NO BOOM LIKE YA MAN TEMAN 🙏🙏🙏
Sekuel 'Dendam istri yang tak dianggap'
Jika berkenan Baca seasons 2 Dendam istri yang tak dianggap terlebih dulu ya agar paham dengan cerita ini. Terima kasih😘💕
Kejadian satu malam yang menyebabkan dirinya hamil diluar nikah, hingga ia dihadapkan diantara dua pilihan. Memilih ayah kandung anaknya, atau laki-laki yang telah menjadi suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DH
Saat akan memasuki kamarnya, Nayla mematung di ambang pintu melihat apa yang sedang dilakuka oleh suaminya pada baby Farhan.
"Nah sudah selesai ganti popok nya, yeay sekarang anak Papa udah wangi gak bau pup lagi." ucap Reyhan, kemudian ia menghujani wajah bayi mungil itu dengan kecupan lembut.
"Kamu tunggu disini dulu ya, Papa mau buang bekas popok kamu dulu." Reyhan turun dari ranjang kemudian memasukkan bekas popok baby Farhan kedalam kantong plastik.
Namun, Reyhan bingung harus membuang dimana plastik yang berisi popok bekas itu. Jika ia keluar, sudah pasti ia akan melihat Adit dan Nayla diruang tamu, sementara ia sendiri tidak sanggup menyaksikan hal itu, yang mungkin saja saat ini istrinya sedang asyik bercengkrama dengan ayah kandung baby Farhan.
Akhirnya, Reyhan meletakkan kantong plastik yang berisi popok bekas itu dibawah ranjang. Dan Nayla yang melihat itu ia terkekeh dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu yang menurutnya konyol.
Setelah itu Reyhan kembali naik keatas ranjang dimana baby Farhan berbaring sambil menggerakkan kaki dan tangannya dengan lincah.
"Sayang, kamu gak capek apa gerak-gerak terus, nanti pegal loh kaki sama tangannya." ucap Reyhan, kemudian berbaring disamping baby Reyhan lalu tatapannya mengarah pada langit-langit kamar yang berwarna putih.
"Kira-kira Mama kamu lagi ngobrolin apa ya sama Papa sekarang." sejenak Reyhan terdiam dengan masih menatap langit-langit kamar.
Dan beberapa saat kemudian ia memiringkan tubuhnya menghadap baby Farhan, bertepatan dengan itu Nayla melangkah masuk kedalam kamar dan kini ia duduk ditepi ranjang tepat dibelakang Reyhan. Namun, suaminya itu tidak menyadari keberadaannya.
"Kalau seandainya Mama kamu tetap pilih Papa kandung kamu, kamu sama Papa Reyhan aja ya gak usah ikut mereka. Mereka kan bisa bikin lagi, sementara Papa Reyhan akan sendirian." kemudian Reyhan terkekeh sendiri karena merasa konyol dengan ucapannya itu.
Namun, beberapa saat kemudian wajahnya terlihat murung memikirkan jika Nayla akan benar-benar memilih Adit dan meninggalkan dirinya. Ia tak sanggup kehilangan wanita yang dicintainya itu.
Begitupun dengan Nayla saat ini yang semakin bimbang dengan perasaannya sendiri. Ia sudah memutuskan untuk berpisah dari suaminya ini, namun ia seolah tak rela melepaskan semua rasa nyaman yang diberikan oleh Reyhan selama pernikahan mereka.
"Adit sudah pulang, sekarang Kak Reyhan juga pulang ya." ucap Nayla yang membuat suaminya itu terlonjak kaget.
Dengan cepat Reyhan menoleh ke belakang sembari mengelus dadanya.
"Ya ampun, Nay kamu bikin aku kaget aja." ucapnya kemudian bangkit dari pembaringan lalu duduk disamping istrinya.
"Nay, bolehkan aku tetap disini?" tanyanya, ia menatap istrinya itu dengan lekat.
"Kalau cuma karena Farhan alasannya, Kak Reyhan bisa setiap hari bertemu dengannya tanpa harus tinggal dibawah satu atap lagi. Pulanglah, Kak. Sudah seharusnya memang kita berpisah tempat tinggal karena sebentar lagi kita akan benar-benar bercerai." tutur Nayla tanpa melihat suaminya itu.
Reyhan tersentak mendengarnya, dadanya bergemuruh rasa sesak seketika menggerogotinya.
"Nay, bukan hanya Farhan alasanku, tapi karena aku sangat-sangat mencintaimu." namun itu hanya mampu ia ucapkan dalam hati.
"Nay, aku mohon tolong pikirkan sekali lagi, aku tidak mau bercerai darimu." mohon Reyhan. "Jangan tanyakan apa alasannya, intinya aku gak mau pisah dari kalian berdua." ucapnya, ia menatap istrinya dengan tatapan penuh permohonan.
ni lihat nayla berkali melakukan kesalahan pada reyhan, coba buat nayla mengaku salah, minta maaf, dan berjuang dapat kesempatan dari reyhan
ini apa kalian buat drama lagi untuk menutupi kesalahan nayla, kalian buat nayla salah paham yang ujung reyhan lagi seakan melakukan kesalahan, mengejar maaf, dan malah reyhan yang berjuang, jadi nayla bebas begitu saja
sekali saja kalian jadi wanita itu adil
jika pemeran utama salah, buat dia menyesal, mengaku salah, minta maaf, berjuang dan menenus kesalahan, jangan lagi buat drama2 pengalihan isu menutupi kesalahan pemeran utama wanita
sampai disini pahamkan
dan menjahui larangan NYA...cara y saja sudah salah mabook... kecuali d perkosa.. di jebak beda cerita.... menurutku loh yaaaa🙏🙏🙏🙏🙏