Lanjut " Wanita simpanan " Adara Jordan di balik polos nya ternyata membaca salah satu buku hasil milik orang tuanya , buku diary
Sampai harus halusinasi buku diary itu membuat adara terjun langsung ke dunia nyata , seperti apakah dunia di buku itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasya Sakit
Satu persatu teman teman pada masuk kedalam kelas . Adinda , Zivana dll para cewek juga sudah pada duduk masing masing
" Pokonya hari ini gua harus putusin Rasya sebelum terlambat "
7.35
Bell bunyi . Adara menatap pintu terus dari tadi karena satu orang yang dia cari belum juga datang
Sampai akhirnya adara menunggu mata pelajaran berikutnya , biasanya di sekolah ini kalo terlambat masuk pasti akan masuk di mata pelajaran kedua
" Rasya izin Sakit ya Seketaris " kata Wali kelas
Adara melebarkan matanya pantas dari tadi dia tunggu tunggu yang di cari juga belum ada , tapi tunggu
Sakit apa ?
Adara mengeluarkan ponselnya tak ada satu pesan yang rasya kirim hanya beberapa panggilan dan itu tadi pagi sengaja adara tidak angkat
Me
Kamu sakit apa ?
Drt...
📩 Sayangku
Boleh aku minta tolong sama kamu , setelah pulang sekolah datang kerumah ku
Adara terdiam , tapi lagi lagi pikiran nya kalut antara ingin mengakhiri hubungan dengan memberi perhatian
Me
Hari ini aku ada jadwal Les
📩 Sayangku
Yaudah gapapa kok 😊
Me
Ada apa ? Masalah apa?
📩 Sayangku
Family
Deg
Tanpa berlama lama adara mengetik
Me
Kita ketemuan di cafe aja , cafe dekat sekolah
📩 Sayangku
Boleh sayang. Dar, aku butuh pelukan mu . Aku pengen cerita semuanya sama kamu
Me
Udah dulu ya , Guru nya udah masuk . Nanti kita chatinggan lagi
📩 Sayangku
Iya dar 🖤
##
Di cafe Rasya terlebih dahulu sampai , dan beberapa menit kemudian Adara datang dengan seragam sekolahnya
Adara menyalimi tangan Rasya dan kekasih nya itu langsung merangkul pundak Adara
" Wajah kamu kenapa ? Coba aku liat ? "
Adara menyentuh wajah rasya beberapa bagian memar , terutama bagian pinggir bibir dan mata
" Aku gapapa " kata Rasya
" Jujur sama aku , kamu kenapa ? " kata Adara
Rasya menegakan tubuhnya
" Aku gapapa sayang , ini luka , jatuh dari motor " kata Rasya berusaha kuat
Adara terdiam
" Aku mau makan nasi goreng , laper " kata Adara
Rasya memanggil pelayan untuk memesankan makanan dan minuman untuk kekasihnya
" Masalah keluarga lagi ? Kamu jujur dong sya sama aku ? "
" Aku belum siap cerita dar ! " kata Rasya
Adara mengangguk
" Kalo ada masalah berbagi cerita sama aku sya , mana tau aku bisa jadi jalan keluar nya "
Rasya mengangguk
" Yang pasti aku lagi engak baik baik aja dar , aku cuma pengen ketemu kamu , dan ngobrol berdua . Karena itu bikin hati aku tenang dan lupa sama masalah walaupun sebentar " kata Rasya langsung memeluk adara
Adara terbuai dengan kata kata rasya , dia menerima pelukan dari rasya . Walaupun beberapa pengunjung dan karyawan menatap tak suka kepada adara
" Sya , kita lanjutkan nanti di mobil aja , kamu bawa mobil kan ? Lihat tuh kita di liatin " kata Adara memberi tahu
Rasya mengangguk , kali ini dia bersikap biasa aja layaknya anak sekolah pergi ke cafe . Makan dan mengobrol mengenai liburan kemarin
" Sebenernya ada yang mau aku omongin ke kamu cuma nanti aja deh , kalo semuanya sudah membaik " mata Adara
" Apa ? Mau ngomong apa ? " Kata Rasya
Adara tersenyum dia mengelus rahang kekasih nya
" Nanti aja , oh ya ada pr tau matematika " kata Adara
" Nanti malam kita kerjain bareng sambil video call "
Adara mengangguk , dari pada Rasya bermain game lebih baik belajar bersama tapi lewat video call
Tak lama makanan Adara telah datang , nasi goreng seafood yang pasti membuat Adara mengunggah selera
##
Sebuah panggilan Video Call dari Adinda membuat Adara langsung menggeser tombol hijau
( Tadi pulang sekolah lo kemana dar ? Zivana ngajak traktir bakso , lo nya malah ngilang ) kata Adinda
( Gua ketemu Rasya di cafe pelangi dekat sekolah )
( Ngapain ? Tadi dia engak sekolah karena izin sakit kan ? Kenapa engak lu datangin aja kerumah nya ? )
Huh !
( Lo lupa gua diapain sama dia ? Bisa bisa kalo gua datang kerumah nya , gimana kalo dia lakuin itu lagi ? Lagian tadi gue itu niat ketemu Rasya karena mau putusin dia)
( Jadi endingnya lo mau putus sama rasya ? Lo ikutin saran naomi ? )
Adara mengangguk
( Gua kepikiran sama omongan kak adit , dia bilang kalo cowok beneran sayang dan cinta sama kita , Cowok itu akan menjaga kita bukan nya merusak )
Adinda mengangkat jempolnya
( Gua jadi penasaran sama adit adit itu , yang mana sih orang nya , keliatan nya dia pria yang bertanggung jawab dan baik )
( Huekkk )
Adinda terkekeh geli melihat Adara mual karena memuji adit adit calon nya adara
( Kak adit laki laki yang nyebelin , setiap detik ada aja tingkah itu orang yang bikin gua kesel . Oh iya gua lupa kemarin dia bilang besok malam kesini , tapi jam 8 malam belum juga dia kesini , mungkin engak jadi atau berubah pikiran )
( Lo pernah foto berdua sama adit nggak ? Atau curi curi gitu ? )
Adara terdiam berfikir apakah dirinya pernah mengambil gambar adit
( Engak ada sih , cuma waktu itu pas makan dia sempat selfi sama gua , di hp dia mungkin buat ngirim ke papi sama papa nya dia kalo kita lagi makan )
Tok tok tok
" Kak ... di panggil papi ... di bawah ada kak adit " ketuk Haidar
( eh bentar din , gua kebawah dulu bener aja kan dia datang )
( Ok , nanti kabarin gua ya , Gimana adit itu orang nya , gua penasaran)
( Ok baby ) kata adara mengakhiri panggilan nya