Flavia Gu, adalah anak dari selir kesayangan Tuan Gu. Dibawa olehnya masuk ke dalam keluarga Gu. Ketika ibunya meninggal .
Namun, tidak pernah dianggap sebagia anggota keluarga Gu. Bahkan dia harus menghidupi dirinya sendiri dari keahlian yang dia miliki. Keahlian yang dia sembunyikan dengan baik.
Tidak hanya itu saja, bahkan Flavia dijadikan tumbal malam pertama untuk menggantikan peran Olivia Gu yang ingin menjadi menantu utama keluarga Lin .
Siapa sangka Flavia yang selama ini diam akan menyerang balik mereka semua, yang pernah mencelakainya. sampai pada akhirnya takdir membawa Flavia ke pangkuan Eryk Lin, seorang Mysophobia yang sengaja memilih menjadi dokter Forensik demi mengatasi rasa takutnya yang berlebihan.
Akankah ketika konflik bersemi, justru malah akan membuat keduanya saling jatuh cinta dan menginginkan satu sama lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
APA HAKMU?
Setelah menerima berbagai macam hadiah dari Kakek Mo, barulah Flavia pulang ke kediaman Lin. Dengan menjinjing beberapa kantong dia berjalan di koridor.
Tiba-tiba saja Olivia datang membulinya, dia menarik kantonng dan kotak hadiah yang Flavia bawa, sampai isinya berhamburan seraya berkata, “Aku ingin kau pergi dari sini!”
Flavia memandangi barang-barangnya yang berantakan, lalu mulai memungutinya, “Jika ingin memecatku maka langsung bilang saja kepada Tuan Muda Lin,” jawab Flavia dengan santai dan tanpa rasa takut.
“Lancang, kau berani membantah?” hardik Olivia.
“Tuan Muda Lin yang menggaji aku,jadi aku hanya akan mendengarkan perintah dia. Meski kau menjadi Nyonya Lin, aku juga tidak akan menurut padamu!” ujar Flavia dengan nada memprovokasi.
“K-kau benaran berani menantangku!” hardik Olivia lagi.
“Jika berani tampar saja aku!” bisik Flavia dengan sedikit menundukan kepalanya.
Merasa ditantang dan merasa hatinya sudah penuh dengan emosi kemarahan maka dengan keras Olivia langsung saja menampar Flavia ampai tersungkur ke lantai.
Lalu dengan sambil tertawa, Olivia berkata , “Apa sudah paham” Aku adalah Nyonya di rumah ini.”
Flavia menyeka darah yang keluar dari ujung bibirnya, lalu malah tersenyum samar. Eryk dari kejauhan melihat hal ini dan segera saja mempercepat langkahnya.
Asisten He, segera menghalangi Olivia ketika Eryk memapah Flavia, “Apa kau baik-baik saja?” tanya Eryk.
“Berdarah … kau berdarah,” ujar Eryk sedikit panik melihat ada darah di ujung bibir Flavia lalu mengusapnya dengan lembut.
Melihat wajah Olivia yang meradang, maka Flavia merasa rasa sakit yang dia rasakan sepadan, “Aku baik-baik saja,” jawab Flavia dengan sedikit sendu.
‘Apa kau pikir hanya kau yang bisa bersandiwara’ ujar Flavia dalam hati meledek Olivia.
“Bawa Nona Olvia ke kamarnya, dan jangan ijinkan dia keluar jika aku tidak mengijinkannya!” perintah marah Eryk.
Mendengar perintah Tuannya, maka asisten He pun langsung saja menarik Olivia. Sementara itu, Eryk membantu Flavia merapihkan barang-barangnya.
“Apa kau baru saja membeli ini?” tanya Eryk.
“Iya tadi aku sempat berbelanja sebentar,” jawab Flavia.
Eryk mengambil kantong belanja dan kotak hadiah dari lantai. Lalu mengantar Flavia ke kamarnya, “Aku letakan di sini,” ujar Eryk dengan sambil berdiri di depan pintu.
“Terima kasih Tuan,” ujar Flavia.
“Atas nama Olivia aku meminta maaf kepadamu, karena sikap kasarnya tadi,” ujar Eryk.
“Itu bukan salah Tuan, lagipula aku tidak memasukannya ke dalam hati,” jelas Flavia.
Keduanya terdiam sesaat, “Apa ada hal lainnya, Tuan?’ tanya Flavia.
“Ah iya sebaiknya kau beristirahat saja. A-aku juga masih ada pekerjaan yang harus aku urus,” jawab Eryk.
Eryk pun bergegas kembali ke ruang kerjanya, berjalan perlahan . Tapi, langkahnya terhenti karena melihat sesuatu di dekat guci besar yang ada di koridor itu.
Eryk bersimpuh dengan satu lutut menopang tubuhnya, lalu mengambil benda kecil yang berbentuk kotak itu, ‘Ini pasti yang tadi terjatuh juga’ pikri Eryk, jika kotak kecil ini adalah milik Flavia.
