem-berantemnya, sekarang situasi emergency."

Melihat kedatangan sang kakak ipar Arman langsung menghempaskan tangannya dari cengkraman di kerah baju Firman. "Ada apa?"

"Tadi dokter Gavin menelponku lewat telepon kantor katanya ponsel kamu tidak bisa dihubungi. Sekarang Syifa di IGD, dia pingsan. Kita harus segera ke sana."

"Pingsan," ucap Firman dan Arman secara bersamaan.

Tanpa mengatakan apapun Arman segera bergerak cepat meraih jas dan juga kunci mobilnya, ia berlari keluar dari ruangan itu. Firman yang juga terlihat panik hendak beranjak keluar namun tiba-tiba saja Devan menghalangi langkahnya.

"Eh Fir'aun kutu kupret, kamu jangan coba-coba menyusul ke rumah sakit. Syifa menjadi seperti ini karena ibu kamu yang seperti nenek sihir itu. Sepertinya peringatanku waktu itu tidak cukup ya untuk membuat kamu dan keluargamu berhenti untuk mengganggu kehidupan Syifa."

"Tapi aku sangat --"

"Ssstt, jangan banyak alasan. Sudah gagal move on, sekarang mau jadi pebinor berkedok syariat." Devan berbalik melangkah pergi dari ruangan itu.

Kedua tangan Firman terkepal erat ia benar-benar membenci situasi di mana ia tidak bisa lagi menjadi sosok yang penting untuk Syifa dan keluarga. Kini posisinya telah terganti oleh seorang pria yang tiba-tiba saja hadir dan menghalalkan Syifa.

~~

Pukul satu siang, Arman dan Devan akhirnya sampai di rumah sakit. Karena terlalu panik Arman langsung berlari menuju IGD. Sementara Devan keluar dari mobil dengan tubuh sempoyongan. "Tuh anak pembalap nasional atau gimana, nyetir mobil sampai lupa rem."

Arman baru saja sampai di IGD tetapi ia tidak mendapati sang istri disana. Menurut penuturan salah satu perawat Syifa sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Ia kembali menyusuri koridor demi koridor rumah sakit dengan langkah cepat dan wajah panik yang terlihat jelas.

Mungkin karena sudah pernah merasakan kehilangan, Arman menjadi sangat khawatir ketika mendengar Syifa pingsan sampai dilarikan ke rumah sakit. Langkahnya pun terhenti ketika melihat Gavin dan Anisa sedang berdiri di depan pintu ruang rawat inap.

"Bagaimana keadaan Syifa?" tanya Arman seraya mencoba mengatur napasnya yang tersengal-sengal.

"Dia mengalami syok, tekanan darahnya juga rendah. Kamu harus menjaga dia mulai sekarang, karena kandungannya sangat lemah" ujar Gavin.

"Apa maksud mu?"

"Karena janin di rahim Syifa adalah hasil dari inseminasi buatan tentu saja tidak akan sekuat janin yang dibuahi secara normal. Sedikit saja tekanan yang membuat ia stress maka akan berpengaruh kepada kandungannya," sambung Annisa.

Arman mengusap wajahnya dengan kasar sambil menyandarkan tubuh di dinding koridor rumah sakit. Setelah beberapa saat ia kembali melihat Anisa karena ia tahu siang ini istrinya menemui dokter itu.

"Sebenarnya apa yang telah terjadi? Pagi tadi dia baik-baik saja."

Bersambung 💕

Bab selanjutnya ➡️ (Suami siaga)

Hello everyone, kali ini Author mau merekomendasikan novel yang keren karya anak bangsa eaaakk. Langsung di searching sesuai informasi di bawah ini, terimakasih 🥰

1
tati st🌼🌼
terus terang aku baru tau ada karya otor di sini
pretty girl's
luar biasa
Issya Anissya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Issya Anissya
sangat bagus sekali
Ambu Purwa
ada ada saja kamu syfa
Ambu Purwa
padahal.syfa jangan katakan dulu hamil tapi bikin kejutan donk ke suamimu
Ambu Purwa
bahagia syfa punya suami hebat
Ambu Purwa
sehat selalu ya debay
Ambu Purwa
lannht swmoga aeman lukuh
Yuningsih Nining
aiiih 🤣🤣🤣belut sawah kayak kepincut belut si devan aja
masih Utuhh ktnya sehari lemmes 🤣🤭
Yuningsih Nining
🤣🤣Gagal unboxing dach padahal abis puasa wou cm brp hari
kata syifa selamat selamat dach ahhahaaa
Yuningsih Nining
nyesal kan, nyesel kamu firman fir'aun kata devan, itu akibat gamau denger penjelasan syifa , tp yng lebih kuat syifa bln BerJodih sm kamu tp sama Arman
Ambu Purwa
biarkan waktu yg menjawab
Ambu Purwa
jawab iya arman biar firman ga ada celah masuk dengan dalih cinta
Ambu Purwa
pasti menyesal ya.ga berguna lagi wong syfa dah nikah bro
Ambu Purwa
boleh syfa bikin tuh arman jatuh cinta sampai klepek2
Ambu Purwa
semoga syfa menjadikan arman bucin 7 keliling
Ambu Purwa
shila ada maksud tertwntu dan ingin jadi nyonya arman Alhamdulilah jalan membelokkan akhirnya gagal
Ambu Purwa
memang menggemaskan
Ambu Purwa
firman kalah stak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!