Eryk pun berdiri dan ingin mengembalikan kotak itu kepad Flavia, sebelumnya dia membuka kotak itu, kedua alisnya mengernyit ketika melihat isi di dalam kotak kecil imut itu.
“Sepatu bayi,” gumam pelannya.
“Jika ini milik dia … apakah itu artinya dia sedang hamil?” gumam pelannya lagi.
Eryk ingin pergi ke kamar Flavia, namun mengurungkan niatnya. Dia malah masuk ke dalam kamarnya sendiri. Berdiri tidak tenang, duduk pun tidak tenang, sambil memegangi sepatu bayi tersebut.
‘Apa dia benar-benar sedang hamil’ pikir Eryk dengan hati yang berkecamuk.
Tidak bisa menahan diri lagi, dengan impulsifnya Eryk pun pergi ke kamar Flavia lagi, lalu mengetuk pintu kamar Flavia berkali-kali. Begitu pintu kamar terbuka, Eryk langsung saja menariknya.
“Tuan kenapa?” tanya Flavia dengan bingung.
“Ada hal yang harus aku pastikan,” jawab Eryk dengan nada tertekan.
Eryk memasangkan sabuk pengaman mobil kepada Flavia lalu melajukan mobilnya ke rumah sakit. Flavia merasa panik “Tuan sebenarnya ada apa?’ tanya Flavia lagi.
Eryk tidak menjawab,tetap fokus melajukan mobil meski dalam keadaan marah. Hati Flavia berdegup kencang ketika melihat Eryk membawanya ke rumah sakit.
“Tuan aku baik-baik saja tidak sakit,” ujar Flavia.
‘hatiku yang terasa sakit’ ujar Eryk dalam hati.
Eryk mengabaikan pertanyaan-pertanyaan Flavia, dan langsung membawanya ke bagian dokter kandungan, “Periksa dia,” ujar Eryk kepada salah satu koleganya.
Robert pun terkejut melihat temannya yang tampan ini membawa wanita buruk rupa dan meminta dirinya untuk memeriksa apakah wanita itu hamil atau tidak. Perawat yang melihatnya juga sama terkejutnya, Tuan Muda Lin, dokter forensik terhandal di rumah sakit mereka membawa wanita buruk rupa.
“T-tuan … kau mau apa?” tanya Flavia dengan panik.
“Bawa dia!” perintahnya pada perawat yang masih terdiam karena terkejut.
“Ayo! Tunggu apalagi?” ujar Eryk lagi.
Perawat itu pun segera menarik flavia untuk melakukan pemeriksaan tes kehamilan. Flavia sudah tidak bisa mengelak lagi. Dokter mengambil sampel darah Flavia.
Eryk mendekati Flavia, lalu dengan mata berkaca-kaca memerah Flavia berkata, “Tuan apa hakmu melakukan ini kepadaku?’
Eryk terdiam, hatinya seperti sedang teremas-remas ketika memikirkan jika gadis yang sedang berdiri di depannya ini tengah mengandung anak dari pria lain. Dengan sedikit limbung Eryk menjawab , “Kau baru saja menyakiti hatiku.”
“Apa!?” ujar Flavia dengan penuh emosi.
Eryk menahan flavia di sisinya sambil menunggu hasil pemeriksaan itu, setelah menunggu beberapa jam akhirnya hasil tes itu pun keluar.
Robert memberikan hasil tes itu kepada Eryk, perlahan dia membuka amplop tersebut dan membacanya, “Positif hamil,” ujarnya sambil memandangi Flavia dengan menaikan satu alisnya. “Kau hamil?” tanya Eryk dengan nada kecewa.
Air mata Flavia pun mengalir, teringat tentang malam itu lalu hari ini. berpikir Bukankah jika bukan karena perbuatan pria di depannya ini, maka dirinya tidak perlu melewati segala kemalangan seperti sekarang ini.
Flavia berdiri dan berkata dengan lugas, “Iya aku hamil, apa itu mengganggu Tuan?”
Eryk terlihat tenang dari luar. Namun, di dalam hati berton-ton bom terasa ingin meledak. Pertama kali meresa dibuat kecewa berat oleh wanita, jadi Eryk sedikit tidak bisa menangani gejolak di hatinya. Tanpa berkata-kata Eryk langsung saja pergi meninggalkan rumah sakit dan juga meninggalkan Flavia di sana
Eryk melajukan mobilnya dengan cepat dan pergi ke peternakan kuda milik keluarga Lin, Sementara Flavia kembali ke kediaman keluarga Lin dengan menggunakan taksi. Di peternakan kuda keluarga Lin, Eryk segera pergi ke kendang kuda, dan mengeluarkan kuda peliharaannya lalu menungganginya dengan cepat juga.
‘Dia hamil …’ ujar Eryk dalam benaknya lagi.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
DUKUNG NOVEL ini dengan :
- Vote
-Like
-Komen
- Tap favorit yang tanda hati ya
- Poin, hadiah.
beda dari yang lain disini juga banyk ilmu yang dijelaskan...
Love bangett Karya Nita
Yaa, emang sih klo gda adegan itu, kasusnya g muncul ya? 🤭